5 Tips Memenuhi Nutrisi Anak saat Puasa, Kandungan Gizi Harus Seimbang

Oleh Tanggal 3 April 2023 7 menit

5 Tips Memenuhi Nutrisi Anak saat Puasa, Kandungan Gizi Harus Seimbang

Parents, apakah si Kecil sudah mulai belajar puasa Ramadan tahun ini? Meski belum baligh, tak ada salahnya membiarkan mereka mencoba berpuasa sebagai latihan, lho. Yang terpenting, terapkan tips memenuhi nutrisi anak saat puasa agar tak menghambat tumbuh kembang mereka. 


Berbeda dengan orang dewasa, mencukupi nutrisi anak saat puasa terbilang cukup menantang. Pada beberapa kasus, pendekatan untuk menawarkan makanan bergizi dan bernutrisi bisa sedikit lebih sulit, terutama saat santap sahur. Karenanya, tak sedikit orang tua yang merasa dilema. 


Padahal, anak yang kekurangan nutrisi tapi tetap memaksakan untuk ikut berpuasa mudah mengalami kelelahan dan keletihan, bahkan menghambat proses tumbuh kembang mereka. Untuk mencegah hal ini terjadi pada si Kecil, Papa dan Mama perlu memahami tips memenuhi nutrisi anak di bulan Ramadan berikut ini.


Baca juga: 7 Tips Olahraga saat Puasa untuk Anak, Kurangi Intensitasnya


Tips memenuhi nutrisi anak saat puasa

ilustrasi anak sahur bersama orang tua (canva.com)


Dalam laman HaiBunda, Abdullah Reza, SpA, dokter anak dari RSU Bunda Jakarta, menjelaskan pemenuhan asupan nutrisi dengan porsi yang tepat di waktu sahur bisa disesuaikan dengan kebutuhan anak. Untuk menekankan proses ini, Abdullah berpedoman pada prinsip 'SAHUR', yaitu Seimbang, Air, Habiskan, Utamakan, dan Rasa. Penasaran bagaimana penerapannya? Yuk, simak penjelasannya hingga tuntas. 


1. Seimbang

Dalam tips memenuhi nutrisi anak, zat-zat gizi yang diberikan harus seimbang. Kandungan gizi ini berupa karbohidrat, protein, lemak, dan serat. 


Sumber protein yang mengandung lemak bisa ditemukan pada daging, sementara sumber karbohidrat dapat berupa nasi, kentang, ubi, singkong, atau pasta.


Abdullah menyampaikan perbandingan karbohidrat dan protein adalah 2:1. Meski karbohidrat lebih dominan, Papa dan Mama tidak boleh melewatkan protein, ya.


Ketika dicerna, karbohidrat akan berubah menjadi gula yang mudah hilang dari lambung. Alhasil, si Kecil mudah merasa lapar. Sebaliknya, protein dan lemak diubah menjadi sumber energi yang dibutuhkan untuk membentuk gula. Karena memerlukan waktu lebih lama untuk dicerna, si Kecil akan merasa kenyang lebih lama. 


Pastikan Papa dan Mama juga memenuhi asupan serat si Kecil. Serat berguna untuk menahan air di saluran pencernaan dan meningkatkan volume lambung sehingga menciptakan rasa kenyang.


2. Air

Dalam memenuhi nutrisi anak, kebutuhan akan cairan tetap harus diperhatikan. Cairan ini tidak hanya sebatas air putih, tapi juga berasal dari sumber lain, seperti jus, susu, atau kuah sup.


Untuk memastikan anak terhidrasi dengan baik selama berpuasa, pastikan mereka meneguk minimal 1 hingga 2 gelas air saat santap sahur. Meski begitu, setiap anak mungkin memiliki kebutuhan yang berbeda sehingga perlu disesuaikan. 


3. Habiskan

Saat memberikan porsi makanan pada si kecil, pastikan mereka dapat menghabiskannya. Bila tidak, makanan itu tak akan dihabiskan dan terbuang percuma. Menyiapkan porsi yang sama seperti orang dewasa juga bukanlah pilihan yang bijak.


