5 Cara Menumbuhkan Minat Seni Anak, Ajak Menonton Pertunjukkan Seni

Oleh Tanggal 9 Maret 2023 7 menit

5 Cara Menumbuhkan Minat Seni Anak, Ajak Menonton Pertunjukkan Seni

Selain mengembangkan kreativitas, berkesenian memudahkan anak untuk mengekspresikan emosi secara nonverbal. Untuk mengasah kemampuan seni anak, penting bagi orang tua untuk mengetahui cara menumbuhkan minat seni anak.


Lewat seni, anak mampu mengembangkan aspek kognitif, sosial, dan emosi. Dengan begitu, kemampuan berpikir kritis mereka dapat terasah. 


Baca juga: 7 Cara Meningkatkan Daya Ingat Anak, Gunakan Bantuan Visual


Manfaat menumbuhkan minat seni anak

ilustrasi anak menggambar (pexels.com/cottonbro)


Menurut Kayee Man, pakar kreativitas dari pusat pengembangan kreativitas, Qurius, seni berperan mengaktifkan otak kanan anak. Berbeda dengan otak kiri, otak kanan menyukai aktivitas yang tidak bisa diekspresikan dengan kata-kata.


Bagi anak yang sulit mengekspresikan emosi lewat verbal, seni merupakan cara terbaik untuk mengembangkan kreativitas. Kayee menjelaskan kreativitas sebagai cara menemukan ide baru yang efektif dan etis. Lalu, apa saja manfaat seni yang bisa anak peroleh? Berikut penjelasannya. 


1. Media mengekspresikan diri

Dinastuti menjelaskan seni bisa digunakan sebagai media untuk mengekspresikan diri, termasuk apa yang anak pikirkan dan rasakan. Bahkan, anak yang belum mahir menggambar bisa menceritakan apa yang ingin disampaikannya melalui gambar. Dengan begitu, anak belajar untuk mengenal dirinya sendiri, tahu apa yang disukainya dan tidak disukainya.


2. Berpikir semakin terbuka

Dengan menjadi kreatif, anak memiliki ruang untuk berpikir terbuka, dan berimajinasi. Dengan lingkungan seni yang kreatif, anak pun berani mengambil risiko terhadap hal-hal baru tanpa takut melakukan kesalahan. 


Anak dapat bereksplorasi dalam menentukan ide-ide apa yang harus digunakan dan tidak perlu digunakan. Selain membuka kemungkinan untuk munculnya kreativitas, seni juga mengasah kemampuan anak dalam menyelesaikan masalah, memahami bacaan, dan berpikir analitis.


3. Mengasah imajinasi

Seni merupakan media yang baik bagi anak untuk belajar mengasosiasikan sesuatu secara bebas dan tidak biasa. Sebagai contoh, dalam aktivitas seni bertema ‘metamorfosis’, anak belajar pengetahuan dasar tentang proses metamorfosis sekaligus tertantang untuk untuk menciptakan karya seni yang berkaitan dengan proses ini. Dari sini bisa dilihat bahwa seni mampu menyatukan berbagai disiplin ilmu menjadi media yang efektif melatih imajinasi dan cara berpikir kreatif anak. 


4. Mengembangkan sensitivitas

Dinastuti berpendapat bahwa anak belajar mengasah sensitivitas melalui seni. Anak menjadi lebih peka terhadap pemikiran dan perasaannya sendiri. Hal ini nantinya membantu anak untuk memahami perasaan dan pemikiran orang lain.


5. Meningkatkan kemampuan observasi

Manfaat seni yang tak kalah berguna adalah meningkatkan kemampuan observasi anak. Misalnya, anak diminta untuk mengeksplorasi bentuk, bau, tekstur, dan struktur dari berbagai macam daun.


Selanjutnya, anak mengelompokkan daun-daun berdasarkan kategori tertentu dan membuat kreasi seni yang berkaitan dengan kategori yang dibuat. Alhasil, anak mungkin dapat mengasosiasikan bau daun dan membentuknya menjadi bunga. 


6. Mengembangkan aspek kognitif

Karena bersifat multidisiplin, seni efektif mengembangkan aspek kognitif anak. Sebagai contoh, dengan membuat seni menggunakan tanah liat, anak bisa belajar bahwa beberapa objek dapat mengapung atau tenggelam di dalam air tergantung bentuk dan beratnya. 


Dengan begitu, seni bermanfaat untuk mengeksplorasi disiplin ilmu lain, mempelajari pengetahuan baru, atau memperdalam pemahaman yang sudah diketahui anak. 


7. Meningkatkan rasa percaya diri

Dengan menciptakan hasil karya seni yang orisinil, anak memproduksi kepuasan bagi jiwanya. Hal ini tentunya baik untuk meningkatkan rasa percaya diri anak.


