5 Tanda Bayi Mengalami Stres, Jangan Diabaikan

Oleh Tanggal 3 Mei 2023 7 menit

5 Tanda Bayi Mengalami Stres, Jangan Diabaikan

Tak hanya orang dewasa, bayi nyatanya juga rentan mengalami stres pada awal bulan kehidupannya. Hal ini merupakan respon emosi yang ditimbulkan dari orang tua dan lingkungan. Tanda bayi mengalami stres pun cukup beragam, mulai dari kerap menangis hingga perubahan pola tidur.


Meski begitu, ikatan dan perasaan sayang dan peduli yang ditunjukkan orang tua membantu bayi menurunkan kadar hormon stres. Kondisi ini pun juga bersifat sementara, tergantung seberapa efektif cara Papa dan Mama menenangkan buah hati dan seberapa kondusif kondisi lingkungan bayi berada.


Baca juga: Anak Super Sensitif? Ini Yang Harus Mama Papa Lakukan!    


Apakah stres pada bayi berbahaya?

ilustrasi bayi menangis (freepik.com)


Bila Papa dan Mama termasuk orang tua baru, mungkin akan bertanya-tanya apakah stres pada bayi berbahaya. Mom Junction menjelaskan stres memberikan dampak negatif yang tahan lama pada bayi. Nyatanya, paparan stres kronis menyebabkan efek negatif pada otak bayi.


Terlepas dari pengalaman dengan orang-orang di sekitarnya, studi Stress Impairs Cognitive Flexibility in Infants menjelaskan bahwa perkembangan otak bayi juga dipengaruhi faktor genetik, nutrisi, dan penyakit. Hanya saja, peningkatan kadar kortisol alias hormon stres selama bayi umum dikaitkan dengan masalah perilaku dan gangguan terkait stres ketika dewasa.


Meski begitu, setiap bayi memberikan respons berbeda tentang stres. Beberapa mungkin mengalami stres toksik karena satu kejadian, sementara bayi lain mengaggap stes sebagai masalah sementara.


Baca juga: Mama, Lakukan Hal Ini Saat Si Kecil Menangis!


Penyebab bayi mengalami stres

ilustrasi bayi makan (pexels.com/vanessa-loring)


Segala hal yang bayi lihat, dengar, dan rasakan memengaruhi respons yang diwujudkan si kecil, termasuk saat merasa tertekan. Tak hanya emosi negatif di sekitarnya, stres pada bayi biasanya berkaitan dengan penyakit. Untuk lebih detailnya, inilah penyebab bayi rentan mengalami stres.


1. Rasa sakit

Merasakan sakit pada tubuh, baik yang bisa dilihat maupun tidak, menciptakan perasaan frustasi dan tidak nyaman secara fisik. Keluhan ini dapat berupa masalah pencernaan, flu, susah bernafas, hingga penyakit serius lainnya.  


2. Kurang perhatian

Kurangnya ikatan dengan orang tua atau pengasuh menimbulkan rasa diabaikan. Emosi negatif ini kemudian direalisasikan lewat rengekan dan tangisan.


3. Pemberian makan tidak teratur

Penyebab bayi stres yang umum terjadi adalah bayi tak kunjung disusui atau diberi makan saat lapar dan haus. Bila dibiarkan, bayi yang ngambek bisa berubah stres.


4. Lingkungan baru

Berada di lingkungan baru tanpa kehadiran orang tua atau orang yang familiar menimbulkan stres pada bayi. Hal ini dapat diperparah bila keadaan kurang harmonis dan tidak nyaman.


5. Orang tua sedang stres

Emosi yang dirasakan orang tua memengaruhi suasana hati bayi, termasuk saat Papa dan Mamam stres. Efeknya, merek juga bisa ikut merasa tertekan.


Baca juga: 5 Strategi Membantu Anak dalam Mengelola Stres


Tanda bayi mengalami stres

ilustrasi bayi tidur (pexels.com/marcin-jozwiak-199600)


Kemunculan stres pada bayi dapat ditunjukkan lewat beberapa tanda yang dapat diperhatikan. Parenting First Child menyebutkan lima tanda bayi mengalami stres yang patut Papa dan Mama ketahui.


1. Kerap menangis

Salah satu tanda bayi mengalami stres yang paling umum adalah menangis terus menerus secara kencang. Berbeda dengan tangisan pada umumnya, durasi tangisan yang diakibatkan stres cenderung lebih lama. Tak hanya orang di sekitar, pemicu stres pun cukup beragam, seperti lampu dan suara.


Guna menenangkan bayi, Mama bisa menimang atau menyusui mereka. Bila bayi sudah cukup umur, Papa dan Mama bisa membelikan mainan untuk mengalihkan perhatiannya. Yang terpenting, pertimbangkan untuk membeli mainan yang sesuai dengan usia bayi dan bermanfaat untuk tumbuh kembangnya.


