7 Tips Memilih SD untuk Anak, Jangan Hanya Fokus pada Prestasi Akademis

Oleh Tanggal 14 Maret 2023 7 menit

7 Tips Memilih SD untuk Anak, Jangan Hanya Fokus pada Prestasi Akademis

Usai menyelesaikan masa kanak-kanak, kini saatnya si kecil memasuki tahap Sekolah Dasar (SD). Seperti halnya memilih TK,  menentukan SD yang sesuai minat dan bakat anak bukanlah hal yang mudah. Untuk itu, Papa dan Mama perlu mengetahui tips memilih SD untuk anak.


Seperti yang Papa dan Mama ketahui,  Indonesia tengah menjalankan program wajib belajar 9 tahun  agar tidak ada anak yang tertinggal dalam hal pendidikan. Salah satu jenjang yang harus ditempuh yakni SD, yang berlangsung selama 6 tahun. 


Sahabat Keluarga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pun juga menyarankan agar orang tua memilih sekolah yang ideal bagi anak. Dengan kata lain, kebutuhan setiap anak bisa berbeda sehingga sekolah favorit di kota belum tentu ideal untuk anak.


Lalu, sudahkah Papa dan Mama tahu bagaimana tips memilih SD untuk anak? Bisa dijadikan referensi, berikut  penjelasannya.


Baca juga: 9 Cara Belajar Membaca Anak SD, Jangan Sering Dimarahi!


Tips memilih SD untuk anak

ilustrasi kegiatan belajar di SD (pexels.com/Pavel Danilyuk)


Selain di rumah, si kecil belajar dan mengenal banyak hal baru di sekolah. Selain mengembangkan bakat dan kemampuan, di tempat ini anak mendapatkan pendidikan karakter sehingga menjadi individu yang lebih baik, cerdas, dan bertanggung jawab untuk bekal di masa depan.


Karenanya, tips memilih SD untuk anak merupakan hal esensial yang sebaiknya tidak dikesampingkan. Hanya saja, tak jarang proses ini membuat orang tua cemas untuk mengambil keputusan. Agar tidak asal mendaftarkan anak ke sekolah, berikut beberapa tips memilih SD untuk anak yang penting Papa dan Mama ketahui.


1. Libatkan anak dalam memilih

Salah satu tips memilih SD untuk anak yang utama adalah melibatkan si kecil dalam prosesnya. Hal ini cukup esensial mengingat anaklah yang  nantinya akan bersekolah.


Alih-alih menjadikan proses mencari sekolah sebagai hal yang membebani bagi si kecil, sudah menjadi tugas Papa dan Mama untuk mengkondisikan proses ini sebagai proses belajar yang menyenangkan. 


Lalu, apa jadinya jika ternyata anak menjatuhkan pilihan pada sekolah yang menurut orang tua kurang sesuai? Di sinilah ruang untuk diskusi diperlukan. Dengan melibatkan anak untuk berdiskusi tentang hal yang penting, akan timbul rasa bangga dan sifat terbuka untuk mengekspresikan pendapat mereka.


2. Pilih lokasi terdekat

Aspek lain yang perlu menjadi pertimbangan orang tua dalam memilih SD untuk anak adalah lokasi dari rumah ke sekolah. Dengan memilih sekolah yang dekat dengan rumah, Papa dan Mama bisa menghemat waktu,  energi, dan biaya. 


Sebaliknya, sekolah yang jaraknya jauh dari rumah dapat menguras energi anak di jalan. Tidak bisa tak bisa dibayangkan bila si kecil harus bangun pagi-pagi sekali hanya untuk bersiap ke sekolah dan pulang agak larut karena jarak yang sangat jauh.  Belum lagi bila saat mengantar si kecil, Papa dan Mama harus terjebak di kemacetan lalu lintas yang bisa mengakibatkan mereka terlambat masuk maupun pulang sekolah.


3. Sesuaikan dengan anggaran dan kebutuhan

Meski tergoda untuk memasukkan si kecil di sekolah dengan akreditas bagus Papa dan Mama tetap perlu menyesuaikan biaya sekolah dengan anggaran dan kebutuhan yang dimiliki.  sekolah berkualitas tidak harus selalu ditandai dengan biaya bulanan yang mahal.  Pikirkan apakah biaya sekolah sebanding dengan sistem pendidikan, fasilitas, serta sarana dan prasarana yang ditawarkan sekolah.


Di samping itu, Papa dan Mama bisa mencari tahu apakah sekolah dilengkapi antar-jemput bus sekolah atau menyediakan makan siang. Yang pasti, pertimbangkan untuk memilih sekolah yang mematok biaya sesuai anggaran orang tua. 


4. Jangan hanya mementingkan prestasi akademis

Setiap orang tua pastinya menginginkan  anak mendapatkan yang terbaik, termasuk dalam bidang akademis. Maka dari itu, tak sedikit orang tua yang mengutamakan aspek akademis sebagai pertimbangan pertama dalam membeli SD untuk anak. Bahkan, mereka rela melakukan apa saja untuk mendapatkan sekolah dengan prestasi akademik tertinggi di kota.


Padahal, Kemendikbud menyarankan pada orangtua untuk tidak terjebak pada istilah-istilah sekolah favorit, unggulan, plus, akselerasi, standar internasional dan label-label istimewa lainnya. Sekolah yang baik tidak hanya mengedepankan aspek kognitif, tapi juga  menggali, menemukan, mengembangkan, mengoptimalkan, dan merangkul seluruh potensi atau kecerdasan majemuk peserta didik.


