7 Alasan Pentingnya Membawa Bekal ke Sekolah, Biar Tak Jajan Sembarangan

Oleh Tanggal 5 Agustus 2023 7 menit

7 Alasan Pentingnya Membawa Bekal ke Sekolah, Biar Tak Jajan Sembarangan

Kebiasaan membawa bekal ke sekolah untuk si Kecil sudah berlangsung lama di masyarakat Indonesia. Hal ini karena dianggap lebih sehat dan terbatasnya variasi jajanan di sekolah.


Namun, seiring berjalannya waktu, kebiasaan ini semakin jarang dilakukan dan banyak Papa dan Mama yang menganggapnya merepotkan, tidak praktis, serta terpengaruh banyaknya pilihan menu di kantin sekolah.


Pemberian uang jajan kepada si Kecil dianggap lebih mudah dan praktis, bahkan sebagian anak merasa kurang percaya diri membawa bekal ke sekolah. Selain itu, jajan di kantin dianggap lebih keren karena tidak perlu khawatir tentang kotak bekal yang tertinggal atau hilang.


Namun, sebenarnya membawa bekal ke sekolah telah terbukti sebagai kebiasaan baik yang memberikan manfaat bagi si Kecil. Berikut adalah manfaat membawa bekal ke sekolah yang perlu diketahui oleh Papa dan Mama.

 

Baca juga: 9 Inspirasi Resep Bekal Anak TK, Bawakan Kyaraben Panda


Alasan pentingnya membawa bekal ke sekolah 

ilustrasi anak membawa bekal ke sekolah (pexels.com/Yan Krukau)


Membawa bekal ke sekolah telah diyakini sebagai pilihan yang lebih baik untuk kesehatan si Kecil. Lalu, apa saja manfaatnya? Mari kita simak selengkapnya di sini.


1. Menjamin Pemenuhan Nutrisi Harian Anak

Membawa bekal ke sekolah tidak hanya memastikan perut si Kecil terisi, tetapi juga memenuhi kebutuhan nutrisi harian mereka. Berbeda dengan jajanan yang mungkin hanya membuat perut kenyang, bekal yang disiapkan oleh Papa dan Mama mengandung nutrisi dan porsi yang sesuai dengan usia si Kecil.


Meskipun pertumbuhan anak usia sekolah tidak secepat balita, namun tetaplah bergantung pada nutrisi yang diperoleh dari makanan dan minuman yang dikonsumsi setiap harinya. Oleh karena itu, penting untuk menyediakan bekal yang kaya akan zat gizi makro dan mikro, seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral, agar kebutuhan nutrisi anak terpenuhi dengan baik.

 

2. Lebih Banyak Variasi Bekal

Dengan membawa bekal, Papa dan Mama memberikan kesempatan kepada si Kecil untuk menikmati lebih banyak variasi menu makanan. Berbeda dengan menu jajanan di kantin sekolah yang hampir selalu sama setiap hari, keterbatasan variasi menu tersebut juga berarti terbatasnya pilihan makanan dan minuman yang tersedia bagi si Kecil saat membeli di sekolah.


Ketika Papa dan Mama menyediakan bekal untuk si Kecil, hal ini memberikan kesempatan untuk menyiapkan beragam kombinasi menu makanan. Misalnya, bisa menggunakan sisa makanan dari semalam, menyajikan camilan favorit si Kecil, atau menghadirkan jajanan kekinian yang dibuat sendiri di rumah. Bahkan, jika bingung mencari ide-ide baru, cukup melakukan pencarian online, dan berbagai variasi menu bekal dapat menjadi sumber inspirasi yang berguna untuk hari ini.


3. Lebih Murah dan Hemat

Papa dan Mama mungkin merasa bahwa memberikan uang jajan sebesar Rp 10.000 kepada si Kecil terasa kurang memadai. Dengan jumlah uang tersebut, kemungkinan besar anak hanya bisa membeli camilan ringan yang kurang bergizi dan hanya memberikan kenyang sesaat. Padahal, di sekolah, aktivitas anak cukup padat sehingga mereka membutuhkan makanan yang kaya akan gizi dan memberikan energi yang cukup.


Oleh karena itu, lebih baik memilih opsi membawa bekal ke sekolah sebagai solusi terbaik untuk menghemat pengeluaran. Dengan dana yang sama, Papa dan Mama sudah dapat menyiapkan roti isi telur yang lezat dan bergizi, ditambah dengan satu buah buah kesukaan si Kecil. 


Bahkan, makanan berat seperti nasi goreng dengan sayuran, daging ayam, dan telur mata sapi buatan sendiri dapat disajikan dalam dua kali porsi makan. Hal ini akan lebih ekonomis dan menghemat pengeluaran keluarga, bukan?

 

4. Lebih Bersih

Papa dan Mama tentu merasa lebih tenang saat membawakan bekal untuk si Kecil karena dapat memastikan kebersihan dan kualitas menu yang mereka santap. Dengan menyiapkan bekal sendiri, Anda tahu dengan pasti bahan-bahan yang digunakan, serta bagaimana cara pengolahan dan pengemasan bekal tersebut.


