Memasuki bulan Ramadan, apakah Papa dan Mama berniat mengajak si Kecil salat tarawih? Supaya mereka tidak rewel, yuk ikuti beberapa tips mengajak anak tarawih yang sudah Kiddo.id siapkan berikut ini.
Mengajarkan anak berpuasa di bulan Ramadan tak lengkap rasanya tanpa mengenalkan mereka pada amalan sunnah yang dianjurkan Nabi Muhammad SAW, salah satunya yaitu salat tarawih. Hanya saja, mengajak si Kecil menunaikan salat sunnah berjamaah ini mungkin menjadi tantangan tersendiri bagi beberapa orang tua.
Tak jarang anak berusia di bawah lima tahun kerap rewel dan ngambek ketika diajak salat tarawih. Melansir Muslim Matters, Hena Zuberi, konsultan remaja dan direktur muda di Unity Center, menjelaskan beberapa anak bersikap baik saat tarawih di masjid, tapi ada juga anak yang sulit diam sehingga membutuhkan perhatian ekstra dari orang tua.
Zuberi juga berpendapat kebanyakan orang tidak memahami tujuan orang tua membawa anak tarawih. Padahal, orang tua hanya ingin menciptakan pengalaman positif bagi anak dengan beribadah bersama ke masjid.
Baca juga: Kapan Waktu Terbaik untuk Anak Memulai Puasa? Yuk, Cari Tahu!
Tips mengajak anak tarawih
ilustrasi anak tarawih bersama orang tua (pexels.com/Timur Weber)
Salat tarawih menjadi salah satu momentum untuk mengajari anak amalan di bulan Ramadan. Meski begitu, sebagai persiapan, Papa dan Mama perlu mengetahui tips mengajak anak tarawih supaya tidak terjadi banyak drama.
Bila si Kecil merasa tenang dan nyaman ketika salat tarawih, mereka tidak akan mudah rewel, bahkan cenderung antusias untuk belajar salat. Dengan begitu, Papa dan Mama pun bisa menunaikan salat dengan tenang.
1. Pastikan anak sudah kenyang
Sebelum berangkat ke masjid untuk salat tarawih, pastikan anak sudah kenyang. Mengapa? Hal ini memengaruhi sikap mereka selama salat berlangsung.
Ketika kenyang, anak cenderung memilih untuk mengikuti salat guna membakar energi. Sebaliknya, mereka mudah rewel ketika merasa lapar sebab tidak mendapatkan asupan yang cukup.
Bila sudah begitu, selain menangis, tak menutup kemungkinan si Kecil akan mengajak Papa dan Mama pulang di tengah-tengah salat. Karenanya, sebagai orang tua, Papa dan Mama perlu bersikap lebih peka terhadap hal ini dengan memastikan si Kecil sudah dalam kondisi kenyang saat berangkat ke masjid.
2. Bawa mainan favorit anak
Tips mengajak anak tarawih yang bisa dicoba selanjutnya adalah menyediakan peralatan untuk bermain anak. Berbeda dengan orang dewasa, anak tentunya kerap beristirahat ketika salat tarawih. Hal ini wajar terjadi karena mereka masih berusia dini dan berada dalam tahap belajar.
Supaya si Kecil tidak rewel dan mengganggu jemaat lainnya, ada baiknya Papa dan Mama menyediakan peralatan untuk bermain sebagai distraksi. Saat mendapatkan mainan favorit mereka, perhatian anak akan fokus pada permainan. Alhasil, Papa dan mama bisa menunaikan salat dengan tenang tanpa khawatir si Kecil rewel dan tidak bisa diam.
Hanya saja, pastikan Papa dan Mama memilih jenis mainan dengan cermat. Jangan membawa mainan yang mengeluarkan bunyi sebab dapat mengganggu jalannya salat tarawih. Ada baiknya menyiapkan mainan yang ringan dan tidak mengeluarkan suara, seperti boneka, robot-robotan, atau bahkan peralatan menggambar.
3. Gunakan teknik reward
Selain menyediakan mainan, Papa dan Mama juga bisa menggunakan teknik reward sebagai tips mengajak anak tarawih. Meski dianggap klasik, cara ini efektif membuat si Kecil bersikap baik selama di masjid.
Hadiah yang diberikan bisa bervariasi, misalnya benda atau makanan favorit yang si Kecil inginkan. Dengan iming-iming hadiah, mereka akan mencoba patuh dan menunjukkan sikap terbaik.
Hanya saja, sebaiknya Papa dan Mama tidak menggunakan cara ini secara terus-menerus. Pastinya Papa dan Mama tidak ingin si Kecil bersikap baik hanya karena tertarik dengan hadiah, bukan? Menciptakan pengalaman positif selama Ramadan untuk anak perlu dijadikan prioritas orang tua.
4. Siapkan peralatan tidur sederhana
Anak-anak berusia di bawah 5 tahun cenderung mudah tertidur dan terlelap ketika diajak salat tarawih. Maka dari itu, tak ada salahnya Papa dan Mama membawa serta peralatan tidur sederhana sebagai persiapan. Hal ini dapat berupa sajadah, gendongan, selimut, dan bantal kecil.
Secara umum, anak yang tertidur jauh lebih baik dibandingkan saat mereka rewel dan membuat kegaduhan di masjid. Bila si Kecil terlelap dengan damai, Papa dan Mama bisa fokus beribadah dan tidak harus kerepotan menenangkan tangisan maupun rengekan mereka.
5. Jadilah teladan yang baik
Seperti yang diketahui, anak tumbuh dengan meniru perilaku orang dewasa di sekitar mereka, tak terkecuali dalam hal beribadah. Apa yang mereka lihat secara tidak langsung terekam dalam memori, yang kemudian dijadikan sebagai respons ketika berada di situasi yang sama.
Agar si Kecil tumbuh menjadi anak yang baik, Papa dan Mama perlu memberikan teladan yang tepat, misalnya berangkat lebih awal ke masjid untuk tarawih dan menjalankan salat dengan khusyuk. Metode ini mendorong anak untuk salat beberapa rakaat ketika tarawih.
Seiring si Kecil bertambah usia, Papa dan Mama juga perlu menjelaskan makna salat tarawih sehingga mereka lebih serius saat menjalankannya. Selain itu, ajari mereka untuk menghormati orang lain ketika salat tarawih dengan tidak berisik dan ramai sendiri.
Tak kalah penting, pertimbangakan untuk menempati posisi belakang saat tarawih. Selain memungkinkan si Kecil beribadah dan bermain dengan tenang, pilihan ini memudahkan Papa dan Mama menenangkan mereka kala rewel atau bahkan memutuskan untuk pulang.
Itulah lima tips mengajak anak tarawih yang bisa dicoba Papa dan Mama. Meskipun mengajarkan salat tarawih penting dilakukan sejak dini, hindari memaksa si Kecil untuk melakukan salah satu amalan sunnah ini. Ketika waktunya dirasa tepat, mereka akan siap dengan sendirinya, ko.
Untuk mengembangkan minat dan bakat anak, Papa dan Mama dapat mendaftarkan si Kecil ke Kiddo Club by Kiddo.id. Papa dan Mama bisa menemukan layanan kelas dan kursus berbagai bidang sesuai dengan bakat dan minat si Kecil di Kiddo.id. Tunggu apa lagi? Segera temukan layanan bimbel privat berkualitas secara praktis dan mudah bersama Kiddo.id
Baca juga: 7 Tips Membangunkan Anak untuk Sahur, Hidangkan Menu Favoritnya

