Si Kecil sedang berada di masa emas, Papa dan Mama. Pada usia ini, tumbuh kembang anak sangat pesat dan dia menunjukkan karakter-karakter yang mencerminkan dirinya, baik yang bawaan dari lahir maupun dari lingkungan sekitarnya.
Menurut UU Sisdiknas No. 20 tahun 2003, si Kecil yang berada pada rentang usia 0-6 tahun termasuk dalam kategori anak usia dini. Pendidikan pada usia ini bertujuan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani serta rohani anak, sehingga ia memiliki kesiapan dalam mengikuti pendidikan yang lebih lanjut.
Si Kecil, menurut Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), memiliki pengertian yang sama dengan apa yang tertulis dalam UU Sisdiknas. Rentang usia 0-6 tahun adalah masa di mana anak memiliki karakter yang berbeda dibandingkan dengan anak usia yang lebih besar.
Baca juga: Perbedaan PAUD, Kelompok Belajar, dan TK yang Utama
Karakter anak usia dini
ilustrasi anak bermain di lumpur (pexels.com/Luna Lovegood)
Setiap individu memiliki karakter yang mendasar dan membedakannya dari yang lain. Hal yang sama berlaku pada si Kecil yang memiliki karakter yang berbeda-beda pada setiap anak usia dini. Beberapa karakteristik anak usia dini dapat dilihat pada buku How to Adult dan modul Hakikat Anak Usia Dini karya Dr. Sri Tatminingsih, M.Pd dan Iin Cintasih, S.Pd., M.Pd.
1. Bersifat unik
Tiap anak memiliki keunikan tersendiri, Papa dan Mama. Mereka mempunyai ciri-ciri, minat, dan kesukaan yang berbeda-beda, dipengaruhi oleh latar belakang serta budaya yang berbeda juga. Tidak ada anak yang bisa disamakan satu dengan yang lainnya karena setiap individu mempunyai ciri khas masing-masing.
Uniknya si Kecil juga bisa terlihat dari kemampuan, cara belajar, dan hal-hal yang dapat menarik perhatiannya. Meskipun mereka mempelajari hal yang sama dalam kelompok, tetapi setiap anak mempunyai pola perkembangan yang berbeda, sehingga mereka akan tetap unik dan berbeda satu sama lain.
2. Bersifat spontan
Si Kecil cenderung jujur dan spontan dalam bertindak, Papa dan Mama. Mereka tidak pandai berpura-pura dan mengekspresikan perasaan dan pikiran dengan jujur tanpa memperdulikan pendapat orang lain. Oleh karena itu, orang tua perlu memahami bahwa setiap anak memiliki keunikan dan karakter yang berbeda-beda, sehingga membutuhkan perlakuan dan pengasuhan yang sesuai.
3. Ceroboh
Si Kecil memiliki sifat spontan yang membuatnya kurang mempertimbangkan tindakan yang akan dilakukan. Ketika ingin sesuatu, ia cenderung langsung melakukannya tanpa memikirkan konsekuensi yang mungkin akan terjadi, bahkan jika itu dapat membahayakan dirinya sendiri.
4. Aktif dan energik
Si Kecil memang dikenal memiliki energi yang tak terbatas, Papa dan Mama. Mereka bisa bergerak tanpa henti dari pagi hingga malam hari, hanya diam saat tertidur di malam hari.
5. Egois
Si Kecil selalu berpikir berdasarkan pengalaman dan pengetahuannya yang masih terbatas. Dia cenderung merasa bahwa segala sesuatu yang disukainya dan diinginkannya harus menjadi miliknya. Dalam pandangannya, pemikiran seperti ini mungkin tampak masuk akal dan logis karena dia belum memahami konsep berbagi dan memikirkan kepentingan orang lain.
6. Pemarah
Si Kecil bisa menunjukkan emosi dengan bebas, Papa dan Mama. Ia bisa menjadi lebih mudah marah dan lebih sulit untuk mengontrol emosinya, terkadang ia juga bisa menjadi terlalu bersemangat dibandingkan teman sebayanya. Hal itu bisa membuat hidupnya terasa lebih sulit meski tidak ada yang salah dengan itu, seperti yang dijelaskan oleh psikoterapis Amy Morin, LCSW, seperti yang dikutip dari Very Well Family.
