9 Kebiasaan Buruk Belajar Anak, Ada Sistem Kebut Semalam

Oleh Tanggal 14 Mei 2023 7 menit

9 Kebiasaan Buruk Belajar Anak, Ada Sistem Kebut Semalam

Setiap orang tua pastinya ingin memberikan yang terbaik untuk anak, tak terkecuali dalam hal pendidikan. Bila dibarengi dengan metode belajar yang tepat, ilmu yang dipelajari anak dapat diserap sepenuhnya. Hanya saja, ada beberapa kebiasaan buruk belajar anak yang kerap mereka lakukan tanpa sadar. 


Kebiasaan ini berisiko menyebabkan anak sulit mengikuti pelajaran dan memahami materi sehingga berdampak pada prestasi di sekolah. Untuk mencegahnya, Papa dan Mama perlu mengevaluasi cara belajar si Kecil, baik di rumah maupun di sekolah. 


Baca juga: 5 Tips Anak Fokus Belajar Membaca, Mudah dan Menyenangkan!


Kebiasaan buruk belajar anak

ilustrasi anak belajar (freepik.com)


Kebiasaan buruk belajar yang kerap dilakukan anak muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari menghafal materi hingga menerapkan sistem kebut semalam jelang ujian. Untuk lebih lengkapnya, yuk simak informasi di bawah ini. 


1. Menghafal

Salah satu kebiasaan buruk belajar anak yang utama adalah menghafal materi alih-alih memahaminya. Umum dilakukan sebelum menghadapi ujian, cara ini justru menyebabkan mereka mudah lupa dan tidak sepenuhnya memahami materi yang disampaikan di kelas. 


Sebagai gantinya, orang tua bisa mengajak mereka mengaitkan pelajaran dengan hal lain yang pernah dipelajari atau pengalaman sebelumnya. Bila perlu, ajari anak untuk membuat catatan singkat atau mind mapping untuk menghubungkan informasi dan memperdalam pemahaman materi. 


2. Malu bertanya 

Melansir India Today, anak cenderung merasa enggan bertanya atau berdiskusi kepada guru atau teman saat tidak mengerti materi pelajaran. Selain rasa malu, kebiasaan buruk belajar anak ini juga dipicu oleh kurangnya rasa percaya diri, tidak nyaman, dan gengsi. Oleh karenanya, orang tua perlu memberikan dukungan dan dorongan agar anak lebih percaya diri dan berani bertanya jika ada yang tidak dipahami.


3. Tidak mencatat

Seiring tingginya jenjang pendidikan anak, semakin banyak materi yang mereka pelajari. Karenanya, tak menutup kemungkinan anak sulit mengingat semua pelajaran yang disampaikan sebelum ujian. Kuncinya adalah membuat catatan kecil tentang poin-poin utama dari tiap materi.


Meski begitu, tak sedikit anak yang menerapkan kebiasaan buruk belajar dengan tidak mencatat. Selain menyulitkan proses pemahaman materi, hal ini menyebabkan anak melewatkan informasi penting yang dibahas sebelum ujian. 


Nah, Papa dan Mama perlu membiasakan anak membuat catatan dari setiap bab yang mereka pelajari dan menyimpannya dalam folder terpisah. Metode ini membantu anak belajar dengan lebih mudah dan efektif.


4. Belajar tanpa rencana

Satu lagi kebiasaan buruk belajar anak yang mengurangi motivasi mereka adalah belajar tanpa rencana. Meski terkesan sepele, rencana belajar membantu si Kecil mempelajari materi dan mengerjakan tugas dengan lebih terstruktur. 


Sebagai contoh, Papa dan Mama membuat rencana belajar matematika bab bilangan pecahan selama 60 menit dengan target untuk memahami satu pembahasan dan mengerjakan soal-soal. Bila rencana belajar ini tercapai, si Kecil bisa mempelajari bab lainnya sekaligus melatih keterampilan pengaturan waktu. 


Baca juga: 7 Cara Mengenalkan Huruf pada Anak, Lebih Seru dengan Permainan


5. Menunda tugas

Menunda-nunda pekerjaan merupakan salah satu kebiasaan buruk yang memengaruhi kualitas belajar anak. Begitupun dengan menyelesaikan tugas dengan terburu-buru sebab memungkinkan mereka melewatkan materi. 


