Sebagai aspek kecerdasan kognitif, fokus atau konsentrasi memungkinkan anak melakukan tugas tanpa menundanya. Lalu, bagaimana cara melatih fokus anak?
Menjaga perhatian anak agar terhindar dari gangguan yang berpotensi menggagalkan tujuan bukanlah hal mudah. Terlebih bila anak selalu aktif beraktivitas dan susah diam.
Memasuki usia 4-5 tahun, anak mampu fokus pada apa yang dilakukan. Hanya saja, tak semua anak memiliki rentang perhatian yang sama. Bila sudah begitu, anak mudah terdistraksi dan sulit menangkap pesan atau beraktivitas.
Baca juga: 8 Tips Melatih Kemampuan Berpikir Anak Umur 3 Tahun, Awali dari Sekarang
Penyebab anak susah fokus
ilustrasi anak belajar (pexels.com)
Anak yang sulit fokus belum tentu bermasalah, tidak tertarik, atau kurang pintar. Beberapa anak memiliki rentang perhatian yang pendek akibat gangguan di sekitarnya. Langsung saja, inilah faktor-faktor penyebab anak sulit fokus.
1. Tidak memahami hal yang dibahas
Salah satu penyebab anak sulit fokus adalah tidak memahami apa yang dibahas atau dibicarakan orang di sekitarnya. Alih-alih bertanya, anak yang tidak paham cenderung berhenti memberi perhatian dan memilih fokus pada hal lain.
2. Terdistraksi oleh gangguan eksternal
Di fase 4-5 tahun, konsentrasi anak mulai matang. Hanya saja, gangguan eksternal membuat mereka mudah terdistraksi, misalnya suara bising dan visual yang menarik.
3. Tidak mendapatkan nutrisi dan tidur yang cukup
Anak disarankan memiliki waktu tidur yang cukup, yaitu sekitar 8-19 jam setiap malam. Kurang tidur menyebabkan anak susah fokus, terlebih bila mereka tidak mendapatkan gizi yang cukup untuk beraktivitas.
4. Mengalami gangguan kesulitan belajar
Bila anak terus-menerus mengalami distraksi saat sedang fokus, orang tua perlu memastikan apakah anak memiliki gangguan belajar, misalnya ADD, ADHD, disleksia, bahkan CAPD atau masalah pendengaran. Bila mengalami gangguan ini, disarankan agar anak belajar dengan bantuan tutor supaya bisa fokus dan memahami materi.
5. Kurang motivasi
Motivasi memengaruhi rentang konsentrasi anak. Meski aspek ini tak berlaku untuk semua anak, anak yang kurang motivasi akan sulit mendengarkan atau mengikuti jalannya topik tertentu.
6. Merasa cemas dengan sekolah
Tak sedikit anak yang mulai memasuki sekolah dasar merasa cemas dengan sekolah. Selain merasa tidak nyaman kecemasan ini dapat dipicu faktor kurang percaya diri dan aspek lainnya. Dalam keadaan resah dan cemas, anak sulit untuk fokus saat di kelas.
7. Gaya belajar yang tidak sesuai
Setiap anak memiliki cara belajarnya sendiri untuk mempelajari sesuatu. Ada yang dapat menangkap informasi dengan melihat, mendengar, atau menggunakan gaya belajar lainnya. Bila orang tua menanamkan gaya belajar yang tidak sesuai dengan anak, dikhawatirkan mereka akan sulit fokus.
Baca juga: 7 Cara Mengetahui Bakat Anak Sejak Dini
Efek negatif anak yang sulit fokus
Sulit fokus menyebabkan dampak negatif pada anak, terutama bila sudah memasuki usia sekolah dasar. Beberapa anak yang sulit fokus cenderung mudah melamun, tapi ada juga yang terlihat berkonsentrasi padahal tidak. Lalu, apa saja dampak negatif anak yang sulit fokus? Berikut penjelasannya.
1. Sulit mengikuti perintah, arahan, atau pembicaraan.
2. Susah berkonsentrasi dalam waktu lama tanpa terdistraksi.
3. Memiliki banyak pikiran di kepala.
4. Sulit menentukan kapan harus fokus pada hal kecil dan besar.
5. Sulit menyaring informasi penting, baik visual maupun suara.
6. Menyelesaikan tugas tanpa memperhatikan instruksi sehingga hasilnya kurang maksimal.
Baca juga: 5 Cara Membantu Anak Kinestetik Belajar dengan Efektif
Cara melatih fokus anak
ilustrasi anak belajar (pexels.com)
Meningkatkan konsentrasi anak terbilang gampang-gampang susah. Hanya saja, pastikan Papa dan Mama selalu sabar dan telaten dalam mengajari si kecil.
