Parents, apakah si kecil mulai sering berpura-pura menjadi dokter atau guru di rumah? Kegiatan ini dikenal dengan istilah bermain peran atau role-playing. Meski sama seperti permainan edukatif pada umumnya, ada beberapa manfaat belajar seni peran untuk anak, lho.
Melihat si kecil bermain peran sesuai dengan karakter favoritnya memang lucu. Apalagi kalau Papa dan Mama diajak untuk ikut terlibat menjadi tokoh sesungguhnya.
Baca juga: 5 Manfaat Melipat Origami bagi Si Kecil, Tak Hanya Kembangkan Kreativitas
Seberapa penting bermain peran untuk perkembangan anak?
ilustrasi anak bermain seni peran (freepik.com)
Mengenalkan anak pada role-playing bukan berarti membimbingnya untuk menjadi pemain film. Pada fase pertumbuhan, terutama usia prasekolah, anak sedang giat-giatnya mengeksplorasi dan bertualang di dunia mereka.
Karena si kecil sudah asyik bermain, tugas orang tua adalah memberi dukungan dan arahan. Sebagai contoh, Papa dan Mama bisa menyediakan beberapa atribut tambahan yang bisa ditemukan di rumah untuk melengkapi setiap petualangan mereka.
Selain itu, bermain peran dianggap mirip seperti konsep dalam teori pikiran. Dengan kata lain, kesadaran seseorang mungkin berbeda dengan orang lain. Ada pula berbagai perspektif yang terkait erat dengan permainan imajinatif.
Psikolog Estrina Maya, M.Psi menuturkan jelang 3 tahun, anak mulai mengembangkan fantasi dan imajinasi mereka melalui peran yang hendak ditiru. Mereka mulai senang mengeksplorasi dan mencoba semua hal. Tak jarang saat bermain peran pun, si kecil mengeksplorasi daya khayalnya.
Menariknya, daya khayal atau imajinasi merupakan komponen esensial dalam tumbuh kembang anak. Pakar psikologi asal Rusia, Vygotsky, mendefinisikan tahap perkembangan bermain anak ini sebagai permainan simbolik atau pura-pura.
Baca juga: Atasi Rasa Tidak Percaya Diri Pada Anak dengan 5 Tips Ini
Manfaat belajar seni peran untuk anak
ilustrasi anak bermain seni peran (freepik.com)
Bermain masak-masak, menjadi putri di negeri dongeng, atau berperan sebagai tokoh superhero tidak membutuhkan media dan teknologi. Meski begitu, permainan ini mampu mengembangkan kemampuan si kecil. Penasaran apa saja lima manfaat belajar seni peran untuk anak? Berikut penjelasannya.
1. Mengenal diri sendiri dan dunia sekitar
Dengan bermain peran, anak belajar mengenal diri sendiri dan dunia di sekitar mereka. Mereka mencoba bereksperimen dan memahami apa yang diamati. Sebagai contoh, ketika bermain boneka, anak menjadikannya versi untuk mengekspresikan ide dan perasaan mereka.
2. Meningkatkan kreativitas
Untuk mendalami peran yang dimainkan, anak cenderung berpikir dan berimajinasi tentang karakter yang mereka. Tak jarang mereka mengandalkan film atau karakter yang pernah dilihat sebelumnya atau bahkan interaksi sosial dalam kehidupan sehari-hari sebagai referensi.
Sebagai contoh, ketika bermain sebagai putri raja, anak akan menciptakan istana dari tumpukan kardus atau bantal serta kain yang ditata dengan rapi. Tahap selanjutnya adalah tinggal di dunia impian mereka menggunakan kemampuan imajinasi dan kreativitas.
Proses membayangkan dan berimajinasi ini memicu keluarnya kreativitas. Tak hanya memudahkan pemecahan masalah, pemikiran kreatif nantinya memberi peluang untuk mengekspresikan ide, bereksperimen, dan mengeksplorasi peran mereka.
3. Mengasah keberanian dan kepercayaan diri
Melalui seni peran, anak mencoba mencari solusi sederhana ketika menghadapi masalah. Dalam kehidupan nyata, mungkin mereka tidak berani menghadapi masalah ini sendirian sehingga membutuhkan bantuan Papa dan Mama.
