Kasus bullying di sekolah masih menjadi PR untuk kita semua, baik guru maupun orang tua, jangan sampai hal ini menjadi budaya yang mendarah daging dan tidak bisa dihilangkan. Guru dan sekolah memiliki peran penting untuk menjadikan siswa-siswi menjadi manusia yang berkarakter baik, dan orang tua harus mendidik anaknya di rumah.
Kasus bullying di sekolah yang masih tinggi membuat beberapa orang tua merasa khawatir menempatkan anaknya di sekolah, mungkin Mama Papa juga mengalami hal ini? Apalagi dampak bullying sangat buruk bagi kesehatan fisik ataupun kesehatan mental Si Kecil, sehingga mereka membutuhkan proteksi atau perlindungan yang cukup untuk mencegah bullying di sekolah.
Orang tua memiliki peran penting untuk menjaga anaknya agar tidak menjadi pelaku atau korban bullying di sekolah. (Images credit: pexels.com)
10 Cara Mencegah Anak menjadi Korban Bullying
Bullying merupakan perilaku perundungan yang membawa dampak buruk bagi kehidupan korbannya, seperti merasa depresi, cemas berlebihan, kesepian, takut, mudah emosional, merasa sakit kepala, sakit perut, mual, bahkan bisa muncul memar di tubuh korban bullying. Agar Si Kecil tidak menjadi korban bullying di sekolah, Mama Papa bisa melakukan 10 cara berikut ini yaitu:1. Membangun Konsep Diri Anak yang Baik
Beberapa hal yang menjadikan penyebab bullying di sekolah karena adanya peluang untuk si pelaku mencemooh atau menindas korban. Anak-anak yang tidak percaya diri dan minder, biasanya menjadi incaran para pelaku bullying. Oleh sebab itu anak perlu membangun konsep diri yang baik untuk mencegah terjadinya bullying. Membentuk pandangan atau konsep diri yang baik pada anak diawali dengan lingkungan sportif di keluarga. Misalnya, Mama Papa tidak sering menyalahkan Si Kecil atas hal sepele yang mereka lakukan, karena hal tersebut dapat merusak konsep diri mereka.2. Bicara
Cara mencegah bullying di sekolah pada anak yang bisa Mama Papa lakukan selanjutnya yaitu dengan bicara. Mama Papa harus pintar membangun hubungan yang baik dengan Si Kecil, agar bisa lebih dekat dan tahu apa yang mereka alami dan rasakan dalam hidupnya. Komunikasi sangat penting dalam setiap hubungan. Mama Papa juga bisa mengajarkan Si Kecil untuk berani bicara jika terdapat kasus bullying di sekolah. Si Kecil bisa melaporkannya langsung kepada guru dan juga orang tua, jangan biarkan mereka takut untuk berbicara. Karena tanpa bicara orang tua dan guru tidak bisa mengetahui apa yang terjadi di sekolah
Saat terkena bullying, anak harus berani berbicara dan melaporkan hal tersebut ke guru ataupun orang tua. (Images credit: pexels.com)
3. Percaya Diri
Untuk menghindari Si Kecil menjadi korban bullying di sekolah, Mama Papa bisa mengajarkan mereka untuk lebih percaya diri dalam bergaul. Karena pelaku bullying biasanya mengincar orang-orang yang minder, pendiam dan tidak percaya diri. Anak bisa percaya diri jika mereka memiliki penampilan yang baik, cerdas, memiliki banyak dukungan dari orang-orang sekitar. Oleh sebab itu, Mama Papa harus bisa mendukung Si Kecil.Baca Juga: 5 Dampak Bullying Terhadap Kesehatan Mental Anak
4. Jangan Menunjukkan Rasa Takut atau Sedih
Mama Papa harus mengajarkan si kecil untuk menjadi manusia yang kuat, pantang menyerah, tidak takut dan tidak mudah sedih. Hal tersebut membantu Si Kecil terhindar dari kasus bullying di sekolah. Pasalnya pelaku bullying lebih senang dan merasa puas jika berhasil membuat korbannya merasa takut, sedih dan terpuruk. Mama Papa bisa mengajarkan Si Kecil untuk berani menentang orang yang mengganggu dirinya tanpa sebab. Dengan begitu, si pelaku bully akan mundur karena takut dengan Si Kecil5. Tidak Mencari Permasalahan
Agar tidak mendapatkan masalah, maka Si Kecil harus diajarkan untuk tidak mencari masalah dengan orang lain. Bullying dapat terjadi jika seseorang mencari masalah dengan orang yang lebih kuat.6. Cari Bantuan
Langkah selanjutnya, Mama Papa juga bisa mengajarkan Si Kecil untuk pintar mencari bantuan dengan cepat jika ia mendapatkan masalah atau terkena perundungan dari orang lain. Karena kemungkinan Si Kecil tidak bisa mengatasi kasus bully sendirian, apalagi jika tidak mendapatkan dukungan. Oleh sebab itu, Mama Papa bisa memberi tahu si kecil untuk mencari bantuan ke temannya atau guru di sekolahnya7. Tidak Ikut-ikutan
Jika terjadi kasus bullying di sekolah, Mama Papa bisa mengajarkan Si Kecil untuk tidak ikut terlibat di dalamnya dan tidak menjadi pelaku bullying untuk orang lain. Jangan sampai anak melakukan tindak yang kurang baik pada temannya, karena hal tersebut juga membuat mereka merasakan itu di masa depan.
Jika ada kasus bullying di sekitar jangan ikut-ikutan menjadi pelakunya. (Images credit: pexels.com)

