Saat anak menginjak usia 0 - 12 bulan, kita dihadapkan dengan berbagai kejutan atas meningkatnya kemampuan motorik si kecil. Kemampuan motorik terbagi menjadi dua macam, yaitu
motorik kasar dan halus. Motorik kasar berkaitan dengan gerakan otot besar sedangkan motorik halus berkaitan dengan gerakan pada otot-otot kecil. Contoh adanya kemampuan motorik pada anak ialah saat bayi mulai mahir berjalan, melompat, berlari hingga menggerakkan jarinya. Perkembangan motorik semakin jelas terlihat saat anak mulai aktif mencorat-coret, menyusun balok, serta memindahkan benda.
Contoh aktivitas yang menunjukkan bahwa kemampuan motorik anak semakin berkembang, ialah anak sudah bisa banyak bergerak seperti berjongkok, menari, menaiki tangga, hingga melempar. Tentu saja menyaksikan tumbuh kembang anak adalah salah satu yang dinantikan oleh orangtua. Namun, Anda tak perlu khawatir. Masih ada upaya yang bisa dilakukan untuk merangsang perkembangan motorik anak.
Pentingnya Mengembangkan Motorik Anak
Bagi anak yang masih di tahap tumbuh kembang,
perkembangan motorik sangat penting terutama anak yang berada di kelompok bermain atau taman kanak-kanak (TK). Anggapan yang menilai bahwa perkembangan motorik secara otomatis akan berkembang sejalan anak bertambah usia merupakan anggapan yang keliru. Lantas, apa alasan mengapa anak harus dilatih perkembangan motoriknya?
-
Supaya anak mampu menjalani aktivitas sehari-hari
Sejak bayi hingga bertambahnya usia, anak yang semula harus dibantu dalam melakukan segala aktivitas lamat-laun akan mandiri dan bisa melakukan aktivitasnya sendiri. Gerakan yang merangsang motorik kasar berfungsi membuat tubuh anak menjadi lebih sehat. Selain itu, cara tersebut juga bermanfaat untuk meningkatkan kepercayaan diri, kemampuan bicara, mendengarkan, hingga kemampuan koordinasi.
-
Mendorong anak untuk berkreasi dan berimajinasi
Memberi anak kesempatan untuk bermain bukan hanya sekadar menghabiskan waktu saja, lho! Dibalik aktivitas bermain, anak bisa melakukan eksplorasi terhadap imajinasi dan kreativitas mereka. Bermain juga mendorong anak untuk berinteraksi sehingga dapat diterima oleh orang-orang di sekitarnya.
-
Perkembangan motorik kasar turut memengaruhi motorik halus
Apabila
motorik kasar berkembang dengan baik, maka motorik halus juga mengalami hal yang sama. Misalnya, ketika seorang anak terbiasa duduk dengan postur yang baik selama di kelas, hal tersebut membantunya saat melakukan aktivitas belajar seperti mewarnai, menggambar, atau menggunting hasil prakarya.
Saat motorik anak berkembang, maka ia menjadi lebih aktif dan sering bergerak. Aktivitas tersebut menyebabkan tubuh anak menjadi lebih sehat. Karena si kecil dapat bergerak dengan baik dan aktif saat bermain olahraga, maka aktivitas tersebut dapat meminimalisir risiko terkena obesitas.
-
Meningkatkan kemampuan kognitif
Saat mengajak anak bermain bola, secara langsung mereka berlatih cara melempar dan menangkap bola, serta berlari, merangkak, dan mengejar bola. Saat melempar anak akan fokus menggunakan tangan, fokus pada bola, serta melakukan koordinasi antara mata, tagan, dan indera pendengaran saat orangtua memberikan arahan. Momen tersebut merangsang perkembangan motorik dan meningkatkan kemampuan kognitif.

Saat anak memasuki masa tumbuh kembang, penting untuk mengawasi dan mendorong rangsangan pada perkembangan motoriknya. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah melalui aktivitas bermain. Berikut Kiddo akan berikan contoh mainan edukasi untuk perkembangan motorik anak.
