Atasi Rasa Tidak Percaya Diri Pada Anak dengan 5 Tips Ini

Oleh Tanggal 20 Januari 2021

Atasi Rasa Tidak Percaya Diri Pada Anak dengan 5 Tips Ini
Perasaan insecure atau minder akan penampilan fisik dan bentuk tubuh seringkali muncul pada diri setiap orang meski dalam kadar yang berbeda-beda. Tidak hanya pada orang dewasa dan remaja saja, ternyata anak-anak pun juga bisa merasakan tidak percaya diri akan tubuh mereka. Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa anak-anak mungkin mulai mengkhawatirkan berat badan dan penampilan fisik mereka sejak usia 3 hingga 5 tahun. Banyak pula anak-anak yang mengungkapkan ketidakbahagiaan akan tubuh mereka. Peran orang tua dalam hal ini sangat berpengaruh besar dalam pembentukkan citra diri dalam anak. Anak yang memiliki rasa tidak percaya diri sejak kecil cenderung akan lebih tertutup dan sulit bergaul. Hal ini juga secara tidak langsung dilatarbelakangi oleh peran orang tua yang kurang memainkan peran penting dalam mendorong rasa percaya diri yang baik pada anak. Usia kecil hingga remaja merupakan proses yang cukup panjang dalam bertumbuh dan mencari jati diri. Anak dengan rasa insecure yang tinggi akan semakin sulit untuk mencari jati diri mereka karena merasa bahwa diri mereka kurang berharga. Berikut ini beberapa tips yang orang tua perlu perhatikan untuk mendorong rasa percaya diri pada anak.

Perhatikan Setiap Perkataan yang Keluar

Mungkin secara tidak sadar, baik Mama maupun Papa mengeluarkan kalimat seperti “Aku terlihat sangat gemuk memakai baju ini” atau “Aku tidak bisa menyantap makanan ini karena akan membuat tubuh ku semakin gemuk”. Anak akan merekam berbagai perkataan yang mereka dengar, terutama dari kedua orang tua mereka. Penelitian dari Studi Common Sense Media mengemukakan bahwa anak-anak usia 5-8 tahun akan cepat merekam setiap perkataan yang keluar dari orang tua mereka dan tanpa disadari akan mereka terima sebagai sebuah informasi baru yang melekat di pikiran. Mereka kemudian akan memiliki cara pandang yang sama dengan ucapan orang tua mereka dan itu mengartikan bahwa mereka akan menerapkan hal yang sama pula kepada diri mereka sendiri. Sangat penting agar Mama Papa dapat menjaga setiap perkataan yang keluar, jangan sampai kata-kata itu merupakan dorongan bagi si kecil untuk merasa tidak puas akan kondisi dirinya sendiri. Sebaliknya, tunjukkan rasa percaya diri pada tubuh Mama dan Papa.

Jangan Fokus Hanya Sebatas Pada Penampilan

Jangan biasakan membicarakan tentang penampilan dan tubuh seseorang pada anak. Fokuslah untuk menanamkan pada hal-hal yang lebih penting, seperti karakter diri seseorang, seberapa baiknya mereka atau sisi perilaku pekerja keras yang dimiliki oleh orang lain. Biasakan untuk memperkatakan hal-hal positif seseorang saat sedang berbicara atau berdiskusi dengan anak. Jauhkan topik pembicaraan yang mengarah pada penampilan fisik seseorang. Dengan begitu, anak tidak terbiasa melihat dan menilai orang bahkan dirinya sendiri hanya sebatas dari penampilan fisiknya saja. Hal ini dapat mendorong rasa percaya diri anak lebih lagi.

Baca juga: Penting! Kenali 5 Alasan Kenakalan Anak Usia Dini

 

Biasakan Olahraga dan Mengonsumsi Makanan Sehat

Habiskan waktu bersama keluarga dengan melakukan aktivitas-aktivitas untuk melatih fisik, seperti bermain di luar dan mengendarai sepeda hingga pergi ke taman. Miliki waktu olahraga bersama setiap minggu agar tubuh tetap prima dan si kecil pun jadi terbiasa untuk bergerak mengeluarkan keringat. Saat tengah bepergian untuk belanja kebutuhan makanan sehari-hari, biarkan si kecil untuk memilih jenis buah dan sayur apa yang mereka ingin makan sambil mengarahkan mereka saat memilih. Ajak si kecil untuk membaca bersama level nutrisi maupun manfaat dari buah dan sayur yang mereka pilih bagi kesehatan tubuh. Dengan demikian, anak akan mendapat gambaran tentang hidup sehat.

Memilih Konten Tayangan yang Berkualitas

Saat sedang menonton bersama si kecil, pilihlah acara TV atau tayangan dengan konten yang membangun. Media seringkali memiliki standar kecantikan atau stereotipe yang berbeda. Hal ini jika terus dikonsumsi oleh anak akan membentuk sebuah pemikiran yang salah terkait citra diri sehingga akan timbul rasa tidak puas akan diri mereka sendiri. Bicarakan dan ajarkan secara gamblang tentang pemahaman ini kepada anak agar mereka tidak salah dalam membangun pola pikir atas diri mereka. Perhatikan selalu konten-konten apa yang dikonsumsi oleh anak.

Batasi Waktu Screen Time Anak

Penelitian menunjukkan bahwa mengurangi screen time anak dapat mengurangi pula risiko obesitas pada anak. Anak-anak dengan screen time yang lama cenderung membutuhkan banyak asupan karena fokus mereka hanya kepada layar sambil duduk atau tidur-tiduran di atas kasur. Ini membuat banyak anak juga gemar mengonsumsi junk food. Perlu diperhatikan bahwa Mama Papa harus membatasi screen time anak dan lebih banyak memberikan kegiatan yang melatih gerak tubuh anak agar anak tetap aktif bergerak. Tips di atas dapat Mama Papa terapkan langsung pada si kecil dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Tanamkan nilai diri dan rasa bersyukur sebagai pondasi anak dalam bertumbuh. Pastikan bahwa kata-kata yang sering Mama Papa ucapkan adalah kalimat motivasi yang membangun. Komunikasi antara anak dengan orang tua sangatlah penting untuk selalu dijaga agar mereka selalu dapat merasakan kasih saying dan rasa dihargai. Temukan berbagai Info&Tips seputar parenting lainnya hanya di Kiddo.id. Banyak Aktivitas penunjang kegiatan anak sehari-hari juga, seperti kursus online dan masih banyak lagi. Selamat belajar dan berkreasi bersama si kecil di rumah, Keluarga Kiddo! Gambar: Freepik

Yang Ada di Kiddo.id

Marketplace Aktivitas

premium

Konten Premium

milestone

Tes Gratis


Baca Juga