7. Penasaran
Si Kecil memiliki rasa ingin tahu yang besar, Papa dan Mama. Dia selalu penasaran dan ingin mengetahui jawaban dari setiap hal yang menarik perhatiannya. Hal ini sangat baik bagi kemampuan kognitif anak, karena dia akan terus mengembangkan pengetahuannya.
Namun, sebagai orang tua, perlu hati-hati saat memberikan jawaban pada anak. Kita harus memastikan bahwa jawaban yang diberikan dipahami dengan benar dan tidak menimbulkan salah paham yang dapat berdampak negatif pada keseharian si Kecil.
8. Kemampuan mengingat terbatas
Si Kecil pada usia dini akan mulai menyadari lingkungan di sekitarnya dan mengenali objek-objek yang menarik perhatiannya, termasuk bagian tubuhnya dan orang-orang terdekatnya. Meskipun ingatan anak pada usia ini masih terbatas, Papa dan Mama dapat membantunya dengan terus mengulang mengingatkan dan mengajari hal-hal yang perlu dikenalinya.
9. Berjiwa petualang
Si Kecil dengan rasa ingin tahu yang besar, memiliki keinginan untuk menjelajahi benda dan lingkungan di sekitarnya. Hal ini terjadi karena anak usia dini ingin mengetahui lebih dalam mengenai objek yang ada di sekitarnya.
Melansir Psychology Today, Meri Wallace, seorang ahli parenting dan terapis anak dan keluarga, menjelaskan bahwa setiap objek yang ada di dekat si Kecil akan menjadi benda yang menarik bagi si Kecil untuk dieksplorasi.
10. Memiliki imajinasi dan fantasi yang tinggi
Si Kecil memiliki daya imajinasi dan fantasi yang sangat tinggi, Papa dan Mama. Oleh karena itu, jangan anggap anak sebagai pembohong atau pembual ketika ia menceritakan hal-hal yang menurut kita terlalu fantastis. Namun, Bunda perlu membimbingnya dan memberikan pemahaman tentang realitas agar anak tidak salah mengartikan pikirannya sendiri.
11. Mahir berkata-kata
Si Kecil, pada usia dini, akan semakin pandai dalam mengucapkan kata-kata dan mengekspresikannya, Papa dan Mama. Selain itu, dia akan sering menirukan suara binatang seperti anjing atau kucing. Seiring bertambahnya usia, kemampuan bahasa anak akan terus berkembang dan dia akan mulai membentuk kalimat yang lebih kompleks ketika berbicara.
12. Mudah frustrasi dan tidak sabar
Si Kecil, pada usianya yang masih sangat muda, biasanya memiliki kecenderungan untuk mudah merasa putus asa, frustrasi, dan kehilangan kesabaran ketika menemui kesulitan dalam suatu hal, Papa dan Mama.
Saat merasa tidak nyaman atau kesulitan, anak biasanya akan mencari hal lain yang lebih menyenangkan dan menghiburnya. Sebagai orang tua, Papa dan Mama perlu membantu anak mengatasi rasa frustasinya dan memberinya dorongan agar ia tetap bersemangat dalam menghadapi tantangan.
13. Sulit diajak fokus
Si Kecil memiliki rentang perhatian yang pendek, sekitar 10 menit saja, Papa dan Mama. Hal ini membuatnya sulit untuk diam dan focus pada kegiatan yang memerlukan ketenangan. Apabila kegiatan yang dilakukan terlalu monoton, si Kecil cenderung cepat merasa bosan dan beralih ke kegiatan yang lebih menyenangkan. Sebaliknya, jika kegiatan yang dilakukan sangat menyenangkan, maka si Kecil akan lebih mudah terfokus dan tertarik pada kegiatan tersebut.
Baca juga: 7 Tips Memilih TK untuk Anak, Perhatikan Kurikulumnya
Cara membangun karakter anak usia dini

ilustrasi belajar bersepeda (pexels.com/Gustavo Fring)
Si Kecil perlu dibentuk karakternya sejak dini, Papa dan Mama. Ada banyak faktor yang memengaruhi pembentukan karakter anak, di antaranya adalah bawaan dari dalam dirinya dan pandangan anak terhadap dunia di sekitarnya.
Faktor-faktor tersebut meliputi pengetahuan, pengalaman, prinsip moral yang diterima, bimbingan, pengarahan, serta interaksi antara orang tua dan anak. Oleh karena itu, penting bagi Papa dan Mama untuk memberikan bimbingan dan pengarahan yang tepat kepada si Kecil agar ia tumbuh menjadi anak yang berperilaku baik dan memiliki karakter yang kuat.
