Apakah Papa dan Mama senang membacakan dongeng pada Si Kecil? Setiap 20 Maret diperingati sebagai Hari Dongeng Sedunia, lho. Di antara banyaknya jenis dongeng, salah satu yang digemari anak-anak adalah cerita fabel.
Cerita fabel biasanya melibatkan lebih dari satu hewan yang dapat berbicara. Meski karakternya berupa hewan, fabel dapat menjadi media untuk menanamkan nilai-nilai positif kehidupan pada Si Kecil, lho.
Secara umum, membacakan dongeng tak hanya menyenangkan, tapi juga mampu mendekatkan Papa dan mama dengan si kecil. Melansir BBC, manfaat mendongeng tak hanya semata-mata mengasah keterampilan literasi anak, tapi juga membentuk pandangan dunia, membantu memahami orang lain, dan memberanikan mereka menghadapi dunia nyata.
Tak sampai di situ, dra.Ratih Ibrahim, M.M, psikolog klinis, menjelaskan mendongeng efektif menstimulasi perkembangan bahasa, kognitif, motorik halus, dan emosi anak. Karenanya, yuk jadikan kegiatan mendongeng sebagai rutinitas harian demi kebaikan Si Kecil.
Baca juga: Tingkatkan Minat Baca Si Kecil Dengan Cara Ini
Sejarah Hari Dongeng Sedunia

ilustrasi orang tua membacakan dongeng pada anak (freepik.com)
Mungkin Papa dan Mama penasaran mengapa Hari Dongeng Sedunia diperingati setiap tanggal 20 Maret. Melansir Days of The Year, hal ini bermulai di Swedia pada 1991.
Saat itu, masyarakat Swedia rutin merayakan Alla Berattares Dag (Hari Semua Pendongeng) yang digelar saat ekuinoks Maret. Selanjutnya, perayaan ini menyebar ke seluruh penjuru dunia.
Tahun 1997, perayaan ini telah masuk ke Australia dan Amerika Latin, kemudian menyebar ke seluruh Skandinavia pada 2002. Tercatat tahun 2009 menandai pertama kalinya perayaan ini dirayakan di enam benua. Akhirnya, 20 Maret ditetapkan sebagai Hari Dongeng Sedunia dan dirayakan hingga kini.
Perayaan ini pun bertujuan untuk melestarikan seni mendongeng lisan sehingga semakin banyak orang yang tertarik menceritakan dan mendengarkan cerita dalam bahasa masing-masing.
Baca juga: 6 Manfaat Mendongeng Sebelum Tidur Bagi Anak-Anak
Contoh cerita fabel untuk dongeng anak
Untuk memperingati Hari Dongeng Sedunia, Papa dan Mama bisa membacakan cerita fabel untuk dongeng anak. Kiddo.id telah merangkum cerita fabel yang kaya pesan moral dan nilai kehidupan untuk dijadikan pilihan bacaan.
1. Kancil cerdik dan buaya
Suatu hari, Kancil merasa kelaparan setelah berpetualang sepanjang hati. Ia kemudian melihat padat rumput di seberang sungai. Hanya saja, sungai ini dihuni banyak buaya.
Bila Kancil masuk ke sungai, pasti ia akan langsung disantap oleh buaya. Tapi, Kancil memiliki ide cemerlang. Ia berteriak dan mengganggu buaya-buaya yang pada saat itu sedang tidur pulas.
"Hai kancil, diam kau! Kalau tidak, aku makan nanti kamu," kata salah satu buaya.
Kancil mengatakan bahwa dia datang ke tepi sungai untuk menyampaikan pesan dari raja hutan. Ia mengatakan bahwa raja hutan ingin memberikan hadiah pada mereka.
Kancil lalu meminta buaya-buaya di sungai berkumpul. Ia mulai menghitung buaya satu per satu sembari berjalan di atas mereka. Hingga pada akhirnya Kancil tiba di seberang sungai. Selanjutnya, ia pun kabur dan menikmati rumput yang lezat. Berkat kecerdikannya, Kancil berhasil lolos dari buaya-buaya yang lapar.
Dari cerita ini, Kancil menyalahgunakan kecerdikannya untuk kepentingannya sendiri. Papa dan Mama bisa mengajarkan Si Kecil untuk tidak berbohong dan menyalahgunakan kecerdikan sebab bisa merugikan orang lain.
2. Kisah dua kambing
Suatu hari yang menyenangkan, dua ekor kambing terlihat mencoba menyeberangi jembatan yang sudah rapuh dan sempit. Kedua kambing ini ingin menyeberangi jembatan, namun tak ada yang mau mengalah.
Keduanya tidak ada yang mau memberi jalan untuk yang lain dan terus bertengkar. Tanpa disadari mereka sudah berjalan sampai ke tengah jembatan.
