Orang tua pastinya menginginkan yang terbaik untuk anak, terutama dalam hal pendidikan. Memasuki usia Taman Kanak-Kanak (TK), Papa dan Mama perlu segera menentukan sekolah yang tepat. Tak perlu bingung, karena Kiddo.id telah menyiapkan tips memilih TK untuk anak berikut ini.
Secara umum, memilih TK untuk anak usia dini bukanlah hal yang mudah, mengingat ini merupakan pondasi sekaligus bekal si kecil untuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Yang terpenting, sekolah mampu mengembangkan kemampuan anak berdasarkan minat dan bakat mereka.
Baca juga: 5 Alasan Anak Perlu Masuk TK Sebelum Sekolah Dasar
Tips memilih TK untuk anak
ilustrasi anak TK (pexels.com/Ksenia Chernaya)
TK merupakan pendidikan formal pertama anak untuk belajar dan bersosialisasi. Sebagai tempat anak mengenal dan mempelajari hal baru sekaligus mengembangkan bakat mereka, TK hadir dengan beragam kualitas. Agar Papa dan Mama tak salah pilih, yuk simak tips memilih TK untuk anak berikut.
1. Perhatikan kurikulum dan program pembelajaran
Salah satu tips memilih TK untuk anak yang utama adalah memperhatikan kurikulum dan program pembelajaran. Setiap sekolah pastinya dirancang dengan kurikulum dan program pembelajaran berbeda yang masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Ada yang menggunakan kurikulum pendidikan nasional internasional, hingga kurikulum khusus, misalnya Montessori dan Cambridge.
Untuk itu, ada baiknya orang tua memilih sekolah yang sesuai dengan tujuan pendidikan anak. Sebagai contoh, bila ingin si kecil jago berbahasa Inggris, Papa dan Mama bisa mempertimbangkan untuk mendaftarkan mereka di sekolah dengan kurikulum internasional yang menggunakan bahasa pengantar Bahasa Inggris.
2. Pertimbangkan fasilitas
Tak hanya memperhatikan kurikulum dan program pembelajaran yang diterapkan, penting bagi Papa dan Mama untuk mempertimbangkan fasilitas yang disediakan oleh TK. Sekolah yang bagus tidak serta-merta berarti bangunan yang mewah atau sarana prasarana yang mahal.
Aspek tak kalah penting untuk diperhatikan orang tua adalah kebersihan, keamanan, dan ketersediaan fasilitas sesuai kebutuhan anak. Jangan sampai si kecil merasa tidak nyaman karena kamar mandi yang bau atau lapangan yang yang kotor karena sampah.
Orang tua juga perlu memilih sekolah yang mampu menunjang proses tumbuh kembang baik dari segi motorik, sosial, bahasa, kognitif, hingga emosional. Untuk itu, ketika sedang memilih TK, tak ada salahnya Papa dan Mama berkunjung langsung agar bisa mengetahui fasilitas yang ditawarkan dan menilai apakah sudah sesuai dengan kebutuhan anak.
3. Pilih lokasi terdekat
Tak jarang orang tua mendaftarkan anak di TK berkualitas tanpa mengindahkan lokasinya. Padahal, jarak yang jauh belum tentu sepadan dengan usaha Papa dan Mama mengantar si kecil.
Dalam hal ini, Papa dan Mama sebaiknya memilih sekolah yang lokasinya strategis dan tidak jauh dari rumah. Setidaknya jarak yang perlu ditempuh tidak lebih dari 15 menit.
Selain menghindari anak terlambat datang ke sekolah karena macet, pilihan ini mampu menghemat waktu dan biaya. Dengan bersekolah di dekat rumah, si kecil juga bisa berteman dengan anak sebaya yang menghadiri sekolah yang sama sehingga mampu melatih keterampilan bersosialisasi mereka.
Baca juga: Cara Efektif Mengajari Anak TK Mulai Membaca
4. Perhatikan kompetensi guru
Selanjutnya, pilih sekolah dengan kualitas guru dan atau tenaga pengajar serta pegawai yang terdidik. Hal ini relatif esensial mengingat merekalah yang akan berinteraksi dengan si kecil dalam keseharian. Pastinya Papa dan Mama tidak mengharapkan menitipkan anak pada guru yang kurang sabar, telaten, dan tidak kompeten di bidangnya.
