Untuk menumbuhkan minat seni pada si kecil, Papa dan Mama bisa mengenalkan seni melipat kertas alias origami pada mereka. Manfaat melipat origami pun baik untuk pertumbuhan si kecil.
Permainan origami umum diajarkan pada mata pelajaran kerajinan tangan atau kesenian sejak Taman Kanak-Kanak (TK) hingga masa Sekolah Dasar (SD). Meski memanfaatkan media kertas, anak dapat bereksperimen membuat beragam bentuk, contohnya hewan dan bunga.
Baca juga: 9 Manfaat Belajar Menggambar bagi Tumbuh Kembang Si Kecil, Latih Analisis Visual
Sejarah dan perkembangan origami
ilustrasi anak melipat origami (freepik.com)
Sebelum mengenal manfaat melipat origami untuk anak, tak ada salahnya mempelajari sejarah origami dan perkembangannya hingga saat ini. Siapa tahu, Papa dan Mama bisa menceritakannya pada si kecil.
Bila mendengar kata origami, apa yang terpikirkan oleh Papa dan Mama? Mungkin kertas lipat atau negara Jepang sebagai asalnya. Nyatanya, walau terkait erat dengan Jepang, origami memiliki akar sejarah di China dan benua Eropa, lho.
Sekitar tahun 105 Masehi (M), kertas pertama kali ditemukan di Tiongkok oleh Ts'ai Lun. Selanjutnya, kertas dibawa ke Jepang oleh biksu pada abad keenam. Saat itu, melipat kertas di Jepang diperuntukkan keperluan upacara religius.
Menilik pbs.org, melipat kertas di Jepang berkembang menjadi kegiatan rekreasi dan seremonial pada periode Edo (1603-1868). Istilah seni melipat kertas muncul pertama kali pada tahun 1979 lewat buku Sembisuru Orikata atau Seribu Lipatan karya Akisato Rito.
Memasuki akhir 1800-an, istilah melipat kertas ‘orikata' atau bentuk terlipat berubah menjadi origami. Melansir My Modern Met, origami berasal dari bahasa Jepang, yaitu 'ori' yang berarti melipat dan 'kami' yang mempunyai arti kertas. Jadi, origami diartikan sebagai seni melipat kertas.
Seni melipat kertas di Eropa sudah ada sebelum abad ke-12 ketika bangsa Moor membawa tradisi pelipatan berbasis matematika ke Spanyol. Selanjutnya, rakyat Spanyol mengembangkan tradisi ini menjadi praktik artistik, yang disebut papiroflexia atau pajarita.
Secara tradisional, origami terdiri dari kegiatan melipat kertas persegi yang kadang memiliki sisi berwarna menjadi bentuk tertentu tanpa melibatkan teknik memotong, menempel dengan lem maupun selotip dan menandainya.
Ada juga origami modern yang menonjolkan sisi kreasi. Uniknya, tak sedikit model origami modern yang dilindungi oleh hak cipta dan kekayaan intelektual. Tak hanya memprioritaskan aspek teka-teki pada lipatan, origami jenis ini juga fokus pada tantangan melipat selembar kertas tanpa menggunakan potongan atau lem.
Baca juga: 9 Jenis Permainan Anak yang Edukatif, Seru untuk Dimainkan
Manfaat melipat origami untuk si kecil
ilustrasi anak melipat origami (freepik.com)
Meski sudah ada sejak berabad-abad lalu, origami tetap populer di seluruh dunia, terutama di kalangan anak-anak. Selain menyenangkan, ada segudang manfaat melipat origami yang tak sebatas melatih kreativitas. Penasaran apa saja? Yuk, simak informasinya di bawah ini.
1. Mengasah keterampilan motorik halus dan perkembangan otak
Salah satu manfaat melipat origami yang jarang diketahui adalah meningkatkan keterampilan motorik halus dan perkembangan otak. Latihan motorik halus ini terjadi saat anak menggunakan jari mereka untuk menciptakan bentuk khusus dari kertas. Ujung jari mereka dilengkapi saraf perifer yang dianggap sebagai 'otak kedua'.
