Siapa yang menyangka, Papa dan Mama, si Kecil mulai menyuarakan pendapatnya ketika mencapai usia empat tahun. Anak saya mulai mengungkapkan hal-hal yang tidak disukainya, bahkan memberikan komentar tentang penampilan saya. Saat ini adalah waktu yang tepat bagi Papa dan Mama untuk saling bergantian melatih perkembangan bahasa si Kecil.
Tanpa disadari, hal ini dapat membantu perkembangan otak si Kecil agar lebih cerdas. Bahkan, membantunya menjadi anak yang mampu memecahkan masalah dan berpikir secara kritis. Oleh karena itu, Papa dapat melakukan beberapa langkah berikut ini untuk melatih si Kecil dalam mengungkapkan pendapatnya. Ayo, ajak Papa untuk membaca artikel ini bersama-sama!
Baca juga: 7 Tips Memperbanyak Kosakata Anak, Perkuat Belajar Abjad
Cara mengajari anak berpendapat berdasarkan usia
ilustrasi orang tua mengajari anak berpendapat (freepik.com)
Papa dan Mama pasti ingin si Kecil menjadi anak yang berani menyatakan pendapat dan memiliki kemampuan berpikir kritis. Namun, hal ini tidak bisa diperoleh dengan mudah. Dibutuhkan dorongan yang terus-menerus dari orangtua agar anak dapat belajar dan mengaplikasikan keterampilan tersebut.
Dilansir KlikDokter, dr. Irma Rismayanty, hospital director RSIA Bina Medika Bintaro menjelaskan anak perlu mendapatkan stimulus sejak dini agar berani berpendapat. Nah, berikut cara mengajari anak berpendapat berdasarkan kelompok usia mereka.
1. Usia 2-3 tahun
- Doronglah anak untuk melakukan segala kegiatan yang ia sukai dan berikan contoh yang baik kepada mereka.
- Hindari sikap menyalahkan jika anak melakukan kesalahan karena dapat membuat anak menjadi tidak mandiri dan menimbulkan rasa takut pada anak untuk mengungkapkan keinginannya.
2. Usia 4-5 tahun
Pada usia 4-5 tahun, anak akan cenderung bertanya mengenai banyak hal. Di sinilah peranan orangtua, pengasuh ataupun guru dalam merangsang anak untuk berpikir kritis.
- Usahakan untuk menjawab semua pertanyaan anak. Jika Anda tidak dapat menjawab, berikan jeda waktu pada anak agar Anda mencari jawabannya terlebih dahulu dan tepatilah janji untuk memberikan jawabannya.
- Berikan kesempatan pada anak untuk mengungkapkan pendapatnya dan hargai mereka. Ini dapat membangun kepercayaan diri anak. Namun, Anda tetap harus teliti terhadap apa yang disampaikan dan berikan arahan yang baik.
- Berdiskusilah dengan anak mulai dari hal-hal yang paling mudah. Misalnya dalam memilih makanan atau pakaian yang akan dikenakan. Tanyakan alasan yang mendasari pilihan mereka. Gunakan pertanyaan terbuka tersebut agar merangsang anak untuk berpendapat.
- Saat anak berbicara, dengarkan dan jangan potong pembicaraannya agar ia belajar untuk menghargai orang yang sedang berbicara.
- Jika hendak melakukan aktivitas bersama anak, biasakan untuk menyampaikan tujuan dari setiap aktivitas tersebut. Misalnya, saat merencanakan kegiatan berenang dengan anak. Jelaskan padanya bahwa berenang merupakan salah satu jenis olahraga yang baik untuk tubuh agar tidak mudah sakit.
- Berikan anak pujian ketika ia mengutarakan pendapat yang menurut Anda baik.
- Pilihlah sekolah yang menerapkan metode diskusi dengan anak, bukan hanya metode konvensional di mana anak hanya duduk dan diam saat guru sedang menerangkan.
Baca juga: Kenali 5 Tanda Si Kecil Miliki Bakat Public Speaking
Cara mengajari anak berpendapat
ilustrasi orang tua mengajari anak berpendapat (freepik.com)
Mengembangkan kemampuan berpendapat di depan orang lain adalah suatu keterampilan yang perlu dilatih sejak dini. Sebaliknya, jika semua urusan anak diurus tanpa memberi mereka kesempatan untuk menyuarakan pikiran, hal itu akan membuat mereka terus nyaman dalam zona yang sudah dikenal dan cenderung menjadi pasif dalam menghadapi tantangan dunia.
Ketika seorang anak terbiasa untuk berpendapat, rasa percaya dirinya akan meningkat dengan sendirinya. Berdasarkan informasi dari Parents.com, berikut adalah 5 tips yang dapat membantu anak merasa diberdayakan dan lebih berani untuk menyampaikan pendapat.
