9 Cara Meningkatkan Motivasi Belajar Anak, Perlukah Menggunakan Reward?

Oleh Tanggal 23 Mei 2023 7 menit

9 Cara Meningkatkan Motivasi Belajar Anak, Perlukah Menggunakan Reward?

Sebagai Papa dan Mama, penting untuk membantu si Kecil belajar di rumah. Ini berarti kita tidak hanya menyuruh mereka untuk belajar, tetapi juga ikut mendampingi dan mengawal proses belajar mereka.


Jika kita hanya memberikan perintah tanpa dukungan, tidak mengherankan jika si Kecil merasa malas untuk belajar. Alasan yang sering muncul adalah karena mereka merasa tidak mendapatkan dukungan dari orangtua mereka. Tanpa kita sadari, hal ini menjadi alasan mereka enggan belajar.


Baca juga: 7 Tips Memperbanyak Kosakata Anak, Perkuat Belajar Abjad


Pentingnya memotivasi anak untuk belajar

ilustrasi anak belajar (pexels.com/Andrea Piacquadio)


Memberikan semangat pada si Kecil untuk tetap termotivasi dalam belajar sangat penting, Papa dan Mama. Hal ini dilakukan untuk mencegah hilangnya minat mereka dalam mempelajari sesuatu dalam waktu yang lama.


Dilansir dari American Psychological Association, kebosanan yang tidak segera diatasi dapat memiliki dampak yang serius. Dr. Jacquelynne Eccles, seorang profesor pendidikan di University of California, menjelaskan bahwa ketika mereka menganggap proses belajar sebagai sesuatu yang membosankan, hal itu dapat menyebabkan rasa frustrasi.

 

Agar anak tidak semakin malas belajar, Papa dan Mama perlu memiliki strategi yang efektif. Mengacu pada Brighthubeducation, penting bagi Papa dan Mama untuk mengamati proses belajar anak dengan saksama. Perhatikan kekuatan dan kebutuhan mereka dalam belajar. Selanjutnya, tentukan pola belajar yang memudahkan mereka untuk memahami materi. Selain itu, berikan motivasi agar mereka merasa senang dalam melaksanakannya.


Baca juga: 9 Kebiasaan Buruk Belajar Anak, Ada Sistem Kebut Semalam


Peran reward dalam proses belajar

ilustrasi anak belajar online (pexels.com/Julia M Cameron)


Seperti yang Papa dan Mama tahu, budaya penghargaan atau reward telah digunakan sejak anak-anak berada di taman kanak-kanak. Anak-anak diberi hadiah stiker sebagai penghargaan atas perilaku yang baik.


Menurut Sarah McGeown, seorang dosen senior psikologi perkembangan di University of Edinburgh, ada tindakan yang dapat dilakukan oleh guru dan orang tua untuk meningkatkan motivasi intrinsik anak. Salah satu contohnya adalah dalam kegiatan membaca, di mana motivasi intrinsik membaca menjadi faktor yang mempengaruhi motivasi anak.


McGeown menjelaskan pentingnya menemukan buku dengan tingkat bacaan yang sesuai untuk Si Kecil, karena hal ini akan mendorongnya untuk menganggap dirinya sebagai seorang pembaca, bahkan jika ia lebih memilih buku komik atau majalah daripada novel.


Oleh karena itu, Papa dan Mama disarankan untuk lebih fokus membangun motivasi belajar yang berasal dari dalam diri Si Kecil. Caranya adalah dengan terus memberinya pemahaman tentang manfaat yang akan ia dapatkan dari proses belajar. Dengan cara ini, motivasinya akan lebih langgeng dalam dirinya daripada sekadar mengikuti imbalan atau reward yang diberikan oleh Papa dan Mama.


Menurut Jennifer Fredricks, seorang profesor yang ahli dalam pengembangan sumber daya manusia di Connecticut College, tindakan sederhana seperti memberikan motivasi kepada siswa dapat memiliki dampak positif bagi anak-anak. Hal ini dapat mengubah mereka dari siswa yang kurang berminat menjadi pembelajar yang penuh semangat.


