7 Stimulasi Sensori untuk Perkembangan Anak

Oleh Tanggal 14 Oktober 2023 7 menit

7 Stimulasi Sensori untuk Perkembangan Anak

Tumbuh kembang yang baik pada Si Kecil sangat bergantung pada pemberian stimulasi sensori yang cukup sejak usia dini. Terdapat 7 jenis stimulasi sensori yang perlu diperhatikan dalam perkembangan anak.


Stimulasi sensori adalah pengalaman dan sensasi yang dirasakan ketika salah satu atau lebih indra diaktifkan. Jenis stimulasi ini memiliki peran penting dalam perkembangan anak, bahkan pada orang dewasa dengan gangguan perkembangan.


Melalui sensasi-sensasi ini, otak Si Kecil berkembang dan saling berhubungan. Jika salah satu dari stimulasi sensori ini tidak optimal, hal tersebut dapat memengaruhi kemampuan belajar, rutinitas harian, dan perilaku Si Kecil.


Si Kecil memiliki 7 sensori dasar dalam tubuhnya, yaitu sensori perabaan, pendengaran, penciuman, penglihatan, pengecapan, proprioseptif (sensori gerak antarsendi), dan vestibular (sensori keseimbangan).


Jika salah satu atau beberapa dari sensori ini tidak berfungsi dengan baik, maka Si Kecil dapat mengalami gangguan tertentu. Berikut adalah ulasan lebih lanjut.


Baca juga: 5 Cara Menstimulasi Perkembangan Anak Toddler dengan Dongeng, Jadikan Rutinitas


1. Penglihatan (visual)

Salah satu jenis stimulasi sensori yang sangat penting dalam perkembangan anak adalah penglihatan atau indra visual. Stimulasi ini melibatkan rangsangan yang berhubungan dengan penglihatan.


Papa dan Mama dapat memberikan stimulasi ini dengan mengajak Si Kecil untuk melihat benda-benda yang bergerak, seperti saat kemampuan penglihatan Si Kecil mulai berkembang sekitar usia 4 bulan. Pada tahap ini, Si Kecil sudah dapat melihat dan mengikuti gerakan benda. Stimulasi sensori visual yang dapat dilakukan:

  • Ajak bicara anak sambil tersenyum
  • Bermain dengan bayangan di tembok 
  • Mengajak anak melihat pemandangan baru seperti kebun binatang


2. Pendengaran (auditori)

Ketika gelombang suara menyeberangi gendang telinga dan mencapai bagian dalam telinga, mereka akan berubah menjadi sinyal saraf. Sinyal ini kemudian dikirimkan ke otak melalui sistem saraf pendengaran.


Rangsangan melalui indra pendengaran dengan menggunakan suara adalah salah satu cara untuk memberikan stimulasi auditori kepada si Kecil. Ini membantu dalam perkembangan kemampuan pendengaran anak.


Pada 12 bulan pertama kehidupan si Kecil, kemampuan mendengar dan meresponsnya mulai berkembang, terutama di usia 2 hingga 6 bulan. Ini adalah saat ketika anak mulai mengeluarkan suara-suaranya sendiri, bahkan meniru beberapa suara yang mereka dengar. Stimulasi sensori auditori yang dapat dilakukan:

  • Dinyanyikan lagu-lagu
  • Hindari penggunaan buku atau mainan bersuara 
  • Hindari paparan suara video dari gadget 


3. Peraba (taktil)

Pada sensori ini, sel-sel reseptor yang ada di seluruh tubuh mengirimkan pesan ke otak yang kemudian diterjemahkan sebagai perasaan seperti sakit, tekanan, getaran, suhu, dan juga posisi tubuh. Stimulasi sensori melalui sentuhan juga memiliki peran penting dalam pertumbuhan si Kecil. Stimulasi sensori taktil yang dapat dilakukan:

  • Memberikan benda-benda bertekstur berbeda pada anak, misalnya kain yang lembut, bola plastik yang licin, atau karpet yang agak kasar
  • Memberikan mainan dengan bentuk, ukuran, dan tekstur berbeda-beda
  • Bermain di pasir atau rumput tanpa menggunakan alas kaki


Baca juga: 4 Bentuk Stimulasi untuk Anak yang Makin Aktif di Jam Tidur


4. Pengecapan

Terdapat sekitar 10 ribu sel reseptor yang mengirim pesan ke otak, kemudian mengenali rasa seperti manis, asin, asam, pahit, dan umami (gurih). Rasa juga dipengaruhi oleh bau, suhu, dan tekstur.