1. Biarkan anak berbicara
Baik itu ketika berinteraksi dengan teman di jalan atau saat memesan makanan di restoran, berikanlah kesempatan kepada si Kecil untuk berbicara dan menyampaikan keinginannya sendiri. Meskipun si Kecil mungkin pemalu, janganlah melakukannya semua demi kenyamanan mereka.
Dengan membiasakan si Kecil untuk berbicara dan mengungkapkan pikirannya, ini akan memberikan mereka kekuatan dan kesadaran akan pentingnya suara mereka. Hal ini akan membantu mereka menjadi lebih siap dalam menghadapi berbagai situasi yang baru di masa depan.
2. Luangkan waktu untuk berdiskusi
Manfaatkanlah waktu setiap hari untuk berinteraksi dengan si Kecil secara bijaksana. Saat makan bersama atau berjalan-jalan bersama keluarga, ajaklah mereka berbicara tentang topik yang penting bagi keluarga atau bagi mereka secara pribadi, lalu mintalah pendapat mereka. Penting bagi Papa dan Mama untuk tidak terburu-buru menyela ketika si Kecil masih menyampaikan pendapatnya.
Setelah si Kecil mengungkapkan pikirannya, Papa dan Mama bisa menggali lebih dalam dengan bertanya lebih banyak tentang apa yang telah mereka katakan, daripada hanya memberi respon seperti "Wow, itu keren!". Pendekatan seperti ini akan membantu si Kecil berpikir lebih dalam dan menjadi lebih terbuka.
3. Jangan hakimi anak
Si Kecil akan memilih dengan hati-hati kapan mereka ingin mengungkapkan topik yang sulit. Jika mereka merasa dihakimi, kemungkinan besar mereka akan menutup diri. Oleh karena itu, dengarkanlah si Kecil dengan baik tanpa menghakiminya saat mereka mencoba mengangkat suatu topik.
Selain itu, hindarilah mengajukan pertanyaan yang dapat membuat si Kecil merasa perlu membela diri atau menyerah.
Jika suatu saat si Kecil kesulitan untuk membicarakan hal-hal tertentu, berikan mereka waktu sejenak dan akui bahwa Papa dan Mama memahami kesulitan mereka. Dengan cara ini, si Kecil akan merasa dihargai dan merasa nyaman untuk berbagi apa yang ada di dalam pikirannya.
4. Berikan anak pilihan
Daripada memberikan sesuatu secara cuma-cuma kepada si Kecil, sebaiknya Papa dan Mama menawarkan setidaknya dua opsi terlebih dahulu untuk mereka pilih. Misalnya, Papa dan Mama bisa menawarkan pilihan antara bersepeda atau berenang.
Meskipun terlihat sederhana, kebiasaan ini dapat memiliki dampak positif yang besar bagi si Kecil. Jika diterapkan sejak dini, hal ini akan membantu si Kecil untuk terbiasa memilih dan mengungkapkan apa yang mereka inginkan.
5. Hindari memberikan label tertentu pada anak
Memberikan penilaian tertentu pada si Kecil seperti "Pintar" atau menempatkannya dalam kategori negatif seperti "Bodoh" dapat sangat menghambat kepercayaan dirinya. Anak cenderung menginternalisasi label yang diberikan oleh Papa dan Mama, dan hal tersebut dapat menghambat mereka dalam menemukan identitas dan suara mereka sendiri.
Sebagai gantinya, Papa dan Mama sebaiknya mendukung si Kecil saat mereka mencoba menemukan jalan hidupnya sendiri. Hindarilah membandingkan si Kecil dengan saudara kandungnya, dan berikan pujian kepada mereka atas pencapaian dan tingkah laku yang positif. Dengan cara ini, si Kecil akan lebih terbuka terhadap perubahan dan tidak terikat pada label tertentu.
Dengan memperhatikan langkah-langkah di atas, diharapkan si Kecil dapat dengan mudah mengungkapkan pendapatnya, sehingga dapat mengembangkan cara berpikir yang kritis dan logis yang akan bermanfaat dalam kehidupannya di masa depan.
Dapatkan informasi seputar tips parenting, rekomendasi aktivitas anak, dan resep di Kiddo.id. Papa dan Mama juga bisa mengakses Jurnal Pertumbuhan by Kiddo.id untuk memantau grafik berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala si Kecil.
Tunggu apa lagi? Segera unduh aplikasi Kiddo.id di Gogle Play atau kunjungi instagramnya di @id.kiddo.
Baca juga: 5 Cara Membantu Anak Disleksia Membaca, Ajari Decoding

