9 Cara Belajar Membaca Anak SD, Jangan Sering Dimarahi!

Oleh Tanggal 18 Juli 2024 7 menit

9 Cara Belajar Membaca Anak SD, Jangan Sering Dimarahi!

Selain kemampuan numerikal, kesuksesan akademis anak juga dipengaruhi kemampuan membaca. Agar anak memahami materi dari buku pelajaran, Papa dan Mam perlu menerapkan cara belajar membaca anak SD di tahun-tahun awal masa sekolah. 


Dalam mendampingi anak belajar membaca, orang tua dianjurkan untuk bersikap sabar dan telaten. Menggunakan paksaan justru membuat anak takut dan enggan belajar membaca. 


Supaya anak bisa belajar membaca secara tepat, disertai pemahaman yang baik, ada baiknya Papa dan Mama mengetahui kemampuan belajar membaca anak SD sesuai usianya. 


Baca juga: 5 Dongeng Anak Penuh Moral dari Indonesia


Kemampuan belajar membaca anak SD

ilustrasi anak belajar membaca (freepik.com)


Seperti yang diketahui, kemampuan membaca, menulis, dan berhitung menjadi syarat anak-anak untuk mendaftar SD. Terlebih, setiap anak memiliki kemampuan membaca masing-masing. 


Lalu, dengan usianya saat ini, apakah anak seharusnya lancar membaca? Papa dan Mama tak perlu khawatir. Berikut penjelasan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tentang kemampuan belajar membaca anak SD mulai dari usia 6 tahun hingga 8 tahun ke atas. 


1. Usia 6-7 tahun

Pada tahun pertama bersekolah sebagai murid SD, anak usia 6-7 tahun menemui banyak kosakata baru. Bahkan, beberapa mungkin mampu memaknai kata tanpa mengeja lagi.


Sebagai cara belajar membaca anak SD, Papa dan Mama perlu memberikan berbagai bacaan anak dengan ilustrasi menarik sesuai usia si kecil. Agar anak semakin bersemangat belajar, sediakan rak khusus bacaan dan majalah di rumah. 


Lengkapi juga fasilitas ini dengan menyediakan pensil warna warni untuk mengasah kemampuan menulis anak. Dengan begitu, anak sudah lancar menulis dengan tulisan yang mudah dibaca saat memasuki usia 7 tahun.


2. Usia 7-8 tahun

Di usia 7-8 tahun, anak sudah mengenal banyak kata sekaligus menambah pengetahuannya tentang dunia sekitar. Dengan banyaknya kosakata yang dimiliki, mereka mampu melafalkan kalimat dengan lantang sembari bereksperimen. 


Tak hanya lancar membaca, anak telah menentukan buku kesukaannya sendiri ketika memasuki usia ini. Usai membaca cerita, mereka mampu menceritakan ulang alur, tokoh, dan peristiwa penting yang terjadi. 


3. Usia 8 tahun ke atas

Menginjak usia 8 tahun ke atas, anak semakin mahir membaca, baik dari segi aktivitas belajar di sekolah maupun kesehariannya. Pada tahap ini, kemampuan pemahaman kalimat anak sudah semakin baik. Mereka pun mulai tertarik memilih genre bacaan fiksi dan non-fiksi.


Baca juga: Cara Mengajari Anak Disleksia Belajar Membaca dan Menulis


Cara belajar membaca anak SD


Tak jarang anak berusia 5-6 tahun sudah bisa membaca. Pencapaian ini tentunya menjadi kebanggan tersendiri bagi orang tua. Namun, bila si kecil belum bisa membaca secara lancar, Papa dan Mama tak perlu berkecil hati. 


Mengajari si kecil membaca memang gampang-gampang susah. Meski begitu, ada beberapa cara membaca anak SD yang bisa Papa dan Mama coba di rumah. Berikut penjelasannya. 


1. Melafalkan huruf dan tulisan

Sebagai permulaan cara belajar membaca anak SD, Papa dan Mama perlu melafalkan huruf dan tulisan yang dibaca si kecil. Mengucapkan tulisan dengan jelas membantu anak mengetahui bunyi dari huruf. 


2. Pilih kata-kata yang familier

Selama belajar membaca, anak tak hanya berusaha memahami bunyi, tapi juga memperbanyak kosa kata yang dimilikinya. Menggunakan kata-kata yang familier untuk belajar merupakan metode membaca yang dianjurkan Ayo Guru Berbagi Kemdikbud.