Motivasi yang diberikan oleh Papa dan Mama juga menjadi faktor penting. Dengan memberikan motivasi, Ayah dan Bunda dapat membangkitkan semangat Si Kecil untuk terus bersemangat dalam proses belajar. Selain itu, mereka tidak lagi melihat sekolah sebagai beban yang berat setelah mendapatkan dukungan dari orang-orang di sekitarnya.


Baca juga: 7 Kegiatan yang Menstimulasi Anak Belajar Membaca, Coba Flash Card!


Cara meningkatkan motivasi belajar anak

ilustrasi anak belajar berkelompok (pexels.com/Katerina Holmes)


Begitu, Papa dan Mama, setelah mengetahui kekuatan dan kebutuhan belajar Si Kecil, ada beberapa langkah yang bisa diambil untuk mengatasi rasa malasnya.

  

1. Kenali gaya belajar anak

Sifat-sifat khusus Si Kecil sangat mempengaruhi cara belajarnya. Jika Si Kecil kurang antusias dalam belajar, mungkin itu disebabkan karena Papa atau Mama mengajarkannya dengan metode yang tidak sesuai dengan sifatnya. Misalnya, jika Si Kecil memiliki sifat visual, dia akan lebih baik belajar melalui gambar daripada hanya mendengarkan penjelasan. Oleh karena itu, penting untuk mengenali karakteristiknya terlebih dahulu agar dapat menerapkan metode belajar yang tepat.


2. Atur jadwal belajar

Pada usia ini, Si Kecil belum perlu belajar dengan terlalu serius. Lebih baik ia memiliki lebih banyak waktu untuk bermain, karena melalui bermain, ia juga akan mengembangkan keterampilannya. Oleh karena itu, penting untuk tidak menetapkan waktu belajar yang terlalu lama. Selain bisa membuat Si Kecil bosan, waktu bermainnya juga akan berkurang.


Bagi Si Kecil yang berusia prasekolah, disarankan untuk menetapkan waktu belajar fokus selama 1 jam saja dalam setiap sesi. Sisakan waktu di antara sesi tersebut untuk bermain, terutama dengan permainan fisik yang membuatnya aktif bergerak.


3. Variasikan suasana belajar

Si Kecil memiliki kecenderungan untuk mudah bosan dengan kegiatan yang monoton. Rasa bosan tersebut dapat mengurangi semangatnya dalam belajar. Oleh karena itu, Papa dan Mama dapat mengatasi kebosanan tersebut dengan menghadirkan variasi dalam suasana belajar. Misalnya, bisa mencoba belajar di teras belakang, menggabungkan permainan dengan pembelajaran, menggunakan video sebagai media pembelajaran, dan sebagainya. Dengan mengubah suasana belajar, hal ini akan menarik minat Si Kecil dan membuatnya lebih bersemangat dalam belajar.

 

4. Ciptakan ruang belajar kondusif

Tempat belajar memiliki peran penting dalam motivasi belajar Si Kecil, Papa dan Mama. Jika tempat belajar tidak nyaman, tentunya akan mengurangi semangatnya. Oleh karena itu, penting bagi Papa dan Mama untuk menyediakan lingkungan belajar yang kondusif, seperti suhu yang nyaman, pencahayaan yang cukup, kebersihan, kenyamanan udara, dan kedamaian. Jika memungkinkan, Papa dan Mama dapat menanyakan preferensi Si Kecil tentang tempat belajar yang diinginkannya. Dengan menyesuaikan tempat belajar sesuai keinginan Si Kecil, hal ini akan meningkatkan semangatnya dalam belajar.


5. Ikut terlibat

Papa dan Mama perlu menyisihkan waktu untuk terlibat dalam pendidikan Si Kecil menghadapi situasi ini. Menurut penelitian dari University of Illinois Center for Parent-Child Studies, keterlibatan dalam pendidikan anak adalah langkah penting yang harus dilakukan oleh orangtua.


Selalu ajukan pertanyaan kepada Si Kecil mengenai apa yang sedang dipelajarinya. Tetapkan target untuk menjadi orangtua yang selalu mengikuti perkembangan pelajaran anak di sekolah. Bahas topik ini dalam percakapan santai. Hal ini merupakan cara efektif untuk menciptakan suasana belajar yang menarik dan dinamis.