Lalu, bagaimana cara mengatasinya? Pastikan anak mencatat setiap tugas dan tenggat waktu yang diberikan oleh guru. Selanjutnya, Papa dan Mama dapat membantu si Kecil menyelesaikan tugas sesuai rencana belajar, misalnya dengan mengerjakan tugas yang dianggap mudah sebelum beralih ke yang lebih sulit.  


6. Belajar 'instan' di malam sebelum ujian

Parents, apakah si Kecil kerap melakukan sistem kebut semalam sebelum ujian? Kebiasaan buruk belajar ini perlu dihindari, ya. Selain menunda belajar, cara seperti ini lebih mengutamakan konsep menghafal dan bukan memahami, yang kurang efektif dalam proses belajar anak.


Guna menghindari hal ini, Papa dan Mama bisa membantu si Kecil membuat jadwal belajar untuk setiap bab, misalnya merencanakan kapan waktu yang tepat untuk mengerjakan tugas dan membuat catatan. Oxford Learning menyebutkan langkah ini membantu anak tidak terlalu kewalahan jelang menghadapi ujian.

 

7. Bermain ponsel

Bila anak sudah memiliki ponsel atau tablet sendiri, ada baiknya disimpan terlebih dulu saat belajar. Hal ini bertujuan agar mereka tak terdistraksi dan sulit berkonsentrasi. Sebaliknya, keberadaan ponsel di sekitar anak hanya akan membuat mereka menunda-nunda belajar sebab lebih memilih bermain ponsel. 


Untuk itu, penting bagi orang tua untuk membuat aturan yang konsisten ketika anak belajar. Ajak si Kecil mematikan atau meletakkan ponsel mereka di tempat yang jauh dari jangkauan. Selanjutnya, berikan pemahaman bahwa belajar membutuhkan konsentrasi penuh. Dengan begitu, anak akan lebih terbiasa dan produktif dalam proses belajar.

 

8. Terdistraksi oleh televisi

Selain keberadaan ponsel, faktor lain yang memengaruhi kualitas belajar anak adalah lingkungan. Ruangan belajar yang nyaman dan tenang baik untuk menunjang proses belajar anak. Sebaliknya, ruangan yang temaram, bising, dan kurang nyaman dapat menghambat kegiatan belajar si Kecil. 


Agar anak tak mudah terdistraksi, jangan membiasakan mereka belajar di depan televisi. Tanamkan kebiasaan belajar di kamar dengan menyediakan meja belajar khusus dan kursi yang ergonomis demi kenyamanan si Kecil.  


9. Kurang tidur

Selain kebiasaan-kebiasaan buruk belajar di atas, tidak mendapat cukup istirahat juga memengaruhi kualitas belajar anak secara tak langsung. American Psychological Association menyarankan agar anak tidur setidaknya 7-9 jam dan tidak sering begadang. Tak hanya mengurangi konsentrasi, kebiasaan tidur larut malam untuk menyelesaikan tugas juga berdampak buruk pada kemampuan otak untuk mengingat informasi, lho.


Nah, itulah sejumlah kebiasaan buruk belajar yang kerap dilakukan anak tanpa sadar. Agar kegiatan belajar si Kecil berjalan lancar, Papa dan Mama perlu menciptakan lingkungan yang nyaman dan kondusif sehingga mereka tak mudah 


Dapatkan informasi seputar tips parenting, rekomendasi aktivitas anak, dan resep di Kiddo.id. Papa dan Mama juga bisa mengakses Jurnal Pertumbuhan by Kiddo.id. Papa dan Mama dapat memantau grafik berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala si Kecil. Tunggu apa lagi? Segera unduh aplikasi Kiddo.id di Gogle Play atau kunjungi instagramnya di @id.kiddo.


Baca juga: Perbedaan PAUD, Kelompok Belajar, dan TK yang Utama

Yang Ada di Kiddo.id

Marketplace Aktivitas

premium

Konten Premium

milestone

Tes Gratis


Baca Juga