7 Manfaat Musik untuk Motorik dan Emosi Si Kecil, Bisa Jadi Media Terapi

Oleh Tanggal 13 Maret 2023 7 menit

7 Manfaat Musik untuk Motorik dan Emosi Si Kecil, Bisa Jadi Media Terapi

Selain sering berbicara dengan bayi dalam kandungan, mendengarkan musik saat hamil disebut mampu membantu perkembangan otak janin. Sejumlah penelitian pun sudah membuktikan manfaat musik untuk motorik dan emosi anak. Lalu, benarkan stimulasi musik dan suara berkaitan dengan kecerdasan bayi ketika mereka lahir?


Mungkin Mama pernah mendengar kalau mendengarkan musik klasik, misalnya karya Mozart, untuk bayi mampu membuat otak kanan mereka berkembang lebih baik. Paparan musik klasik ini pun disebut mengembangkan kemampuan elektif si kecil, yaitu kemampuan yang berkaitan dengan pengelolaan rasa, emosi, sikap, penerimaan atau penolakan pada objek.


Baca juga: 5 Trik Tumbuhkan Kemampuan Dasar Musik Pada Anak


Mendengarkan musik untuk janin

ilustrasi ibu hamil mendengarkan musik (freepik.com)


Sebelum mendalami manfaat musik untuk motorik dan emosi anak, pernahkah Mama bertanya-tanya apakah benar mendengarkan musik klasik saat hamil baik untuk kecerdasan janin? Nyatanya, sudah ada penelitian yang membuktikan pengaruh stimulasi musik pada perkembangan bayi, lho. 


Meski dianggap membosankan, musik klasik merupakan stimulasi sekaligus terapi paling efektif yang dianjurkan diberikan sejak bayi masi di dalam kandungan. Medical News Today menyebutkan memasuki usia kandungan di atas 18 minggu, otak janin mulai menentukan area yang akan mengatur baru, rasa, penglihatan, sentuhan, dan suara. Pendengaran pun dinilai menjadi panca indera sederhana yang paling mudah dirangsang. 


Sejalan dengan ini, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, Dr. Dinda Derdameisya, Sp.OG, mengatakan stimulasi musik atau suara di usia kehamilan 29 minggu atau trimester ketiga memberikan efek yang bisa dirasakan di tiga bulan pertama kehidupan bayi.


Studi dari Newborn and Infant Nursing Reviews menjelaskan usia 25 minggu kehamilan menjadi waktu paling vital untuk perkembangan pendengaran bayi. Pasalnya, sel-sel rambut koklea, akson saraf pendengaran, dan neuron korteks pendengaran lobus temporal mulai bisa menerima sinyal frekuensi dalam intensitas tertentu. Pada trimester ketiga, janin pun mampu mengenali suara Papa dan Mama sekaligus musik. Respons ini mereka tunjukkan lewat peningkatan detak jantung atau gerakan.


Menurut President Director Yayasan dan Sekolah Musik Jakarta, Dr.Kuei Pin Yeo, musik menyimpan banyak manfaat untuk merangsang perkembangan otak anak, termasuk kemampuan kognitif yang berperan mengenali atau menafsirkan lingkungan dalam bentuk bahasa, memori dan visual.


Yeo juga menuturkan musik klasik dinilai sebagai media perangsang pendengaran paling baik pada janin di dalam kandungan. Mengapa begitu? Berbeda dengan genre musik lainnya, musik klasik memiliki metode dan jenjang yang khas. Irama musik klasik digubah dengan frekuensi yang bervariasi serta diperdengarkan lewat nada-nada yang indah.


Baca juga: 5 Aktivitas Musik yang Bisa dilakukan Anak di Rumah


Manfaat musik untuk motorik dan emosi anak 

ilustrasi anak mendengarkan musik (freepik.com)


Lewat alunan yang merdu, musik mampu membuat anak lebih rileks. Bahkan, ketika memasuki fase berbicara, tak jarang mereka mencoba ikut bernyanyi mengikuti alunan musik. Lantas, apa saja manfaat musik untuk motorik dan emosi anak? Berikut penjelasanya. 


1. Mengasah kemampuan motorik

Ketika si kecil belajar alat musik, efek musik mampu meningkatkan kemampuan motorik tangan mereka. Misalnya, lewat memukul drum atau menekan tuts piano. Seiring waktu, otot-otot halus ini akan semakin kuat sehingga anak dapat mengembangkan keterampilan menulis dengan mudah. 


2. Meningkatkan pertumbuhan otak

Dari sisi psikologis, musik bermanfaat tak hanya untuk memengaruhi kecerdasan si kecil, tapi juga meningkatkan pertumbuhan otak mereka. Ketika mendengarkan musik, anak akan menjadi lebih rileks dan riang. 


