5 Cara Membantu Anak Disleksia Membaca, Ajari Decoding

Oleh Tanggal 26 Juli 2024 7 menit

5 Cara Membantu Anak Disleksia Membaca, Ajari Decoding

Pernahkah Papa dan Mama merasa kesal karena si Kecil sulit diajari membaca? Hambatan ini bisa disebabkan oleh disleksia, lho. Meski begitu, orang tua bisa mencoba beberapa cara membantu anak disleksia membaca. 


Disleksia bukanlah penyakit bawaan lahir. Gejala dan tanda-tandanya muncul seiring pertumbuhan si Kecil. Untuk lebih rincinya, simak penjelasan tentang disleksia berikut ini.


Baca juga: 7 Tips Membacakan Anak Buku Cerita, Makin Seru dengan Alat Peraga


Mengenal disleksia

ilustrasi anak disleksia (freepik.com)


Sebelum membahas cara membantu anak disleksia membaca, sudahkah Papa dan Mama mengetahui apa itu disleksia? Mayo Clinic mendefinisikan disleksia sebagai gangguan belajar yang melibatkan kesulitan membaca akibat masalah mengidentifikasi suara, bicara, dan belajar. Karena berhubungan dengan kemampuan memproses huruf dan kata (decoding), gangguan ini memengaruhi korteks serebral, area otak yang memproses bahasa.


Anak dengan gangguan ini akan kesulitan mendengar suara yang berbeda, mengingat huruf dan suaranya, mengeja, serta membaca. Meski begitu, kondisi neurologis ini tidak berhubungan dengan kecerdasan. Sebaliknya, mereka dikenal memiliki kecerdasan tinggi, lho. 


Baca juga: 9 Cara Belajar Membaca Anak SD, Jangan Sering Dimarahi!


Gejala disleksia pada anak 

ilustrasi anak membaca (freepik.com)


Meski gejala awal disleksia sulit terdeteksi sebelum si Kecil menginjak usia sekolah, beberapa indikasi awal yang dapat menunjukkan adanya masalah. Kondisi ini akan semakin jelas ketika mereka mulai belajar membaca.

Anak balita atau belum sekolah mungkin memiliki disleksia bila mengalami tanda-tanda berikut. 

  • Terlambat berbicara. 
  • Lambat dalam belajar kata-kata baru. 
  • Kesulitan membentuk kata-kata dengan benar.
  • Bingung membedakan kata-kata yang terdengar sama. 
  • Kesulitan mengingat atau menamai huruf, angka, dan warna. 
  • Kurang terampil mempelajari lagu anak-anak atau bermain game berima. 

Pada anak usia sekolah, gejala awal disleksia menjadi semakin jelas, seperti

  • Ketidakmampuan mengingat urutan. 
  • Menghindari kegiatan yang melibatkan membaca.
  • Kemampuan membaca jauh tertinggal di antara kelompok usia sebaya. 
  • Bermasalah dalam memproses dan memahami apa yang didengar. 
  • Kesulitan menemukan kata yang tepat untuk menjawab pertanyaan. 
  • Kesusahan melihat dan kadang-kadang mendengar persamaan dan perbedaan huruf dan kata.
  • Ketidakmampuan untuk mengeja dan mengucapkan pengucapan kata yang tidak dikenal. 
  • Membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikan tugas-tugas yang melibatkan membaca atau menulis. 


Baca juga: Tes Calistung Dihapus, 6 Kemampuan Utama Anak sebelum Masuk SD


Cara membantu anak disleksia membaca

ilustrasi anak belajar membaca (freepik.com)


Dalam laman WebMd, Amita Shroff, MD, dokter anak di Amerika menjelaskan, meski tidak ada pengobatan medis untuk disleksia, intervensi dini membantu meningkatkan keterampilan membaca si Kecil, misalnya melalui strategi coping. 


Dalam beberapa kasus, gangguan belajar ini tak terdiagnosis selama bertahun-tahun hingga dewasa. Tapi, tak ada kata terlambat untuk mengajari anak disleksia membaca.


