Sejak awal kehidupan, indera bayi belum bisa bekerja sepenuhnya. Untuk itu, Papa dan Mama perlu memberikan beragam stimulus, contohnya melalui permainan atau sensory play. Manfaat sensory play untuk anak baik untuk perkembangan keterampilan sensorik mereka.
Sebagai bagian penting dari perkembangan otak anak di usia dini, keterampilan sensorik berperan membangun pemahaman tentang dunia sekitar. Di samping itu, ketajaman indera juga membantu otak si Kecil menyimpan informasi penting yang berguna untuk mengambil keputusan, misalnya menghindari memegang gelas yang panas.
Healthline menjelaskan sensory play fokus pada perasa, penciuman, penglihatan, sentuhan, dan pendengaran yang merupakan indera utama. Kelima indera ini paling umum digunakan dalam keseharian dan memengaruhi kelancaran saat beraktivitas.
Baca juga: 9 Keterampilan Anak yang Harus Dimiliki Sebelum SD, Bukan Cuma Berhitung
Manfaat sensory play
ilustrasi anak bermain air saat mandi (freepik.com)
Manfaat sensory play untuk anak tak hanya mempertajam indera mereka, tapi juga memperkuat struktur otak sehingga mereka lebih awas menavigasi diri sendiri ketika besar nanti. Lalu, apa yang dimaksud sensory play?
Secara umum, sensory play merupakan jenis kegiatan atau permainan yang melatih indera sentuhan/peraba, penciuman, pengecapan, pendengaran, dan penglihatan anak. Meski begitu, indera sensorik juga melibatkan aspek gerakan, keseimbangan, dan kesadaran spasial.
Penasaran apa saja manfaat sensory play untuk anak lainnya? Berikut penjelasan selengkapnya.
1. Mengembangkan kemampuan kognitif
Studi dari Michigan State University menyebutkan manfaat sensory play juga melibatkan kecerdasan kognitif anak. Nyatanya, permainan yang melibatkan berbagai macam indera mampu menguatkan sel-sel saraf otak alias sinapsis sehingga memungkinkan mereka untuk belajar dan beradaptasi.
Sebaliknya, tanpa stimulasi yang tepat dari indera dan lingkungan, jaringan koneksi ini tak akan tercipta sehingga otak tidak berkembang dengan baik. Tapi, berkat sensory play, si Kecil diajak berpikir kritis untuk menelaah situasi sekaligus memecahkan masalah sederhana.
2. Mengasah keterampilan motorik halus dan kasar
Selanjutnya, sensory play berguna untuk mengasah keterampilan motorik halus dan kasar. Keterampilan motorik kasar melibatkan pergerakan otot-otot besar, misalnya berlari, berjalan, melompat, dan memanjat. Adapun keterampilan motorik halus berhubungan dengan otot-otot halus untuk menulis, menggambar, dan mengangkat sendok.
Melalui permainan sensorik, si Kecil belajar mengasah koordinasi antara mata dengan tangan. Seiring pertumbuhan, hal ini bermanfaat untuk mengembangkan kemampuan lain yang lebih kompleks, contohnya beraktivitas fisik.
3. Mendorong keingintahuan
Salah satu manfaat sensory play untuk anak yang utama adalah mendorong rasa ingin tahu. Meski si Kecil memiliki naluri untuk menjelajahi dunia sekitar sejak lahir, Papa dan Mama perlu mengasah indera mereka lewat permainan sensori agar lebih optimal.
Permainan sensorik membantu memperkuat koneksi antar saraf untuk memproses dan menanggapi informasi di sekitar. Berbekal pemahaman ini, si Kecil mampu mengamati, membuat pilihan, memecahkan masalah, dan membuat kesimpulan.
Dengan memuaskan rasa ingin tahu, anak mengenali benda-benda yang mereka sukai ataupun tidak, serta belajar menentukan benda yang aman untuk disentuh dan dieksplorasi.
4. Media relaksasi
Very Well Family menyebutkan permainan sensory play membuat suasana hati si Kecil lebih baik. Karena melibatkan berbagai indera, permainan ini mengajak anak untuk fokus dan mengalihkan pikiran dari hal yang membuat mereka kesal, sedih, atau marah.
Pada anak hiperaktif, permainan sensorik bermanfaat untuk memusatkan perhatian pada hal-hal penting. Stimulasi yang diterima oleh indera mengalihkan perhatian mereka pada sensasi yang dirasakan. Dengan menjadi lebih fokus, perasaan si Kecil berubah lebih tenang.
5. Menanamkan interaksi sosial
Agar lebih seru, Papa dan Mama bisa mengajak saudara kandung atau teman sebaya si Kecil untuk bermain sensory play. Secara langsung tak langsung, hal ini turut mengembangkan keterampilan sosial anak.
Sebagai contoh, Papa dan Mama bisa mengajak si Kecil bermain ayunan di taman atau mengadakan playdate bermain menyusun balok. Dengan memiliki lawan bicara, si Kecil belajar untuk berkomunikasi, memecahkan masalah, dan beradaptasi dengan cara orang lain bermain.
