Mengetahui bakat anak terbilang gampang-gampang susah. Beberapa anak memperlihatkan bakatnya lewat keseharian sejak dini, tapi ada juga yang perlu diberi stimulus melalui tes atau kursus. Untuk itu, penting untuk memahami cara mengetahui bakat terpendam anak bagi setiap orang tua.
Untuk menemukan bakat terpendam anak, orang tua perlu memperhatikan respon atau reaksi balita sehari-hari. Dengan begitu, Papa dan Mama bisa memaksimalkan dan mengarahkan si kecil secara tepat sesuai usianya. Bakat dan minat ini nantinya dapat membantu mereka dalam menghadapi tantangan di masa depan.
Baca juga: Meningkatkan Bakat Menggambar Anak dengan 5 Trik Mudah
Mengenal minat dan bakat
ilustrasi anak menari (pexels.com/cottonbro)
Sebelum membahas cara mengetahui bakat terpendam anak, Papa dan Mama perlu memahami konsep minat dan bakat. Meski dianggap sama, minat dan bakat merupakan dua hal yang berbeda.
Irene Puti Irwanto, principal of Rumah Main Cikal, menjelaskan bahwa minat adalah ketertarikan atau perhatian khusus individu terhadap kegiatan, bidang, atau sesuatu yang diikuti. Dari sini, muncul keinginan untuk mengeksplorasinya.
Sementara itu, bakat adalah keinginan dari dalam diri individu untuk lebih terampil atau cakap di bidangnya dengan mengikuti latihan khusus. Pada tahap ini, orang tua berperan untuk mengenali minat dan bakat anak.
Dalam prosesnya pertumbuhannya, anak tumbuh dengan cara belajar dari lingkungan yang membentuknya, terutama orang tua. Berkat stimulus dari orang tua, anak memahami konsep sederhana kegiatan rutinnya dan mulai menggali minat dan bakat pada kegiatan atau keterampilan.
Alih-alih paksaan dari orang tua, minat dan bakat yang tepat hanya bisa ditentukan oleh ketertarikan si kecil terhadap aktivitas atau bidang tertentu. Sebagai orang tua, Papa dan Mama hanya bertugas mengarahkan si kecil demi kebaikannya di masa mendatang.
Baca juga: 5 Aktivitas Seru Bagi Anak dengan Kecerdasan Kinestetik
Karakteristik anak berbakat
ilustrasi anak bermain piano (pexels.com/ pavel-danilyuk)
Secara umum, anak usia 2 hingga 4 tahun berpotensi memiliki bakat terpendam bila mempunyai beberapa karakteristik berikut.
1. Memiliki kemauan yang tinggi dan kemampuan yang kuat dalam bidang tertentu.
2. Memiliki perkembangan bahasa yang sangat bagus.
3. Memiliki daya imajinasi yang tinggi.
4. Memiliki keingintahuan yang tinggi dan kerap menunjukkannya lewat pertanyaan.
5. Memiliki daya ingat yang baik dan bisa menceritakan kembali informasi yang mereka terima.
6. Selalu aktif berkonsentrasi pada satu tugas untuk jangka waktu yang panjang.
7. Suka diberikan tantangan berupa aktivitas yang sulit.
8. Mencapai tingkatan perkembangan di atas rata-rata teman sebayanya.
Baca juga: 5 Ide Aktivitas Untuk Anak yang Masih TK
Cara mengetahui bakat terpendam anak
ilustrasi anak bermian mobil-mobilan (pexels.com/cottonbro)
Dengan memperhatikan aktivitas anak, orang tua bisa menemukan bakat anak. Langsung saja, inilah cara mengetahui bakat terpendam anak.
1. Bila anak suka menyortir benda
Apakah si kecil memiliki kebiasaan menata benda secara berurutan dan terorganisir? Kebiasaan ini menunjukkan kalau anak memiliki pemikiran analitis, terstruktur, dan sangat detail. Untuk mengambangkan bakat anak, Papa dan Mama bisa mengajak si kecil menjelajahi permainan dan melakukan aktivitas yang melibatkan banyak pola dan penyesuaian.
2. Bila anak komunikatif
Kemampuan verbal yang unggul bisa terlihat dari banyaknya kosakata yang dipahami anak dan bagaimana mereka membagikan cerita dengan baik. Dengan keunggulan berbicara, anak mungkin akan memilih karier di bidang hukum atau jurnalistik.
