Salah satu dasar pembelajaran yang perlu dimiliki anak adalah daya ingat yang baik, terlebih bila anak memasuki usia sekolah dasar. Tak hanya memudahkan aktivitas sehari-hari, daya anak yang kuat membantu mereka dalam meraih prestasi. Untuk itu, Papa dan Mama perlu mengetahui cara meningkatkan daya ingat anak.
Pada masa pertumbuhan, ingatan anak yang kompleks masih dalam proses perkembangan. Untuk itu, wajar bila anak mengingat lagu favoritnya, tapi bisa lupa nama orang yang baru dikenalnya. Daya ingat ini pun juga dipengaruhi aspek minat dan rentang perhatian anak.
Ketika menerima informasi, anak menyerap hal yang mereka butuhkan dan menyimpannya dalam memori jangka pendek (short-term memory) atau memori jangka panjang (long-term memory). Ingatan ini akan terpanggil kembali saat anak membutuhkannya.
Baca juga: 5 Cara Melatih Fokus Anak, Hindari Distraksi yang Mengganggu
Mengenal memori jangka pendek dan memori jangka panjang

ilustrasi anak berusaha mengingat (freepik.com)
Sebelum mempelajari cara meningkatkan daya ingat anak, penting bagi Papa dan Mama untuk memahami konsep memori. Berdasarkan cara kerja dan lama menyimpan informasi, memori dibedakan menjadi dua, yaitu memori jangka pendek dan memori jangka panjang.
Memori jangka pendek bertugas menyimpan informasi sementara selama 15 hingga 30 detik, misalnya objek, warna, arah, cerita, dan masih banyak lagi. Dikaitkan dengan working memory yang memiliki fungsi eksekutif, memori jangka pendek digunakan oleh anak untuk mempelajari sesuatu dan mengikuti petunjuk satu per satu, misalnya berhitung.
Sementara itu, memori jangka panjang jenis menyimpan informasi dalam jangka waktu yang lebih lama, mulai dari berhari-hari hingga seumur hidup. Contoh ingatan jangka panjang di antaranya peristiwa yang terjadi di masa lalu, keterampilan yang dipelajari, atau pengalaman emosional yang kuat.
Untuk membantu otak menyimpan informasi lebih lama, orang tua bisa membantu anak mempraktikkan ulang apa yang sudah diketahui dan dipelajari. Tak hanya itu, memori jangka panjang menyimpan dua jenis ingatan.
1. Ingatan episodik
Memori berupa peristiwa pribadi yang penting dan menyentuh perasaan anak, misalnya acara keluarga. Si kecil akan mengingat bagaimana rasanya meluangkan waktu bersama keluarga yang menyayangi mereka.
2. Ingatan semantik
Memori yang menyimpan semua fakta menarik yang pernah diingat anak. Fakta umum yang disimpan ingatan semantik dapat berupa informasi dari pelajaran sekolah, misalnya nama presiden pertama atau tahapan hari kemerdekaan.
Baca juga: 8 Tips Melatih Kemampuan Berpikir Anak Umur 3 Tahun, Awali dari Sekarang
Tanda anak memiliki masalah daya ingat
ilustrasi anak berusaha mengingat (freepik.com)
Anak yang memiliki masalah daya ingat aka mengalami kesulitan dalam mempelajari hal baru dan mengingat informasi penting. Tak hanya anak yang sulit fokus, kondisi ini juga bisa dialami anak yang kesulitan berbahasa. Sebagai langkah pencegahan, yuk kenali tanda-tanda anak memiliki masalah daya ingat berikut.
1. Sulit mengingat informasi penting, seperti alamat rumah dan nomor telepon orang tua
2. Sulit mengingat apa yang baru dipelajari
3. Sulit dalam menyelesaikan tugas atau aktivitas
4. Sering lupa jadwal dan janji
5. Sulit menemukan kata yang tepat saat berbicara atau menulis
6. Sulit mengikuti arahan atau instruksi yang diberikan
7. Sulit berkonsentrasi dan mudah terdistraksi
8. Sulit memperhatikan detail dan kerap lupa apa yang dilakukan terakhir kali
9. Memiliki kemampuan berorganisasi yang rendah
10. Merasakan tantangan berat saat diminta menyelesaikan masalah
Baca juga: 9 Jenis Permainan Anak yang Edukatif, Seru untuk Dimainkan
Cara meningkatkan daya ingat anak

ilustrasi anak belajar (freepik.com)
Kemampuan daya ingat anak dapat dikembangan dengan rutin berlatih. Meski terbilang gampang-gampang susah, ada sejumlah strategi yang bisa diterapkan sebagai cara meningkatkan daya ingat anak. Berikut penjelasannya.
