Ketika tahun ajaran dimulai, si Kecil mungkin merasa cemas atau mengalami separation anxiety karena harus pergi ke sekolah. Hal ini bisa terjadi meskipun si Kecil sudah pernah pergi ke sekolah sebelumnya, Papa dan Mama.
Mengalami pengalaman baru yang jauh dari orang tua atau orang yang dicintai bisa sangat menakutkan bagi anak-anak. Si Kecil mungkin mengeluh sakit perut, sakit kepala, atau keluhan lainnya sebagai cara untuk menunjukkan kecemasan dan ketakutan yang dirasakannya.
Menurut informasi di laman resmi Stanford Children, kecemasan terhadap perpisahan adalah bagian normal dari perkembangan setiap anak, Si Kecil. Kecemasan mungkin tidak hanya terkait dengan sekolah, tetapi juga bisa terjadi sebelum perpisahan lain, seperti menginap di rumah teman atau ketika Papa dan Mama harus pergi dalam perjalanan bisnis.
Sebelum perpisahan, perilaku menempel, memohon, dan mengamuk juga bisa terjadi pada anak-anak. Mereka mungkin juga mengalami mimpi buruk, menolak untuk tidur sendiri, atau membutuhkan dukungan untuk meyakinkan bahwa semuanya akan baik-baik saja.
Baca juga: 5 Strategi untuk Membantu Menghilangkan Kecemasan Anak
Penyebab separation anxiety pada anak
ilustrasi anak mengalami separation anxiety (freepik.com)
Ketika anak merasa cemas tentang perpisahan, mungkin ada beberapa faktor yang berperan dalam membuat kecemasannya semakin parah ketika dia memulai sekolah. Yang terkadang terjadi, faktor-faktor ini bisa datang dari Papa atau Mama.
Ada beberapa hal yang mungkin menjadi penyebab separation anxiety pada anak, terutama ketika akan memulai sekolah pertama kalinya. Berikut adalah lima faktor yang dapat mempengaruhi kecemasan anak, seperti yang dilansir dari beberapa sumber:
1. Tak berlatih berpisah dari anak sebelum hari H
Ketika anak mengalami anxiety separation, mereka cenderung kesulitan dalam beradaptasi. Oleh karena itu, Papa dan Mama dapat membantu anak terbiasa dengan menghabiskan waktu terpisah secara bertahap.
Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan mulai meninggalkan anak bersama kerabat atau teman akrab selama beberapa jam dan ditingkatkan hingga sehari penuh. Selama proses ini, penting untuk memberikan pujian pada anak dan mengungkapkan betapa bangganya Papa dan Mama pada upaya mereka.
Papa dan Mama juga dapat menggunakan bagan hadiah, di mana anak akan mendapatkan stiker setiap kali berhasil menghadiri sekolah tanpa terlalu banyak perlawanan. Ketika anak telah berhasil melewati beberapa tahap, Papa dan Mama dapat memberikan hadiah khusus sebagai bentuk apresiasi atas usaha mereka dalam mengatasi anxiety separation.
2. Tidak membuat hari pertama terasa istimewa
Bicara soal persiapan anak masuk sekolah, Papa dan Mama harus memperhatikan bagaimana cara berbicara dengan si Kecil. Cara bicara Papa dan Mama bisa memengaruhi perasaan si Kecil tentang hari pertama masuk sekolah. Jangan sampai si Kecil merasa cemas karena tidak ada persiapan yang istimewa menjelang hari H.
Maka dari itu, Danielle Bargh, seorang psikolog dari Badan Regulasi Praktisi Kesehatan Australia menyarankan Papa dan Mama untuk memberitahu si Kecil tentang apa yang akan terjadi pada pagi hari dan bagaimana Papa dan Mama sangat bersemangat untuk melihat si Kecil menikmati hari pertama di sekolah.
Selain itu, Papa dan Mama bisa melibatkan si Kecil dalam proses persiapan dengan membawa mereka berbelanja perlengkapan sekolah seperti tas, kotak makan siang, dan lainnya. Hal ini dapat membantu si Kecil merasa lebih terlibat dalam persiapan dan merasa lebih siap untuk memulai hari pertama mereka di sekolah.