Saat mereka bertengkar dan mencoba untuk menyerobot satu sama lain, jembatan itu goyah dan ambruk. Kedua kambing itu pun jatuh ke sungai bersamaan.
Kisah dua kambing ini mengajarkan Si Kecil untuk lebih baik mengalah daripada mengalami kemalangan karena bersikap keras kepala.
3. Bebek buruk rupa
Dikisahkan seorang petani memiliki seekor bebek. Bebek ini melahirkan sepuluh telur dan semuanya menetas. Namun, dari sepuluh bebek, ada satu yang wajahnya berbeda dari sang induk. Bentuknya lebih besar dan warnanya abu-abu.
Setiap hari, bebek abu-abu ini harus hidup menderita karena diolok-olok bebek-bebek lain. Karena sedih, bebek ini pun meninggalkan peternakan dan lari ke sungai dan bertemu dengan angsa putih yang sangat cantik.
Bebek ini berusaha tidak menghiraukan angsa itu karena terlalu sedih diejek bebek lain. Saat berlari menyeberangi sungai, dia tanpa sengaja melihat bayangannya sendiri di air sungai.
Betapa terkejutnya bebek ini, ternyata wajahnya kini berubah menjadi angsa yang cantik. Ia baru menyadari kalau selama ini dirinya bukanlah itik jelek, tapi angsa yang cantik.
Dari sini, dapat dipetik bahwa penampilan bukanlah segalanya. Si Kecil dapat belajar lebih percaya diri dan menghargai perbedaan.
4. Semut dan belalang
Suatu hari, belalang yang sedang bersantai melihat semut lewat sambil membawa biji jagung ke sarangnya. Belalang lalu meminta semut bergabung bersamanya untuk bersenang-senang. Semut menolak dan memberi tahu belalang bahwa dia sedang bersiap mencari makanan untuk cadangan musim dingin. Di musim dingin, makanan akan langka dan sulit dicari.
Belalang mengabaikan cerita semut karena dia tak mau repot. Akhirnya musim dingin pun tiba dan belalang tidak memiliki makanan untuk bertahan hidup.
Ia kesusahan bertahan hidup di musim dingin. Hal ini berbanding terbalik dengan semut. Di musim dingin, semut justru sedang menikmati jagung dalam kehangatan di sarangnya.
Kisah semut dan belalang ini mengajarkan pada Si Kecil bahwa bekerja keras akan membuahkan hasil yang baik. Selain itu, jangan menjadi anak malas dan dengarkan nasihat positif dari teman dan orang sekitar.
5. Kisah gajah dan semut
Gajah dikenal sebagai binatang yang besar. Suatu hari, kawanan gajah yang besar datang ke hutan untuk mencari makan.
Kehadiran gajah ini mengganggu kawanan semut yang tinggal di sana. Banyak rumah semut hancur karena diinjak gajah yang mencari makan.
"Pergilah dari sini, gajah! Ini daerah tempat kami tinggal," kata salah satu semut.
Mendengar ucapan itu, gajah hanya tertawa. Ia tak peduli dan menganggap semut adalah binatang kecil yang tidak berbahaya.
Kawanan semut merasa kesal dan berencana untuk mengusir gajah-gajah itu dari hutan tempat mereka tinggal. Keesokan harinya, semut-semut mencoba bicara pada kawanan gajah dan meminta mereka meninggalkan hutan.
Gajah menolak untuk meninggalkan hutan dan hal ini membuat kawanan semut semakin marah. Semut-semut itu pun menyerang kawasan gajah dengan menggigit kulit dan masuk ke dalam telinga hingga gajah-gajah terjatuh.
Kawanan gajah akhirnya menyerah dan meninggalkan hutan. Mereka sadar bahwa semut-semut itu tidak bisa diremehkan hanya karena memiliki badan kecil.
Dari kisah ini, Papa dan Mama bisa mengajak Si Kecil untuk tidak meremehkan orang lain dan merasa kuat karena memiliki tubuh besar.
6. Kelinci sombong dan kura-kura
Dongeng ini menceritakan Kelinci yang sombong. Ia selalu membanggakan dirinya yang bisa berlari cepat. Suatu hari, kelinci bertemu dengan kura-kura. Ia kaget karena kura-kura begitu lambat dalam berjalan. Ia pun mulai menyombongkan diri dan mengolok-olok kura-kura.
Kura-kura berusaha tidak memedulikan ucapan kelinci. "Setiap hewan bergerak dengan langkahnya sendiri. Saya mungkin lambat, tetapi saya bisa pergi kemana saka yang saya mau. Saya bahkan bisa mencapai tujuan lebih cepat daripada kamu," kata si kura-kura.
Kelinci tidak percaya dengan perkataan kura-kura. Dia pun menantang kura-kura lomba lari. Keduanya pun setuju untuk lomba lari.
