Kapan Waktu Terbaik untuk Anak Memulai Puasa? Yuk, Cari Tahu!

Oleh Tanggal 20 Maret 2023 7 menit

Kapan Waktu Terbaik untuk Anak Memulai Puasa? Yuk, Cari Tahu!

Setelah dinanti-nanti, bulan Ramadan tinggal menghitung hari. Si Kecil mungkin merasa antusias untuk ikut berpuasa. Tapi, apakah papa dan mama sudah tahu kapan waktu terbaik untuk anak memulai puasa?


Sebagai rukun Islam yang ketiga, puasa merupakan ibadah yang diharapkan mampu menumbuhkan keikhlasan pada setiap umat muslim. Rasulullah SAW menyampaikan bulan Ramadan adalah Bulan Kesabaran sebab di bulan ini umat Islam perlu menahan nafsu makan, minum, dan kebutuhan biologisnya. 


Bahkan, melati anak untuk berbuah saya juga disebutkan langsung dalam hadis. Menurut ulama Imam al-Ghazali, puasa adalah kebaikan yang perlu diajarkan pada anak oleh kedua orang tuanya.


Dalam buku Rahasia Puasa Menurut 4 Mahzab karya DR. Thariq Muhammad Suwaidan, Imam al-Ghazali mengatakan sebagai amanah bagi kedua orang tua, anak yang dididik dan diajarkan kebaikan akan tumbuh dalam kebaikan. 


Baca juga: Hukum Puasa Bagi Ibu Hamil atau Menyusui di Bulan Ramadan


Usia anak belajar puasa

ilustrasi berbuka puasa (freepik.com)


Secara umum, puasa Ramadhan diwajibkan bagi setiap Muslim yang sudah baligh atau dewasa. Dengan begitu, anak tidak termasuk dalam syarat wajib dan tuntutan berpuasa.


Dari buku Sukses Melatih Anak Berpuasa, Ummu Qhania menghimbau orang tua untuk melatih anak-anak usia balita hingga sebelum 12 tahun berpuasa meski belum baligh. 


Saat melatih si Kecil berpuasa, ada baiknya Papa dan Mama tidak menyamaratakan kemampuan anak sebab setiap anak lahir dengan kemampuan dan kemauan berbeda walaupun usianya sama. 


Baca juga: 3 Trik Sederhana Mengajari Anak Berpuasa Di Bulan Ramadan


Usia anak belajar puasa menurut para ahli

ilustrasi berbuka puasa (freepik.com)


Sependapat dengan para ulama, para ahli juga menganjurkan latihan puasa untuk anak meski belum diwajibkan karena belum baligh. Salah satunya yaitu ahli gizi Dr.dr.Fiastuti Witjaksono, MSc, MS, SpGK, yang berpendapat anak usia 5 tahun ke atas bisa diajarkan berpuasa secara bertahap asalkan memiliki kondisi kesehatan yang optimal.


Mendukung hal ini, psikolog anak dan remaja Ratih Zulhaqqi beranggapan puasa yang diajarkan pada anak usia 5 tahun bersifat pengenalan. Alih-alih sehari penuh atau setengah hari, puasa ini dapat dilakukan selama beberapa jam, tergantung seberapa kuat si Kecil menahan lapar dan dahaga.


Baca juga: Kegiatan Menjelang Berbuka Puasa


Manfaat puasa pada anak 

ilustrasi orang tua menjelaskan manfaat puasa pada anak (freepik.com)


Setelah mempertimbangkan hal-hal di atas dan tidak menemukan kendala, Papa dan Mama bisa mengajak si Kecil ikut berpuasa. Di lain pihak, si Kecil mungkin merasa antusias untuk mencoba.  


Menariknya, berpuasa membawa banyak kebaikan untuk anak, mulai dari segi kesehatan hingga pendidikan karakter. Bukan hanya sekadar melatih kedisiplinan, inilah manfaat puasa untuk anak. 


1. Melatih kesabaran

Parents, pernahkah anak marah, kecewa, atau ngambek ketika keinginannya tidak dituruti? Kebiasaan ini ternyata bisa diminimalisir dengan berpuasa, lho. 


Saat menjalankan puasa, anak tak hanya menahan lapar dan dahaga, tapi juga melatih kesabaran, tak terkecuali menyadari bila tidak semua yang mereka inginkan dapat dikabulkan. Dengan lebih mawas diri dan menerima perubahan, si Kecil berusaha mengatur emosi dan tindakan sehingga tidak mengurangi pahala puasa, atau bahkan membatalkannya. 


2. Mengurangi kebiasaan buruk

Bukan hanya orang dewasa, anak usia dini juga dikenal sebagai  pembohong yang handal. Kebiasaan buruk ini juga bisa hadir dalam bentuk bersendawa dengan keras, suka menguping, dan membangkang. Dengan berpuasa, anak berusaha untuk berperilaku  sebaik mungkin agar pahala mereka bertambah.   