6. Berikan bimbingan positif

Papa dan Mama, ciptakanlah pengalaman positif dalam pembelajaran dan di sekolah bagi Si Kecil. Bagikan pengalaman positif yang Papa dan Mama alami. Sambil menemani Si Kecil mengerjakan pekerjaan rumah (PR), ceritakanlah pengalaman tersebut. Jangan lupa untuk selalu mengingatkan kekuatan belajar dan memberikan pujian saat mereka mencapai keberhasilan di sekolah atau menyelesaikan PR. Hal ini akan membuat mereka merasa nyaman dalam mengerjakan tugas dan berbagi masalah yang mungkin mereka hadapi di sekolah.


7. Gali keingintahuan anak

Papa dan Mama, ciptakanlah suasana belajar yang lebih menarik dan interaktif dengan membangkitkan rasa ingin tahu Si Kecil. Selain memberikan materi, ajaklah dia untuk berbicara aktif. Doronglah dia untuk bertanya, bercerita, atau berbagi ide-ide yang terkait dengan pengetahuan yang akan dipelajarinya. Temukan hal menarik dalam materi tersebut, dan hubungkan dengan minat yang dimiliki anak. Dengan cara ini, akan tumbuh motivasi belajar dan keterlibatan aktif Si Kecil.


8. Berikan sugesti positif

Si Kecil mungkin berpikir bahwa belajar itu membosankan, tidak menarik, dan tidak berguna. Oleh karena itu, Mama perlu menanamkan sugesti positif tentang belajar di alam bawah sadar anak. Waktu terbaik untuk melakukannya adalah sebelum anak tidur.


Beri anak sugesti bahwa belajar adalah kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat baginya. Gunakan kalimat yang jelas, singkat, dan mudah dipahami. Hindari kata-kata negatif seperti tidak, jangan, bukan, dan harus. Untuk memperkuat sugesti ini, lakukan secara berulang-ulang, ya, Mama.


9. Jangan dipaksa

Papa dan Mama mengalami masalah yang sama, yaitu si Kecil lebih suka bermain daripada belajar. Jangan khawatir, Papa dan Mama, karena tidak semua anak yang malas belajar berarti bodoh. Mereka masih memiliki potensi untuk meraih nilai baik, asalkan diarahkan dengan metode belajar yang sesuai. Yang penting adalah memahami materi baru dengan baik, tidak perlu menghabiskan waktu terlalu lama.


Jika kita memaksa anak untuk belajar, mereka bisa merasa tertekan dan cenderung menolak. Anak lebih cenderung menolak hal-hal yang tidak disukai. Oleh karena itu, di rumah sebaiknya menghindari pendekatan yang memaksa agar agenda belajar tidak dianggap sebagai ancaman oleh mereka.


Membangkitkan motivasi belajar anak tidak bisa terjadi secara instan. Mama perlu kesabaran dan ketelatenan dalam terus mendukung anak agar mau belajar dengan rajin. Namun, jangan menjadikan belajar sebagai tuntutan yang memberatkan, karena bisa membuat anak merasa tertekan. Anak tidak hanya perlu belajar, tapi juga perlu bersosialisasi untuk membangun hubungan dengan orang lain. Yuk, semangat dalam memotivasi anak belajar, Mama.


Dapatkan informasi seputar tips parenting, rekomendasi aktivitas anak, dan resep di Kiddo.id. Papa dan Mama juga bisa mengakses Jurnal Pertumbuhan by Kiddo.id untuk memantau grafik berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala si Kecil. 


Tunggu apa lagi? Segera unduh aplikasi Kiddo.id di Gogle Play atau kunjungi instagramnya di @id.kiddo.


Baca juga: Berapa Usia Ideal Anak Belajar Musik? Yuk, Cari Tahu di Sini!

Yang Ada di Kiddo.id

Marketplace Aktivitas

premium

Konten Premium

milestone

Tes Gratis


Baca Juga