Status makhluk sosial tak hanya melekat orang dewasa, tapi juga anak. Sebagai keterampilan dasar, keterampilan sosial menjadi modal si Kecil untuk berinteraksi dengan sesama dan menghadapi dunia. Untuk itu, penting bagi Papa dan Mama untuk mengembangkan tahap keterampilan sosial anak sesuai usianya.
Melibatkan anak ke dalam lingkungan dengan banyak teman sebaya akan membuat mereka lebih aktif dan matang secara sosial. Hanya saja, pendidikan tentang keterampilan sosial harus ditanamkan sejak dini dari rumah. Mengapa? Sebab orang tua dan anggota keluarga lainnya merupakan individu pertama yang mengenal dan berinteraksi dengan si Kecil.
Melalui pengalaman sosial ini, anak belajar mengasah kemampuan berempati dan berinteraksi dengan orang lain secara tepat serta beradaptasi dalam berbagai situasi.
Baca juga: 9 Keterampilan Anak yang Harus Dimiliki Sebelum SD, Bukan Cuma Berhitung
Pentingnya mengajarkan keterampilan sosial sejak dini
ilustrasi anak bermain dengan teman (pexels.com/cottonbro studio)
Sebelum mempelajari tahap keterampilan sosial anak, ada baiknya Papa dan Mama memahami pentingnya mengajarkan keterampilan sosial sejak dini. Secara umum, keterampilan sosial berarti kemampuan yang digunakan sehari-hari untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain.
Komunikasi ini pun hadir dalam bentuk verbal dan nonverbal, misalnya ucapan, gerak tubuh ekspresi wajah, dan bahasa tubuh. Berbekal kemampuan sosial, si Kecil dapat membangun hubungan yang baik, entah itu pertemanan maupun pergaulan dengan teman sebaya atau orang lain.
Tak hanya itu, mengembangkan keterampilan sosial anak turut mempersiapkan mereka untuk membangun interaksi yang lebih sehat dalam semua aspek kehidupan. Sebagai contoh, mereka belajar menampilkan sopan santun, berkomunikasi secara efektif, menghargai perasaan orang lain, dan mengungkapkan kebutuhan atau keinginan pribadi.
Baca juga: 7 Tips Bantu Anak Introvert Bergaul, Jangan Dianggap Pemalu
Tahap perkembangan sosial anak
ilustrasi anak bermain pura-pura (pexels.com/Kamaji Ogino)
Dalam menciptakan keterampilan sosial yang solid, Papa dan Mama memerlukan serangkaian strategi yang berbeda di setiap tahap tumbuh kembang si Kecil. Dengan kata lain, tahap perkembangan sosial anak usia 2 tahun pastinya berbeda dengan anak usia 6 tahun sehingga membutuhkan metode tersendiri.
Menilik Parents, Susan Diamond, MA, ahli patologi wicara-bahasa dan penulis Social Rules for Kids, mengungkapkan penting bagi orang tua untuk mengetahui perkembangan keterampilan yang sesuai untuk kelompok usia yang berbeda. Tujuannya, Papa dan Mama dapat melihat bila ada kekurangan sehingga bisa segera diatasi.
Memasuki usia tertentu, anak mengembangkan keterampilan sosial dan isyarat sosial tersendiri. Untuk lebih lengkapnya, yuk simak penjelasan di bawah ini.
1. Usia 2-3 tahun
Pada usia 2-3 tahun, si Kecil mampu mencari perhatian orang lain dan memulai kontak sosial, baik secara verbal maupun fisik.
2. Usia 3-4 tahun
Menginjak usia 3-4 tahun, anak mampu bergiliran saat bermain game, memperlakukan boneka seolah-olah hidup, dan mulai berkomunikasi verbal dengan kata-kata sebenarnya.
3. Usia 4-5 tahun
Anak usia 4-5 tahun tak hanya mampu menunjukkan lebih banyak kerja sama dengan anak lain, tapi juga menggunakan permintaan langsung, mengajak mengobrol, dan bermain pura-pura (role-play).
4. Usia 5-6 tahun
Memasuki usia 5-6 tahun, si Kecil mampu menyenangkan teman-temannya serta mengatakan kata maaf, tolong, dan terima kasih.
5. Usia 6-7 tahun
Selain belajar berempati dengan orang lain, anak usia 6-7 tahun cenderung berbagi, menggunakan postur dan gerak tubuh, menunggu giliran, mau menerima kekalahan, dan tidak mudah menyalahkan orang lain.