Ketika proses ini terjadi, otak akan mendapatkan sinyal yang nantinya diteruskan secara visual. Keterampilan visualisasi spasial lewat pembelajaran langsung mampu mengembangkan imajinasi, konsentrasi, dan estetika
Di samping itu, visualisasi bentuk yang diperoleh dari imajinasi akan secara otomatis tersimpan di memori. Artinya, ketika anak ingin membuat bentuk origami serupa, mereka akan memanfaatkan imajinasi dan memori yang sama tanpa kembali melihat instruksi. Aktivitas ini mempertajam ingatan dan imajinasi yang baik untuk perkembangan otak si kecil.
2. Belajar mengikuti instruksi dan urutan
Melipat kertas membantu meningkatkan fokus anak serta kemampuan mereka mengikuti instruksi. Ketika anak pertama kali mencoba bermain origami, pastinya mereka membutuhkan arahan sekaligus bimbingan sehingga bisa menciptakan bentuk yang diinginkan.
Bila anak berhasil mengikuti serangkaian instruksi dengan urutan yang benar, origami pun akan terbentuk sesuai yang dicontohkan. Sebaliknya, jika anak sulit berkonsentrasi atau asyik sendiri, mereka akan kesulitan membentuk origami.ng memberi efek yang baik untuk melatih pemahaman, karakterisasi, dan pembangunan komunikasi si kecil di dunia sekitar.
3. Mengembangkan kreativitas dan kemampuan berhitung
Selain baik untuk imajinasi dan kemampuan motorik, manfaat melipat origami juga termasuk mengasah kemampuan berhitung anak. Ketika diminta untuk menciptakan bentuk origami tertentu, anak dapat mencoba beberapa cara berbeda dan melatih diri untuk menyelesaikan tantangan. Si kecil pun tanpa sadar belajar konsep matematika dasar, misalnya angka, bentuk, dan ukuran.
Sebagai contoh, ketika anak ingin membuat bentuk persegi kecil, mereka bisa mencoba melipat kertas di bagian tengah hingga terbagi menjadi dua, lalu lipat kembali di bagian tengah hingga menghasilkan bentuk persegi yang diinginkan. Kegiatan ini menunjukkan konsep pembagian yang berkaitan dengan kemampuan berhitung.
4. Melatih kesabaran dan ketekunan
Kegiatan melipat kertas secara sederhana mampu melatih kesabaran dan ketekunan anak. Tidak seperti orang dewasa, seni origami bukanlah hal yang mudah dilakukan, terlebih untuk anak memasuki usia prasekolah.
Untuk itu, wajar bila si kecil mengalami kegagalan dan perlu mencoba berulang kali untuk mewujudkan bentuk origami yang sesuai. Bila sudah terbiasa melipat kertas, si kecil mungkin menjadi pribadi yang tekun dalam mencapai tujuan dan tidak mudah ngambek ketika menemui kegagalan.
5. Mengubah suasana hati
Ketimbang pergi jalan-jalan ke mall, ada baiknya Papa dan Mama mengajak si kecil belajar membuat origami untuk memperbaiki suasana hati. Seni origami menuntut anak untuk fokus mengikuti arahan dan rileks ketika mengerjakan.
Cara ini menyibukkan si kecil untuk berimajinasi dalam dunia mereka sendiri yang penuh warna. Dengan begitu, manfaat melipat origami membantu meningkatkan perasaan bahagia mereka.
Itulah lima manfaat melipat origami bagi si kecil. Papa dan Mama bisa mengajak mereka berlatih membuat origami untuk mengisi waktu luang. Yang pasti, ketika mengajari, Papa dan Mama harus sabar dan telaten, ya.
Untuk mengembangkan minat seni anak, Papa dan Mama dapat mendaftarkan si kecil ke kursus menggambar, dan kelas kreatif lainnya. Papa dan Mama bisa menemukan layanan kelas dan kursus berbagai bidang sesuai dengan bakat dan minat si kecil di Kiddo.id. Tunggu apa lagi? Segera temukan layanan bimbel privat berkualitas secara praktis dan mudah bersama Kiddo.id
Baca juga: 3 Ide Kreasi Kerajinan Tangan dari Kardus Bekas, Mudah Dibuat!

