Mengenal Post-Holiday Syndrome, Momok usai Liburan Sekolah

Oleh Tanggal 30 Juli 2024 7 menit

Mengenal Post-Holiday Syndrome, Momok usai Liburan Sekolah

Setelah berakhirnya liburan sekolah yang panjang, biasanya si Kecil cenderung malas untuk kembali ke sekolah. Ada fenomena yang sering disebut sebagai Post-Holiday Syndrome, yaitu perasaan cemas dan stres yang muncul setelah liburan. 


Menurut Aliansi Nasional Penyakit Mental (NAMI), hal ini bisa terjadi karena harapan atau ingatan yang tidak realistis terkait dengan waktu liburan. Sebuah survei pada tahun 2015 menunjukkan bahwa sekitar 64 persen orang melaporkan merasakan kesedihan setelah liburan. 


Tak hanya orang dewasa, Post-Holiday Syndrome juga bisa dialami oleh anak-anak, termasuk si Kecil. Beberapa anak mungkin merasa kecewa setelah liburan berakhir, dan perasaan ini bisa berupa kesedihan, kecemasan, atau depresi. Terkadang, anak-anak, terutama yang masih kecil, mungkin tidak sepenuhnya memahami mengapa mereka merasakan hal tersebut.

 

Baca juga: 9 Jenis Permainan Anak yang Edukatif, Seru untuk Dimainkan


Penyebab Post-Holiday Syndrome

ilustrasi anak makan berlebihan (freepik.com)


Pada si Kecil, terdapat beberapa faktor yang mungkin menjadi penyebab Post-Holiday Syndrome, Bunda. Mengacu pada informasi yang diambil dari laman Psych Central, berikut ini beberapa faktornya.


1. Makan berlebihan

Selama liburan, Papa dan Mama mungkin memberikan kebebasan kepada si Kecil untuk makan makanan favorit mereka dalam jumlah yang banyak. Namun, hal ini dapat berkontribusi terhadap terjadinya Post-Holiday Syndrome pada anak.


Sebuah penelitian pada tahun 2019 menemukan bahwa mengonsumsi makanan secara berlebihan dan tidak sehat dapat berdampak negatif pada suasana hati seseorang, termasuk menyebabkan perasaan sedih.


2. Sibuk bermain

Si Kecil mungkin merasa sulit untuk menolak ajakan bermain dengan teman sebaya atau saudara selama liburan. Jika mereka menolak, mereka akan merasa kesepian.


Namun, memaksakan diri untuk terus bermain tanpa adanya waktu istirahat yang cukup juga tidak disarankan. Hal ini dapat membuat anak merasa stres dan kewalahan.

 

3. Kurang tidur

Anak bisa mengalami gangguan tidur ketika mereka terlalu banyak terlibat dalam aktivitas, merasa sibuk, dan mengalami stres. Kurang tidur dapat membuat Si Kecil merasa sedih dan mengalami Post-Holiday Syndrome.


Baca juga: Mama, Lakukan Hal Ini Saat Si Kecil Menangis!


Bisakah Post-Holiday Syndrome dicegah?

ilustrasi anak mengalami post-holiday syndrome (freepik.com)


Menurut Gina Moffa, seorang pekerja sosial klinis berlisensi dan psikoterapis yang berbasis di New York City, perasaan sedih setelah liburan hanya bersifat sementara dan mencakup serangkaian emosi yang muncul setelah liburan berakhir.


Setelah liburan, Si Kecil mungkin akan mengalami kesulitan dalam kembali ke rutinitas sehari-hari, yang bisa memicu kecemasan. Gina menyarankan bahwa ada beberapa hal yang dapat dipersiapkan selama liburan untuk mengurangi risiko Post-Holiday Syndrome. Berikut adalah beberapa tips yang dapat diterapkan:

  • Merencanakan waktu luang untuk anak membaca buku atau menonton film yang ingin mereka tonton.
  • Mengatur liburan akhir pekan dengan keluarga.
  • Mengatur ulang bagaimana menghabiskan malam setelah anak belajar.


