5 Kebiasaan yang Sebabkan Anak Cacingan, Jarang Cuci Tangan

Oleh Tanggal 14 Oktober 2023 7 menit

5 Kebiasaan yang Sebabkan Anak Cacingan, Jarang Cuci Tangan

Kita yang tinggal di negara tropis, termasuk si Kecil, berisiko terkena cacingan. Hal ini disebabkan oleh kondisi tanah yang lembap di daerah tropis, yang menjadi lingkungan ideal bagi perkembangan cacing-cacing tersebut. Penyakit cacingan yang menular melalui tanah adalah masalah yang sering terjadi di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.


Penyakit ini disebabkan oleh infeksi dari berbagai jenis cacing, seperti cacing gelang, cacing tambang, atau cacing cambuk. Sebagaimana dijelaskan oleh CDC, infeksi cacing ini dapat mengakibatkan si Kecil mengalami gejala seperti diare, sakit perut, penyumbatan usus, anemia, serta masalah pertumbuhan dan perkembangan kognitif.


Penularan cacingan terjadi melalui kontak, di ataranya

  • menyentuh benda atau permukaan yang terdapat telur cacing, jika penderita cacingan tidak mencuci tangannya
  • menyentuh tanah atau menelan air atau makanan yang mengandung telur cacing
  • berjalan tanpa alas kaki di tanah yang mengandung cacing
  • makan daging sapi, babi, atau ikan air tawar mentah atau kurang matang (seperti salmon atau trout) yang mengandung cacing

 

Papa dan Mama, mari kita berusaha agar si Kecil terhindar dari cacingan. Salah satu langkah pertama yang bisa kita lakukan adalah mengganti kebiasaan sehari-hari yang berpotensi menyebabkan anak mengalami cacingan. Beberapa dari kebiasaan tersebut di antaranya. 


Baca juga: 4 Cara Mencegah Anak Tertular Penyakit di Sekolah, Biasakan Cuci Tangan



1. Tidak mencuci tangan sebelum dan setelah melakukan aktivitas

Papa dan Mama, mari ajarkan si Kecil tentang pentingnya mencuci tangan dengan sabun dan air. Ingatkan mereka untuk melakukannya dengan baik dan sering, terutama setelah pergi ke toilet, bermain di luar, dan sebelum makan.


Pencucian tangan yang kurang baik bisa meningkatkan risiko penularan dan penyebaran infeksi. Pastikan si Kecil mandi setiap hari, terutama di pagi hari, untuk membantu menghilangkan risiko telur cacing.

 

2. Makan buah dan sayur tanpa dicuci

Papa dan Mama, sebelum si Kecil makan buah dan sayuran, pastikan untuk mencuci, mengupas, dan memasaknya hingga matang. Ini penting karena buah dan sayuran yang tidak dicuci bisa mengandung telur cacing pita.


Selain menjaga kebersihan buah dan sayuran, pastikan juga bahwa makanan seperti daging dan ikan dimasak dengan sempurna. Salah satu faktor risiko utama infeksi cacing pita adalah mengonsumsi daging dan ikan yang mentah atau kurang matang.


3. Memasukkan tangan ke mulut

Papa dan Mama, mungkin sudah familiar dengan istilah cacing kremi. Si Kecil bisa terinfeksi cacing kremi jika telur cacing tersebut menempel pada tangan mereka dan kemudian tanpa sengaja dimasukkan ke dalam mulut.


Setelah tertelan, telur-telur ini akan mencapai usus bagian bawah Si Kecil dan tumbuh menjadi cacing di sana. Cacing ini kemudian bermigrasi ke sekitar anus (bagian bawah belakang) untuk bertelur.


4. Jarang memotong kuku

Papa dan Mama, kuku Si Kecil bisa menjadi tempat yang rentan bagi telur-telur cacing. Si Kecil mungkin tanpa sadar mengumpulkan telur-telur ini saat ia bermain, misalnya, menggali tanah.


Untuk itu, pastikan kuku Si Kecil selalu terjaga dalam keadaan pendek dan bersih. Kuku anak-anak tumbuh cukup cepat, terutama saat mereka masih bayi atau balita, sehingga Anda mungkin perlu memotongnya setidaknya sekali atau dua kali seminggu.


5. Tidak memakai alas kaki saat bermain di tanah

Tahukah Papa dan Mama bahwa tidak memakai alas kaki saat Si Kecil bermain di tanah bisa meningkatkan risiko tertular cacing tambang? Anak-anak memiliki risiko yang lebih tinggi karena mereka sering bermain tanpa alas kaki di tanah yang mungkin terkontaminasi.


Dalam tanah, telur cacing tambang menetas menjadi larva, yang bisa masuk melalui kulit kaki dan bergerak ke dalam aliran darah. Dari sana, larva tersebut berjalan ke paru-paru, lalu menuju ke tenggorokan dan akhirnya tertelan. Setelah larva melewati lambung, mereka berkembang menjadi cacing dewasa di usus.


Dapatkan informasi seputar tips parenting, rekomendasi aktivitas anak, dan resep di Kiddo.id. Papa juga bisa mengakses Jurnal Pertumbuhan by Kiddo.id untuk memantau grafik berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala si Kecil.


Tunggu apa lagi? Segera unduh aplikasi Kiddo.id di Google Play Store atau kunjungi instagramnya di @id.kiddo.


Baca juga: 7 Alasan Pentingnya Membawa Bekal ke Sekolah, Biar Tak Jajan Sembarangan


Yang Ada di Kiddo.id

Marketplace Aktivitas

premium

Konten Premium

milestone

Tes Gratis


Baca Juga