Terkadang, orang tua menjadi khawatir melihat anak malas belajar. Sebagai solusi, Papa dan Mama mungkin memilih untuk mendaftarkan anak ke tempat les atau bimbingan belajar, tanpa mempertimbangkan apakah itu sesuai dengan kebutuhan si Kecil.
Tetapi, sebenarnya ada penyebab di balik kebiasaan si Kecil yang seringkali bermalas-malasan saat diminta untuk belajar atau mengerjakan PR. Jika masalah ini sudah menjadi ekstrem, si Kecil mungkin akan cenderung berbohong ketika ditanya tentang aktivitasnya di sekolah. Oleh karena itu, mengenali penyebab anak malas belajar menjadi langkah pertama yang penting bagi Papa dan Mama untuk mengatasi situasi ini dengan tepat.
Baca juga: 5 Cara Atasi Anak Stres Karena Sekolah, Kenali Tanda-Tandanya
Penyebab anak malas belajar
ilustrasi anak mengantuk (freepik.com)
Anak seringkali malas belajar karena banyak faktor yang memengaruhinya, termasuk faktor fisik, mental, dan lingkungan belajarnya. Papa dan Mama perlu memahami beberapa kemungkinan penyebab anak malas belajar agar dapat mengatasi masalah ini dengan lebih efektif.
1. Kesulitan memahami materi
Si Kecil seringkali menghindari pelajaran yang sulit dipahaminya, terutama ketika materi menjadi kompleks dan soal-soalnya rumit. Hal ini bisa menurunkan motivasinya dalam belajar dan akhirnya membuatnya malas-malasan.
Jika Papa dan Mama melihat Si Kecil kesulitan memahami materi pelajaran, penting untuk memeriksa penyebabnya. Mungkin Si Kecil mengalami keterbatasan kognitif atau gangguan fisik seperti masalah penglihatan, pendengaran, atau bicara. Dengan mengetahui penyebabnya, Papa dan Mama dapat memberikan dukungan dan bantuan yang tepat untuk membantu Si Kecil mengatasi kesulitan belajarnya.
2. Materi kurang menantang
Papa dan Mama perlu memperhatikan bahwa tidak hanya materi pelajaran yang sulit, tetapi juga materi yang terlalu mudah bisa membuat Si Kecil kehilangan semangat dalam belajar. Jika materi terlalu sederhana, Si Kecil mungkin berpikir, "Kenapa harus belajar jika aku sudah menguasainya?"
3. Kurang berminat terhadap topik yang dipelajari
Tiap si Kecil memiliki minat yang berbeda-beda. Jika si Kecil tertarik pada musik, misalnya, dia akan lebih bersemangat untuk belajar bermain piano daripada menghafal rumus-rumus matematika. Papa dan Mama perlu mengamati minat dan bakat anak agar dapat memberikan dukungan yang tepat dalam proses belajarnya.
4. Tidak nyaman dengan lingkungan belajar
Perilaku guru yang galak, teman-teman yang suka melakukan bullying, atau fasilitas belajar yang kurang memadai bisa membuat si Kecil kehilangan motivasi dalam belajar. Akibatnya, si Kecil cenderung malas-malasan ketika diajak untuk belajar. Papa dan Mama perlu memahami pengaruh lingkungan belajarnya dan memberikan dukungan agar si Kecil kembali bersemangat dalam proses belajar.
5. Kelelahan
Proses belajar adalah kegiatan berpikir yang kompleks dan memerlukan banyak energi. Oleh karena itu, wajar jika si Kecil yang memiliki terlalu banyak aktivitas merasa lelah dan malas untuk belajar. Papa dan Mama perlu memperhatikan keseimbangan antara aktivitas dan waktu istirahat si Kecil agar ia tetap termotivasi dan tidak merasa terlalu lelah untuk belajar.
6. Terlalu banyak gangguan
Si Kecil seringkali menghadapi gangguan saat belajar, seperti gawai, media sosial, suasana bising, dan kegiatan sosial bersama teman. Kebanyakan anak belum memiliki kontrol diri yang kuat untuk menghadapi gangguan-gangguan tersebut.
Jika Papa dan Mama tidak mengendalikan gangguan-gangguan ini, si Kecil cenderung akan memilih kegiatan yang lebih menyenangkan daripada belajar. Sebagai orang tua, penting untuk membantu si Kecil mengelola gangguan tersebut agar fokus dan konsentrasi belajarnya meningkat.
Baca juga: Perkembangan Emosi Anak SD, Kenali Cara Mengendalikannya
Cara mengatasi anak malas belajar
ilustrasi anak belajar bersama orang tua (freepik.com)
Papa dan Mama memegang peran penting dalam mengatasi kondisi si Kecil yang malas belajar. Selain berkomunikasi dengan baik, diperlukan kesabaran ekstra dari orang tua dalam menghadapi situasi ini.
Berikut adalah beberapa tips yang dapat dilakukan oleh orang tua untuk membantu si Kecil yang malas belajar.
1. Bangun komunikasi dengan anak
Sebelum mengarahkan si Kecil untuk belajar atau mempertimbangkan mendaftarkannya ke tempat les, Papa dan Mama sebaiknya membuka ruang komunikasi dengan si Kecil terlebih dahulu. Hal ini bertujuan agar orang tua dapat lebih memahami alasan di balik rasa malas si Kecil dalam belajar.
Berikan kesempatan pada si Kecil untuk berbicara dan menyampaikan perasaannya terkait proses belajar, kendala yang dihadapinya, dan juga keinginannya dalam mendapatkan bantuan untuk belajar.