Psikolog dari Universitas Indonesia, Dra. Linda Primana, MSi menuturkan emosi positif inilah yang memaksimalkan fungsi berpikir mereka. Alhasil, Papa dan Mama tidak perlu heran bila si kecil unggul di bidang musik sekaligus pelajaran di sekolah.


3. Mengelola emosi anak

Dr.Kuei Pin Yeo menyebutkan musik efektif untuk mengelola emosional anak. Pada usia kehamilan 22-24 minggu, janin mulai mendengar suara-suara berfrekuensi rendah dari luar rahim. Ketika tumbuh dan indera pendengarannya berkembang, mereka pun belajar membedakan suara dalam jumlah yang semakin banyak. Bila Papa dan Mama telah memperdengarkan alunan musik sejak si kecil di dalam kandungan, mereka dapat dengan mudah beradaptasi dan belajar musik selama masa pertumbuhan. 


4. Meningkatkan daya konsentrasi

Dra. Linda Primana, MSi menjelaskan sebuah studi menemukan peningkatan daya konsentrasi bagi siapapun yang mendengarkan musik di pagi hari. Untuk itu, yuk Papa dan Mama jadikan memutar musik untuk didengar di setiap pagi sebagai kebiasaan. 


5. Menimbulkan relaksasi

Manfaat musik untuk motorik dan emosi anak yang tak kalah penting adalah menimbulkan relaksasi dan ketenangan. Menurut Salim, relaksasi yang dimaksud bukan sakadar membuat si kecil tertidur atau istirahat. Justru, kemampuan ini memengaruhi aspek emosional sehingga menciptakan kenyamanan dalam diri anak. 


Lebih lanjut, memori dalam otak dapat mengasosiasikan jenis bunyi atau musik tertentu pada pengalaman atau peristiwa di masa lampau yang menenangkannya. Alhasil, dengan mendengarkan musik, suhu tubuh si kecil akan naik sehingga badan terasa hangat dan memasuki relaksasi. 


6. Mengurangi stres

Siapa bilang anak-anak tidak bisa stres? Nyatanya, perubahan pemberian makanan dan minuman pada bayi serta sulitnya beradaptasi di sekolah bagi anak usia prasekolah mampu memicu tekanan dan stres. 


Meski begitu, Papa dan Mama tak perlu cemas karena musik mampu mengurangi stres dan kecemasan si kecil. Dengan memutarkan musik, anak bisa lebih rileks, bergerak aktif, dan meningkatkan daya ingat sekaligus kesadaran. Karenanya, ketika orang tua memutar musik yang riang, suasana hati anak ikut ceria sehingga mereka tertarik untuk menarik mengikuti alunan musik. 


7. Media terapi

Percaya atau tidak, musik juga bisa dijadikan media terapi berdasarkan prosedur pelaksanaan terapi. Menurut terapis musik sekaligus pengajar Institut Seni Indonesia, Yogyakarta, Dr. Djohan Salim, detak jantung dipengaruhi empat elemen dasar musik, di antaranya pitch, tempo, timbre, hingga dinamika. Keempat elemen ini nantinya terinternalisasi dalam diri si kecil dan membuat mereka nyaman. 


Ketika menjadikan musik sebagai media terapi, hal pertama yang dilakukan adalah menentukan diagnosis terhadap gangguan psikologi yang dihadapi anak guna merancang target kenyamanan. Selanjutnya, terapis musik memperkenalkan berbagai jenis musik untuk menemukan jenis musik yang dapat mewujudkan kenyamanan pada kondisi psikologis si kecil. 


Meski begitu, perlu Papa dan Mama ingat bahwa sebagai media terapi, musik tidak serta merta menyembuhkan penyakit. Sebaliknya, musik berperan sebagai suplemen dan penunjang proses penyembuhan penyakit, contohnya mengurangi gangguan disleksia, autisme, serta gangguan psikologis lainnya.


Itulah manfaat musik untuk motorik dan emosi anak. Selain meningkatkan minat mereka di bidang musik, mendengarkan musik juga bisa dijadikan metode terapi yang praktis. 


Untuk mengembangkan minat musik anak, Papa dan Mama dapat mendaftarkan si kecil ke Kiddo Club by Kiddo.id. Papa dan Mama bisa menemukan layanan kelas dan kursus berbagai bidang sesuai dengan bakat dan minat si kecil di Kiddo.id. Tunggu apa lagi? Segera temukan layanan bimbel privat berkualitas secara praktis dan mudah bersama Kiddo.id


Baca juga: 5 Rekomendasi Kelas Musik Buat Si Kecil


Yang Ada di Kiddo.id

Marketplace Aktivitas

premium

Konten Premium

milestone

Tes Gratis


Baca Juga