Baca juga: Lakukan 5 Tips Ini untuk Miliki Waktu Berkualitas Bersama Anak


Tips mengatasi Post-Holiday Syndrome pada anak

ilustrasi anak berolahraga (freepik.com)


Ada beberapa saran yang dapat Papa dan Mama lakukan untuk membantu mengatasi Post-Holiday Syndrome yang dirasakan si Kecil. Jika ingin tahu, berikut ini adalah beberapa tips yang Bubun bagikan berdasarkan berbagai sumber.


1. Ikut berdonasi

Menurut i laman Motherly, Papa dan Mama bisa menciptakan pengalaman bagi si Kecil untuk belajar tentang dunia di sekitarnya agar mereka bisa mengatasi rasa kecewa setelah liburan. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan mengajari mereka tentang keberuntungan yang mereka miliki dalam mendapatkan pendidikan.


Bunda bisa mengajak si Kecil untuk berpartisipasi dalam kegiatan mengumpulkan makanan untuk orang-orang yang membutuhkan. Melibatkan mereka dalam acara komunitas seperti ini akan mengajarkan anak-anak bahwa tidak semua keinginan mereka dapat terpenuhi dan ada orang lain yang membutuhkan bantuan.


2. Ciptakan waktu berkualitas dengan keluarga

Dengan bermain permainan papan atau membaca buku bersama, Papa dan Mama dapat menciptakan momen yang menyenangkan dan mengesankan dengan si Kecil. Ini akan memberikan alasan kepada anak untuk menyukai hal-hal yang terjadi setelah liburan berakhir.


3. Olahraga

Laman Lifepan menyatakan bahwa berolahraga adalah salah satu cara terbaik untuk menjaga keseimbangan energi dalam tubuh. Selain itu, olahraga juga dapat meningkatkan suasana hati si Kecil, sehingga perasaannya menjadi lebih baik.


4. Makan dengan baik

Papa dan Mama bisa berusaha untuk selalu memberikan si Kecil makanan yang mengandung sayur dan buah segar. Bantu juga si Kecil dalam menjaga pola makan yang sehat untuk masa depannya.


Selain itu, penting untuk membatasi konsumsi makanan ringan dan minuman manis. Cobalah untuk fokus dalam membeli makanan yang lebih sehat sehingga si Kecil merasa lebih baik.


5. Kembali ke rutinitas sekolah

Meskipun si Kecil mungkin merasa tidak senang, Papa dan Mama sepakat bahwa rutinitas sangat penting bagi anak agar mereka kembali bersemangat dalam bersekolah. Bunda bisa membantu mereka untuk memusatkan perhatian pada hal-hal selain liburan.


Jika sekolah si Kecil tidak memberikan tugas saat liburan, Papa dan Mama dapat mempertimbangkan untuk membuat tugas sendiri. Bunda juga bisa memainkan permainan edukatif yang dapat mengarahkan pikiran mereka kembali ke proses pembelajaran.


Setelah melalui liburan yang seru, Papa dan Mama mungkin perlu memahami dan mengatasi Post-Holiday Syndrome yang mungkin dialami oleh si Kecil. Dengan memberikan perhatian ekstra, membangun rutinitas yang stabil, dan melibatkan mereka dalam kegiatan positif, Papa dan Mama dapat membantu si Kecil mengatasi perasaan sedih dan kembali bersemangat menjalani hari-harinya. Bersama-sama, kita bisa menjaga keseimbangan emosi anak dan memastikan mereka tetap bahagia setelah liburan.


Dapatkan informasi seputar tips parenting, rekomendasi aktivitas anak, dan resep di Kiddo.id. Papa dan Mama juga bisa mengakses Jurnal Pertumbuhan by Kiddo.id untuk memantau grafik berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala si Kecil. 


Tunggu apa lagi? Segera unduh aplikasi Kiddo.id di Gogle Play atau kunjungi instagramnya di @id.kiddo.


Baca juga: 5 Ide Kegiatan Montessori untuk Anak di Rumah, Latih Kemandirian!

Yang Ada di Kiddo.id

Marketplace Aktivitas

premium

Konten Premium

milestone

Tes Gratis


Baca Juga