9 Jenis Permainan Anak yang Edukatif, Seru untuk Dimainkan

Oleh Tanggal 1 Maret 2023 7 menit

9 Jenis Permainan Anak yang Edukatif, Seru untuk Dimainkan

Kecerdasan anak tak hanya sebatas menguasai keterampilan dasar, yaitu membaca, menulis, dan berhitung, tapi juga mempu berpikir logis dan kreatif. Melalui jenis permainan anak yang mengedukasi dan seru, Papa dan Mama dapat mengasah kecerdasan anak. 


Secara umum, bermain membantu meningkatkan kemampuan fisik, emosional, sosial, kognitif, dan bahasa anak. Melalui permainan, anak melihat bagaimana individu saling berhubungan dan bagaimana benda saling berkaitan.


Tak hanya permainan yang bersifat taktil, Parenting Firstcry menyebutkan bahwa permainan tak terstruktur ideal untuk mengasah kecerdasan dan melatih otak. Melansir laman Insider, permainan ini dapat berupa role-playing, ular tangga, menulis catatan, hingga bermain di alam. Dengan bermain sambil belajar, anak mampu menjelajahi dunia dengan cara mereka sendiri. 


Baca juga: Mengenal Alat Permainan Edukatif Terbaik untuk Si Kecil


Jenis permainan anak yang mengedukasi

ilustrasi anak bermain (freepik.com)


Jenis permainan anak yang mengedukasi dibagi menjadi beberapa macam. Meski begitu, seluruh permainan ini merupakan cara anak cara anak belajar dan berkembang. Lalu, apa saja jenis permainan anak yang mengedukasi? Simak daftarnya di bawah ini.  


1. Permainan paralel

Jenis permainan anak di mana mereka bermain di samping temannya tapi tidak saling berinteraksi dikenal dengan permainan paralel. Pada permainan ini, anak mungkin mengamati apa yang dilakukan teman, kemudian meniru mereka, contohnya menggambar dan mewarnai. 


2. Permainan imitatif

Pada permainan imitatif, anak meniru permainan yang dilakukan teman atau sebaliknya. Selanjutnya, mereka mungkin bermain bersama, contohnya bermain mobil-mobilan. 


3. Permainan soliter

Anak yang bermain sendiri disebut dengan permainan soliter. Umum dimainkan anak di bawah 3 tahun, permainan edukatif ini membantu anak mengenal dan menghibur diri sendiri. 


4. Permainan asosiatif  

Permainan asosiatif sekilas mirip dengan permainan paralel. Hanya saja, anak terlibat dalam permainan yang dimainkan teman. Sebagai contoh, anak dan temannya masing-masing menyusun balok sambil mengobrol. Pada akhirnya, tercipta kota dari kumpulan balok yang disusun 


Selain bersosialisasi, jenis permainan anak ini mengajarkan si kecil untuk menjalin pertemanan, bekerja sama, memecahkan masalah, dan mengembangkan kemampuan bahasa.


5. Permainan kooperatif

Seiring bertambahnya usia, anak mulai aktif bermain dengan teman. Anak mungkin lebih tertarik membantu teman menyusun balok. Jenis permainan anak ini dikenal dengan istilah permainan kooperatif. 


Anak yang bermain permainan kooperatif umumnya berusia lebih dari 3 tahun. Kurang dari usia itu, anak lebih memilih bermain sendiri. 


6. Permainan kompetitif

Dalam permainan kompetitif, anak belajar tentang aturan permainan dan giliran berlain. Karena ada sistem menang dan kalah, Papa dan Mama perlu memberikan penjelasan bila anak tidak boleh curang, tidak sombong saat menang, dan bersikap lapang dada saat kalah. Salah satu contoh permainan kompetitif yang seru dimainkan bersama adalah ular tangga. 


