Parents, pernahkah mendengar istilah STEAM? Tak kalah penting dari keterampilan dasar, keterampilan STEAM juga perlu diajarkan pada si Kecil sejak dini sebagai modal di masa depan. Cara tingkatkan keterampilan STEAM anak dapat dimulai lewat permainan, lho.
Pada fase pertumbuhan, anak belajar dan mengeksplorasi banyak hal baru yang akan membentuk diri mereka. Mereka pun juga memiliki ketertarikan yang besar untuk menjelajah lingkungan. Dengan begitu, proses pengenalan dan pembelajaran usia dini dianggap sebagai titik awal untuk pembelajaran STEAM.
Kym Simoncini, asisten profesor di Early Childhood and Primary Education, University of Canberra, Australia, menjelaskan anak-anak merupakan pembelajar STEM yang sangat cakap meski pengetahuan dan keterampilan mereka kerap tidak diketahui oleh pendidik dan orang tua.
Baca juga: 9 Keterampilan Anak yang Harus Dimiliki Sebelum SD, Bukan Cuma Berhitung
Mengenal metode STEAM
ilustrasi anak bermain mobil-mobilan (freepik.com)
Sebelum membahas cara tingkatkan keterampilan STEAM anak, ada baiknya Papa dan Mama mengenal tren di dunia pendidikan ini terlebih dulu. Sebagai salah pendekatan pembelajaran yang cukup populer, STEAM merupakan kepanjangan dari sains (science), teknologi (technology), teknik (engineering), kesenian (art), dan matematika (mathematics).
Melansir laman Balai Guru Penggerak Papua Kemdikbud, alih-alih menyiapkan anak untuk menjadi layaknya insinyur dan ilmuwan, metode ini menuntun mereka untuk mampu menjadi pemberi solusi, penemu, innovator, membangun kemandirian, dan berpikir logis.
Hal yang sama juga disampaikan Dr Deborah Weber PhD, director Early Childhood Department Research dari Fisher-Price, Amerika Serikat, yang berpendapat metode STEAM esensial untuk perkembangan anak usia dini sebab menekankan pada pembelajaran aktif dan menstimulasi anak untuk memecahkan masalah.
Dengan kata lain, konsep ini berperan untuk menstimulasi lima aspek STEAM pada anak, tak terkecuali pola pikir mereka. Untuk memudahkan Papa dan Mama memahami metode pembelajaran STEAM, yuk simak penjelasan berikut ini.
1. Science
Lewat pelajaran sains, anak belajar memahami dan mencari tahu tentang berbagai hal. Eksplorasi ini diawali dengan mencari data yang sesuai, kemudian menemukan hubungan serta pola dari kejadian yang ada. Selain membuat si Kecil menjadi lebih peka akan kejadian di sekitar, metode ini juga mengajak mereka untuk berpikir lebih kritis.
2. Technology
Sebagai permulaan, anak dapat dikenalkan pada bentuk teknologi yang sederhana. Tujuannya, mereka dapat menggunakan dan mengembangkan apa yang digunakan. Alhasil, si Kecil secara tak langsung menggali dan mengasah minat dan bakat yang dimiliki.
3. Engineering
Pada metode ini, anak mempelajari cara membuat simulasi untuk memecahkan masalah sederhana. Sebagai contoh, mereka diminta untuk merangkai mobil-mobilan.
4. Art
Selain mengeksplorasi lingkungan sekitar, anak juga belajar bereksperimen dengan imajinasi dan kreativitas lewat kesenian. Mereka dapat mewujudkan berbagai keinginan secara bebas tanpa perlu mengikuti struktur yang ada.
5. Mathematics
Untuk mengetahui konsep dasar matematika, anak diajak untuk melakukan prediksi atau melihat angka guna membedakan mana yang lebih banyak atau sedikit.
Baca juga: 7 Strategi Seru Belajar Matematika untuk Anak SD
Cara tingkatkan keterampilan STEAM anak
ilustrasi anak mengamati lingkungan (freepik.com)
Menurut Essential Baby, keterampilan STEAM dianjurkan untuk diajarkan dan dikembangkan pada si Kecil sejak dini, lho. Karenanya, Papa dan Mama dapat melakukan kegiatan sederhana ini sebagai cara tingkatkan keterampilan STEAM anak.