2. Menolak melakukan kontak mata

Percaya atau tidak, terlalu fokus pada bayi ternyata mampu menimbulkan stres pada bayi. Seperti halnya orang dewasa, bayi melakukan kontak mata saat berinteraksi dengan orang yang mengajaknya bicara.


Namun, bila bayi menolak melakukan kontak mata, bisa jadi ini menandakan mereka merasa tidak nyaman dan tidak tertarik. Hal ini bisa berarti bayi menginginkan perubahan suasana sekitar, misalnya dengan meminta Papa atau Mama menjauh sejenak.


3. Kurang ekspresif

Tanda bayi mengalami stres juga bisa dilihat dari gerakan bagi. Untuk memastikannya, perhatikan gerakan tangan si kecil. Tangan yang menjulur ke arah Papa dan Mama atau berada di dahi bayi menunjukkan potensi stres. Walau kerap disalahartikan sebagai gerakan berpelukan, gerakan ini menggambarkan mereka gelisah dan butuh bantuan.


Selain gerakan tangan, menguap dan cegukan terus menerus dinilai sebagai tanda stres dan butuh perhatian. Adapun gerakan melengkungkan punggung dan leher juga bisa diartikan sebagai sakit perut ringan.


Pada tahap akhir penyesuaian dari menyusui ke makan makanan padat, bayi kerap menolak makanan baru lantaran masih ingin menyusu. Efeknya, bayi mudah rewel, menangis, dan tidak ingin bersama orang asing terlalu lama. Kondisi ini menunjukkan masalah adaptasi dengan situasi baru sehingga bayi rentan stres.


4. Susah tidur

Tak hanya perubahan gerakan dan pola makan, tanda bayi mengalami stres juga termasuk susah tidur meski sudah mengantuk. Bahkan di beberapa kesempatan, bayi kerap bangun di malam hari karena haus, mengalami mimpi buruk, merasa kedinginan atau gerah, dan faktor lainnya.


Untuk meningkatkan kualitas tidur si kecil, Papa dan Mama bisa mencoba membenarkan posisi tidur si kecil. Tak sampai di situ, lengkapi tempat tidurnya dengan kasur yang nyaman dan mainan warna warni.


5. Menolak makan

Seperti yang Papa dan Mama ketahui, si kecil tidak disarankan untuk mengonsumsi nutrisi selain ASI. Saat stres, mereka berubah sulit makan dan cenderung rewel. Perubahan pola makan yang mendadak ini menimbulkan tekanan pada gerakan usus. Imbasnya, bayi sering muntah dan sembelit yang berlebihan. Bila kondisi ini berlanjut, segera konsultasikan dengan dokter anak, ya.


Baca juga: Resep MPASI 6 Bulan 4 Bintang untuk Si Kecil Nan Aktif


Cara mencegah bayi mengalami stres

ilustrasi menggendong bayi (pexels.com/rodnae-prod)


Meski setiap bayi lahir dengan temperamen berbeda, sentuhan dari orang tua maupun orang terdekat efektif mengurangi stres yang merek alami. Untuk lebih lengkapnya, Papa dan Mama dapat mencoba kegiatan berikut sebagai cara mencegah bayi stres.


1. Beri bayi perhatian saat mereka menyusui

2. Timang mereka sembari bersenandung

3. Tanggapi tangisan bayi dengan mengajaknya bicara

4. Perkenalkan bayi dengan sentuhan lembut

5. Mainkan musik bernada lembut dan menenangkan

6. Ciptakan rasa aman dan nyaman dengan tersenyum, bernyanyi, dan bercanda dengan bayi

7. Cobalah untuk tidak mengganggu bayi saat sedang tidur, kecuali untuk menyusui

8. Hindari meninggalkan bayi tanpa pengawasan terlalu lama

9. Letakkan bayi di dekat Papa dan Mama kala beraktivitas, bila memungkinkan


Itulah lima tanda bayi mengalami stres lengkap dengan penyebab dan cara mencegahnya. Sudah sewajarnya bila Papa dan Mama merasa khawatir saat si kecil stres. Yang terpenting, usahakan untuk tetap tenang, tidak panik, maupun kehilangan kendali.


Bila si kecil mengalami stres berkepanjangan, jangan ragu untuk melakukan konsultasi kesehatan di Kiddo.id. Untuk Papa dan Mama yang membutuhkan lebih banyak informasi atau konten seputar parenting dan aktivitas anak, yuk akses Info dan Tips Kiddo.id. Ada juga fitur Milestone Tracker yang memudahkan Papa dan Mama dalam memantau tumbuh kembang anak sesuai dengan usianya.

Yang Ada di Kiddo.id

Marketplace Aktivitas

premium

Konten Premium

milestone

Tes Gratis


Baca Juga