1. Ulang kembali informasi
Salah satu cara meningkatkan daya ingat anak yang patut diterapkan orang tua adalah mengulang kembali informasi. Setelah anak mempelajari hal baru, mintalah mereka untuk mengulang kembali informasi beberapa kali untuk membantu mengkonsolidasikan ingatan mereka.
Untuk mempermudah si kecil, Papa dan Mama bisa mengasosiasikan informasi baru dengan hal-hal yang sudah si kecil ketahui sebelumnya. Orang tua juga bisa membiarkan anak membuat contoh sendiri dengan menghubungkannya dengan pengalaman pribadi. Teknik ini memudahkan pemrosesan materi bagi anak sehingga mereka bisa mengingat informasi dengan lebih baik.
2. Dorong anak untuk mengajukan pertanyaan
Memahami subjek membantu anak memahami materi dengan baik. Untuk mengukur pemahaman materi anak, Papa dan Mama bisa mendorong si kecil untuk mengajukan pertanyaan. Selain membantu anak mengasah keterampilan memecahkan masalah, cara ini efektif membantu mengembangkan pemikiran kritis.
3. Jadikan informasi sebagai puisi atau lagu
Satu lagi cara meningkatkan daya ingat anak yang bisa dicoba adalah menghafalkan informasi lewat puisi atau lagu. Otak manusia memiliki kemampuan untuk mengingat musik atau nada. Dengan menggunakan musik, si kecil dapat membuat sajak untuk memudahkannya mengingat informasi penting.
4. Gunakan bantuan visual
Apakah si kecil termasuk anak yang belajar dengan gaya visual? Kalau begitu, Papa dan Mama bisa menggunakan bantuan visual sebagai cara meningkatkan daya ingat anak. Lewat kartu dengan kata dan gambar menarik, si kecil dapat mengingat informasi yang baru saja dibaca atau didengar.
5. Buat pembelajaran menjadi menyenangkan
Dalam belajar, penting untuk membuat anak tetap termotivasi dan antusias, misalnya dengan melakukan hal yang menyenangkan. Sebagai contoh, Papa dan Mama bisa mengajak si kecil mengunjungi museum dan galeri seni atau menonton video bersama. Bila anak tertarik dengan hal yang dipelajari, mereka akan semakin mudah mengingat informasi penting di kemudian hari.
6. Ajak bermain
Selain seru, bermain puzzle membantu meningkatkan daya ingat anak. Memecahkan puzzle bermanfaat untuk melatih daya ingat dan meningkatkan keterampilan pemecahan masalah anak.
Papa dan Mama juga bisa mengajak anak bermain kata-kata. Sebagai awalan, buatlah daftar kata atau frasa yang berbeda, kemudian minta si kecil untuk mengingat dan menyebutkan kata-kata ini kembali. Metode ini melatih memori jangka pendek sekaligus memperkaya kemampuan verbal anak.
Kedua permainan ini dirancang khusus untuk merangsang kemampuan berpikir dan menyelesaikan masalah. Dengan begitu, anak dapat mempertajam kemampuan mengingatnya.
7. Olahraga teratur
Aktivitas fisik dapat membantu meningkatkan fungsi otak dan meningkatkan daya ingat anak. Dengan rutin berolahraga, seperti berlari atau bermain bola, anak dapat menurunkan stres dan meningkatkan suasana hati. Hal ini nantinya berdampak positif pada daya ingat anak.
Itulah tujuh cara meningkatkan daya ingat anak yang bisa diterapkan orangtua. Jangan lupa untuk memuji anak ketika mereka berhasil mengingat atau menyelesaikan tugas dengan baik. Hal ini akan membantu memotivasi mereka untuk terus berusaha lebih baik.
Untuk meningkatkan daya ingat anak, Papa dan Mama dapat mendaftarkan si kecil di layanan bimbel privat online maupun offline. Papa dan Mama bisa menemukan layanan kelas dan kursus berbagai bidang sesuai dengan bakat dan minat si kecil, termasuk kelas sensorik. Tunggu apa lagi? Yuk, akses Kiddo.id dan temukan layanan bimbel privat berkualitas secara praktis dan mudah.
Baca juga: 5 Jenis Les Untuk Mengasah Kecerdasan dan Tumbuh Kembang Anak

