Setiap anak tumbuh dan berkembang dengan keistimewaan masing-masing, termasuk dalam hal bakat dan minat. Sebagai orang tua, Papa dan Mama perlu menggali, mengasah, dan megnembangkan bakat anak sejak dini untuk bekal di masa depan. Lalu, bagaimana cara mengetahui bakat anak sejak dini?
Sebagian anak mampu menunjukkan bakatnya sejak kecil, misalnya dari aktivitas sehari-hari yang gemar dilakukan. Hanya saja, beberapa anak perlu waktu untuk menemukan minat dan aktivitas yang menyenangkan. Bahkan, tak jarang orang tua memberikan stimulus, misalnya les keterampilan, untuk mengasah bakat anak sehingga mahir ke depannya.
Baca juga: Macam-macam Kursus Anak di Bidang Seni dan Olahraga
Karakteristik anak berbakat
ilustrasi anak bermain biola (pexels.com/mart-production)
Raising Children mendefinisikan anak berbakat sebagai anak-anak yang lahir dengan keterampilan mental maupun kemampuan luar biasa di bidang tertentu di atas rata-rata anak seusia mereka.
Keterampilan mental ini mencakup kemampuan untuk memahami dan menafsirkan informasi verbal, kemampuan memahami dan memproses angka, serta kemampuan membuat koneksi logis antara konsep berbeda.
Tak hanya itu, keterampilan mental juga hadir dalam bentuk kemampuan berpikir lateral, yaitu cara berpikir untuk mencari solusi melalui metode yang unik dan biasanya diabaikan oleh pemikiran logis. Secara umum, inilah karakteristik anak berbakat yang penting diketahui orang tua.
1. Mampu berkonsentrasi dengan baik.
2. Fokus saat mengerjakan sesuatu.
3. Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.
4. Mampu belajar hal baru dengan cepat.
5. Memiliki daya ingat yang kuat.
6. Gemar melakukan observasi.
7. Mampu memecahkan masalah.
8. Memiliki imajinasi dan kreativitas tinggi.
9. Memiliki kosakata yang luas.
10. Banyak bertanya dan sangat kritis.
Ciri-ciri di atas menunjukkan kalau setiap anak memiliki bakat dalam bidang yang berbeda. Bahkan, tak menutup kemungkinan anak berbakat di dua bidang yang berbeda sekaligus. Sebagai contoh, anak yang berbakat di bidang sains gemar melakukan observasi, sementara anak yang berbakat di bidang literatur memiliki imajinasi dan kreativitas tinggi.
Baca juga: Kenali 5 Tanda Si Kecil Miliki Bakat Public Speaking
Cara mengetahui bakat anak sejak dini
ilustrasi anak pergi ke museum (pexels.com/tanya-gorelova-2199357)
Mengasah bakat anak merupakan salah satu bekal terbaik yang bisa dilakukan Papa dan Mama dalam mempersiapkan si kecil untuk menghadapi tantangan dan bisa bersaing secara sehat.
Hal ini bertujuan agar si kecil mampu fokus menekuni bidangnya sehingga bisa menjadi versi terbaik dari dirinya. Lalu , bagaimana cara mengetahui bakat anak sejak dini? Simak informasinya di bawah ini.
1. Perhatikan kegemaran anak
Salah satu cara mengetahui bakat anak sejak dini adalah memperhatikan aktivitas yang disukai anak. Selain mengamati kebiasaan dan kegemaran anak di waktu luang, orang tua juga bisa memperhatikan respon atau reaksi anak dalam keseharian, aktivitas yang dilakukan berulang kali, dan kemahiran mereka.
Misalnya, anak yang senang membangun gedung dari mainan balok mungkin tertarik menjadi insinyur atau arsitek. Adapun anak yang gemar bereksperimen, mengutak-atik mungkin ingin menjadi ilmuwan atau dokter.
2. Daftarkan anak ke kurus
Menurut Kids Academy, orang tua cenderung mendaftarkan anak ke berbagai kegiatan, terutama yang dianggap penting dan berharga, agar anak mencapai hasil yang terbaik. Dengan begitu, Papa dan Mama bisa memfasilitasi si kecil lewat les, misalnya les robotik untuk anak yang tertarik dengan teknologi dan les berenang untuk anak yang aktif bergerak.
