Papa dan Mama tentu ingin si Kecil tumbuh menjadi anak yang tangguh dan optimis. Namun, hal ini memerlukan waktu dan usaha, ya. Salah satu caranya adalah dengan menanamkan rasa optimis pada si Kecil.
Terdapat banyak alasan bagus untuk mendorong optimisme pada si Kecil. Selain berpengaruh positif pada kesehatan mental dan fisiknya dalam jangka panjang, penelitian juga menunjukkan bahwa sikap positif dapat memberikan manfaat sepanjang hidupnya.
Selain itu, rasa optimis ini akan membantu si Kecil dalam mengambil keputusan dan mengatasi tantangan yang dihadapinya. Dr. Kenneth Ginsburg, M.D., M.S., Ed, penulis dan Co-Director Center for Parent and Teen Communication di The Children's Hospital of Philadelphia, menjelaskan bahwa mengajarkan si Kecil untuk bersikap positif akan membentuk karakternya di masa depan.
Baca juga: 7 Cara Mendidik Anak Mandiri, Jangan Ototriter
Menumbuhkan sikap optimis pada anak
ilustrasi anak optimis (freepik.com)
Papa dan Mama ingin si Kecil menjadi anak yang optimis. Untuk itu, berikut ini ada beberapa tips menumbuhkan rasa optimis pada si Kecil yang bisa dicoba versi Kiddo.id.
1. Jadilah seorang model yang optimis
Si Kecil selalu mencontoh perilaku dari Papa dan Mama sebagai panutan. Mereka akan meniru ketika Papa dan Mama menunjukkan sikap optimis, misalnya saat menghadapi kemacetan bersama keluarga.
Untuk menanamkan sikap optimis pada si Kecil, Papa dan Mama perlu menunjukkan contoh bahwa mereka juga memiliki rasa optimis. Misalnya, saat menghadapi kemacetan, carilah jalur alternatif di peta untuk menghindari macet, bukan hanya mengeluh dan pasrah.
Selain membantu mengembangkan sikap optimisme pada si Kecil, sikap optimis dari Papa dan Mama juga berpengaruh pada pola asuh anak. Sebuah jurnal yang dipublikasikan oleh U.S National Library of Medicine menunjukkan bahwa tingkat optimisme yang tinggi pada orang tua dapat melindungi anak-anak dari pola asuh yang buruk.
2. Ajari anak untuk melihat sisi positif
Papa dan Mama harus membantu si Kecil memahami bahwa setiap situasi dan orang memiliki sisi positif dan negatif. Dorong si Kecil untuk selalu mencari hal-hal positif, bahkan dalam situasi yang kurang menyenangkan. Dengan begitu, Papa dan Mama dapat menanamkan sikap optimis pada si Kecil.
Contohnya, jika Papa dan si Kecil harus menunggu dalam antrean panjang di toko grosir, manfaatkan waktu tersebut dengan bertanya-tanya mengenai sekolah atau teman-temannya agar si Kecil tidak merasa bosan.
Sebaliknya, janganlah menggerutu atau menyalahkan situasi yang ada. Coba gunakan waktu menunggu tersebut untuk melakukan hal-hal positif, seperti berbincang-bincang dengan si Kecil untuk memperkuat hubungan antara orang tua dan anak.
3. Biarkan anak mengambil risiko
Si Kecil akan mendapatkan kepercayaan diri dengan menunjukkan kemampuannya. Rasa percaya diri ini akan membantu mereka memiliki pandangan yang optimis. Namun, jika si Kecil menghadapi tantangan atau mengalami kegagalan, hal itu sebenarnya tidak menjadi masalah besar. Penting bagi mereka untuk belajar menghadapi tantangan dan mengambil pelajaran dari kegagalan.
Namun, perlu diingat bahwa kepercayaan diri yang berlebihan dan tidak realistis pada si Kecil dapat menyebabkan mereka mengambil risiko yang berbahaya dan berlebihan. Oleh karena itu, sebagai Papa dan Mama, penting untuk membantu mereka memahami batas-batas dan konsekuensi dari setiap tindakan yang diambil. Dengan begitu, si Kecil dapat tumbuh dengan sikap optimis yang seimbang dan bijaksana.