3. Orang tua lupa kelola kecemasan sendiri
Papa dan Mama mungkin merasa cemas dan emosional di hari pertama sekolah si Kecil, tetapi sebaiknya jangan menunjukkan hal ini kepada anak. Sebaliknya, Papa dan Mama harus mempertimbangkan apa yang akan diucapkan ketika meninggalkan si Kecil di sekolah dan cara mengelola perasaan sendiri agar tidak mempengaruhi emosi Si Kecil.
Maka dari itu, sebaiknya Papa dan Mama fokus pada hal-hal positif dan menginspirasi ketika berbicara dengan Si Kecil, seperti betapa menyenangkan dan seru nya pergi ke sekolah dan belajar hal-hal baru. Papa dan Mama juga bisa memberikan motivasi dan dukungan kepada Si Kecil untuk mengejar impiannya di sekolah.
Jangan lupa juga untuk memberikan dukungan emosional ketika Si Kecil berbicara tentang perasaannya, termasuk kekhawatiran dan kecemasan yang mungkin dirasakan saat memulai sekolah. Papa dan Mama bisa mengajak Si Kecil untuk membicarakan perasaannya dengan santai dan memberikan pengertian serta dukungan agar Si Kecil merasa nyaman dan percaya diri di lingkungan sekolah yang baru.
4. Terlalu lama menungguinya di sekolah
Ingatlah hal ini ketika Bunda mengantarkan Si Kecil ke sekolah untuk menghindari tangisan dan ketergantungan pada Bunda. Cobalah untuk tampil percaya diri, senang, dan tenang ketika Bunda mengantarkan dan meninggalkan Si Kecil di sekolah, meskipun anak menangis.
Danielle Bargh, seorang psikolog di Badan Regulasi Praktisi Kesehatan Australia, menyarankan untuk mengatur kegiatan, mengucapkan selamat tinggal, memberikan pelukan terakhir, dan pergi saat Bunda mengatakan akan melakukannya. Jangan tinggal bersama anak terlalu lama, karena ini akan memberi pesan bahwa mereka tidak aman atau tidak mampu mengatasinya sendiri. Hal ini diambil dari The Psych Professional.
5. Mengkritik anak yang mengalami separation anxiety
Jika Si Kecil merasa kesulitan untuk berpisah, Papa dan Mama sebaiknya hindari berkata negatif atau membandingkan mereka dengan anak lain, ya. Jangan bilang, "jangan menangis sayang" atau "lihat, temanmu bisa berpisah tanpa menangis".
Sebaiknya Papa dan Mama menunjukkan empati pada perasaan Si Kecil, sambil tetap menunjukkan keyakinan pada kemampuan mereka untuk tetap bersekolah tanpa Papa dan Mama di sana. Katakanlah, "aku tahu perpisahan terasa sulit, tapi aku tahu kamu bisa melakukannya dengan baik".
Nah, itu dia lima penyebab separation anxiety pada anak saat awal masuk sekolah. Saat si Kecil mengalami separation anxiety, Papa dan Mama tentu merasa khawatir dan bingung. Namun, dengan mengetahui penyebabnya, Papa dan Mama bisa membantu si Kecil mengatasi kecemasan tersebut. Ingatlah bahwa setiap anak memiliki cara yang berbeda dalam mengatasi kecemasan, jadi bersabarlah dan teruslah memberikan dukungan pada si Kecil.
Untuk mengembangkan minat dan bakat anak, Papa dan Mama dapat mendaftarkan si kecil ke Kiddo Club by Kiddo.id. Papa dan Mama bisa menemukan layanan kelas dan kursus berbagai bidang sesuai dengan bakat dan minat si kecil di Kiddo.id. Tunggu apa lagi? Yuk, segera downlad Kiddo.id di Google Play.
Baca juga: 5 Cara Mengubah Anak Penakut Menjadi Berani