Saat lomba, kelinci berlari kencang, memimpin, dan meninggalkan kura-kura jauh di belakang. Ia yakin bisa menang, sehingga berhenti lari dan beristirahat sejenak. Tanpa disadari, kelinci justru tertidur lelap dan tak mengetahui bahwa kura-kura sudah membalasnya.
Saat dia bangun, kelinci begitu kaget karena kura-kura sudah sampai di garis finish. Si kelinci menghela napas, sementara kura-kura tersenyum ke arahnya.
Pesan moral yang bisa diberikan pada Si Kecil adalah untuk tidak meremehkan orang lain dan tidak sombong. Dengan begitu, mereka perlu bersikap rendah hati kepada siapa saja.
7. Rubah dan gagak
Pada suatu hari, hiduplah seekor rubah yang sedang kelaparan karena belum makan. Kemudian, rubah tersebut melihat seekor gagak yang terbang melintas membawa sepotong daging di paruhnya. Gagak tersebut pun hinggap di dahan pohon.
Rubah pun akhirnya menghampiri ke bawah pohon tempat gagak hinggap. Ia memuji gagak hingga gagak tersebut pun senang dan tersipu malu.
Melihat reaksi gagak, rubah melanjutkan rencananya. Ia kembali memuji gagak.
"Melihat penampilanmu yang luar biasa, aku yakin suaramu pasti melebihi suara burung lain di hutan ini. Biarkanlah aku mendengar satu lagu darimu, Nyonya Gagak. Tentu akan terdengar sangat merdu!" kata rubah.
Gagak yang merasa tersanjung pun mulai bernyanyi. Potongan daging yang tadi ada di paruhnya pun terjatuh ke tanah dan dengan cepat dibawa pergi oleh rubah. Gagak pun menyesali peristiwa tersebut. Ia menyesal karena lengah telah dipuji.
Dari cerita ini, ajarkan pada Si Kecil untuk selalu waspada. Jangan sampai pujian membuat diri kita celaka atau dimanfaatkan oleh orang lain.
8. Kisah persahabatan singa dan tikus
Singa merupakan raja hutan yang dikenal menakutkan. Tidak ada binatang di hutan yang berani mendekati singa atau berada di sarangnya.
Suatu hari, si tikus penasaran dengan sarang singa. Ia pun diam-diam datang ke sarang singa untuk melihat rumah raja hutan itu.
Tiba-tiba, singa mengetahui keberadaan tikus dan menangkapnya. Tikus merasa ketakutan dan meminta maaf kepada singa.
Si singa akhirnya melepaskan tikus dan membiarkannya bebas. Tikus sangat berterima kasih pada singa dan berjanji untuk membalas kebaikannya itu.
Hingga pada suatu hari, giliran singa yang terjebak masalah. Singa ditangkap oleh jaring pemburu di hutan. Ia meraung tidak berdaya hingga tikus mendengarnya.
Tikus berlari dengan cepat dan membantu singa lolos dari jaring pemburu. Ia menggigit tali jaring hingga singa bebas.
Singa begitu terkejut dengan aksi tikus. Ia sangat berterima kasih bisa diselamatkan tikus. Sejak peristiwa itu, singa dan tikus mulai menjalin persahabatan.
Nilai moral yang bisa dipetik untuk Si Kecil adalah menolong teman yang kesusahan akan mendapatkan balasan baik suatu hari nanti.
9. Si Kancil mencuri ketimun
Suatu hari, hutan sedang dilanda musim kemarau panjang yang membuat semua makanan habis. Kancil pun kebingungan mendapatkan makanan dan terpaksa keluar hutan untuk mencari makan karena tak ingin mati kelaparan.
Saat berjalan keluar hutan, Kancil tiba-tiba menemukan ladang timun yang besar. Seketika muncul keinginannya untuk melahap semua timun-timun di ladang itu. Ide untuk mencuri pun muncul.
Diam-diam Kancil memakan timun-timun di ladang tanpa sepengetahuan Pak Petani. Ia pun menjadi terbiasa dan sering diam-diam mencuri timun untuk dimakan di hari-hari berikutnya.
Namun, ulah nakal Kancil ini akhirnya diketahui Pak Petani. Ia marah dan berusaha menjebak Kancil agar tak mencuri lagi timun-timun di ladang. Pak Petani membuat orang-orangan sawah dari kayu dan batok kelapa untuk menakut-nakuti Kancil.
Benar saja, keesokan harinya Kancil yang kelaparan datang ke ladang timun. Ia lalu kaget dan takut melihat ada orang yang menjaga ladang Pak Petani. Kancil tidak tahu bahwa itu adalah orang-orangan sawah.
Ia pun bersembunyi dan menunggu sampai orang itu pergi untuk mencuri timun. Tapi, meski sudah lama menunggu, orang sawah itu tak kunjung pergi. Kancil akhirnya menyerah dan kembali pulang tanpa membawa timun.