4. Berikan pujian yang tulus
Anak menyukai pujian, seperti halnya semua orang. Pujian dapat membantu mereka tumbuh dan berkembang ketika diakui atas pekerjaan yang baik.
Namun, Papa dan Mama perlu ingat bahwa terlalu sering memuji si Kecil bisa berdampak buruk. Menurut Martin Seligman, PhD, penulis The Optimistic Child, pujian berlebihan bisa menjadi bumerang. Oleh karena itu, untuk membantu si Kecil memiliki rasa optimis tanpa menjadi sombong, berikan pujian ketika mereka melakukan sesuatu dengan baik, tetapi juga akui jika mereka belum mencapai hasil yang diinginkan.
5. Dengarkan masalah anak
Mendengarkan masalah si Kecil adalah cara untuk menunjukkan dukungan dari Papa dan Mama. Respon yang serius dan tanpa menghakimi sangat penting.
Papa dan Mama perlu menunjukkan empati dengan memahami apa yang si Kecil ungkapkan saat mereka mengalami kekecewaan atau patah hati. Ini adalah bagian dari hubungan yang penuh perhatian, yang juga merupakan elemen penting dalam memelihara harapan dan sikap optimis pada si Kecil.
6. Ajari anak mengelola stres
Papa dan Mama bisa menjaga si Kecil dari kesulitan di rumah, tetapi ketika berada di luar zona nyaman, mereka tetap harus menghadapi kenyataan bahwa hidup kadang-kadang bisa menimbulkan situasi yang menegangkan.
Hal yang perlu diajarkan kepada si Kecil adalah menerima perbedaan dan mencari solusi saat menghadapi tantangan atau stres. Papa dan Mama bisa menunjukkan contoh dengan sikap positif dalam menemukan solusi, sehingga si Kecil belajar bahwa ada cara yang baik dan sehat untuk terus maju, bahkan saat hidup penuh dengan tekanan.
7. Dorong anak untuk selalu melakukan hal baru
Papa dan Mama tahu bahwa masa anak-anak adalah waktu yang penuh pembelajaran. Oleh karena itu, mereka perlu mendorong si Kecil untuk mencoba hal-hal baru yang dapat menumbuhkan rasa optimis dalam dirinya.
Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan mengasah keterampilan si Kecil dan mengajarkan mereka untuk melakukan kebaikan dengan membantu sesama. Dengan begitu, si Kecil akan memiliki sikap optimis ketika menghadapi berbagai tantangan, baik dari dalam dirinya maupun dari lingkungan sekitar.
Papa dan Mama juga menyadari bahwa mendidik anak agar optimis bukanlah hal yang mudah. Tetapi, mereka tetap sabar dan berproses dalam membantu si Kecil menjadi anak yang mampu bersikap optimis dan meraih kesuksesan di masa depan.
Papa dan Mama, sebagai orang tua, tentu menginginkan si Kecil tumbuh dengan sikap optimis dalam menghadapi kehidupan. Menumbuhkan optimisme pada anak dapat dilakukan dengan memberikan dukungan dan pujian atas usahanya, serta mengajarkan cara menghadapi tantangan dengan sikap positif. Dengan begitu, si Kecil dapat mengembangkan rasa percaya diri dan melihat peluang di setiap situasi yang dihadapinya.
Dapatkan informasi seputar tips parenting, rekomendasi aktivitas anak, dan resep di Kiddo.id. Papa dan Mama juga bisa mengakses Jurnal Pertumbuhan by Kiddo.id untuk memantau grafik berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala si Kecil.
Tunggu apa lagi? Segera unduh aplikasi Kiddo.id di Google Play atau kunjungi instagramnya di @id.kiddo.
Baca juga: 13 Karakteristik Anak Usia Dini, Tinggi Rasa Ingin Tahu

