Cara Mengajari Anak Disleksia Belajar Membaca dan Menulis

Oleh Tanggal 25 Maret 2021

Cara Mengajari Anak Disleksia Belajar Membaca dan Menulis
Disleksia anak bisa terjadi kapan saja, anak akan mengalami kesulitan untuk mengenal huruf, kata sampai tidak mampu mengeja dengan benar. Penyebabnya adalah terjadinya gangguan saraf dan di masa depan akan memengaruhi kemampuan belajar. Perlu latihan membaca serta menulis terus menerus untuk mengatasinya.  Bagi anak yang mengalami tanda-tanda disleksia seperti terlambat bicara dan kesulitan mempelajari kata baru, harus segera dilatih. Gejala ini paling sering terjadi pada anak usia sekolah yang perlu diwaspadai oleh orang tua. Perlu beberapa latihan yang tepat dan dilakukan rutin dengan cara ini. 

Latihan Membaca dan Menulis untuk Mengatasi Disleksia Anak

Penyakit yang mengganggu saraf ini terjadi karena beberapa penyebab seperti genetik, bayi yang lahir prematur, atau memiliki kelainan struktur otak. Ketika gejala disleksia muncul sebaiknya segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan diagnosa yang lebih akurat.  Nantinya dokter akan memberikan saran kepada orang tua untuk bisa melakukan stimulasi edukasi. Orang tua berperan sangat penting di sini untuk terus melatih anak dalam membaca dan menulis. Kasih sayang yang lebih dan perhatian juga harus terus menerus diberikan agar anak tidak berkecil hati.  Bagi Mama Papa yang mengalami masalah disleksia anak, beberapa cara berikut ini akan turut memberikan latihan kepada anak agar mereka terus belajar. 

 1. Menyusun balok huruf

Cara belajar pertama yang paling mudah dilakukan adalah dengan memanfaatkan balok huruf. Mama Papa bisa membeli balok huruf lengkap kemudian memperkenalkan bentuknya kepada Si Kecil untuk diingat.  Balok huruf memiliki warna yang berbeda-beda dan cerah akan menarik perhatian Si Kecil agar mereka tertarik untuk mengenal sebuah objek. Dari ketertarikannya ini, mereka akan lebih mudah diajarkan soal huruf dan bagaimana cara menyusunnya membentuk sebuah kata. 

2. Menulis di atas pasir

Demi membantu Si Kecil bisa belajar menulis, Mama Papa harus kreatif dalam memilih media. Menulis tidak selalu harus diatas kertas menggunakan pensil. Bisa juga memanfaatkan pasir. Mama Papa bisa membeli pasir mainan yang banyak dijual.  Ratakanlah pasir di atas nampan sehingga anak bisa menulis di atasnya. Buatlah contoh huruf agar bisa ditirukan oleh anak. Baru kemudian berlanjut untuk menulis kata kemudian ajaklah anak untuk membaca atau menyebutkan kata yang sudah ditulis dengan lantang. 

 3. Membaca dengan bernyanyi

Latihan membaca atau menghafalkan dengan bernyanyi adalah metode yang sangat efektif untuk mengatasi masalah disleksia anak. Bahkan, Si Kecil yang tidak mengalami masalah disleksia pun akan lebih mudah mengingat soal materi pelajaran melalui nyanyian. Aktivitas bernyanyi akan sangat menyenangkan untuk dilakukan. Ditambah lagi jika Anda bisa menggunakan musik pengiring. Jika kesulitan mencari materi nyanyian untuk huruf dan kata, Mama Papa bisa mencari bahannya di internet. Adapun video animasi yang bisa Anda tunjukkan kepada Si Kecil agar mereka bisa ikut bernyanyi.

4. Membuat tema kamar alfabetik

Membuat Si Kecil terus ingat dengan huruf dan kata adalah cara efektif yang bisa Mama Papa lakukan. Triknya adalah dengan membuat tema kamar alfabetik. Mama Papa bisa meletakkan huruf dan angka secara acak di seluruh ruangan.  Bisa juga membuat angka dengan variasi ukuran serta membuat kata-kata menarik. Dengan begitu, Si Kecil yang setiap hari melihatnya akan selalu ingat dengan semua kata tersebut. Mama Papa juga bisa menyediakan papan tulis dan menuliskan kata-kata baru untuk bisa diingat setiap minggunya. 

5. Membuat aktivitas bermain yang membantu ingatan

Aktivitas yang mengasah ingatan sangat dibutuhkan ketika disleksia anak muncul. Setelah membuat Si Kecil terus mengingat kata dan huruf dari tema kamar, saatnya untuk mengajukan pertanyaan. Dengan begitu, Mama Papa akan tahu kata apa saja yang masih sulit untuk diucapkan dan mana yang telah mereka ingat.  Ada banyak sekali jenis permainan yang bisa dipilih. Misalnya saja bermain scrabble atau memberikan game tanya jawab. Mama Papa juga bisa meminta si kecil untuk bermain teka-teki soal huruf dan kata. 

6. Membaca bersama-sama

Membaca buku adalah kegiatan menyenangkan yang bisa dilakukan bersama. Mama Papa bisa memilih buku cerita bergambar yang tidak terlalu memiliki banyak tulisan. Pilih cerita menarik dan cobalah untuk membaca bersama-sama.  Jangan hanya membacakan cerita kepada anak karena itu tidak akan membantu. Pada saat membaca, amati kata apakah yang masih kesulitan untuk diucapkan. Garis bawahi setiap kata tersebut untuk bahan belajar di waktu lain. 

7. Membuat jadwal belajar dan istirahat

Belajar dengan rutin adalah kunci agar Si Kecil lebih cepat ingat dan semangat untuk belajar. Tapi ingat, waktu belajar yang berlebihan juga tidak baik. Ketika Si Kecil sudah mulai bosan dan ingin bermain, Mama Papa harus membiarkannya agar mereka istirahat. Jika perlu, buat kegiatan belajar yang bervariasi sehingga mereka merasa seperti sedang bermain.  Rencanakan kegiatan belajar di rumah dalam waktu satu jam, kemudian Mama Papa bisa mengajaknya bermain menghafalkan kata. Cari tahu apakah permainan yang disukai oleh anak dan olah permainan tersebut jadi kegiatan pembelajaran. 

Baca juga: 10 Cara Mengajar Anak Autis Membaca Sampai Lancar

Kapan waktu yang tepat untuk memulai belajar membaca dan menulis bagi anak yang mengalami disleksia? Jika bertanya soal waktu yang tepat, maka jawabannya adalah sesegera mungkin. Setelah dokter memberikan diagnosa bahwa anak mengalami disleksia, maka saat itu juga Mama Papa harus segera merancang kegiatan belajar.  Mintalah arahan kepada dokter apa saja yang harus dilakukan agar penyakit ini tidak menjadi lebih parah. Kondisi yang semakin buruk atau bahkan terlambat membutuhkan latihan yang lebih lama. Mama Papa juga bisa mengunjungi Kiddo.id untuk mengetahui aktivitas apa saja yang bisa diikuti Si Kecil untuk menstimulasi kemampuan membacanya.   Masalah disleksia anak harus segera diatasi sejak dini agar penyakit ini tidak semakin parah. Selain belajar, jangan lupa untuk terus menyemangati anak bahwa mereka tidak berbeda dengan teman lainnya. 

Yang Ada di Kiddo.id

Marketplace Aktivitas

premium

Konten Premium

milestone

Tes Gratis


Baca Juga