5. Cermati kurikulum dan program pendidikan

Satu lagi tips memilih SD untuk anak yang tak kalah pentingnya adalah memperhatikan kurikulum dan program pendidikan yang diterapkan. Aspek ini cukup esensial lantaran memengaruhi jenis input yang diperoleh anak dan cara penyampaiannya dalam proses belajar mengajar. 


Meski penerapan kurikulum sudah diatur dan diseragamkan pemerintah, ada kalanya sekolah melakukan modifikasi yang disesuaikan dengan kondisi sekolah (kekayaan lokal), lingkungan, dan kebutuhan masyarakat. Karenanya, tak mengherankan bila Papa dan Mama menemukan sekolah yang yang mengusung kurikulum pendidikan nasional, internasional, hingga kurikulum khusus, misalnya Montessori dan Cambridge. 


Selain dituntut jeli dan teliti dalam memilih kurikulum yang sesuai dengan minat dan bakat si kecil, kegiatan ekstrakuler yang diselenggarakan sekolah  juga tak boleh lepas dari pandangan orang tua. Dengan kata lain, Papa dan Mama perlu menilai apakah kegiatan ini dapat mengoptimalkan bakat, minat, dan potensi anak.


Baca juga: Tips Memilih Bimbel Anak SD yang Tepercaya


6. Pastikan program sekolah terukur dan realistis

Pertimbangan yang bisa dijadikan Papa dan Mama sebagai patokan dalam tips memilih SD untuk anak adalah program yang ditawarkan oleh sekolah. Sekolah dengan kualitas baik tentunya memiliki visi dan misi yang jelas, terukur, dan realistis.


Pernyataan visi dan misi ini pun tertuang dalam beberapa aspek nilai yang ditonjolkan sekolah,  misalnya nilai keagamaan, akademis, karakter, perilaku, kecakapan hidup, kemandirian dan nilai kewirausahaan (entrepreneurship). Bila sekolah yang hendak dipilih sudah menerapkan hal ini, Papa dan Mama tak perlu khawatir si kecil tidak mendapatkan pendidikan karakter yang semestinya.


7. Perhatikan sarana dan prasarana

Sarana dan prasarana yang disediakan oleh sekolah juga bisa menjadi bahan pertimbangan penting bagi Papa dan Mama serta si kecil dalam memilih sekolah. Diibaratkan sebagai rumah kedua bagi anak, sekolah perlu diharapkan mampu memenuhi kebutuhan mereka.


Sarana dan prasarana ini tak hanya mencakup bangunan fisik, tapi juga ruang kelas, taman, perpustakaan, laboratorium, sarana olah raga dan kesenian, arena bermain, kantin, perlengkapan kelas, hingga alat peraga edukasi yang dimiliki sekolah.


8. Perhatikan peran tenaga pendidik

Kurikulum dan program yang ideal merupakan aspek yang penting,  tapi yang lebih penting yaitu guru atau tenaga pendidik yang menjalankannya. Sebagai ujung tombak pendidikan, guru berperan untuk mencetak dan mengkader generasi penerus yang didambakan.  Artinya, akan sia-sia bila kurikulum yang ideal tidak didukung oleh pelaksana yang cakap dan kompeten.


Papa dan Mama tak perlu ragu untuk menanyakan pengalaman  mengajar atau program kompetensi yang pernah diikuti guru, misalnya penataran, beasiswa pendidikan, atau program sertifikasi guru. 


Dengan guru yang kompeten, akan tercipta suasana pembelajaran yang menyenangkan dan efektif untuk si kecil. Perkataan, sikap, dan perilaku guru pun bisa menjadi panutan bagi anak untuk bertindak dalam kehidupan sehari-hari di luar sekolah.


9. Pertimbangkan pendidikan agama

Pendidikan agama tak hanya penting diajarkan oleh orang tua tapi juga sekolah. Dengan pendidikan agama yang sesuai porsinya, anak belajar memiliki kesadaran dan pemahaman yang benar tentang tugas, peran, dan tanggung jawab mereka sebagai hamba Tuhan, sebagai anak, sebagai siswa, dan sebagai anggota masyarakat.


Pastinya akan memberikan kebanggaan tersendiri bagi Papa dan Mama ketika melihat si kecil mampu menghargai orang lain dengan segala perbedaan serta bisa memilih kegiatan-kegiatan yang bermanfaat dan yang tidak bermanfaat.


Itulah sembilan tips memilih SD untuk anak yang penting dipertimbangkan orang tua. Selain melibatkan anak dalam proses memilih, Papa dan Mama juga perlu memperhatikan kurikulum, program pendidikan, fasilitas, sekaligus anggaran sekolah. Meski ingin memberikan yang terbaik untuk anak, orang tua juga perlu menilai daya dan kemampuan yang dimiliki. 


Untuk mengembangkan bakat dan minat anak, Papa dan Mama dapat mendaftarkan si kecil ke Kiddo Club by Kiddo.id. Papa dan Mama bisa menemukan layanan kelas dan kursus berbagai bidang sesuai dengan potensi mereka. Tunggu apa lagi? Segera temukan layanan bimbel privat berkualitas secara praktis dan mudah bersama Kiddo.id


Baca juga: 7 Strategi Seru Belajar Matematika untuk Anak SD


Yang Ada di Kiddo.id

Marketplace Aktivitas

premium

Konten Premium

milestone

Tes Gratis


Baca Juga