Meski begitu, sebelum menerapkan cara mengetahui bakat anak sejak dini ini, orang tua perlu berdiskusi untuk menentukan pilihan les bersama anak. Jangan sampai Papa dan Mama asal mendaftarkan si kecil tanpa membicarakannya lebih dulu.
Dari US News, psikolog anak Gail Saltz menjelaskan kalau terlalu banyak jadwal hanya akan mendatangkan stres sehingga anak tidak memiliki energi mental untuk bereksplorasi, memenuhi rasa ingin tahu, dan pemikiran kreatif. Padahal, aspek ini merupakan fondasi untuk mengembangkan bakat anak yang sesungguhnya.
3. Lakukan tes minat dan bakat
Selain mendaftarkan anak ke kursus, Papa dan Mama bisa mengajak anak mengikuti tes minat dan bakat, misalnya tes IQ. Dilakukan psikolog, asesmen ini dapat berupa wawancara dan aktivitas belajar menggunakan media balok, puzzle, kartu bergambar, dan masih banyak lagi.
Setelah mendapatkan hasil, akan dilakukan sesi konseling untuk membahas laporan tes. Dari sini, psikolog dapat membantu merencanakan program belajar atau kurikulum hingga rekomendasi aktivitas anak yang ideal untuk mengasah potensi anak secara maksimal.
4. Kunjungi tempat edukatif
Melalui pembelajaran, otak anak bertugas memodifikasi dan memperkuat koneksi sarafnya. Maka dari itu, Papa dan Mama perlu memberikan stimulus yang tepat.
Selain bermain di rumah, orang tua bisa mengajak anak berkunjung ke tempat edutainment untuk belajar sambil bermain. Contohnya, Papa dan Mam bisa mengajak si kecil ke museum mobil bila mereka tertarik dengan mesin atau ke Rumah Robot bila anak gemar dengan sains dan teknologi.
5. Pantau perkembangan anak
Satu lagi cara mengetahui bakat anak sejak dini yang penting dilakukan orang tua adalah memantau progres anak. papa dan Mama bisa meluangkan waktu untuk mengobrol dengan si kecil. Dengan begitu, mereka bisa mengekspresikan apa yang dirasakan.
Dari sini, orang tua bisa membantu mengidentifikasi dan mengarahkan minat dan kesukaan anak. Yang terpenting, hindari memaksa anak untuk mengungkapkan pikirannya karena membuat mereka tidak nyaman.
6. Berikan mainan sesuai minatnya
Dalam menstimulasi minat dan bakat anak, orang tua perlu mengekspos anak lewat mainan dan membiarkan mereka bereksplorasi. Bila anak ingin tahu bagaimana mobil berfungsi, biarkan anak membongkar mobil mainannya. Orang tua juga bisa membelikan mainan anatomi tubuh manusia bila anak tertarik dengan sains.
Metode ini memberikan ruang pada anak untuk belajar dan mendalami apa yang diminati sesuai kemauannya. Selain mendampingi, Papa dan Mama bisa mengajak anak berinteraksi dengan bertanya atau ikut bermain.
7. Beri waktu untuk istirahat
Meski mengasah bakat dan minat anak baik untuk masa depan si kecil, Papa dan Mama tetap perlu memberikan waktu pada anak untuk beristirahat. Beri kesempatan pada anak untuk bermain di waktu senggangnya. Tujuannya agar anak tidak bosan, lelah, atau bahkan tidak berminat lagi dengan aktivitas barunya.
Itulah tujuh cara mengetahui bakat anak sejak dini yang penting diketahui orang tua. Dalam mengembangkan bakat anak, jangan sampai Papa dan Mama memaksakan kehendak pada si kecil. Biarkan mereka menggali bakatnya secara alami demi kebaikannya di masa depan.
Untuk mengembangkan bakat anak, Papa dan Mama dapat mendaftarkan si kecil di layanan bimbel privat online maupun offline. Papa dan Mama bisa menemukan layanan kelas dan kursus berbagai bidang sesuai dengan bakat dan minat si kecil, termasuk kelas sensorik. Tunggu apa lagi? Yuk, akses Kiddo.id dan temukan layanan bimbel privat berkualitas secara praktis dan mudah.
Baca juga: Kenali Bakat Anak yang Termasuk dalam Kategori Music Smart