8. Melatih keterampilan sosial

Tak hanya segi kognitif, belajar seni juga mampu meningkatkan keterampilan sosial anak. Anak mampu berkolaborasi dan bekerja sama dengan orang lain, mulai dari merencanakan kegiatan seni, membagi tugas dan tanggung jawab, serta menjadi bagian dari tim untuk menyelesaikan keseluruhan tugas dengan baik.


Baca juga: 5 Cara Melatih Fokus Anak, Hindari Distraksi yang Mengganggu


Cara menumbuhkan minat seni anak

ilustrasi anak menggambar (pexels.com/anastasia-shuraeva)


Menurut Dinastuti, MSi, Psi, pengajar Psikologi Seni di Unika Atma Jaya, tak sedikit orang tua mengembangkan potensi seni anak dengan mendaftarkan mereka ke kursus di bidang seni, misalnya kursus melukis, menari, memainkan alat musik dan lain sebagainya. 


Hanya saja, metode ini kerap berbenturan dengan biaya dan peralatan yang harganya dibanderol relatif mahal. Untuk mengeksplorasi hal-hal bersifat seni, orang tua bisa menerapkan cara menumbuhkan minat seni anak berikut ini. 


1. Menstimulasi dengan karya seni

Tak ada salahnya orang tua menstimulasi si kecil dengan seni yang menarik. Sebagai contoh, Papa dan Mama bisa memajang lukisan, patung-patung artistik, atau memperdengarkan musik-musik indah. Tak hanya menciptakan elemen dekoratif yang indah, karya-karya ini mampu menjadi rangsangan yang baik bagi si kecil.


2. Menyediakan sarana dan peralatan seni 

Bila orang tua tertarik meningkatkan minat seni anak, cobalah untuk menyediakan sarana dan peralatan seni di rumah. Misalnya untuk anak balita, Papa dan Mama dapat memberikan peralatan seni dasar, misalnya seperti finger paint, lilin mainan, dan krayon. Seiring bertambahnya usia anak, orang tua dapat menambahkan berbagai peralatan lain.


Selain itu, Papa dan Mama juga bisa memberinya tempat khusus untuk berekspresi dengan seni. Hal ini dapat berupa tembok yang dilapisi kertas untuk mencorat-coret.  


3. Membiarkan anak berekspresi dengan bebas

Sebagai orang tua, mungkin tak jarang Papa dan Mama mengharapkan anak mengikuti aturan seni yang ada. Hanya saja, membatasi kebebasan anak dengan mendikte bagaimana seharusnya objek dibentuk dan diwarnai hanya akan merusak imajinasi si kecil.


Bila si kecil menciptakan hasil karya yang unik, cobalah untuk merangsangnya mengungkapkan cerita di balik karyanya. Sebaliknya, menurut Dinastuti, memarahi anak hanya akan membuat mereka berhenti berekspresi karena menganggap apa yang dilakukannya salah bagi orang lain.


4. Mendorong kreativitas anak

Cara menumbuhkan minat seni anak dapat dimulai dengan mendorong kreativitas mereka. Misalnya, Papa dan Mama bisa membacakan cerita, kemudian meminta mereka untuk menggambar karakter cerita. 


Bila selama ini anak menggunakan media konvensional, Papa dan Mama bisa mencoba menemukan media baru untuk mengasah kreativitas si kecil. Selain itu, tak ada salahnya orang tua mencoba membuat karya bersama si kecil. Hal ini mampu membuat anak semakin termotivasi dan antusias. 


5. Menonton pertunjukan atau pameran hasil karya seni

Cara menumbuhkan minat seni anak yang dapat dilakukan Papa dan Mama adalah mengajak anak menonton pertunjukan atau pameran hasil karya seni. Diskusikan apa yang si kecil lihat dan tanyakan hal apa yang menurut mereka menarik dan membuat tertarik.


Itulah lima cara menumbuhkan minat seni anak yang bisa direkomendasikan. Papa dan Mama bisa mendokumentasikan karya seni si kecil agar mereka semakin percaya diri dan termotivasi untuk lebih kreatif dan ekspresif.


Untuk mengembangkan minat seni anak, Papa dan Mama dapat mendaftarkan si kecil ke kursus menggambar, dan kelas kreatif lainnya. Papa dan Mama bisa menemukan layanan kelas dan kursus berbagai bidang sesuai dengan bakat dan minat si kecil di Kiddo.id. Tunggu apa lagi? Segera temukan layanan bimbel privat berkualitas secara praktis dan mudah bersama Kiddo.id


Baca juga: 8 Tips Melatih Kemampuan Berpikir Anak Umur 3 Tahun, Awali dari Sekarang

 

Yang Ada di Kiddo.id

Marketplace Aktivitas

premium

Konten Premium

milestone

Tes Gratis


Baca Juga