Saat fokus, anak memiliki rasa keingintahuan yang tinggi dan mudah menyerap informasi. Sebaliknya, sulit fokus membuat anak rewel dan demotivasi belajar.
Padahal, seiring bertambahnya usia, kemampuan fokus berguna untuk proses belajarnya. Tapi Papa dan Mama tak perlu khawatir karena ada cara melatih fokus anak yang bisa diterapkan di rumah berikut ini.
1. Membagi tugas besar menjadi ke hal-hal kecil
Salah satu cara melatih fokus anak yang bisa dicoba orang tua adalah membagi tugas besar menjadi beberapa tugas kecil. Tugas besar membutuhkan fokus dan disiplin yang baik sehingga perlu dibagi agar mudah diselesaikan.
Metode ini memudahkan anak dalam mengerjakan PR, mempelajari keterampilan baru, dan menyelesaikan tugas-tugas di rumah. Selain membutuhkan lebih sedikit waktu untuk diselesaikan, membagi tugas memudahkan anak untuk berkonsentrasi dan merasa bangga saat berhasil menyelesaikannya.
Sebaliknya, tugas besar hanya akan menghantui anak karena membutuhkan lebih banyak waktu untuk diselesaikan. Tak hanya itu, anak akan merasa kehilangan motivasi di awal karena menganggap tugas mereka terlalu berat.
2. Menyelesaikan tugas dengan cara menyenangkan
Tak hanya orang dewasa, anak rentan mengalami stres saat berhadapan dengan beberapa tugas di waktu bersamaan. Untuk itu, orang tua permu membuat suasana lebih menyenangkan sehingga anak bisa fokus menyelesaikan tugas, misalnya memutar musik klasik sembari belajar. Dengan begitu, anak merasa termotivasi untuk melanjutkan belajar dan menyelesaikan tugas.
3. Mengurangi distraksi
Tak sedikit anak yang sulit fokus untuk belajar karena suasana di sekitarnya kurang kondusif. Distraksi semacam ini bisa disebabkan oleh suara bising dari kendaraan, orang yang mengobrol, suara televisi, dan masih banyak lagi.
Sebagai orang tua, Papa dan Mama perlu menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Sebagai contoh, ajak anak belajar di dalam kamar alih-alih di ruang keluarga sambil menonton televisi.
Selain itu, bujuk anak untuk menyelesaikan tugas setelah pulang sekolah daripada di sore atau malam hari saat banyak kendaraan berlalu lalang. Dengan begitu, anak bisa menyelesaikan tugas tanpa gangguan sedikitpun.
4. Menerapkan tenggat waktu
Agar anak fokus dalam menyelesaikan tugas, ada baiknya orang tua mengatur tenggat waktu untuk anak dalam menyelesaikan tugas. Dengan adanya deadline, anak akan mencoba disiplin dan semangat untuk menyelesaikan tugas, terlebih bila Papa dan Mama menjanjikan hadiah bila mereka berhasil. Penentuan tenggat waktu ini tentunya perlu didiskusikan dengan anak sehingga mereka tahu dan tidak cemas karena akan tertinggal.
5. Memberikan permainan edukatif
Supaya konsentrasi anak tidak goyah, cobalah untuk menyediakan permainan yang membutuhkan fokus. Selain meningkatkan konsentrasi anak, permainan edukatif ini menjadi kesempatan bagi anak untuk belajar sekaligus bermain.
Sebagai contoh, Papa dan Mama bisa mengajak anak bermain puzzle atau balok bangunan. Selain itu, permainan berbasis teknologi juga bisa dijadikan pilihan.
Itulah lima cara melatih fokus anak yang bisa diterapkan orang tua. Agar anak semakin termotivasi, Papa dan Mama bisa memberikan hadiah saat anak berhasil menyelesaikan tugas tanpa distraksi.
Untuk mengembangkan bakat anak, Papa dan Mama dapat mendaftarkan si kecil di layanan bimbel privat online maupun offline. Papa dan Mama bisa menemukan layanan kelas dan kursus berbagai bidang sesuai dengan bakat dan minat si kecil, termasuk kelas sensorik. Tunggu apa lagi? Yuk, akses Kiddo.id dan temukan layanan bimbel privat berkualitas secara praktis dan mudah.
Baca juga: 9 Cara Belajar Membaca Anak SD, Jangan Sering Dimarahi!