Stimulasi yang melibatkan pengalaman rasa dilaksanakan untuk melatih kemampuan pengecapan si Kecil. Stimulasi sensori pengecapan yang dapat dilakukan:

  • Memberikan makanan pada anak dengan tekstur dan rasa yang bervariasi
  • Apabila anak masih bayi, stimulasi indra pengecapan juga bisa dilakukan melalui pemberian ASI


5. Penciuman (olfaktori)

Dalam hal indra penciuman, neuron sensorik yang ada di hidung dan langit-langit mulut mengirim pesan ke otak untuk diinterpretasikan dan diidentifikasi. Stimulasi sensori penciuman ini, sebagaimana namanya, berkaitan dengan aroma dan digunakan untuk melatih kemampuan penciuman si Kecil. Stimulasi sensori penciuman yang dapat dilakukan:

  • Melatih anak mengenali berbagai macam aroma, misalnya wangi bunga atau makanan tertentu
  • Memperkenalkan anak dengan nama dari masing-masing aroma yang dicium untuk menambah pengetahuannya


6. Keseimbangan (vestibular)

Stimulasi vestibular adalah tentang merangsang sensori yang mengatur keseimbangan tubuh. Salah satu cara untuk merangsang sensori ini adalah dengan mengayuh si Kecil.


Sensori keseimbangan di telinga tengah mengirimkan informasi tentang perubahan gravitasi, gerakan, dan posisi tubuh di ruang.


Jika si Kecil mengalami gangguan pada sensori vestibular, mungkin ia akan merasa takut naik perosotan atau takut ketinggian. Stimulasi sensori vestibular yang dapat dilakukan:

  • Mengajak anak bermain ayunan
  • Mengajak anak bermain trampolin
  • Mengayun perlahan tubuh anak saat sedang digendong


7. Gerak otot (propiosetif)

Papa dan Mama memiliki peran dalam mengolah informasi dari otot, tendon, dan sendi, serta memberitahu si Kecil tentang posisi tubuhnya. Ini terhubung dengan sistem vestibular yang membantu si Kecil memahami perasaan sentuhan dan gerakan.


Informasi yang diterima melibatkan gerakan otot dan sendi yang dihasilkan oleh tekanan atau pergerakan tubuh. Stimulasi sensori propiosetif yang dapat dilakukan:

  • Memberikan waktu untuk tummy time rutin
  • Bermain lempar tangkap bola
  • Mendorong kursi atau benda yang diberi beban, misalnya galon


Itulah informasi mengenai stimulasi sensori yang perlu diperhatikan agar perkembangan si Kecil optimal. Mari kita maksimalkan rangsangan sensori ini dengan memenuhi kebutuhan si Kecil sejak usia dini, Papa dan Mama!


Dapatkan informasi seputar tips parenting, rekomendasi aktivitas anak, dan resep di Kiddo.id. Papa dan Mama juga bisa mengakses Jurnal Pertumbuhan by Kiddo.id untuk memantau grafik berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala si Kecil.


Tunggu apa lagi? Segera unduh aplikasi Kiddo.id di Google Play Store atau kunjungi instagramnya di @id.kiddo.


Baca juga: 4 Jenis Buku untuk Stimulasi Kemampuan Baca Anak, Yuk Cari Tahu!


Yang Ada di Kiddo.id

Marketplace Aktivitas

premium

Konten Premium

milestone

Tes Gratis


Baca Juga