Contoh sederhana, saat si kecil bermain boneka dan berusaha menidurkannya, mereka akan menyadari bahwa boneka membutuhkan selimut untuk tetap hangat. Dengan begitu, setiap peran yang si kecil mainkan secara tidak langsung membuat mereka mengetahui rasanya terjun dalam dunia imajinasi dan bebas berekspresi. Anak pun mulai membangun rasa percaya diri ketika harus mengatasi masalah di kehidupan nyata.
4. Mengembangkan keterampilan sosial dan kemampuan berpikir
Walau terlihat sederhana, bermain peran nyatanya cukup rumit. Kegiatan ini memerlukan strategi, komunikasi, dan keterampilan sosial. Dari sini, anak belajar bernegosiasi, bereksplorasi, menilai perspektif orang lain, dan menghargai dan mendengarkan pendapat orang lain.
Baca juga: 7 Cara Meningkatkan Daya Ingat Anak, Gunakan Bantuan Visual
5. Menumbuhkan kecerdasan sosial dan emosional
Manfaat belajar seni peran untuk anak yang tak kalah penting adalah menumbuhkan kecerdasan sosial dan emosional. saat bermain, si kecil berusaha membaca isyarat mengenali dan mengatur emosi dan merespon perilaku orang lain. hal ini berhubungan dengan kecerdasan emosional dan sosial anak.
6. Menambah pengetahuan dan keterampilan
Belajar dan berkembang merupakan dua aspek yang tak bisa dipisahkan saat melatih keterampilan anak. Sebagai permainan yang mencakup kedua aspek ini, permainan role-playing memudahkan anak dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka. Contohnya, ketika bermain jual beli, si kecil belajar konsep matematika dan keterampilan berkomunikasi.
7. Memperkaya komunikasi verbal
Scott Barry Kaufman, PhD, penulis buku Ungifted: Intelligence Redefined menyebutkan studi menunjukkan dampak positif pada keterlibatan anak dalam permainan, terutama dari usia 2,5 tahun hingga 6-7 tahun. Dari Psychology Today, Kaufman membeberkan studi aktual menjelaskan manfaat kognitif dari role-playing, seperti peningkatan penggunaan bahasa, termasuk bentuk kata depan dan kata sifat.
Saat memainkan peran, si kecil akan berbicara dan berdialog sesuai dengan karakter yang mereka mainkan. Meski terdengar lucu, ada baiknya Papa dan Mama membiarkan mereka bermain. Pasalnya, kemampuan ini merupakan langkah yang tepat untuk mengembangkan komunikasi verbal dan memperkaya kosakata mereka. Alhasil, si kecil akan terlatih untuk lebih percaya diri dalam mengekspresikan pemikiran atau perasaan mereka dalam keseharian.
8. Mencontohkan kontrol emosi
Seperti halnya kehidupan nyata, setiap tokoh memiliki karakternya masing-masing di mana ada yang baik dan jahat. Ketika berperan sebagai karakter yang baik, masih kecil perlu mengontrol emosi mereka dan berpikir karakter seperti ini patut dicontoh dalam kehidupan sehari-hari.
Tak sampai di situ, saat bermain peran tanpa paksaan, si kecil akan merasakan kesenangan tersendiri. Jadi, keceriaan mereka muncul secara natural tanpa dibuat-buat.
9. Lebih aktif bergerak
Pesatnya perkembangan teknologi membuat anak semakin sering bermain gadget dibandingkan beraktivitas fisik. Melalui permainan peran, mereka akan mencoba petualangan baru sehingga lebih aktif bergerak.
Untuk itu, jangan heran bila Papa dan Mama melihat si kecil berlari sana-sini saat berimprovisasi. Eksplorasi yang mereka lakukan pun berdampak baik pada kemampuan motorik halus, visualisasi, dan kognitif.
Itulah sembilan manfaat belajar seni peran untuk anak. Tak hanya melatih kreativitas permainan ini juga mampu membuat anak bergerak aktif sehingga tidak ketergantungan dengan gadget.
Untuk mengembangkan minat seni anak, Papa dan Mama dapat mendaftarkan si kecil ke kursus menggambar, dan kelas kreatif lainnya. Papa dan Mama bisa menemukan layanan kelas dan kursus berbagai bidang sesuai dengan bakat dan minat si kecil di Kiddo.id. Tunggu apa lagi? Segera temukan layanan bimbel privat berkualitas secara praktis dan mudah bersama Kiddo.id
Baca juga: 7 Alasan Pentingnya Mengembangkan Kreativitas Anak, Tingkatkan Imajinasi