Lalu, bagaimana orang tua mengembangkan bakatnya? Coba wawancara si kecil dan rekam pendapatnya di alat perekam atau kamera video. Selain itu, Papa dan Mama juga bisa membantu si kecil menulis surat ke keluarga, saudara, atau teman.
3. Bila anak selalu aktif
Bila si kecil gemar melakukan aktivitas sembari bergerak, mungkin mereka adalah physical learner. Anak dengan karakteristik ini menyerap informasi dengan baik sembari bergerak aktif, misalnya berpindah tempat dan menyentuh benda. Nantinya, mereka mungkin tertarik menjadi olahragawan, penari, atau musisi karena memiliki kemampuan motorik yang baik.
Untuk mengasah bakatnya, ada baiknya Papa dan Mama rutin mengajak si kecil beraktivitas fisik. Aturlah aktivitas hariannya dengan dinamis agar si kecil tidak mudah bosan dan selalu termotivasi.
4. Bila anak suka menghayal
Pada fase 2-4 tahun, si kecil memasuki dunia penuh imajinasi. Mereka masih belajar antara khayalan dan kenyataan. Tak jarang, saat bermain peran, anak terlalu menghayati profesi mereka.
Anak pun juga tertarik pada aktivitas berbau seni, misalnya melukis atau mendongeng. Anak dengan karakteristik ini dikenal sebagai visioner. Tak hanya mampu menggunakan benda dengan cara yang berbeda, anak dengan karakteristik ini mampu memecahkan masalah dengan cara berpikir kreatif. Mereka pun kerap terlihat tidak fokus, padahal tengah memikirkan ide.
Dengan kreativitas yang hebat, anak dapat mengembangkan bakatnya dengan belajar menggambar, melukis, bermain musik, atau melakukan eksperimen ilmiah.
5. Bila anak senang mengutak-atik benda
Tak sedikit anak yang penasaran dengan bagaimana sebuah benda bekerja. Untuk memuaskan rasa ingin tahunya, tak jarang mereka mengutak-atik dan membongkar pasang mainan elektronik, misalnya mobil-mobilan.
Selain itu, anak juga menikmati berada di bangunan yang tinggi dan canggih. Bila Papa dan Mama menemukan kebiasaan ini pada si kecil, mereka mungkin ingin menjadi ilmuwan, penemu, atau arsitek saat dewasa nanti.
Untuk meningkatkan mengasah kemampuan pemahaman dimensinya, Papa dan Mama bisa mengajak anak bermain permainan balok atau permainan edukatif lainnya yang melibatkan konstruksi.
6. Bila anak suka bermain bongkar pasang
Saat bermain bongkar pasang, tak jarang anak lebih suka menempatkan posisi potongan seharusnya berada di tempat yang tepat, alih-alih mencoba-coba. Dengan cara pemikiran yang unggul ini, anak cocok untuk menjadi detektif, arkeolog, atau peneliti ilmiah.
Lanta, bagaimana cara mengembangkannya? Papa dan Mamam bisa mengajak si kecil bermain menyusun gambar dengan tingkat kesulitan disesuaikan dengan usia anak. Rutin bermain permainan pemecahan masalah membantu mengasah kecerdasan berpikir anak.
7. Bila anak suka memimpin
Anak yang tertarik menjadi pemimpin biasanya memiliki opini kuat bagaimana sesuatu dikerjakan, suka memerintah, dan memiliki solusi untuk permasalahan. Tak hanya itu, mereka bisa menginspirasi orang lain dan melihat konflik dari perspektif berbeda.
Guna memperdalam bakatnya, Papa dan Mamam bisa mengajak si kecil berlatih mengambil keputusan, memberikan tugas dan tanggung jawab di rumah, atau membiarkan anak mendekorasi kamarnya sendiri sesuai keinginan.
Itulah tujuh cara mengetahui bakat terpendam anak yang bisa dicoba orang tua. Untuk mengembangkan bakat anak, Papa dan Mama perlu mengajarkan kemandirian dan kreativitas dengan menstimulasi dan memenuhi nutrisi anak.
Untuk mengembangkan bakat anak, Papa dan Mama dapat mendaftarkan si kecil di layanan bimbel privat online maupun offline. Papa dan Mama bisa menemukan layanan kelas dan kursus berbagai bidang sesuai dengan bakat dan minat si kecil, termasuk kelas sensorik. Tunggu apa lagi? Yuk, akses Kiddo.id dan temukan layanan bimbel privat berkualitas secara praktis dan mudah.
Baca juga: 8 Tips Melatih Kemampuan Berpikir Anak Umur 3 Tahun, Awali dari Sekarang