1. Ajak anak mengamati lingkungan
Sebagai awalan dalam cara tingkatkan keterampilan STEAM anak, Papa dan Mama dapat mengajak anak mengamati lingkungan sekitar. Sebagai proses ilmiah yang paling mendasar, pengamatan memberi kesempatan pada si Kecil untuk melihat sesuatu lebih rinci dan berpikir kritis.
Beberapa contoh di antaranya perubahan yang terjadi ketika pergantian musim, pertumbuhan tunas pada tanaman, atau cara benda bergerak akibat angin. Ketika melakukan observasi bersama si Kecil, gunakan bahasa yang berhubungan dengan pengamatan guna memperkaya kosakata mereka.
2. Dorong anak melakukan analisis
Selanjutnya, dorong si Kecil untuk mendeskripsikan hal yang mereka lihat atau lakukan. Misalnya, ketika anak melihat bunga atau kupu-kupu, ajak mereka untuk menggambarnya secara detail sesuai warna, bentuk, dan ukuran yang diamati.
Begitupun saat anak mengerjakan aktivitas. Papa dan Mama bisa memancing lewat pertanyaan sehingga mereka menjelaskan kegiatan yang tengah dilakukan. Metode ini tak hanya meningkatkan kepercayaan, tapi juga kosa kata mereka. Di saat yang sama, Kym menganjurkan agar orang tua menggunakan istilah-istilah, seperti memprediksi, bereksperimen dan mengukur.
3. Tanyakan ‘apa’, bukan ‘kenapa’
Saat mengajukan pertanyaan pada si Kecil, fokuslah pada pertanyaan tentang apa yang mereka lakukan dibandingkan kenapa. Jenis pertanyaan ini lebih mudah mereka jawab dengan percaya diri dan memungkinkan terjadinya diskusi untuk memperluas percakapan dan pembelajaran.
Sebagai contoh, ketika si Kecil bermain gelembung sabun, sebuah gelembung menyatu dengan gelembung lainnya. Tanyakan apa yang terjadi dengan gelembung itu daripada menanyakan mengapa gelembung bersatu.
4. Ajari metode berhitung one-to-one correspondence
One-to-one correspondence merupakan metode pelajaran berhitung dengan cara menghitung objek satu per satu. Metode ini bukan hanya sekedar mengenal angka secara berurutan, melainkan menuntut si Kecil untuk memahami angka satu untuk satu objek, dua untuk dua objek, dan seterusnya.
Konsep ini pun dapat dikembangkan dengan cara sederhana. Sebagai contoh, ketika membantu Papa dan Mama di kebun, minta si Kecil untuk menghitung jumlah tanaman gantung atau pot berwarna hitam. Begitupun saat bermain, minta mereka menghitung jumlah robot-robotan yang dimiliki.
5. Ajak anak membayangkan ruang di sekitar
Tak kalah penting, dorong si Kecil untuk berpikir mengenai ruangan di sekitar mereka. Pemahaman tentang ruang berkaitan dengan kemampuan anak mengetahui ruang dan arah.
Orang tua dapat mengasah keterampilan ini dengan meminta anak memberi petunjuk jalan menuju sekolah. Bisa juga dengan menanyakan arah ke kamar mandi kalau mereka berada di halaman depan rumah.
Dari sini, bisa ditemukan hubungan jelas antara keterampilan spasial dengan keterampilan STEM. Hal ini didukung Kym yang mengungkapkan anak-anak mampu mengembangkan pemahaman yang kompleks tentang dunia di sekitar asalkan memperoleh panduan yang benar dari orang tua atau guru.
Lima cara tingkatkan keterampilan STEAM anak di atas dapat diperkenalkan sejak dini. Konsep STEAM tak hanya mengajarkan si Kecil untuk fokus pada solusi, tapi juga mengembangkan kemampuan berpikir logis, mempertajam kemampuan berpikir kritis, dan membangun karakter yang kompetitif.
Untuk mengembangkan minat dan bakat anak, Papa dan Mama dapat mendaftarkan si kecil ke Kiddo Club by Kiddo.id. Papa dan Mama bisa menemukan layanan kelas dan kursus berbagai bidang sesuai dengan bakat dan minat si kecil di Kiddo.id. Tunggu apa lagi? Segera temukan layanan bimbel privat berkualitas secara praktis dan mudah bersama Kiddo.id
Baca juga: 7 Alasan Pentingnya Mengembangkan Kreativitas Anak, Tingkatkan Imajinasi