7. Permainan dramatik atau fantasi

Bila si kecil gemar bermain dokter-dokteran atau bermain restoran, artinya anak tengah memainkan permainan dramatik atau fantasi. Lewat jenis permainan anak ini, si kecil belajar berimajinasi, bekerjasama, berbagi, bergantian, berbagi, dan mengembangkan bahasa. Di samping itu, anak juga belajar fungsi profesi di masyarakat sehingga menumbuhkan konsep cita-cita. 


8. Permainan fisik

Sesuai namanya, permainan fisik cenderung melibatkan kemampuan motorik halus dan kasar, contohnya kejar-kejaran, melempar bola. Dengan mendorong anak aktif bergerak, permainan ini membantu melatih keterampilan fisik dan meningkatkan kebugaran anak. 


9. Permainan konstruktif

Permainan menyusun balok, menyambung rel kereta, dan membuat tenda dari kursi yang ditutupi selimut termasuk permainan konstruktif. Selain mengajarkan anak tentang membangun dan menyusun, jenis permainan anak ini penting untuk mengembangkan kemampuan kognitif mereka. 


Baca juga: 4 Langkah Mengajarkan Anak Arti Persahabatan Sejak Dini


Rekomendasi jenis permainan anak yang edukatif  

ilustrasi anak bermain (freepik.com)


Dengan bermain sambil belajar, anak mampu meningkatkan pengetahuan umum dan keterampilan mereka. Untuk itu, ada beberapa permainan anak yang bisa Papa dan Mama berikan sesuai usia si kecil. Berikut daftar rekomendasinya. 


1. Bricks: belajar bekerja sama dalam tim dan mengasah kreativitas.

2. Puzzle: belajar memecahkan teka-teki dan berpikir cepat. 

3. Ular tangga: belajar berkompetisi, mengasah kecerdasan emosional dan sosial, serta menanamkan nilai juang dan simpati

4. Balok warna-warni: mengajarkan aneka bentuk ruang dan warna serta melatih kemampuan motorik dan koordinasi antara mata dan tangan.

5. Plastisin: melatih kekuatan tangan dan kreativitas.

6. Origami: berlatih mengikuti instruksi dan mengasah keterampilan tangan. 

7. Tanah liat atau dough: belajar mengekspresikan diri.

8. Finger painting: menyalurkan kreativitas dan imajinasi.

9. Pasir kinetik: melatih kemampuan sensorik tangan dan mengembangkan kreativitas.

10. Papan tulis: melatih kemampuan motorik kasar dan kreativitas melalui coretan.

11. Role-playing: mengendalikan diri, mengetahui minat dan bakat anak sekaligus melatih kemampuan bahasa.

12. Flash card: memperkaya kosakata serta mengembangkan kemampuan visual dan daya pikir.

13. Alat musik: meningkatkan bakat musik anak. 

14. Bercerita: mengasah kemampuan bahasa dan keberanian.

15. Menulis catatan: melatih keterampilan menulis, belajar mengekspresikan diri, dan berbagi emosi.


Sembilan jenis permainan di atas bisa dimainkan oleh anak sendiri maupun bersama teman. Alih-alih sekadar menemani, ada baiknya Papa dan Mama ikut aktif bermain bersama si kecil untuk memperkuat ikatan orang tua dan anak. 


Untuk meningkatkan kecerdasan anak, Papa dan Mama dapat mendaftarkan si kecil di layanan bimbel privat online maupun offline. Papa dan Mama bisa menemukan layanan kelas dan kursus berbagai bidang sesuai dengan bakat dan minat si kecil, termasuk kelas sensorik. Tunggu apa lagi? Yuk, akses Kiddo.id dan temukan layanan bimbel privat berkualitas secara praktis dan mudah.


Baca juga: 5 Ide Permainan Mengasyikkan untuk Anak Bersama Papa

Yang Ada di Kiddo.id

Marketplace Aktivitas

premium

Konten Premium

milestone

Tes Gratis


Baca Juga