Contoh Mainan Edukasi untuk Perkembangan Motorik Anak
Seperti yang dijelaskan sebelumnya, motorik terdiri dari dua jenis, yaitu kasar dan halus. Contoh aktivitas motorik kasar ialah gerakan yang melibatkan sebagian besar atau seluruh tubuh, seperti berjalan, berlari, mengayunkan kaki, dan sebagainya. Sedangkan motorik halus adalah gerakan yang melibatkan otot-otot kecil seperti menulis, menggambar, memotong, atau memasukkan balok berdasarkan bentuknya. Memilih mainan edukasi untuk perkembangan motorik anak adalah pilihan yang tepat. Anak tidak sekadar aktif bermain, namun juga baik bagi tumbuh kembangnya. Berikut contoh
mainan edukasi bagi perkembangan motorik kasar dan halus yang bisa si kecil coba!
Untuk Perkembangan Motorik Halus
Kertas lipat berwarna-warni sebagian besar berbentuk persegi dan cocok dimainkan anak untuk melatih imajinasi dan kreativitas. Bermain kertas lipat berfungsi meningkatkan ketajaman visual dan melatih kesabaran karena harus mengikuti pola. Penelitian yang pernah dilakukan Shumakov menunjukkan bahwa aktivitas melipat kertas meningkatkan
hemisphere sebelah kiri dan kanan. Anak didorong untuk berpikir kreatif dan mengikuti pola yang diarahkan. Selain itu, kertas lipat tergolong mainan yang harganya terjangkau.
Sejalannya perkembangan zaman, mainan puzzle memiliki banyak desain dan bahan yang lebih awet. Anda bisa memilih puzzle kayu dan beri anak kesempatan untuk menyelesaikan mainan puzzle-nya. Mengembalikan kepingan puzzle pada tempatnya akan membantu anak melatih kemampuan kognitifnya. Ia akan belajar mengenali bentuk, gambar, warna, dan ukuran puzzle.
Mainan yang satu ini tergolong murah dan mudah didapatkan. Gelembung sabun yang ditiupkan dengan hati-hati akan melatih kesabaran anak. Selain itu, aktivitas meniup gelembung sabun bermanfaat melatih otot pada mulut sehingga memudahkan anak untuk bicara. Tidak jarang saat bermain gelembung sabun, anak akan aktif berlari dan memotivasinya untuk bergerak.
Penelitian yang pernah dilakukan
Color Psychology menemukan bahwa aktivitas mewarnai akan membantu si kecil meningkatkan kemampuan tangan, pergelangan tangan, hingga jemarinya. Mewarnai juga bisa dilakukan sebagai bentuk ekspresi diri dan terapi untuk mengurangi stres.
Meski terlihat sederhana, kegiatan menempel stiker ternyata sangat baik bagi perkembangan motorik halus, lho! Anak akan terbiasa menggunakan tangan dan jemarinya untuk beraktivitas.
Untuk Perkembangan Motorik Kasar
Bermain sepak bola atau melempar bola baik bagi perkembangan motorik kasar. Permainan tersebut melatih anak untuk mengendalikan gerakan otot-otot besar dan memungkinkan mereka untuk menggunakan seluruh tubuhnya.
Bermain perosotan adalah pilihan yang seru dan digemari oleh sebagian anak-anak. Dengan mengajaknya aktif berlari dan terjun menggunakan perosotan, aktivitas tersebut baik bagi perkembangan motorik kasarnya. Jangan lupa menaruh matras dan mengawasi si kecil saat aktif bermain perosotan.
Bagi anak berusia 5-6 tahun, baik bagi mereka untuk mulai menggunakan sepeda roda dua. Dengan pengawasan dan tempat berlatih yang aman, dorong mereka untuk mulai bersepeda tanpa roda tiga.
Selain bersepeda, lompat tali adalah permainan yang baik bagi perkembangan motorik kasar. Anak akan aktif bergerak dan menjadi lebih sehat karena lompat tali bermanfaat meningkatkan keseimbangan, kekuatan otot, dan menurunkan berat badan.
Itulah manfaat dan contoh mainan untuk perkembangan motorik anak. Jika Anda berminat dan butuh membeli mainan anak yang edukatif, temukan berbagai
activity kit di Kiddo.id! Anda bisa menemukan berbagai mainan edukasi yang berkualitas sekaligus membantu memenuhi kebutuhan anak dalam tumbuh kembangnya.
Untuk informasi dan tips parenting lainnya, baca terus
Kiddo.id, ya!