10 Cara Mencegah Anak Menjadi Korban Bullying di Sekolah

Oleh Tanggal 20 Juli 2021

10 Cara Mencegah Anak Menjadi Korban Bullying di Sekolah

Kasus bullying di sekolah masih menjadi PR untuk kita semua, baik guru maupun orang tua, jangan sampai hal ini menjadi budaya yang mendarah daging dan tidak bisa dihilangkan. Guru dan sekolah memiliki peran penting untuk menjadikan siswa-siswi menjadi manusia yang berkarakter baik, dan orang tua harus mendidik anaknya di rumah. 

Kasus bullying di sekolah yang masih tinggi membuat beberapa orang tua merasa khawatir menempatkan anaknya di sekolah, mungkin Mama Papa juga mengalami hal ini? Apalagi dampak bullying sangat buruk bagi kesehatan fisik ataupun kesehatan mental Si Kecil, sehingga mereka membutuhkan proteksi atau perlindungan yang cukup untuk mencegah bullying di sekolah.

Orang tua memiliki peran penting untuk menjaga anaknya agar tidak menjadi pelaku atau korban bullying di sekolah. (Images credit: pexels.com)

10 Cara Mencegah Anak menjadi Korban Bullying

Bullying merupakan perilaku perundungan yang membawa dampak buruk bagi kehidupan korbannya, seperti merasa depresi, cemas berlebihan, kesepian, takut, mudah emosional, merasa sakit kepala, sakit perut, mual, bahkan bisa muncul memar di tubuh korban bullying. Agar Si Kecil tidak menjadi korban bullying di sekolah, Mama Papa bisa melakukan 10 cara berikut ini yaitu:

1. Membangun Konsep Diri Anak yang Baik

Beberapa hal yang menjadikan penyebab bullying di sekolah karena adanya peluang untuk si pelaku mencemooh atau menindas korban. Anak-anak yang tidak percaya diri dan minder, biasanya menjadi incaran para pelaku bullying. Oleh sebab itu anak perlu membangun konsep diri yang baik untuk mencegah terjadinya bullying. Membentuk pandangan atau konsep diri yang baik pada anak diawali dengan lingkungan sportif di keluarga. Misalnya, Mama Papa tidak sering menyalahkan Si Kecil atas hal sepele yang mereka lakukan, karena hal tersebut dapat merusak konsep diri mereka.

2. Bicara

Cara mencegah bullying di sekolah pada anak yang bisa Mama Papa lakukan selanjutnya yaitu dengan bicara. Mama Papa harus pintar membangun hubungan yang baik dengan Si Kecil, agar bisa lebih dekat dan tahu apa yang mereka alami dan rasakan dalam hidupnya. Komunikasi sangat penting dalam setiap hubungan. Mama Papa juga bisa mengajarkan Si Kecil untuk berani bicara jika terdapat kasus bullying di sekolah. Si Kecil bisa melaporkannya langsung kepada guru dan juga orang tua, jangan biarkan mereka takut untuk berbicara. Karena tanpa bicara orang tua dan guru tidak bisa mengetahui apa yang terjadi di sekolah

Saat terkena bullying, anak harus berani berbicara dan melaporkan hal tersebut ke guru ataupun orang tua. (Images credit: pexels.com)

3. Percaya Diri

Untuk menghindari Si Kecil menjadi korban bullying di sekolah, Mama Papa bisa mengajarkan mereka untuk lebih percaya diri dalam bergaul. Karena pelaku bullying biasanya mengincar orang-orang yang minder, pendiam dan tidak percaya diri. Anak bisa percaya diri jika mereka memiliki penampilan yang baik, cerdas, memiliki banyak dukungan dari orang-orang sekitar. Oleh sebab itu, Mama Papa harus bisa mendukung Si Kecil.

