Karena sifatnya yang menyenangkan, musik disukai hampir semua anak. Tapi, tahukah Papa dan Mama berapa usia ideal anak belajar musik?
Bagi anak-anak, musik tak hanya menjadi sarana bersenang-senang, tapi juga membantu mereka berekspresi. Musik pun juga mampu menumbuhkan perasaan rileks sekaligus menjadi media terapi bagi anak yang memiliki gangguan psikologis.
Baca juga: 7 Manfaat Musik untuk Motorik dan Emosi Si Kecil, Bisa Jadi Media Terapi
Tahapan mengenalkan musik pada anak berdasarkan usia
ilustrasi anak belajar musik (pexels.com/Ksenia Chernaya)
Psikolog Nadya Prameswari menyebutkan musik dapat dikenalkan pada anak sejak dini. Uniknya, ada cara tersendiri bagi orang tua untuk mengenalkan musik sesuai usia si kecil.
Nadya menjelaskan anak berusia balita menggunakan musik sebagai sarana mengekspresikan diri karena sulit mengungkapkannya secara verbal. Ketika anak marah pun, musik menjadi sarana untuk menyalurkan energi dengan baik dan terarah. Lalu, bagaimana tahapan usia untuk mengenalkan anak dengan musik yang benar? Berikut penjelasannya.
1. Bayi usia 0-1 tahun
Saat si kecil baru lahir hingga berusia 1 tahun, Papa dan Mama bisa mengenalkan musik dengan cara bernyanyi. Metode ini bisa diawali dengan mendengarkan musik bersama, kemudian menciptakan bunyi dengan alat main atau objek di sekitar.
2. Usia toddler (1-3 tahun)
Memasuki usia 1 sampai 3 tahun, si kecil mulai mengembangkan kemampuan motorik mereka. Alhasil, tak mengherankan bila mereka akan antusias untuk menari mengikuti irama lagu.
Pada fase ini, musik dapat digunakan sebagai sarana belajar sebab dan akibat. Dengan begitu, si kecil akan mengerti setiap alat musik yang dimainkan dapat menghasilkan bunyi yang berbeda. Misalnya, bunyi drum yang dipukul akan berbeda dengan bunyi tuts piano yang ditekan.
3. Usia prasekolah (3-5 tahun)
Kita ketika si kecil menginjak usia pulang sekolah, yaitu 3-5 tahun, Papa dan Mama bisa mengenalkan konsep tempo dan nada. Agar si kecil dapat memahaminya dengan mudah, cara ini bisa dipraktikkan lewat kegiatan menari mengikuti alunan musik.
Bila musik mengalun cepat, gerakan menari si kecil juga harus cepat. Sebaliknya, bila tempo musik pelan, maka gerakan mereka pun juga harus pelan.
4. Usia sekolah (5 tahun ke atas)
Di usia ini anak sudah bisa diajarkan bermain alat musik tertentu. Bunda sudah bisa mengarahkan bakat sesuai minat anak melalui bermain alat musik.
Memasuki usia 5 tahun ke atas, anak memiliki lebih banyak pengetahuan tentang musik. Untuk itu, Papa dan mama bisa mengajarkan mereka alat musik tertentu. Bila anak menunjukkan minat yang tinggi pada musik, tak ada salahnya mengarahkan bakat mereka dengan rutin berlatih.
Baca juga: Kenali 5 Tanda Anak Miliki Bakat Bernyanyi
Berapa usia ideal anak belajar musik?
ilustrasi anak belajar biola (pexels.com/MART PRODUCTION)
Musik dianggap membawa segudang manfaat sehingga tak sedikit orang tua yang memperkenalkan anaknya dengan musik sejak dini, termasuk memfasilitasi kursus musik. Namun, berapa usia ideal anak belajar musik?
Erwin Gutawa, musisi dan Komposer ternama, menjelaskan tak ada patokan umur tertentu untuk anak belajar musik. Baginya, belajar musik perlu dilakukan sedini mungkin dengan memperhatikan beberapa faktor penentu, seperti instrumen yang dimainkan dan kekuatan motorik anak.
Beberapa alat musik yang dianjurkan untuk dimainkan anak sejak dini diantaranya drum, piano, biola dan jenis alat musik yang mampu merangsang syaraf motorik pada seluruh bagian tubuh.
Secara umum, anak belajar instrumen terlebih dahulu lewat permainan sebelum mempelajari Harmoni dan notasi instrumen. Artinya, kegiatan memainkan musik dapat dianggap sebagai kegiatan bermain sekaligus belajar.
Erwin juga menuturkan kebanyakan anak belajar musik di usia 5 tahun dengan pilihan alat musik yang terbatas. Hal ini tak lepas dari fakta sulit untuk dijangkau oleh anak karena ukuran dan beratnya.
Baca juga: 5 Lagu Anak Tradisional Yang Wajib Diketahui Si Kecil
Tips meningkatkan minat si kecil terhadap musik
ilustrasi anak mendengarkan lagu (pexels.com/Gustavo Fring)
Usai mempelajari usia ideal anak belajar musik, kini saatnya Papa dan Mama mengenal tips meningkatkan minat si kecil terhadap musik.
Selain dianggap sebagai hobi, memainkan alat musik juga mampu meningkatkan tumbuh kembang dan menyokong kemampuan akademis anak. Hal ini pun sudah dibuktikan lewat penelitian.
1. Perkenalkan si kecil dengan musik sedini mungkin supaya muncul ketertarikan pada musik.
2. Biarkan si kecil memilih sendiri instrumen yang ingin dipelajari.
3. Gunakan cara yang menyenangkan untuk mengajari si kecil bermain musik, baik ketika mengajarkan sendiri, mengikuti les musik, atau mengundang guru privat.
4. Jadikan kegiatan belajar musik menjadi sesuatu yang menyenangkan bagi mereka alih-alih sebagai keharusan atau aktivitas yang membebani.
Di samping itu, Papa dan Mama dapat melihat tanda-tanda kecerdasan musik pada si kecil yang ditunjukkan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut di antaranya
1. Senang mendengarkan lagu
2. Peka terhadap berbagai suara dan nada
3. Mudah mengingat lagu yang baru didengarkan, baik irama maupun liriknya
4. Peka terhadap berbagai suara dan nada
5. Mampu menyanyikan ulang lagu dengan baik
6. Dapat membuat musik dengan anggota tubuhnya dan benda-benda di sekitarnya
7. Mampu menciptakan irama atau nada yang menyerupai lagu.
Itulah usia ideal anak belajar musik lengkap dengan tips meningkatkan minat dan potensi si kecil terhadap musik. Bila Papa dan Mama tertarik memberikan paparan musik pada si kecil, cobalah mengajak mereka ke pertunjukkan musik atau menonton drama musikal. Apapun bentuknya, dukungan Papa dan Mama dijamin berarti untuk anak.
Untuk mengembangkan minat musik anak, Papa dan Mama dapat mendaftarkan si kecil ke Kiddo Club by Kiddo.id. Papa dan Mama bisa menemukan layanan kelas dan kursus berbagai bidang sesuai dengan bakat dan minat si kecil di Kiddo.id. Tunggu apa lagi? Segera temukan layanan bimbel privat berkualitas secara praktis dan mudah bersama Kiddo.id
Baca juga: 4 Rekomendasi Terbaik Kursus Drum

