Sebagai bagian dari keterampilan sosial, berbagi perlu diajarkan pada si Kecil sejak dini. Papa dan Mama bisa mencoba beberapa aktivitas yang mengajarkan berbagi, misalnya lewat permainan atau kegiatan sehari-hari.
Tak jarang anak usia balita tidak mau merelakan mainan favorit mereka dipinjam teman atau saudara. Alih-alih pelit, mereka masih belajar konsep kepemilikan sehingga susah berbagi dengan orang lain. Karenanya, Psychmechanics menyarankan agar pemahaman tentang berbagi dikenalkan pada anak sejak kecil.
Kemampuan berbagi mendorong empati dari dalam diri anak. Keterampilan ini memudahkan mereka untuk bersosialisasi dengan teman maupun orang di sekitar.
Baca juga: 6 Manfaat Sensory Play untuk Anak dan Ragam Permainanya, Dijamin Seru!
Mengenal konsep berbagi untuk balita

ilustrasi anak-anak melukis dengan jari bersama (pexels.com/Gustavo Fring)
Terlepas dari beragam aktivitas yang mengajarkan berbagi, Papa dan Mama perlu memahami konsep berbagi pada balita. Tanpa dorongan orang tua, anak usia prasekolah akan sulit memahami konsep berbagi.
Lalu, apa alasannya? Pada tahap ini, si Kecil berada dalam fase perkembangan egosentris sehingga hanya mengenali barang-barang mereka sendiri. Artinya, mereka mulai mengeksplorasi kepemilikan suatu barang dan belum memahami gagasan beberapa bukanlah milik mereka, melainkan orang lain.
Melansir Today's Parent, Kotsopoulos, pendidik anak usia dini, menyampaikan pemikiran inilah yang melahirkan istilah ‘milikku’ pada anak. Meski begitu, dalam Askdrsears, ahli pediatri, Dr Bill Sears berpendapat keinginan untuk memiliki merupakan bagian alami dari pertumbuhan kesadaran anak.
Selain itu, kemunculan keterikatan anak pada benda dan orang menandakan mereka sehat secara emosional. Sears menambahkan, berbagi menyiratkan empati, dan anak di bawah usia enam tahun jarang menunjukkan empati.
Meski begitu, seiring bertambahnya usia, anak yang egois bisa tumbuh menjadi murah hati dengan bimbingan dan kasih sayang dari orang tua. Bahkan, mereka mulai memahami pentingnya berbagi ketika bermain. Sears menjelaskan anak lebih mudah berbagi dengan orang yang tidak terlihat mengancam, misalnya anak yang lebih kecil, tamu, dan anak sebaya yang lebih pendiam.
Baca juga: 5 Cara Tingkatkan Keterampilan STEAM Anak, Latih Kemampuan Berpikir Kritis
Manfaat berbagi

ilustrasi anak-anak bermain kereta (pexels.com/Polesie Toys)
Aktivitas yang mengajarkan berbagi tak hanya melatih keterampilan sosial, tapi juga memberikan dampak baik untuk pertumbuhan si Kecil. Lalu, apa saja manfaat berbagi untuk anak? Berikut penjelasannya.
1. Menjadi lebih bersyukur
Meski terlihat sederhana, berbagi turut melatih anak untuk selalu bersyukur dengan apa yang dimiliki. Di samping itu, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi si Kecil untuk mengekspresikan kepedulian terhadap orang lain atau lingkungan.
2. Membangun kepedulian
Mengajak anak untuk berbagi mainan atau pakaian yang tidak mereka kenakan secara tak langsung menumbuhkan sifat empati dan rasa peduli terhadap orang yang lebih membutuhkan.
3. Berjiwa sosial
Melatih si Kecil untuk berbagi sejak dini menumbuhkan sifat sosial dalam diri mereka. Tak hanya tumbuh menjadi anak yang produktif, mereka juga memiliki jiwa sosial yang besar sehingga tak segan untuk menolong orang lain di masa depan.
4. Menyebarkan kegembiraan
Ketika mengajarkan si Kecil untuk berbagi, penting untuk mengingatkan bahwa mereka tidak kehilangan sesuatu yang dimiliki. Sebaliknya, berbagi melatih anak untuk merelakan sesuatu dan turut merasakan kegembiraan ketika orang lain menerima pemberian mereka.
5. Menghindarkan sifat serakah
Dengan latihan berbagi, si Kecil terhindar dari sifat ingin menang sendiri dan serakah. Berbagai mengajarkan anak bahwa kepemilikan hanyalah bersifat sementara. Alhasil, mereka lebih mudah bersimpati dan membagikan milik mereka kepada orang lain.
Baca juga: 7 Cara Mengasah Kemampuan Pemecahan Masalah Anak, Latih Kemandirian
Aktivitas yang mengajarkan berbagi

