Pernahkah Papa dan Mama mendengar istilah alat permainan edukatif (APE)? Untuk menunjang tumbuh kembang anak, tak sedikit orang tua yang berburu banyak permainan edukatif. Hanya saja, tak semua permainan ideal untuk anak, lho.
Permainan edukatif membantu mengembangkan keterampilan anak dan perkembangan otak mereka lewat pengalaman bermain yang menyenangkan. Tak hanya itu, APE mampu meningkatkan kreativitas dan daya imajinasi anak. Dengan begitu, anak bisa belajar dengan cara yang menarik dan menyenangkan.
Baca juga: 5 Rekomendasi Kelas Motorik untuk Anak
Mengenal alat permainan edukatif
ilustrasi anak bermain alat permainan edukatif (freepik.com)
Panduan, Pemilihan, Pembuatan, dan Pemanfaatan APE Secara Mandiri dari Direktorat Jenderal Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kemendikbudristek menjelaskan alat permainan edukatif sebagai alat main yang dirancang untuk anak-anak guna menstimulasi berbagai aspek perkembangan anak dalam proses pembelajaran, baik dilaksanakan di rumah maupun di sekolah.
Lewat permainan yang interaktif, anak melatih panca indra secara bersamaan sehingga aspek perkembangan tumbuh dan berkembang dengan optimal. Beberapa APE yang direkomendasikan di antaranya puzzle, lego, permainan musik, dan permainan kartu.
Dirancang sesuai kebutuhan dan indikator capaian kemampuan yang harus dimiliki anak, APE dilengkapi kemudahan dalam penggunaannya sehingga meningkatkan minat anak dalam kegiatan bermain.
Baca juga: 7 Rekomendasi Game Edukasi untuk Anak SD Terbaik
Alat permainan edukatif vs smartphone
ilustrasi anak bermain alat permainan edukatif (freepik.com)
Mungkin Papa dan Mama pernah bertanya-tanya, dengan pesatnya perkembangan teknologi, bagaimana alat permainan edukatif dapat berkompetisi dengan smartphone? Sebagai salah satu cara terbaik untuk mengembangkan kemampuan dan menstimulasi perkembangan otak, APE berperan sebagai permainan interaktif awal yang perlu diperkenalkan pada anak.
Hanya saja, tak sedikit orang tua yang memilih memberikan smartphone atau tablet pada anak sebagai alat hiburan. Terlebih gawai lebih canggih, memiliki fitur yang lebih lengkap, dan praktis.
Meski begitu, American Academic of Pediatrics (AAP) berpendapat bahwa memberikan permainan interaktif pada anak jauh lebih baik dibandingkan menyediakan gawai. Melansir Healthline, berikut penjelasannya.
1. Mengembangkan keterampilan motorik
Beberapa contoh APE, seperti puzzle, lego, dan mainan kayu dapat membantu anak dalam meningkatkan kemampuan menangani objek dengan tangan. Cara ini tak hanya esensial untuk perkembangan otak anak, tapi juga membantu meningkatkan kemampuan belajar mereka.
2. Membantu megnembangkan imajimasi dan kreativitas
Alat permainan interaktif, misalnya konstruksi, mainan role-playing, dan mainan musik efektif membantu anak dalam mengembangkan kreativitas dan imajinasi. Berkat APE, kreativitas dan keterampilan anak semakin terasah
3. Mengurangi risiko penggunaan gawai
Sejumlah penelitian menyebutkan bahwa penggunaan perangkat elektronik secara berlebih membawa efek buruk pada kesehatan, misalnya obesitas, masalah tidur, dan mengganggu kesehatan mata. Dengan APE, Papa dan Mama dapat meminimalisir risiko masalah kesehatan ini serta mengembangkan keterampilan motorik halus dan kreativitas.
Baca juga: Permainan Tradisional Membentuk Karakter Positif Pada Anak
Manfaat alat permainan edukatif
ilustrasi anak bermain alat permainan edukatif (freepik.com)
Menggabungkan permainan dan pembelajaran, alat permainan edukatif berperan untuk mendukung perkembangan anak. Selain mengubah kegiatan bermain lebih edukatif dan menyenangkan, ada sejumlah manfaat lain permainan interaktif yang baik untuk si kecil. Yuk, simak penjelasannya.
1. Mengambangkan keterampilan
Alat permainan edukatif terdiri dari beberapa jenis game yang bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan umum dan keterampilan, termasuk keterampilan motorik kasar dan halus, berbicara, bahasa, dan matematika. APE juga mengasah keterampilan kognitif, seperti konsentrasi, pemecahan masalah, dan memori.