Shoudong Feng, profesor University of Central Arkansas sekaligus koordinator Program Membaca Pascasarjana yang mengawasi terapis disleksia, membagikan cara membantu anak disleksia membaca yang bisa diterapkan orang tua. Berikut penjelasannya. 


1. Diagnosis sedini mungkin

Cara membantu anak disleksia membaca yang utama adalah melakukan diagnosis sedini mungkin. Meski tak ada batasan usia dalam mempelajari keterampilan dasar ini, dibutuhkan waktu empat kali lebih lama untuk mengajari anak kelas 4 SD. 


Identifikasi dan intervensi ini perlu dilakukan oleh ahli. Bila dilakukan sebelum si Kecil menginjak 6 tahun, akurasinya bisa mencapai 29 persen. 


2. Latihan membaca

Selanjutnya, Papa dan Mama bisa membacakan buku secara teratur dan melatih kemampuan mengeja si Kecil. Dengan memberikan mereka buku yang mudah dibaca dan sesuai dengan kemampuan, anak dapat memperluas pengetahuan dan meningkatkan kepercayaan diri.


Alternatif lain yang bisa dicoba untuk meningkatkan kosakata dan pemahaman anak adalah buku audio. Ajak mereka untuk mendengarkan kata yang diucapkan, kemudian mengulanginya. 


Mayo Clinic pun mendaftar sejumlah program dengan fitur-fitur yang bisa membantu si Kecil, di antaranya

  • Instruksi multi indera dalam keterampilan decoding. 
  • Pengulangan dan peninjauan keterampilan. 
  • Kelompok kecil atau instruksi individu. 
  • Mengajarkan keterampilan decoding. 
  • Belajar kata-kata berdasarkan penglihatan. 
  • Mengajarkan strategi pemahaman.
  • Intensitas intervensi dengan pelajaran tambahan di luar kelas seminggu sekali. 


3. Cari dukungan

Anak disleksia bukanlah tidak pernah belajar membaca, mereka hanya membutuhkan waktu lebih lama untuk menguasai keterampilan dasar ini. Tak jarang mereka membutuhkan bimbingan pribadi dari pendamping program bahasa terstruktur multisensor atau Orton-Gillingham. Metode belajar ini diperuntukkan anak yang mengalami kesulitan dalam membaca dan mengeja. 


Di sisi lain, Papa dan Mama bisa mencari dukungan dari orang tua lain yang memiliki anak dengan kondisi serupa agar bisa saling berbagi informasi dan pengalaman.


4. Beri anak kegiatan

Cara membantu anak disleksia membaca selanjutnya adalah menyeimbangkan pekerjaan rumah yang mereka dapat dari sekolah dengan kegiatan yang disukai atau hobi. Dengan cara ini, si Kecil tak akan merasa tertekan saat bersekolah.


5. Peka pada anak

Anak disleksia membutuhkan dukungan tambahan dari orang tua. Untuk itu, Papa dan Mama dituntut untuk bisa bersikap peka, misalnya dengan tidak marah atau menyalahkan anak ketika terlihat tidak berusaha keras atau malas dalam belajar. Cobalah untuk memahami dan mengerti kesulitan mereka dalam menghadapi hambatan ini. 


Itulah lima cara membantu anak disleksia membaca. Ingat, Papa dan Mama harus bersikap sabar dan pengertian. Beberapa anak memang membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menguasai kemampuan dasar ini, lho. 


Untuk mencegah risiko disleksia, Papa dan Mama bisa mendaftarkan si Kecil untuk melakukan konsultasi kesehatan bersama dokter spesialis pilihan lewat video call, lho. Tunggu apalagi? Yuk, segera downlad Kiddo.id di Google Play.


Baca juga: Hari Dongeng Sedunia, Inilah 11 Cerita Fabel untuk Dongeng Anak

Yang Ada di Kiddo.id

Marketplace Aktivitas

premium

Konten Premium

milestone

Tes Gratis


Baca Juga