Papa dan Mama perlu mengetahui seberapa banyak porsi makanan yang dibutuhkan oleh si Kecil, lalu menyeimbangkannya dengan nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Anak dengan porsi makan yang sedikit perlu mengonsumsi makanan yang padat kalori. Sebaliknya, anak yang makan dengan porsi berlebih membutuhkan makanan kaya serat. 


4. Utamakan

Tips menutupi nutrisi anak selanjutnya adalah memastikan mereka ikut santap sahur. Abdullah menganjurkan agar anak usia dini tidak melewatkan sahur bila ingin berpuasa. 


Menurutnya, bila anak tidak sempat makan sahur, sebaiknya tidak melanjutkan puasa terlebih dulu ketika merasa lelah dan tidak kuat. Hal berlaku pada anak yang baru belajar berpuasa, khususnya usia 4-5 tahun.


5. Rasa

Berbicara soal rasa, hal yang dimaksud adalah preferensi atau jenis makanan yang diinginkan anak saat sahur. Seperti yang diketahui, setiap anak memiliki ego dan keinginan yang berbeda-beda sehingga menu sahur yang disiapkan bisa beragam. 


Supaya si Kecil semakin termotivasi untuk berpuasa, sebaiknya Papa dan Mama menanyakan pilihan menu sahur yang mereka inginkan. Bila anak menolak atau tidak menyukai makanan yang ada, jangan terlalu memaksa mereka. Siapkan menu alternatif lain yang praktis, misalnya nugget atau pasta. 


Yang pasti, prinsip dalam memenuhi nutrisi anak yang sedang berpuasa adalah tidak memaksa. Saat mengenalkan si Kecil pada ibadah puasa, lakukan secara perlahan dan bertahap guna menumbuhkan pengalaman positif.


Baca juga: 5 Tips Mengajak Anak Tarawih, Jangan Lupa Bawa Mainan Favoritnya


Do's and Don'ts anak puasa

ilustrasi anak berbuka bersama keluarga (canva.com)


Selain mengenal tips memenuhi nutrisi anak, Papa dan Mama perlu memahami do's and don'ts anak yang ikut berpuasa selama bulan Ramadan. Tak semua tindakan baik untuk tumbuh kembang mereka, lho. 

  • Sampaikan makna puasa secara jelas agar anak tidak menganggap puasa hanya sekadar menahan rasa lapar dan haus semata. 
  • Kenalkan puasa secara bertahap, misalnya dengan puasa selama 6 jam dan sehari penuh ketika anak sudah kuat. 
  • Perhatikan jam tidur anak serta jangan memaksa mereka untuk bangun dan makan dalam jumlah banyak saat sahur. 
  • Jangan paksa anak untuk ikut santap sahur bila mereka sudah mulai marah atau menangis.
  • Jaga keseimbangan gizi anak dengan memenuhi asupan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral yang diperlukan oleh tubuh.
  • Hindari mengubah jumlah kalori atau cairan yang dibutuhkan anak selama berpuasa. Berikan nutrisi saat sahur dan berbuka puasa. 
  • Hindari memberikan anak makanan yang tidak sehat dan berlebihan agar mereka bisa beradaptasi untuk kembali ke kebiasaan awal makan. 


Itulah lima tips memenuhi nutrisi anak yang bisa dijadikan acuan oleh Papa dan Mama. Sebagai orang tua, memastikan kesehatan dan nutrisi anak tercukupi selama puasa adalah hal yang sangat penting. Tindakan ini menunjukkan sikap Papa dan Mama sebagai orang tua yang bertanggung jawab atas kesehatan dan kesejahteraan si Kecil.


Untuk mengembangkan minat dan bakat anak, Papa dan Mama dapat mendaftarkan si Kecil ke Kiddo Club by Kiddo.id. Papa dan Mama bisa menemukan layanan kelas dan kursus berbagai bidang sesuai dengan bakat dan minat si Kecil di Kiddo.id. Tunggu apa lagi? Segera temukan layanan bimbel privat berkualitas secara praktis dan mudah bersama Kiddo.id


Baca juga: 9 Cara Mengajarkan Anak Mengaji Agar Tidak Bosan, Buat Kuis Berhadiah

Yang Ada di Kiddo.id

Marketplace Aktivitas

premium

Konten Premium

milestone

Tes Gratis


Baca Juga