2. Meningkatkan kreativitas
Permainan edukatif memiliki komponen yang berpotensi mengembangkan ide dan kreativitas anak. Dengan begitu, si kecil dapat bereksperimen, mengasah keterampilan berpikir kritis, dan membangun kreativitas.
3. Melatih kemampuan sosial
Tak hanya dimainkan sendiri, beberapa permainan edukatif juga dirancang untuk dimainkan bersama. APE jenis ini melatih anak untuk bekerja sama, mengatur dan mengelola diri, serta mengembangkan keterampilan sosial. Manfaat ini berkontribusi pada pembentukan relasi yang sehat dan lebih baik.
4. Meningkatkan kemampuan adaptasi
Selain melatih kemampuan sosial, APE juga bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan adaptasi di lingkungan baru, situasi baru, dan bersama orang baru. Anak akan belajar mengatasi situasi yang kurang familier dengan baik dan berusaha menyesuaikan diri.
Baca juga: 5 DIY Permainan Anak untuk Sensori, Mudah Dibuat di Rumah!
Rekomendasi alat permainan edukatif sesuai umur anak
ilustrasi anak bermain alat permainan edukatif (freepik.com)
Menstimulasi perkembangan dan kemampuan anak lewat gawai maupun tontonan televisi bukanlah cara yang ideal. Untuk itu, Papa dan Mama perlu menyediakan alat permainan edukatif sesuai usia si kecil. Berikut beberapa contohnya.
1. Umur 0-2 tahun
Alat permainan edukatif untuk anak usia 0-2 tahun cenderung bersifat sederhana, mudah, dan aman dimainkan. Jenis permainan yang direkomendasikan untuk meningkatkan kecerdasan motorik kasarnya adalah puzzle, matching game, gantungan, dan mainan berbentuk busur.
2. Umur 2-4 tahun
Menginjak usia emas untuk belajar, anak dianjurkan memainkan puzzle, mainan percobaan, mainan sandi, dan sejumlah APE lainnya yang mengajarkan keterampilan dasar, seperti membaca, menulis, dan menghitung. Pada usia 4-8 tahun, anak telah terbiasa bermain dengan jenis APE yang lebih kompleks. Papa dan Mama bisa memberikan puzzle dua dimensi, mainan percobaan, mainan sandi, dan mainan edukatif berbasis teknologi.
3. Umur 5 tahun
Rekomendasi APE untuk anak umur 5 tahun lebih mengedepankan kemampuan kognitif, motorik kasar dan halus, berpikir logis, dan kreatif. Untuk itu, Papa dan Mama dapat membelikan si kecil puzzle, lego, permainan kartu, dan permainan musik.
4. Umur 6-9 tahun
Jenis permainan interaktif yang ideal untuk anak berusia 6-9 tahun adalah puzzle tiga dimensi, mainan percobaan, dan mainan edukasi berbasis teknologi. Memasuki usia belajar yang luar biasa ini, Papa dan Mama perlu merangsang keterampilan berpikir kritis anak, misalnya logika, berpikir kreatif, dan pemecahan masalah.
5. Umur 9-12 tahun
Untuk anak usia 9-12 tahun, APE yang diberikan cenderung lebih kompleks dan maju, contohnya puzzle tiga dimensi, mainan percobaan, dan mainan edukasi berbasis teknologi. Pada tahap ini, Papa dan Mama fokus mengajarkan keterampilan berpikir tingkat lanjut, misalnya pemrograman, logika, berpikir kreatif, dan pemecahan masalah.
Itulah informasi seputar alat permainan edukatif yang esensial untuk perkembangan pengetahuan dan keterampilan anak. Untuk meningkatkan minat bermain dan belajar anak, jenis APE yang dipilih perlu disesuaikan dengan usia si kecil, ya.
Untuk meningkatkan kecerdasan anak, Papa dan Mama dapat mendaftarkan si kecil di layanan bimbel privat online maupun offline. Papa dan Mama bisa menemukan layanan kelas dan kursus berbagai bidang sesuai dengan bakat dan minat si kecil, termasuk kelas sensorik. Tunggu apa lagi? Yuk, akses Kiddo.id dan temukan layanan bimbel privat berkualitas secara praktis dan mudah.
Baca juga: Ciri-ciri Anak dengan Kecerdasan Logic Mathematic