2. Ajak anak untuk menentukan tujuan belajarnya
Seringkali si Kecil menganggap belajar hanya sebagai suatu kewajiban, sehingga ia mungkin tidak memahami makna dan manfaat dari materi yang dipelajarinya. Oleh karena itu, Papa dan Mama dapat membantu si Kecil untuk mengenali terlebih dahulu tujuan dari proses belajar tersebut.
Misalnya, orang tua dapat mengaitkan pelajaran dengan cita-cita atau minat si Kecil. Contohnya, jika si Kecil bercita-cita menjadi arsitek, Papa dan Mama bisa menjelaskan bagaimana pelajaran matematika atau pelajaran sosial dan sejarah dapat berkaitan dengan tugas-tugas seorang arsitek.
3. Kenali gaya belajar anak
Si Kecil memiliki gaya belajar yang berbeda-beda. Beberapa anak suka belajar dengan cara membaca, sementara yang lain lebih suka mendengarkan atau belajar melalui praktek.
Dengan memahami gaya belajar si Kecil, Papa dan Mama dapat lebih mudah menyesuaikan materi dan metode belajar sehingga sesuai dengan kebutuhan dan preferensi si Kecil. Hal ini akan membantu meningkatkan efektivitas belajar si Kecil dan membuatnya lebih bersemangat dalam menghadapi proses pembelajaran.
4. Bimbing anak untuk menyusun sistem belajarnya sendiri
Papa dan Mama bisa melibatkan si Kecil dalam proses menyusun sistem belajar dengan cara mengajaknya untuk memilih perlengkapan belajar, mengatur ruang belajar, dan menetapkan jadwal belajar.
Dengan melibatkan si Kecil dalam pengambilan keputusan tersebut, ia akan merasa lebih bersemangat dan bertanggung jawab dalam menjalankan proses belajarnya. Hal ini juga dapat membantu meningkatkan rasa memiliki si Kecil terhadap aktivitas belajar dan memperkuat motivasinya untuk belajar dengan lebih baik.
5. Buat suasana belajar menyenangkan
Papa dan Mama dapat menciptakan proses belajar yang beragam bagi si Kecil, tidak hanya terbatas di dalam ruang belajar. Misalnya, mengajak si Kecil untuk belajar sejarah di museum, mempelajari fauna di kebun binatang, mengetahui flora di taman kota, atau mengunjungi pusat edukasi ramah anak lainnya. Dengan cara ini, si Kecil akan merasakan keseruan dalam belajar dan lebih mudah memahami materi karena berada dalam lingkungan yang menarik dan menyenangkan.
6. Hargai proses belajar, hindari terlalu fokus pada prestasi
Seringkali, Papa dan Mama tanpa sadar mengekspresikan kekecewaan ketika melihat nilai ujian si Kecil yang tidak memuaskan. Padahal, hal tersebut dapat menyakiti perasaan si Kecil dan membuatnya merasa tidak berdaya, sehingga ia kehilangan penghargaan terhadap usahanya sendiri.
Sebagai orang tua, sangatlah penting memberikan penghargaan ketika si Kecil menunjukkan ketertarikan dan kemajuan dalam proses belajar, sekecil apapun itu. Memberikan penghargaan bukan hanya berfokus pada hasil, tetapi juga pada usaha dan proses belajar, akan membantu membangun iklim belajar yang menyenangkan dan positif bagi si Kecil. Dengan cara ini, si Kecil akan merasa dihargai dan termotivasi untuk terus belajar dengan semangat.
7. Jadi role model
Papa dan Mama memegang peran penting dalam memberikan teladan bagi si Kecil dalam proses belajar. Oleh karena itu, di waktu belajar, sangatlah penting bagi orang tua untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif di dalam rumah. Papa dan Mama dapat mendampingi si Kecil dalam belajar atau berada di dekatnya sambil melakukan kegiatan membaca atau mengerjakan pekerjaan-pekerjaan kantor.
Apabila orang tua terlalu asyik bermain gawai atau menonton televisi saat si Kecil sedang belajar, hal tersebut bisa membuat si Kecil merasa bahwa belajar adalah kewajiban yang memisahkan ia dari kegiatan menyenangkan. Sehingga, memberikan perhatian dan fokus kepada si Kecil ketika ia belajar akan membantu menciptakan pengalaman belajar yang lebih positif dan menyenangkan.
Setiap si Kecil memiliki kepribadian dan karakter unik. Oleh karena itu, orang tua perlu mengenali serta memahami si Kecil dengan baik agar dapat mendampingi proses belajarnya dengan maksimal. Yang terpenting, Papa dan Mama harus mendorong si Kecil untuk belajar karena kebutuhan dan minatnya, bukan karena suatu kewajiban atau tuntutan dari luar.
Jika beberapa tips di atas belum berhasil memotivasi si Kecil untuk belajar, tidak ada salahnya untuk membawanya berkonsultasi dengan seorang psikolog. Psikolog dapat membantu menentukan akar permasalahan yang menyebabkan si Kecil malas belajar dan memberikan saran serta strategi penanganan yang dapat dilakukan oleh Papa dan Mama.
Dapatkan informasi seputar tips parenting, rekomendasi aktivitas anak, dan resep di Kiddo.id. Papa dan Mama juga bisa mengakses Jurnal Pertumbuhan by Kiddo.id untuk memantau grafik berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala si Kecil.
Tunggu apa lagi? Segera unduh aplikasi Kiddo.id di Google Play atau kunjungi instagramnya di @id.kiddo.
Baca juga: 7 Cara Melatih Fokus Anak, Coba Latihan Mindfulness