Baca juga: Anak Susah Bersosialisasi? 10 Tips Agar Anak Mudah Bergaul
Keterampilan sosial yang penting dimiliki anak
ilustrasi anak berbagi makanan (pexels.com/Kampus Production)
Keterampilan sosial bukan hanya sekadar berkomunikasi dengan orang lain. Lebih jauh, tahap keterampilan sosial anak melibatkan kegiatan, seperti bertata krama, bertanggung jawab, dan menghargai orang lain.
Agar si Kecil bisa bergaul dengan sekitar, Papa dan Mama bisa menerapkan beberapa cara untuk mengembangkan keterampilan sosial mereka, contohnya berkomunikasi dengan jelas dan efektif, mengajarkan perilaku adil dan budaya bergiliran, serta mendorong kegiatan diskusi di rumah. Langsung saja, inilah lima keterampilan sosial yang penting diajarkan sejak dini.
1. Berbagi
Tak hanya menunjukkan kepedulian, kegiatan berbagi mengajarkan pada si kecil untuk bersikap adil dan berkompromi. Dari sini, mereka belajar bahwa memberi sedikit pada orang lain dapat mendatangkan imbalan dengan mendapatkan sesuatu.
Studi yang diterbitkan dalam Psychological Science menggambarkan tahapan keterampilan sosial ini berdasarkan usia. Pada usia 2 tahun, menunjukkan keinginan untuk berbagi dengan orang lain asalkan mereka memiliki lebih.
Memasuki fase 3-4 tahun, mereka sedikit egois. Namun, ketika berusia 7-8 tahun, si Kecil menjadi lebih peduli dan lebih terbuka untuk berbagi dengan orang lain.
2. Bekerja sama
Kegiatan lain yang mengajarkan keterampilan sosial adalah bekerja sama. Dengan berusaha mencapai tujuan bersama, si Kecil belajar menghormati orang lain, berkontribusi, berpartisipasi, dan membantu. Keterampilan ini tak hanya bermanfaat untuk diri sendiri, tapi juga penting untuk pergaulan di dalam komunitas, misalnya di lingkungan sekolah
3. Bersikap sopan
Salah satu aspek penting dalam keterampilan sosial adalah bersikap sopan santun. Sebagai permulaan, Papa dan Mama perlu meningkatkan si kecil untuk menggunakan tiga kata ajaib ini, yaitu maaf, tolong, dan terima kasih.
Tata krama yang baik juga bisa ditunjukkan lewat kontak mata. Selain menunjukkan sikap menghargai, memandang lawan bicara memungkinkan komunikasi berjalan secara bergantian sehingga tercipta pemahaman yang lebih baik.
4. Bertanggung jawab
Selain bersikap sopan, si Kecil juga perlu mengenal konsep tanggung jawab atas tindakan yang mereka lakukan atau hal-hal yang mereka miliki. Sebagai contoh, merapikan mainan, mengerjakan tugas rumah, hingga membuang sampah.
Dengan cara ini, mereka belajar mengemban kewajiban dan bersikap mandiri kemandirian. Yang terpenting, jangan biarkan si Kecil melempar tanggung jawabnya kepada orang lain sebab dapat menumbuhkan sifat bergantung, memanfaatkan, dan menyalahkan orang lain.
5. Menjadi pendengar yang baik
Untuk mewujudkan komunikasi yang sehat, Papa dan Mama perlu mendorong si Kecil untuk menjadi pendengar yang baik. Bukan hanya berdiam diri, keterampilan sosial ini berarti menyerap informasi yang disampaikan oleh orang lain.
Dengan berlatih mendengarkan, anak belajar menyerap materi, mencatat, dan memikirkan apa yang dikatakan orang lain. Sikap ini nantinya berguna untuk perkembangan akademis mereka.
Itulah lima tahap keterampilan sosial anak dan isyarat sosial berdasarkan usia. Dengan menanamkan keterampilan sosial sejak dini, Papa dan Mama berusaha mempersiapkan si Kecil untuk menghadapi dunia.
Untuk mengembangkan minat dan bakat anak, Papa dan Mama dapat mendaftarkan si kecil ke Kiddo Club by Kiddo.id. Papa dan Mama bisa menemukan layanan kelas dan kursus berbagai bidang sesuai dengan bakat dan minat si kecil di Kiddo.id. Tunggu apa lagi? Segera temukan layanan bimbel privat berkualitas secara praktis dan mudah bersama Kiddo.id
Baca juga: Tanamkan Rasa Empati Pada Anak Melalui 5 Kegiatan Sosial Ini