Baca Juga:  5 Dampak Bullying Terhadap Kesehatan Mental Anak

4. Jangan Menunjukkan Rasa Takut atau Sedih

Mama Papa harus mengajarkan si kecil untuk menjadi manusia yang kuat, pantang menyerah, tidak takut dan tidak mudah sedih. Hal tersebut membantu Si Kecil terhindar dari kasus bullying di sekolah. Pasalnya pelaku bullying lebih senang dan merasa puas jika berhasil membuat korbannya merasa takut, sedih dan terpuruk. Mama Papa bisa mengajarkan Si Kecil untuk berani menentang orang yang mengganggu dirinya tanpa sebab. Dengan begitu, si pelaku bully akan mundur karena takut dengan Si Kecil

5. Tidak Mencari Permasalahan

Agar tidak mendapatkan masalah, maka Si Kecil harus diajarkan untuk tidak mencari masalah dengan orang lain. Bullying dapat terjadi jika seseorang mencari masalah dengan orang yang lebih kuat.

6. Cari Bantuan

Langkah selanjutnya, Mama Papa juga bisa mengajarkan Si Kecil untuk pintar mencari bantuan dengan cepat jika ia mendapatkan masalah atau terkena perundungan dari orang lain. Karena kemungkinan Si Kecil tidak bisa mengatasi kasus bully sendirian, apalagi jika tidak mendapatkan dukungan. Oleh sebab itu, Mama Papa bisa memberi tahu si kecil untuk mencari bantuan ke temannya atau guru di sekolahnya

7. Tidak Ikut-ikutan

Jika terjadi kasus bullying di sekolah, Mama Papa bisa mengajarkan Si Kecil untuk tidak ikut terlibat di dalamnya dan tidak menjadi pelaku bullying untuk orang lain. Jangan sampai anak melakukan tindak yang kurang baik pada temannya, karena hal tersebut juga membuat mereka merasakan itu di masa depan.

kasus bullying di lingkungan sosialJika ada kasus bullying di sekitar jangan ikut-ikutan menjadi pelakunya. (Images credit: pexels.com)

8. Pergi atau Abaikan

Agar anak tidak menjadi korban bullying di sekolah, Mama Papa bisa mengajarkan si kecil untuk bersikap tidak peduli dengan yang dilakukan para pembully. Karena biasanya pelaku pembullyan lebih suka membully anak yang responsif. Mama Papa bisa mengajarkan Si Kecil untuk bersikap tidak peduli, namun tetap bertindak diam-diam, misalnya melaporkan pembully ke guru, melaporkan permasalahan ke orang tua, dan lainnya. Jika pembully melakukan hal yang lebih parah, Si Kecil bisa melawannya. Pasalnya berdasarkan penelitian, mengabaikan atau menjauhi pembully bisa mengurangi risiko terkena intimidasi sekitar 20%. Hal ini juga bisa menghentikan kasus bullying sepenuhnya.

9. Jalin Persahabatan

Agar Si Kecil terhindar dari bullying di sekolah, Mama Papa bisa mengajarkannya untuk mulai menjalin persahabatan dengan teman-teman di sekolahnya. Karena dengan memiliki teman, Si Kecil mendapatkan dukungan dari orang lain dan terhindar dari bullying.

10. Mengikuti Kegiatan Positif

Mama Papa juga bisa meminta Si Kecil untuk mengikuti kegiatan positif di sekolahnya seperti mengikuti ekstrakurikuler, pramuka, olahraga, kesenian, bahasa atau lainnya yang bermanfaat. Itulah 10 cara mencegah si kecil menjadi korban bullying di sekolah yang bisa Mama Papa lakukan. Untuk mendapatkan informasi dan tips menarik lainnya seputar parenting dan edukasi anak, Mama Papa bisa mengunjungi situs Kiddo.id Kiddo.id adalah platform edukasi anak yang menyediakan berbagai pilihan aktivitas anak, konten edukasi berkualitas, hingga fitur  Milestone Tracker. Fitur ini bermanfaat untuk memantau tumbuh kembang anak sesuai usia mereka, tes potensi bagi anak sesuai dengan 8 kecerdasan majemuk, panduan aktivitas seru dan menyenangkan sesuai kelompok usia anak mulai dari 0 sampai 12 tahun, serta jurnal perkembangan si kecil. Yuk daftarkan si kecil segara di Milestone Tracker by Kiddo.id!

Yang Ada di Kiddo.id

Marketplace Aktivitas

premium

Konten Premium

milestone

Tes Gratis


Baca Juga