Papa dan Mama memiliki peran besar dalam membentuk karakter si Kecil, sehingga perlu menerapkan beberapa cara untuk membangun karakter yang baik pada anak.
Menurut Seri Bacaan Orang Tua: Membangun Karakter Anak Usia Dini yang terdapat di laman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), terdapat beberapa cara untuk membentuk karakter anak usia dini.
1. Menegakkan disiplin
Orang tua bisa mulai mendisiplinkan si Kecil sejak dini dengan cara memperkenalkan batasan dan tanggung jawab yang perlu dipahami oleh anak. Untuk membuat anak merasa nyaman, orang tua bisa memberikan contoh langsung ketika menjelaskan batasan dan tanggung jawab tersebut.
Konsistensi orang tua dalam mendidik anak juga sangat penting. Jika suatu saat anak diajarkan untuk tidak melakukan sesuatu, maka orang tua harus tetap konsisten di waktu yang lain. Hal ini akan membantu anak memahami bahwa aturan yang diberikan oleh orang tua harus selalu diikuti.
Papa dan Mama dapat mendidik anak agar disiplin tanpa harus bersikap terlalu keras. Karena jika Papa dan Mama bersikap terlalu keras, maka anak hanya akan bersikap disiplin saat berada di bawah pengawasan mereka.
Namun, Papa dan Mama juga tidak boleh bersikap terlalu lembut dalam mendidik anak, karena nantinya anak akan meremehkan disiplin yang diajarkan dan menjadi acuh tak acuh terhadapnya.
2. Terlibat dalam pembangunan karakter anak
Si Kecil akan tumbuh menjadi karakter yang baik jika Ayah dan Bunda membangun karakternya dengan tepat. Salah satunya adalah dengan memberikan contoh langsung dalam mempraktekkan hal-hal yang ingin diajarkan pada anak.
Sebagai contoh, jika ingin mengajarkan Si Kecil untuk menjaga kebersihan rumah, ajaklah dia untuk bersih-bersih bersama. Atau jika ingin mengajarkan sikap jujur, contohnya adalah ketika menemukan barang orang lain di jalan, ajaklah Si Kecil untuk mengembalikannya pada pemiliknya.
Dengan memberikan contoh tersebut, Si Kecil akan lebih mudah meniru dan menjadikan kebiasaan sebagai bagian dari karakternya.
3. Menjadi contoh baik bagi anak
Si Kecil cenderung meniru apa yang dilihat dari lingkungan sekitarnya, terutama dari Ayah dan Bunda. Oleh karena itu, orang tua perlu memperhatikan dan menjaga sikap serta perilaku yang ditunjukkan agar anak tidak meniru hal-hal yang di luar norma dalam kehidupan sehari-hari.
4. Menumbuhkan nilai-nilai moral pada anak
Untuk menumbuhkan nilai-nilai moral pada si Kecil, Papa dan Mama perlu memberikan contoh yang baik dalam keseharian mereka. Namun, selain memberikan contoh langsung,
Papa dan Mama juga perlu berbicara dan bertukar pikiran dengan anak tentang nilai-nilai tersebut. Dengan begitu, Papa dan Mama bisa mengetahui sejauh mana pemahaman si Kecil tentang nilai-nilai moral dan membantu mengembangkannya agar menjadi pribadi yang lebih baik.
Ingatlah bahwa setiap anak memiliki karakteristik yang berbeda, namun ada beberapa hal umum yang dapat dijadikan acuan dalam mendidik si Kecil pada usia dini. Dengan memahami karakteristik anak usia dini, Papa dan Mama dapat membantu si Kecil tumbuh dan berkembang dengan baik, serta mempersiapkannya untuk menjadi individu yang mandiri dan sukses di masa depan.
Parents, sudahkah si Kecil tumbuh optimal? Pastikan mereka tumbuh ideal sesuai dengan panduan WHO Child Growth Standard. Tak perlu bingung, cukup akses Jurnal Pertumbuhan by Kiddo.id. Papa dan Mama dapat memantau grafik berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala si Kecil. Tunggu apa lagi? Segera unduh aplikasi Kiddo.id di Gogle Play atau kunjungi instagramnya di @id.kiddo.
Baca juga: Penting! Kenali 5 Alasan Kenakalan Anak Usia Dini

