7 Cara Mengajari Anak Mewarnai, Kenalkan dengan Warna

Oleh Tanggal 9 Maret 2023 7 menit

7 Cara Mengajari Anak Mewarnai, Kenalkan dengan Warna

Selain menggambar, mewarnai juga termasuk kegiatan yang baik untuk menstimulasi tumbuh kembang anak. Hanya saja, mengajak anak untuk belajar mewarnai bukanlah hal yang mudah, terlebih bila mereka aktif dan tidak bisa diam. Untuk itu orang tua perlu mengetahui tujuh cara mengajari anak mewarnai yang bisa diterapkan di rumah.


Semakin dini mengajari anak mewarnai, semakin baik untuk perkembangan fisik dan psikologis mereka. Pasalnya, otak si kecil sedang dalam masa perkembangan pesat sehingga membutuhkan stimulasi yang tepat dan didukung dengan nutrisi seimbang.


Baca juga: 7 Alasan Pentingnya Mengembangkan Kreativitas Anak, Tingkatkan Imajinasi


Umur berapa anak sudah bisa mewarnai?

ilustrasi anak mewarnai (pexels.com/kindelmedia)


Seperti halnya keterampilan dasar, kemampuan mewarnai berkembang secara bertahap. Hasil coretan atau gambar yang dibuat anak pun mencerminkan usia mereka.


Memasuki usia 1 tahun, keterampilan motorik halus anak meningkat dengan pesat. Pada tahap ini mereka belajar mengambil, menggenggam, dan menggunakan krayon atau pensil warna.


Di usia 15 bulan, anak bisa membuat coretan-coretan tak beraturan yang dikenal dengan scribble. Meski begitu, setiap anak memiliki kemampuan yang tak sama sehingga rentang usia mereka pun berbeda-beda.


Memasuki usia 18 bulan, anak dapat menghabiskan waktu selama berjam-jam untuk menggambar dengan krayon atau melukis dengan kuas dan cat. Pada tahap ini, mereka mampu memegang krayon atau kuas dengan seluruh tangan dan mencoret-coret dalam gerakan-gerakan besar.


Menurut psikolog anak Belinda Agustya MPsi.Psi, anak usia 3 tahun mulai mampu menggambar bentuk sederhana, misalnya lingkaran, kotak, dan segitiga. Kemampuan ini pun semakin meningkat di usia 4 tahun. Mereka sudah bisa mewarnai di dalam garis meski belum rapi.


Baca juga: 5 Cara Menumbuhkan Minat Seni Anak, Ajak Menonton Pertunjukkan Seni


Cara mengajari anak mewarnai

ilustrasi anak mewarnai (pexels.com/liliana-drew)


Mewarnai merupakan kegiatan yang menyatakan dan bermanfaat untuk menstimulasi anak. Untuk itu, orang tua perlu bersikap sabar, telaten, dan tidak mudah marah ketika mengajari mereka. Bisa dijadikan referensi, yuk ikuti tujuh cara mengajari anak mewarnai agar lebih kreatif.


1. Kenalkan jenis warna

Sebagai permulaan, cara mengajari anak mewarnai yang perlu diterapkan orang tua adalah mengenalkan warna-warna, baik warna dasar atau primer maupun campuran. Ada baiknya Papa dan Mama mempraktikkan pengenalan warna ini secara langsung di atas kertas. Sebagai contoh, buatlah bulatan dari warna merah, kemudian campurkan dengan warna kuning sehingga menghasilkan warna oranye.


Menariknya, mengenalkan warna pada anak berusia 0-10 tahun berguna untuk merangsang otak dan saraf tubuh mereka. Dengan begitu, mereka dapat meminimalisir risiko buta warna.


2. Siapkan peralatan mewarnai

Agar proses belajar mewarnai anak lebih optimal, Papa dan Mama perlu menyiapkan peralatan mewarnai, seperti pensil warna, krayon, buku gambar, atau papan tulis. Yang terpenting, sesuaikan peralatan yang dibutuhkan dengan usia si kecil.