6. Melatih perkembangan bahasa
Menilik Cleveland Clinic, manfaat sensory play untuk anak tak hanya memudahkan mereka beradaptasi dengan lingkungan, tapi juga menyalurkan emosi, keinginan, dan kebutuhan.
Paparan berbagai tekstur, bentuk, suara, suhu, atau warna menstimulasi anak untuk belajar mendeskripsikan hal-hal baru yang mereka eksplorasi. Alhasil, si Kecil merasa antusias untuk memilih kata-kata yang lebih deskriptif untuk berkomunikasi.
Baca juga: 8 Tips Melatih Kemampuan Berpikir Anak Umur 3 Tahun, Awali dari Sekarang
Ragam permainan sensory play
ilustrasi anak bermain playdough (freepik.com)
Tak melulu membeli permainan sensory play, Papa dan Mama bisa memanfaatkan aktivitas sehari-hari untuk mengembangkan kelima indera si Kecil. Nah, inilah ragam ide permainan sensory play yang menyenangkan untuk dimainkan di rumah.
1. Permainan sensory board
Manfaat sensory play untuk anak bisa Papa dan Mama berikan lewat permainan sensory board. Sesuai namanya, permainan ini berupa papan sederhana yang diisi benda beraneka bentuk dan tekstur.
Untuk membuatnya, Papa dan Mama bisa memanfaatkan papan kayu atau plastik bekas. Selanjutnya, tempelkan macam-macam barang, contohnya gantungan kunci, spons mandi, bulu-bulu halus, rumput sintetis, dan benda-benda lain untuk menstimulasi panca indera anak. Yang pasti, hindari memasang benda-benda yang berpotensi membahayakan si Kecil, ya.
2. Bermain air
Satu lagi aktivitas sensorik yang menyenangkan adalah bermain air. Selain bak mandi atau bathtub, Papa dan Mama juga bisa memanfaatkan kolam renang pompa untuk menampung air.
Setelah menyiapkan wadah berisi air, masukkan bola, boneka bebek, busa sabun, dan barang-barang lain yang dapat dieksplorasi di dalam air. Kemudian, minta anak untuk mengamati benda di dalam air dan melihat apa yang terjadi pada benda itu. Contohnya, minta mereka memasukkan koin logam, batu, atau pasir ke dalam air.
3. Bermain dengan makanan
Aktivitas sensory play yang bisa dicoba selanjutnya adalah bermain dengan makanan. Hadir dalam berbagai bentuk, warna, dan tekstur, makanan merupakan media sensorik yang mudah diraba, diremas, dan dicicipi si Kecil.
Bahkan, studi dari jurnal Appetite menemukan anak prasekolah yang terbiasa bermain sensori makanan, seperti sayur dan buah, lebih tertarik mencoba makanan-makanan baru.
Untuk mencoba permainan ini, usai menyuapi anak, Papa dan Mama bisa mengajak mereka bermain melalui media makanan, contohnya yogurt, spaghetti, jagung, atau buah naga.
4. Bermain coba rasa dan tebak aroma
Jenis permainan sensory play yang satu ini mirip permainan sebelumnya. Bedanya, aktivitas ini bertujuan untuk melatih indera pengecap si Kecil.
Caranya cukup mudah, Papa dan Mama bisa menyiapkan gula pasir, garam, buah lemon, dan sedikit bubuk cabai. Kemudian, biarkan mereka mencoba sedikit demi sedikit dan merespons makanan yang dicicipi.
Untuk melatih indera penciuman si Kecil, Papa dan Mama bisa mengajak mereka mencium aroma dari bermacam-macam makanan, misalnya kopi, terasi, dan jeruk.
5. Playdough
Selain makanan, bahan lunak juga bisa dijadikan media untuk melatih keterampilan sensorik anak, misalnya playdough atau plastisin. Selain membelinya secara online, Papa dan Mama juga bisa menciptakan kreasi playdough sendiri di rumah.
Caranya, siapkan tepung, pewarna makanan, dan minyak. Selanjutnya, lumatkan seluruh bahan menjadi satu hingga warna tercampur merata.
Setelah jadi, playdough bisa dimanfaatkan sebagai media si Kecil bereksperimen dengan benda bertekstur lunak dan licin. Sebagai contoh, ajak mereka untuk menggulung, memotong, atau bahkan membentuk benda dari playdough.
Nah, itu dia enam manfaat sensory play untuk anak lengkap dengan ide permainan yang menyenangkan. Mengasah ketajaman indera anak sedini mungkin penting untuk perkembangan otak mereka, tak terkecuali daya tangkap, pemecahan masalah, serta keterampilan psikomotorik untuk bergerak dan mengontrol gerakan tubuh.
Untuk mengembangkan minat musik anak, Papa dan Mama dapat mendaftarkan si kecil ke Kiddo Club by Kiddo.id. Papa dan Mama bisa menemukan layanan kelas dan kursus berbagai bidang sesuai dengan bakat dan minat si kecil di Kiddo.id. Tunggu apa lagi? Segera temukan layanan bimbel privat berkualitas secara praktis dan mudah bersama Kiddo.id
Baca juga: 5 Kerajinan Bahan Lunak untuk Aktivitas Si Kecil, Ampuh Hilangkan Bosan