Dari cerita dongeng ini, Papa dan Mama bisa menuntun Si Kecil untuk tidak menirukan sifat Kancil. Jelaskan pada mereka bahwa mencuri adalah perbuatan buruk yang bisa merugikan orang lain.
10. Kura-kura dan sepasang itik
Dikisahkan ada seekor kura-kura yang telah dihukum oleh dewa Jupiter. Kura-kura tersebut dihukum karena malas, sehingga lebih senang di rumah dan tidak menghadiri pesta pernikahan dewa Jupiter. Padahal, kura-kurang telah diundang secara khusus oleh dewa Jupiter.
Namun setelah bertahun-tahun, ia mulai ada keinginan untuk bisa datang ke pesta pernikahan. Apa daya, ia hanyalah kura-kurang yang berjalan lambat dan selalu membawa beban di punggungnya.
Hingga suatu ketika, kura-kura bertemu dengan sepasang itik dan menceritakan keluh kesahnya. Kemudian itik tersebut berkata, "Kami dapat menolongmu untuk melihat dunia. Berpeganglah pada kayu ini dengan gigimu dan kami akan membawamu jauh ke atas langit di mana kamu bisa melihat seluruh daratan di bawahmu. Tetapi kamu harus diam dan tidak berbicara atau kamu akan sangat menyesal."
Tanpa berpikir panjang, kura-kura pun langsung mengiyakan hal tersebut. Dengan cepat ia memegang kayu tersebut erat-erat dengan giginya. Sepasang itik itu pun turut menahan kedua ujung kayu itu dengan mulutnya, lalu terbang naik ke atas awan.
Kemudian, seekor burung gagak terbang melintasinya. Dia sangat kagum dengan apa yang dilihatnya dan berkata:
"Kamu pastilah Raja dari kura-kura!"
"Pasti saja......" kura-kura mulai berkata.
Celakalah kura-kura, ia lupa dengan pesan itik sebelum terbang. Ia membuka mulutnya hingga akhirnya terlepas dari gagang kayu dan terjatuh.
Nilai moral yang bisa diajarkan pada Si Kecil adalah untuk tidak bermalas-malasan. Tak hanya itu, jelaskan pada mereka kesombongan pada akhirnya akan membuat celaka.
11. Tupai yang sombong
Di suatu hutan, hiduplah seekor tupai yang sombong. Ia sering sekali mengejek binatang lainnya di hutan, salah satunya kura-kura dan kancil.
Ketika kura-kura dan kancil sedang asik bermain menangkap bola, tanpa sengaja bola yang ia lemparkan tersangkut ke pohon di samping mereka. Namun, mereka berdua kebingungan bagaimana mengambil bola tersebut.
Tiba-tiba tupai keluar dari balik pohon sambil meloncat kesana kemari dan berkata '' Haha, kasihan sekali kalian!'' ujarnya. Tupai kemudian mengambil bola yang tersangkut. Namun, ketika kura-kura meminta bola tersebut, tupai malah mengejeknya dan menyombongkan diri.
Sampai akhirnya kancil dan kura-kura pun memilih pulang karena bosan melihat tingkah tupai yang sombong. Kancil pun berteriak bahwa bola tersebut direlakannya untuk tupai.
Tupai itu terkejut mendengar teriakkan kancil dan kehilangan konsentrasinya. Sehingga, ia tergelincir ke batang pohon dan terjatuh ke kubangan sisa air hujan. Akhirnya, tupai terjatuh ke dalam kubangan.
Sedangkan bola yang dipegangnya diambil oleh kura-kura dan kancil. Sementara, kura-kura dan kancil tidak bisa menahan diri untuk tertawa melihat tubuh tupai dipenuhi dengan lumpur.
Dari kisah ini, Si Kecil dapat belajar kesombongan hanya akan membuat mereka dijauhi banyak orang. Setiap orang dilahirkan berbeda sehingga memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Itulah 11 cerita fabel untuk dongeng anak yang memiliki pesan berarti. Untuk merayakan Hari Dongeng Sedunia, Papa dan Mama juga bisa membacakan cerita dongeng lainnya. Yang pasti, buat kegiatan ini menjadi menyenangkan sehingga Si Kecil selalu menantinya.
Untuk mengembangkan minat musik anak, Papa dan Mama dapat mendaftarkan si kecil ke Kiddo Club by Kiddo.id. Papa dan Mama bisa menemukan layanan kelas dan kursus berbagai bidang sesuai dengan bakat dan minat si kecil di Kiddo.id. Tunggu apa lagi? Segera temukan layanan bimbel privat berkualitas secara praktis dan mudah bersama Kiddo.id
Baca juga: 5 Dongeng Anak Penuh Moral dari Indonesia