ilustrasi anak-anak bermain balok bersama (pexels.com/cottonbro studio)
Nah, bila Papa dan Mama merasa kesulitan mengajari si Kecil berbagai, ada beberapa rekomendasi aktivitas yang mengajarkan berbagi yang bisa dicoba. Penasaran apa saja aktivitasnya? Yuk, simak.
1. Bermain rumah-rumahan
Selain menggambar dan mewarnai, anak usia pas sekolah sangat menggemari permainan pura-pura (role-play). Permainan ini tak hanya seru, tapi juga memberi kesempatan pada si Kecil untuk berperilaku layaknya orang lain sesuai keinginan mereka.
Nah, hal ini menjadi kesempatan bagi orang tua untuk mengajarkan berbagi. Sebagai contoh, ketika si Kecil bermain rumah-rumahan, ajak mereka berperan sebagai tuan rumah yang akan menjamu tamu. Dari sini, ajari mereka untuk mempersilahkan tamu untuk duduk di kursi, memberikan cemilan, dan menyediakan minum.
2. Menyusun puzzle bersama
Papa dan Mama dapat mengenalkan konsep berbagi secara sederhana di rumah dengan mengajak si Kecil bermain puzzle bersama. Sebelum bermain, buat peraturan bahwa setiap orang perlu menunggu gilirannya untuk memasukkan potongan puzzle, tak terkecuali anak.
Dengan cara ini, si Kecil belajar untuk bersabar, menunggu giliran, dan tidak egois. Agar lebih seru, jangan ragu untuk mengajak saudara atau anggota keluarga lainnya untuk ikut bermain.
3. Berkebun
Parents, apakah si kecil tidak mau berbagi dengan saudara mereka? Nah, tak ada salahnya untuk mengajak berkebun sebagai aktivitas yang mengajarkan berbagi.
Sebagai permulaan, siapkan biji tanaman yang akan ditanam, sekop, dan tanah untuk menanam. Secara bergantian, minta setiap anak untuk melakukan kegiatan.
Misalnya, mintalah anak yang lebih tua untuk membuat lubang di tanah dengan sekop. Selanjutnya, ajak anak yang lebih muda untuk memasukkan biji tumbuhan ke dalamnya. Bila sudah, ajak mereka semua menutup kembali tanah, baik dengan sekop maupun tangan.
Tak lupa, buat jadwal menyirami tanaman secara bergantian. Ketika tanaman ini tumbuh, mereka akan merasa senang dan mulai memahami pekerjaan yang dilakukan bersama akan berbuah manis.
4. Menghias kue
Satu lagi aktivitas yang mengajarkan berbagi yang pastinya seru adalah menghias kue. Ajak beberapa teman si Kecil untuk bermain di rumah. Kemudian, berikan kue pada setiap anak dan pilihan taburannya untuk menghias kue. Dengan cara ini, si Kecil dan teman-teman mereka belajar untuk bergantian dan berbagi taburan untuk mempercantik kue masing-masing.
5. Mainkan game “tunjukkan mainanmu”
Setiap anak pastinya memiliki mainan favorit yang kadang tidak ingin dipinjamkan pada orang lain. Agar si Kecil mau berbagi dengan teman, ajak mereka untuk bermain game ‘tunjukkan mainanmu’.
Duduk membentuk lingkaran, ajak setiap anak untuk menceritakan tentang mainan favorit mereka. Kemudian, minta anak untuk menunjukkan mainan mereka dan memberikan kesempatan pada semua teman untuk menyentuh mainan itu. Permainan semacam ini membuat anak belajar untuk berbagi hal yang mereka sukai dengan lingkungan di sekitar.
Itulah lima aktivitas yang mengajarkan berbagi yang pastinya menyenangkan serta manfaatnya. Tak hanya melatih keterampilan sosial, berbagi juga menjadikan si Kecil lebih peduli pada orang lain.
Untuk mengembangkan minat dan bakat anak, Papa dan Mama dapat mendaftarkan si kecil ke Kiddo Club by Kiddo.id. Papa dan Mama bisa menemukan layanan kelas dan kursus berbagai bidang sesuai dengan bakat dan minat si kecil di Kiddo.id. Tunggu apa lagi? Segera temukan layanan bimbel privat berkualitas secara praktis dan mudah bersama Kiddo.id
Baca juga: 9 Keterampilan Anak yang Harus Dimiliki Sebelum SD, Bukan Cuma Berhitung