Bandingkan dengan membiarkan si Kecil membeli jajanan di sekolah. Anda tidak bisa mengontrol apakah bahan-bahan tersebut sudah dicuci dengan bersih atau bagaimana cara mengolah dan menyimpan makanan yang sudah matang. Meskipun membeli jajanan terasa lebih praktis, Papa dan Mama harus siap menghadapi kemungkinan efek negatif akibat faktor kebersihan yang kurang diperhatikan, seperti reaksi alergi dan masalah pencernaan pada si Kecil.

 

5. Anak Bisa Memaksimalkan Waktu Istirahat

Biasanya, waktu istirahat si Kecil di sekolah tidak terlalu lama, sekitar 15-20 menit per sesi. Namun, jika mereka harus pergi ke kantin, memesan makanan, menunggu pesanan datang, dan menyantapnya, proses ini memakan waktu yang relatif singkat.


Membawa bekal sendiri menjadi pilihan cerdas agar si Kecil dapat memanfaatkan waktu istirahat dengan lebih efisien. Mereka bisa langsung menyantap bekal di tempat yang mereka inginkan, tanpa harus antre atau khawatir kehabisan makanan.


Cukup membuka kotak bekal, makanan sudah tersedia, dan si Kecil bisa langsung menyantapnya. Dengan begitu, mereka dapat menggunakan sisa waktu istirahat untuk aktivitas lain, seperti berinteraksi dengan teman-teman atau menikmati suasana di luar kelas dengan duduk-duduk santai.

 

6. Menjaga Anak Terhindar dari Sumber Alergi

Tidak jarang bagi si Kecil untuk memiliki alergi terhadap beberapa jenis bahan makanan, dan terkadang mereka tidak menyadari atau tidak mengetahui alergi yang dialaminya. Oleh karena itu, penting bagi Papa dan Mama untuk lebih berhati-hati.


Tanpa disadari, si Kecil dapat mengalami reaksi alergi saat mengonsumsi makanan tertentu, terutama jika mereka membeli jajan sembarangan di tempat yang kurang terkontrol kebersihannya. Untuk menjaga anak dari potensi alergi, membawa bekal buatan sendiri ke sekolah adalah pilihan yang bijaksana. Dengan begitu, Papa dan Mama dapat memastikan bahwa makanan yang dikonsumsi si Kecil aman dan sesuai dengan kebutuhan energi dan nutrisinya.

 

7. Menambah Energi dan Meningkatkan Performa Anak di Sekolah

Si Kecil menghadapi aktivitas belajar yang memerlukan lebih dari sekadar duduk manis sepanjang hari. Untuk bisa fokus dan berkonsentrasi di kelas, mereka butuh asupan bergizi yang cukup.


Oleh karena itu, Papa dan Mama perlu menyediakan bekal bagi si Kecil sehingga mereka memiliki cukup energi untuk beraktivitas di sekolah. Dengan memberikan bekal, porsi dan kandungan makanan dapat diatur secara tepat sesuai kebutuhan kalori harian si Kecil, sehingga mereka mendapatkan nutrisi yang proporsional.


Sebaliknya, jika si Kecil sering jajan makanan dengan kandungan garam dan lemak tinggi, performanya tidak akan maksimal. Selain itu, kebiasaan menyantap makanan tidak sehat tersebut berisiko tinggi bagi kesehatan mereka di masa depan. Oleh karena itu, memberikan bekal merupakan pilihan yang lebih baik untuk mendukung pertumbuhan dan kesehatan si Kecil.


Manfaat membawa bekal ke sekolah seperti yang telah dijelaskan sebelumnya semakin menegaskan pentingnya menanamkan kebiasaan baik ini sejak dini pada si Kecil. Demi kesehatan dan tumbuh kembang anak, Papa dan Mama harus bersedia meluangkan waktu untuk menyiapkan bekal sekolah mereka.


Tak perlu khawatir tentang tampilan bekal yang indah dan keren, karena bekal sederhana buatan Papa dan Mama akan disantap dengan lahap dan senang hati oleh si Kecil! Selamat berkreasi dalam menyiapkan bekal untuk si buah hati yang selalu dinantikan di waktu istirahat di sekolah.


Dapatkan informasi seputar tips parenting, rekomendasi aktivitas anak, dan resep di Kiddo.id. Papa dan Mama juga bisa mengakses Jurnal Pertumbuhan by Kiddo.id untuk memantau grafik berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala si Kecil. 


Tunggu apa lagi? Segera unduh aplikasi Kiddo.id di Google Play atau kunjungi instagramnya di @id.kiddo.


Baca juga: 7 Tips Membuat Bekal Sekolah untuk Anak, Sedia Menu Darurat

Yang Ada di Kiddo.id

Marketplace Aktivitas

premium

Konten Premium

milestone

Tes Gratis


Baca Juga