Papa dan Mama, setiap orang tua pasti berharap agar si Kecil dapat tumbuh dan berkembang dengan baik sesuai dengan usianya. Namun, terdapat beberapa kesalahan yang sering dilakukan oleh orang tua yang dapat menghambat perkembangan si Kecil.
Perkembangan si Kecil akan berlangsung dengan berbeda pada setiap usianya, ya, Papa dan Mama. Sejak dia masih bayi, dia akan mengalami pertumbuhan yang cepat. Agar perkembangannya berjalan baik, si Kecil membutuhkan rangsangan yang sesuai dari lingkungan sekitarnya.
Apabila si Kecil menerima rangsangan yang tepat, nutrisi yang cukup, dan perhatian yang baik dari Papa dan Mama, maka dia akan mengalami perkembangan yang sesuai dengan tahap usianya.
Menurut penjelasan dari Febrizky S.Psi, M.Si, seorang psikolog parenting dan sex educator, ada beberapa kesalahan dalam pola asuh orang tua yang dapat berdampak pada perkembangan si Kecil. Berikut adalah beberapa kesalahan tersebut.
Baca juga: Toxic Parenting, Pola Asuh yang Merusak Kesehatan Mental Anak
1. Mengabaikan masalah
Papa dan Mama, seringkali ada kecenderungan untuk mengabaikan perilaku si Kecil karena dianggap sebagai hal yang biasa pada usianya. Padahal, penting untuk diingat bahwa perilaku anak sangat dipengaruhi oleh pola asuh yang diberikan oleh orang tua.
Salah satu contohnya adalah tantrum, yang merupakan fase yang normal bagi semua anak. Namun, jika tidak ditangani dengan benar, tantrum ini bisa menjadi sumber masalah perilaku yang serius di masa mendatang.
Oleh karena itu, penting bagi Papa dan Mama untuk tidak meremehkan perilaku si Kecil. Ini karena, apa pun perilaku yang ditunjukkan oleh anak, jika tidak mendapatkan penanganan yang sesuai dari orang tua, bisa mengakibatkan gangguan perilaku yang serius di kemudian hari.
2. Melebih-lebihkan atau meremehkan masalah
Papa dan Mama yang tidak mengambil serius masalah yang dihadapi oleh si Kecil mungkin tanpa sengaja kehilangan informasi yang penting. Contohnya, si Kecil bisa saja tengah menghadapi masalah seperti depresi atau penyalahgunaan narkoba.
Sebaliknya, ketika orang tua terlalu memperbesar masalah, ini sering kali muncul dari perasaan cemas yang membuat mereka mengontrol anak. Hal ini bisa menyebabkan si Kecil mengalami gangguan emosi dan pada akhirnya, mereka belajar untuk menghindari masalah.
3. Menetapkan harapan yang tidak realistis
Papa dan Mama yang mengatur harapan yang terlalu tinggi akan memberikan beban berat kepada si Kecil. Ini bisa membuat mereka cenderung ingin menyenangkan orang lain, bahkan jika itu berarti mereka harus mengorbankan kebahagiaan mereka sendiri.
Terkadang, anak-anak yang dihadapkan pada harapan yang tidak realistis cenderung tumbuh sebagai anak yang tidak merasa bahagia karena selalu berusaha untuk memenuhi ekspektasi orang tua. Bahkan, hal ini bisa meningkatkan risiko depresi, ya.
Jadi, Papa dan Mama perlu memahami batasan kemampuan si Kecil sesuai dengan realitas. Dan tentu, penting untuk memastikan bahwa harapan yang dimiliki oleh orang tua masih sesuai dengan minat dan kemampuan si Kecil.
Dapatkan informasi seputar tips parenting, rekomendasi aktivitas anak, dan resep di Kiddo.id. Papa dan Mama juga bisa mengakses Jurnal Pertumbuhan by Kiddo.id untuk memantau grafik berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala si Kecil.
Tunggu apa lagi? Segera unduh aplikasi Kiddo.id di Google Play Store atau kunjungi instagramnya di @id.kiddo.
Baca juga: Authoritarian Parenting, Pola Asuh yang Mengutamakan Kedisiplinan