3. Meningkatkan metabolisme

Tidak seperti biasanya, anak perlu mengatur pola makannya ketika berpuasa. Mereka berusaha untuk makan secukupnya sehingga tidak kekenyangan ketika berbuka maupuan sahur.  


Di samping itu, agar kuat berpuasa, mereka harus menahan diri, menikmati proses makan, dan makan makanan yang bernutrisi. Kegiatan ini ternyata berguna untuk meningkatkan metabolisme anak, lho.  


4. Detoksifikasi

Tak hanya meningkatkan metabolisme, berpuasa juga bisa menjadi sarana detoksifikasi anak. Manfaat berpuasa ini membantu memulihkan tubuh dan memperbaiki sel tubuh yang rusak.


5. Mengasah kinerja otak

Selain memicu tubuh memproduksi sel otak, berpuasa juga bermanfaat untuk menurunkan hormon kortisol seta meningkatkan kesehatan mental dan spiritual. 


Baca juga: Bikin Ini Untuk Takjil Buka Puasa


Cara mengajarkan anak berpuasa

ilustrasi orang tua menjelaskan keutamaan puasa pada anak (freepik.com)


Minat berpuasa si Kecil yang tinggi perlu diimbangi dengan  proses  belajar berpuasa yang menyenangkan. Alhasil, mereka tetap antusias untuk mencoba berpuasa hingga sebulan penuh, bahkan memperpanjang jam berpuasa mereka. Lantas apa saja tips mengajarkan anak berpuasa yang bisa dicoba Papa dan Mama? Yuk, cek rangkumannya.


1. Pastikan anak sudah siap

Sebelum mengajak si kecil berpuasa, pastikan mereka siap dan memang tertarik belajar. Luangkan waktu untuk berbincang dengan anak tentang puasa dan minta pendapat mereka tentang latihan berpuasa. 


Tak sedikit anak usia 6-7 tahun yang mulai berlatih puasa, namun memiliki kesiapan yang berbeda. Dengan merasa siap, si Kecil dapat menjalankan puasa dengan riang, alih-alih menjadikannya sebagai beban.


2. Ceritakan keutamaan puasa

Selanjutnya, Papa dan Mama bisa menceritakan keutamaan puasa dan mengapa si Kecil perlu ikut berpartisipasi selama bulan Ramadhan. Tak hanya membuat mereka semakin bersemangat, cara ini memberi pemahaman yang lebih baik sehingga anak termotivasi untuk berpuasa karena Allah SWT. 


3. Jadi teladan yang baik

Saat melihat Papa dan Mama berpuasa, si Kecil akan merasa tertarik untuk berpartisipasi.Agar mereka semakin semangat belajar, tunjukkan cara berpuasa dan sampaikan alasan mengapa perlu berpuasa di bulan Ramadan. Jangan lupa untuk mengajak mereka beribadah dan menjalankan sunnah, seperti salat tarawih dan makan kurma berjumlah ganjil.


4. Makan-makanan bergizi ketika sahur

Agar si Kecil bisa tetap aktif selama puasa, Papa dan Mama perlu memberikan asupan makanan bergizi yang didominasi karbohidrat kompleks saat sahur. Dengan begitu, mereka tidak mudah merasa lapar. Sertakan pula makanan yang kaya akan protein dan vitamin, misalnya buah-buahan sehingga si kecil tetap bugar dan tidak mudah mengantuk.   


5. Berdoa bersama

Satu lagi tips mengajari anak berpuasa yang bisa dicoba Papa dan Mama adalah mengajak berdoa bersama. Sebagai bagian penting dari kehidupan, berdoa membantu anak menjalankan puasa dan menikmati semangat Ramadhan hingga akhir. 


Nah, itulah penjelasan tentang kapan waktu terbaik untuk anak memulai puasa. Agar anak tertarik berlatih puasa, ceritakan manfaatnya dan ajarkan berpuasa dengan cara yang menyenangkan. 


Untuk mengembangkan minat dan bakat anak, Papa dan Mama dapat mendaftarkan si kecil ke Kiddo Club by Kiddo.id. Papa dan Mama bisa menemukan layanan kelas dan kursus berbagai bidang sesuai dengan bakat dan minat si kecil di Kiddo.id. Tunggu apa lagi? Segera temukan layanan bimbel privat berkualitas secara praktis dan mudah bersama Kiddo.id


Baca juga: Kreasi Dessert Kurma untuk Buka Puasa


Yang Ada di Kiddo.id

Marketplace Aktivitas

premium

Konten Premium

milestone

Tes Gratis


Baca Juga