Meski karakter tenaga pengajar di sekolah bisa terlihat dari cara mereka mengobrol dan berinteraksi dengan orang lain, terutama dengan anak-anak, tak ada salahnya Papa dan Mama menanyakan pengalaman dan latar belakang mereka saat berkunjung. Nantinya, hal ini bisa menjadi pertimbangan untuk memilih TK untuk anak yang sesuai dengan potensinya.
5. Perhatikan perbandingan murid dan guru
Satu lagi tips memilih TK untuk anak yang seringkali terlupakan adalah memperhatikan perbandingan murid dan guru dalam satu kelas. Kelas yang ideal umumnya tidak memiliki terlalu banyak murid. Selain terlalu ramai, hal ini berpotensi membuat proses belajar mengajar kurang maksimal sehingga si kecil sulit menyerap informasi.
Sebaiknya, bila dalam kelas berisi maksimal 25 anak, maka diperlukan 3 guru sebagai pembimbing dan pendamping. Dengan cara ini, akan dihasilkan perbandingan 1:8. Artinya, setiap guru bertanggung jawab akan proses belajar 8 anak.
6. Simak waktu belajar
Sebagai masa transisi usia prasekolah menuju usia sekolah, fase belajar di TK diharapkan tidak terlalu panjang. Anak pun tidak hanya fokus pada pembelajaran, tapi juga mengikuti pengasuhan terprogram.
Sesuai Kurikulum 2013 PAUD terbaru Permendikbud 146 Tahun 2014, proses belajar anak usia 4-5 idealnya berlangsung paling sedikit 900 menit per minggu dengan menekankan aktivitas belajar sambil bermain. Standar lama waktu pembelajaran di TK ini bisa dibagi menjadi dua, yaitu 150 menit untuk 6 pertemuan per minggu atau 180 menit untuk 5 kali pertemuan per minggu.
Ketika di sekolah, anak akan menerima beragam pembelajaran menarik dan imajinatif yang tidak ditemui di lingkungan keluarga. Stimulasi yang tepat ini mampu mendukung tumbuh kembang mereka untuk lebih optimal. Sebaliknya, waktu belajar yang terlalu lama hanya akan mendatangkan rasa bosan dan lelah pada anak sehingga mereka tidak bersemangat untuk beraktivitas sepulang sekolah.
7. Sesuaikan biaya dengan anggaran
Setiap sekolah pastinya mematok biaya yang berbeda tergantung kurikulum, program pembelajaran, dan fasilitas yang disediakan. Biaya ini pun tak hanya soal uang pangkal dan SPP, tapi juga biaya field trip, seragam, alat tulis, bahkan hiburan anak. Alhasil, Papa dan Mama perlu menyesuaikan biaya sekolah si kecil dengan budget dan kualitas yang ditawarkan.
Sekolah mahal tidak selalu menawarkan kualitas terbaik, begitupun sekolah yang sederhana tidak selalu memiliki kualitas buruk. Mendaftarkan anak di sekolah yang mahal juga tidak dapat menjamin si kecil akan tumbuh pintar. Untuk itu, Papa dan Mama bisa membandingkan biaya sekolah dengan fasilitas dan program yang dimiliki.
Itulah tujuh tips memilih TK untuk anak yang penting diketahui orang tua. Apapun sekolah pilihan Papa dan Mama, sesuaikan dengan minat dan bakat si kecil. Jangan sampai mereka sulit mengembangkan potensinya karena tidak mendapatkan pembelajaran dan fasilitas yang sesuai.
Untuk mengembangkan bakat dan minat anak, Papa dan Mama dapat mendaftarkan si kecil ke Kiddo Club by Kiddo.id. Papa dan Mama bisa menemukan layanan kelas dan kursus berbagai bidang sesuai dengan potensi mereka. Tunggu apa lagi? Segera temukan layanan bimbel privat berkualitas secara praktis dan mudah bersama Kiddo.id
Baca juga: Ini 5 Olahraga Anak TK Yang Bagus untuk Perkembangan

