Parents, apakah si Kecil mengalami disleksia? Jangan dianggap beban, ya. Terlepas dari keterbatasan dalam menguasai keterampilan membaca dan menulis, ada kelebihan anak disleksia yang menunjukkan keistimewaan mereka, lho.
Anak yang kesulitan membaca dan menulis bukan berarti mereka tidak pintar dan kurang berusaha keras dalam belajar. Cukup krusial bagi orang tua untuk memahami dan menghargai kemajuan mereka, sekecil apapun.
Baca juga: 5 Cara Membantu Anak Disleksia Membaca, Ajari Decoding
Persepsi pada anak disleksia
ilustrasi anak membaca (freepik.com)
Akibat perbedaan neurobiologis, anak disleksia memiliki ketidakmampuan belajar, seperti kesulitan mengenali kata yang tepat, mengeja, membaca, dan memahami teks. Melansir Psychology Today, meski akurat dan didukung bukti empiris, definisi ini dianggap memberikan pemahaman negatif dan membatasi kemampuan penderitanya.
Padahal, disleksia mendorong anak untuk menjadi lebih kreatif, lho. Hal ini ditemukan psikolog Dr. Beverley Steffart saat mengunjungi Sekolah Tinggi Seni dan Desain Central St Martin di London pada akhir 1990-an. Meski tiga per empat siswanya menderita disleksia, kreativitas mereka tak terbatas.
Dalam buku The Dyslexic Advantage, Brock Eide dan Fernette Eide menjelaskan disleksia berhubungan dengan kemampuan berpikir kreatif dan holistik. Anak dengan kondisi ini melihat dunia dengan cara berbeda secara menyeluruh.
Baca juga: 9 Manfaat Belajar Menggambar bagi Tumbuh Kembang Si Kecil, Latih Analisis Visual
Kelebihan anak disleksia
ilustrasi anak melukis (freepik.com)
Meski kesulitan menguasai keterampilan membaca dan menulis, anak disleksia memiliki keunikan dan kemahiran tersendiri. Menilik Nessy, inilah kelebihan anak disleksia yang patut dibanggakan.
1. Penglihatan periferal lebih tajam
Salah satu kelebihan anak disleksia terletak pada ketajaman penglihatan periferal. Dengan kemampuan ini, mereka dapat dengan cepat memahami seluruh gambaran.
Mereka mampu melihat gambar secara luas, bukan hanya sekadar detail-detail kecil. Misal, saat disuguhkan gambar pohon, si Kecil akan melihatnya sebagai hutan, lho.
Matthew H. Schneps, astrofisika asal Universitas Harvard, mengungkapkan anak disleksia menggunakan lensa sudut lebar untuk melihat dunia, sementara yang lain cenderung memilih telefoto.
2. Unggul dalam pemrosesan visual global
Selain itu, anak disleksia memiliki kepekaan dan kemampuan pemrosesan visual global yang lebih unggul. Bagi ilmuwan disleksia, Christopher Tonkin, kemampuan memperhatikan hal-hal yang tidak lazim memungkinkan si Kecil memecahkan masalah dan menemukan solusi yang kreatif.
Uniknya, sebagian peneliti di Pusat Astrofisika Harvard-Smithsonian mengalami disleksia, lho. Mereka mampu mengidentifikasi dan menghafal gambar kompleks, yang tentunya esensial dalam bidang ini.
3. Mengenali pola
Besarnya ketertarikan pada sistem komplek dan pola menjadikan anak disleksia tertarik dengan bidang sains dan matematika. Tak hanya memecahkan masalah dan memahami konsep matematika kompleks, mereka mampu mengamati fenomena alam dan hubungan antara benda-benda astronomi.
4. Mahir dalam pengetahuan ruang
Satu lagi kelebihan anak disleksia yang utama adalah kemampuan mereka memanipulasi objek 3 dimensi dalam pikiran. Kenyataanya, beberapa arsitek dan perancang busana terkenal di dunia juga mengalami disleksia, lho.
Contohnya, Thomas Jacob Hilfiger, perancang busana Amerika dan pendiri Tommy Hilfiger Corporation. Saat di bangku sekolah, Thomas kerap dianggap bodoh karena sulit membaca. Ia berusaha fokus pada satu objek dan tidak melihat ke kanan-kiri-atas-bawah pada halaman buku.
5. Berpikir secara visual
Apakah si Kecil lebih mudah menyerap informasi secara visual daripada menggunakan kata-kata? Ternyata, hal ini merupakan kelebihan anak disleksia, lho. Studi dari University of California menemukan anak disleksia meningkatkan kemampuan memori dengan mengenali gambar.
Bahkan, Auguste Rodin, pemahat Perancis abad ke-19, memiliki ingatan visual yang kuat meski mengidap disleksia parah. Di usia 14 tahun, ia dapat melukis ulang lukisan yang dilihatnya di museum pada siang hari.
6. Berpikir strategis
Keterbatasan dalam membaca dan menulis tak menghalangi anak disleksia untuk mengembangkan kemampuan berpikir strategis mereka. Saat sedang fokus, mereka mampu menyusun strategi kreatif yang berdampak positif pada keberhasilan.
Si Kecil pun juga lebih komunikatif dibandingkan teman sebaya mereka. Beberapa tokoh dunia yang sukses mendirikan bisnis meski memiliki disleksia, yaitu Thomas Edison, Henry Ford, Richard Branson, Steve Jobs, dan Charles Schwab.
7. Memberi solusi kreatif
Karena mampu melihat situasi dari berbagai sudut dengan pendekatan kreatif, anak disleksia dikenal memiliki cara berpikir unik dalam memecahkan masalah. Di samping itu, mereka mengandalkan intuisi dan pemikiran visual untuk mencapai tujuan, lho.
Meski Papa dan Mama kerap melihat si Kecil melamun dan mengamati lingkungan sekitar, mereka sebenarnya tengah berpikir intuitif untuk menyelesaikan masalah serta mengembangkan ide-ide baru dan solusi yang inovatif.
Nah, itulah tujuh kelebihan anak disleksia yang penting orang tua ketahui. Alih-alih menganggap si Kecil bodoh atau kurang mampu, kini saatnya Papa dan Mama melihat sisi positif dari gangguan belajar ini. Ingat, setiap anak membutuhkan waktu dan proses bebeda untuk menguasai keterampilan dasar ini.
Untuk mencegah risiko disleksia, Papa dan Mama bisa mendaftarkan si Kecil untuk melakukan konsultasi kesehatan bersama dokter spesialis pilihan lewat video call, lho. Tunggu apalagi? Yuk, segera downlad Kiddo.id di Google Play. Baca juga: 7 Cara Meningkatkan Daya Ingat Anak, Gunakan Bantuan Visual

