Papa dan Mama saat ini semakin menyadari betapa pentingnya pendidikan dan pembelajaran dalam perkembangan si Kecil. Para ahli psikologi berpendapat bahwa dalam 6 tahun pertama kehidupan, anak-anak memiliki kemampuan yang luar biasa untuk menyerap dan memproses informasi. Banyak orang tua yang menghabiskan waktu bersama anak dalam kegiatan pembelajaran seperti membaca, menulis, bernyanyi, dan menggambar.
Tak jarang orang tua mengungkapkan kesulitan mereka dalam mengajarkan sesuatu kepada anak mereka mengingat keterbatasan perhatian yang dimiliki si Kecil. Namun, penting untuk diingat bahwa hal ini adalah hal yang normal bagi anak usia 2-6 tahun untuk memiliki batasan dalam konsentrasi mereka.
Si Kecil, sebagai anak kecil, memiliki energi yang luar biasa dan senang beraktivitas. Mereka selalu antusias mencoba pengalaman baru yang menyenangkan. Tingkat energi yang tinggi ini adalah hal yang positif, karena merupakan bagian dari proses belajar mereka. Namun, ini juga berarti bahwa mereka mudah merasa bosan jika aktivitas belajar yang mereka lakukan tidak menarik dan tidak interaktif.
Baca juga: 5 Cara Melatih Fokus Anak, Hindari Distraksi yang Mengganggu
Cara menjaga perhatian anak dalam belajar
ilustrasi anak belajar (freepik.com)
Sebagai Papa dan Mama, kita bisa melakukan beberapa hal berikut ini untuk membantu anak kita tetap fokus saat belajar
1. Atur jadwal belajar
Papa dan Mama, ketika ingin membantu anak tetap fokus, pilihlah waktu yang tepat ketika mereka lebih mudah memusatkan perhatian. Biasanya, anak-anak lebih fokus di pagi hari sekitar jam 9-11, sore hari sekitar jam 5, dan juga pada malam hari. Namun, perlu diingat bahwa setiap anak memiliki ritme yang berbeda, jadi perhatikan kapan mereka lebih aktif dan penuh perhatian.
Triknya adalah mencoba mengajarkan hal-hal baru dan menantang kepada anak ketika mereka sedang lelah dan mengantuk. Dengan begitu, kita dapat merangsang rasa ingin tahu mereka dan memberikan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan mereka meski dalam kondisi yang sedikit lebih santai.
2. Lakukan secara singkat
Papa dan Mama, yang kedua, ciptakanlah aktivitas belajar yang singkat dan menyenangkan. Untuk anak di bawah usia 5 tahun, setiap sesi sebaiknya tidak melebihi 30 menit, sedangkan untuk anak usia 5-6 tahun, sebaiknya tidak melebihi 40 menit.
Orangtua perlu memperhatikan dengan seksama kapan waktu yang tepat untuk anak belajar tugas-tugas yang sulit. Misalnya, saat anak belajar menulis untuk pertama kalinya atau belajar mengenal huruf-huruf. Kita harus menghargai bahwa mempelajari informasi baru membutuhkan upaya mental yang cukup besar. Sesinya sebaiknya singkat namun intens, karena itu lebih efektif daripada sesi yang panjang dan membuat anak lelah dan bosan.
Papa dan Mama, sebagian orangtua berpendapat bahwa anak kecil perlu dilatih untuk memusatkan perhatian mereka dalam persiapan menjalani waktu sekolah yang akan memakan waktu 4 hingga 5 jam. Namun, penting juga untuk mempertimbangkan bahwa waktu belajar di sekolah juga dibagi dalam sesi-sesi selama 40 menit, sehingga anak-anak tidak mengikuti satu subjek lebih dari 40 menit.
Namun, saya setuju bahwa kita dapat dan seharusnya melatih anak-anak kita untuk secara bertahap memperpanjang waktu perhatian mereka. Kita bisa memulai dengan sesi belajar yang sangat singkat (kurang dari 20 menit) untuk anak-anak berusia 2-3 tahun, dan secara perlahan meningkatkan durasinya seiring dengan perkembangan mereka.
3. Ciptakan prose belajar interaktif
Papa dan Mama, langkah ketiga yang dapat dilakukan adalah membuat proses belajar menjadi interaktif. Hal ini penting untuk memastikan perhatian si Kecil terlibat dan membuat aktivitas belajar menjadi menarik. Salah satu cara terbaik untuk menarik perhatian anak-anak adalah dengan membuat mereka menjadi pelajar yang aktif daripada hanya menjadi pendengar pasif.
Anak-anak umumnya belajar dengan melakukan (belajar secara aktif) daripada hanya mendengarkan (belajar secara pasif). Proses belajar yang efektif akan melibatkan berbicara, mendengarkan, menggambar, membuat sesuatu, dan berbagai aktivitas yang melibatkan gerakan tubuh.
Papa dan Mama, di toko buku seringkali tersedia buku-buku yang menawarkan beragam aktivitas belajar yang dapat digunakan untuk belajar di rumah bersama si Kecil. Buku-buku ini disusun dalam sesi-sesi individu yang penuh dengan berbagai aktivitas belajar, mulai dari menulis, mewarnai, bercerita, hingga bermain peran.
Ketika proses belajar menjadi aktif dan menyenangkan, kita tidak perlu lagi berusaha keras untuk mendapatkan dan menjaga perhatian anak. Dengan adanya aktivitas belajar yang seru dan terlibat, anak akan lebih termotivasi dan fokus dalam belajar.
4. Hindari distraksi
Papa dan Mama, ada perdebatan di antara psikolog pembangunan tentang apakah anak di bawah 3 tahun sebaiknya diperbolehkan menonton televisi. Beberapa pengajar berpendapat bahwa televisi dapat memberikan banyak informasi dan bahasa kepada anak dengan cepat, sementara yang lain mengatakan bahwa televisi justru membuat anak menjadi pasif dan kurang berpikir. Saran yang dapat saya berikan adalah membatasi waktu menonton televisi bagi anak di bawah 6 tahun, tidak lebih dari 90 menit sehari. Terlalu banyak waktu menonton televisi dapat membuat gaya belajar anak menjadi pasif dan akan sulit bagi orangtua dan guru untuk bersaing mendapatkan perhatian anak dari televisi.
5. Sediakan waktu jeda
Papa dan Mama bisa memberi tahu Si Kecil tentang tugas berikutnya ketika ia sedang mengerjakan suatu tugas. Namun, penting juga memberikan jeda waktu sebelum Si Kecil memulai tugas baru tersebut. Terkadang, ketika anak sedang menikmati sesuatu, mereka mungkin enggan untuk pindah ke aktivitas baru. Oleh karena itu, diperlukan waktu istirahat agar Si Kecil siap untuk beralih ke tugas selanjutnya.
Dapatkan informasi seputar tips parenting, rekomendasi aktivitas anak, dan resep di Kiddo.id. Papa dan Mama juga bisa mengakses Jurnal Pertumbuhan by Kiddo.id untuk memantau grafik berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala si Kecil.
Tunggu apa lagi? Segera unduh aplikasi Kiddo.id di Gogle Play atau kunjungi instagramnya di @id.kiddo.
Baca juga: 5 Tips Anak Fokus Belajar Membaca, Mudah dan Menyenangkan!