Guna memudahkan anak memahami apa yang dibaca, Papa dan Mama bisa meminta anak untuk menuliskan kata yang familier, seperti nama anggota keluarga, buah, dan lainnya, kemudian membacanya dengan lantang. 


3. Gunakan ilustrasi atau gambar

Salah satu cara belajar membaca anak SD yang dinilai efektif adalah menggunakan ilustrasi atau gambar yang menarik. Tips ini membantu menarik perhatian anak untuk mengenali huruf dan kata yang dibaca. 


Kini sudah ada banyak poster-poster huruf alfabet dengan beraneka gambar dan warna. Agar anak semakin mudah memahami dan menghafal, Papa dan Mama bisa menempelkan poster di kamar mereka. 


4. Biarkan memilih buku yang disukai

Untuk mempermudah proses belajar membaca, orang tua perlu memberi kebebasan pada anak untuk memilih buku bacaan favoritnya. Agar anak semakin termotivasi, rutinitas baca bisa dilakukan di tempat lain, misalnya perpustakaan. 


Yang terpenting, hindari memilih buku yang isinya terlalu berat untuk anak. Pasalnya, buku jenis ini susah dimengerti dan menyebabkan anak kewalahan. 


5. Aktif bertanya

Tak hanya membaca, kemampuan memahami bacaan juga perlu dimiliki anak saat memasuki sekolah. Untuk merangsang pemahaman anak tentang buku bacaannya, Papa dan Mama bisa mengajukan beberapa pertanyaan. Dengan begitu, orang tua bisa menilai apakah anak lebih tertarik untuk mencari tahu isi bukunya. 


6. Ajari anak dengan perlahan

Agar bisa mahir membaca, anak tentunya membutuhkan waktu dan proses untuk belajar. Sebagai pembimbing, orang tua sebaiknya tidak memaksakan kemampuan anak.


Biarkan mereka menyerap ilmu baru setiap harinya dengan optimal, alih-alih mempelajari banyak kata sekaligus. Supaya anak tidak merasa kewalahan saat belajar membaca, berikan jeda untuk beristirahat sejenak sembari menanyakan tentang bacaannya.  


7. Rutin membaca buku bersama

Melansir Reading Eggs, ketika orang tua membacakan buku, anak belajar dan memahami bunyi dari huruf dan kalimat yang dibacakan. Maka dari itu, orang tua perlu rutin membaca buku bersama anak. Penelitian dari jurnal BMJ Quality Improvements Reports menjelaskan bahwa rutin membaca secara nyaring mampu meningkatkan perkembangan bahasa, keterampilan kognitif, dan literasi anak


8. Jadi panutan untuk anak

Satu lagi cara belajar membaca anak SD yang perlu dilakukan orang tua adalah menjadi panutan bagi anak, termasuk dalam hal belajar. Dengan membaca buku, koran, atau majalah di depan anak, mereka akan termotivasi untuk lebih giat belajar membaca. Dengan begitu, anak menyadari bahwa membaca merupakan kegiatan yang menyenangkan. 


9. Jangan membandingkan kemampuan anak

Setiap anak lahir dengan kemampuan dan kecerdasan masing-masing, termasuk dalam hal belajar membaca. Karenanya, anak memiliki waktunya tersendiri untuk berkembang. 


Bila si kecil belum bisa membaca dengan lancar, berikan dukungan pada setiap perkembangannya tanpa perlu membandingkan kemampuannya dengan saudara, teman, atau anak lain. Sebaliknya, membandingkan anak hanya akan membuat mereka rendah diri dan mengurangi semangat belajar membaca. 


Itulah sembilan cara belajar membaca anak SD yang penting diketahui orang tua. Saat anak mengalami kesulitan membaca, Papa dan Mama jangan langsung memarahi mereka. Sebaiknya berikan mereka pengertian dan semangat supaya lebih giat belajar dan mencoba.


Untuk meningkatkan minat baca anak, Papa dan Mama dapat mendaftarkan si kecil di layanan bimbel privat online maupun offline Kiddo.id. Papa dan Mama bisa menemukan layanan kelas dan kursus berbagai bidang sesuai dengan bakat dan minat si kecil, termasuk kelas sensorik. Tunggu apa lagi? Yuk, akses Kiddo.id dan temukan layanan bimbel privat berkualitas secara praktis dan mudah.


Baca juga: 10 Cara Mengajar Anak Autis Membaca Sampai Lancar

Yang Ada di Kiddo.id

Marketplace Aktivitas

premium

Konten Premium

milestone

Tes Gratis


Baca Juga