Dengan media yang sederhana, akan mudah bagi anak untuk berkreasi dan bereksplorasi. Sebaliknya, menyediakan peralatan yang tidak tepat berpotensi membahayakan mereka. Sebagai contoh, hindari memberikan cat pada anak berusia 0-3 tahun karena dikhawatirkan akan dikonsumsi lantaran warnanya yang menarik.


3. Ajarkan mewarnai bentuk sederhana

Usai mengenalkan seluruh jenis warna, ajak si kecil untuk mewarnai gambar berbentuk sederhana. Seperti yang diketahui, anak berusia 1-3 memiliki pengetahuan yang terbatas sehingga akan kesulitan untuk mewarnai bentuk-bentuk rumit. 


Papa dan Mama bisa memberikan gambar berukuran besar dan berbentuk sederhana yang cukup familier bagi si kecil, seperti hewan, sayuran, dan buah-buahan. Tak hanya bermanfaat untuk mengajarkan konsep geometris, metode ini melatih pemikiran logis sehingga mereka bisa belajar memecahkan masalah.


4. Belajar mewarnai dari objek di sekitar

Setelah mempersiapkan kertas atau kanvas untuk menggambar, ajak anak untuk mewarnai gambar yang mereka lihat. Sebagai contoh, Papa dan Mama dapat menghadirkan bentuk asli gambar atau menunjukan mereka lewat gadget


Meski begitu, jangan memaksakan anak mewarnai satu objek secara spesifik. Berikan mereka kebebasan sesuai keinginannya sehingga tidak merasa dikekang.


5. Ajak mewarnai benda favorit

Belajar mewarnai memang menyenangkan. Tapi, lain lagi ceritanya bila anak harus mewarnai gambar yang sama secara terus-menerus. Agar mereka tidak bosan, gunakan objek berbeda setiap latihan. Bahkan, anak dijamin lebih termotivasi bila dapat mewarnai objek favoritnya, misalnya boneka atau karakter kartun yang disukai. 


Orang tua dapat menanyakan kepada si kecil objek yang ingin mereka warnai. Alih-alih sekadar mencetaknya, Papa dan Mama juga bisa ikut mewarnai bersama. Selain mengasah imajinasi dan kreativitas, kegiatan ini dapat memperkuat ikatan di antara orang tua dan anak.


6. Apresiasi hasil mewarnai

Satu lagi cara mengajari anak mewarnai yang efektif memotivasi mereka adalah dengan mengapresiasi hasil karya mereka. Selain memberikan pujian, Papa dan Mama juga bisa mendokumentasikan hasil karya si kecil, memajangnya di rumah, dan menunjukkannya pada orang lain. Dengan begitu, anak merasa lebih dihargai, antusias, dan termotivasi untuk mendalami kegiatan mewarnai.


7. Undang teman untuk mewarnai bersama

Untuk mengurangi rasa bosan anak dalam belajar mewarnai, tak ada salahnya orang tua mengadakan playdate di rumah untuk mewarnai bersama. Keberadaan teman sebaya tak hanya membuat si kecil antusias, tapi juga mengasah kemampuan komunikasi dan bersosialisasi mereka. 


Papa dan Mama bisa bertanya kepada si kecil dan teman mereka tentang gambar yang diwarnai, kemudian mendokumentasikannya. Alhasil, mereka semakin antusias untuk belajar bersama. 


Itulah tujuh cara mengajari anak mewarnai yang bisa diterapkan di rumah. Saat belajar mewarnai, anak mungkin akan kotor karena berbagai coretan warna. Alih-alih memarahi, sebaiknya Papa dan Mama membiarkan anak untuk bereksplorasi.


Untuk mengembangkan minat seni anak, Papa dan Mama dapat mendaftarkan si kecil ke kursus menggambar, dan kelas kreatif lainnya. Papa dan Mama bisa menemukan layanan kelas dan kursus berbagai bidang sesuai dengan bakat dan minat si kecil di Kiddo.id. Tunggu apa lagi? Segera temukan layanan bimbel privat berkualitas secara praktis dan mudah bersama Kiddo.id


Baca juga: 7 Cara Mengetahui Bakat Terpendam Anak, Perhatikan Aktivitasnya!

Yang Ada di Kiddo.id

Marketplace Aktivitas

premium

Konten Premium

milestone

Tes Gratis


Baca Juga