Parenting

Jangan Dipaksa! Usia Ideal Anak Belajar Menulis

Oleh Kiddo.id   |   

Tak sedikit Mama Papa yang bertanya umur berapa anak bisa menulis dan membaca. Nyatanya, perkembangan si kecil memiliki tahapannya tersendiri sesuai usia mereka. Yang terpenting, tugas para orang tua yaitu bisa mendukung dan mendidik si kecil dengan baik dan mengikuti perkembangannya.

Memiliki anak yang pintar dan cerdas memang dambaan setiap Mama Papa. Namun, sayangnya banyak orang tua yang menyuruh mereka untuk belajar atau meningkatkan kemampuan sejak kecil, padahal hal tersebut tidaklah benar. 

Sebagai orangtua, Mama Papa perlu mengetahui tahapan perkembangan anak terlebih dahulu, jangan sampai Mama dan Papa mengambil waktu bermain mereka dan menggantikannya dengan belajar secara terus-menerus.

Belajar secara terus-menerus mungkin terdengar baik untuk membuat si kecil semakin pintar, tetapi nyatanya tak sedikit pula anak yang merasa stress. Dalam belajar, diperlukan metode yang tepat serta kesiapan menerima pelajaran. Jika Mama Papa ingin mengajarkan anak membaca atau menulis, maka penting untuk mengetahui umur berapa anak bisa menulis. Hal tersebut bertujuan untuk mengenal kesiapan anak dalam menerima pelajaran. 

Umur Berapa Anak Bisa Menulis? Simak Tahapannya

Menulis dan membaca merupakan salah satu keterampilan dasar yang harus dimiliki oleh anak saat masuk sekolah. Meskipun di lingkungan sekolah anak akan diajari membaca dan menulis, namun sebagai orang tua Anda berperan untuk mengenalkan angka dan huruf kepada anak. Dengan begitu, si kecil tidak akan merasa kesulitan ketika belajar di sekolah pertama kali.

Buat Mama Papa yang belum tahu umur berapa anak bisa menulis, berikut tahapannya:

1. Usia 15 Bulan

Banyak yang membuktikan bahawa anak mulai bisa menulis sejak mereka berusia 15 bulan. Hal ini terbukti dari banyaknya balita yang sudah bisa memegang krayon atau spidol di kepalan tangan mereka. Hal tersebutlah yang menjadi langkah awal bagi si kecil untuk menulis.

2. Usia 2,5 – 3 Tahun

Seiring bertambahnya usia mereka, kemampuan kontrol motoriknya lebih baik. Ketika anak berusia 2,5 sampai 3 tahun mereka dapat mengukir coretan dari spidol atau pena yang Anda berikan. Di usia tersebut si kecil bisa menggambar bentuk sederhana secara berulang, misalnya lingkaran, persegi dan lainnya.

3. Usia 3 Tahun

Lalu ketika mendekati usia 3 tahun, anak-anak hampir bisa memegang spidol atau pena dengan sempurna, yaitu antara ibu jari dan jari tengah mereka. Pada usia tersebut mereka telah memahami bentuk atau pola. Sehingga mereka bisa menggambarkan garis atau kurva melalui titik-titik yang dihubungkan menjadi suatu bentuk.

4. Usia 3-5 Tahun

Di usia 3-5 tahun, anak-anak telah mengenal gambaran suatu bentuk yang disengaja serta mengenal warna secara detail. Di usia prasekolah ini anak-anak telah mengenal gambar lingkaran untuk kepala, garis untuk alis, titik-titik untuk membentuk mata, serta garis melengkung yang dapat menggambarkan hidung dan mulut. Pada usia ini si kecil juga telah mengetahui gambar yang mereka buat memiliki arti atau simbol. 

Pada tahap usia 3-5 tahun, Mama Papa bisa mengajarkan anak menulis angka atau huruf. Mengingat, di usia tersebut juga mereka telah mampu menerima pelajaran membaca dan menulis. Kenalkan huruf dan angka kepada anak secara perlahan, agar mereka bisa mengingatnya dengan baik.

Sehingga jawaban umur berapa anak bisa menulis yaitu ketika mereka berusia 3-5 tahun. Pertama-tama Mama dan Papa bisa mengajarkan anak untuk menuliskan nama mereka terlebih dahulu. Setelah itu, Anda bisa membuat kalimat sederhana yang lebih panjang, lalu ditulis ulang oleh anak. 

Jangan Memaksa Anak Belajar

Seperti yang sudah diketahui sebelumnya, bahwa mengajarkan si kecil harus sesuai dengan kemampuan dan usia mereka. Jangan memaksakan anak jika usia mereka belum bisa menerimanya. Hal ini akan berdampak pada tumbuh kembang anak serta kemampuan mereka dalam memproses belajar

Jangan biarkan si kecil kehilangan waktu bermain dan bersosialisasi dengan teman-temannya, hal tersebut akan berpengaruh terhadap kondisi psikis si kecil. 

Saat ini banyak kasus efek dari anak yang sering kali dipaksa untuk belajar menulis, membaca atau menghitung. Beberapa efek yang terjadi yaitu anak yaitu mogok sekolah, frustrasi, cepat merasa bosan hingga kehilangan konsentrasi belajar. umur berapa anak bisa belajar menulis

Tips Mengajarkan Anak Menulis

Setelah mengetahui umur berapa anak bisa menulis, Mama Papa juga perlu mengetahui panduan serta tips mengajarkan anak menulis dengan tepat. Adapun berikut beberapa tips yang bisa Mama Papa lakukan, di antaranya yaitu:

  • Fasilitasi anak dengan perlengkapan menulis yang beragam serta menarik minat mereka untuk menulis.
  • Buatlah ruangan khusus belajar anak yang nyaman dan jauh dari gangguan.
  • Ajak anak untuk membantu Anda menulis kebutuhan, seperti kebutuhan berbelanja, kebutuhan menu makanan dan lainnya.
  • Mengajak anak untuk menuliskan suatu cerita yang dapat dijadikan hadiah ulang tahun atau perayaan lainnya.
  • Menantang anak untuk menuliskan beberapa benda yang ada di sekitarnya. 
  • Berikan catatan kecil untuk anak setiap hari, seperti poster motivasi, harian dan lainnya. 
  • Kenali apa yang anak Anda sukai, misalnya anak menyukai buah, Anda bisa mengajak mereka untuk menggambar buah-buahan atau menuliskan nama-nama buah.
  • Dengarkan anak bercerita atau ajak anak untuk berbincang. Hal ini dapat menambah kemampuan komunikasi anak dengan baik serta menambah kosakata anak dalam menulis.
  • Memberi anak buku bacaan yang terdapat gambar menarik di dalamnya. Agar anak rajin membaca dan mencoba menuliskan apa yang ia baca.

Baca juga: Cara Mengajari Anak Disleksia Belajar Membaca dan Menulis

Itulah beberapa hal yang bisa Mama Papa ketahui mengenai perkembangan anak, mulai dari umur berapa anak bisa menulis dan membaca, hingga tips mengajarkannya menulis dengan tepat. Kiddo.id merupakan platform yang menyajikan beragam informasi seputar anak dan keluarga yang menarik serta bisa menambah keharmonisan keluarga. Kiddo.id juga dapat mempertemukan Mama Papa dengan penyedia layanan aktivitas keluarga yang baik dan tepat sesuai kebutuhan Si Kecil, misalnya les, kursus atau workshop dengan beragam pilihan kelas yang menarik dan tentunya bermanfaat bagi perkembangan dan tumbuh kembang si kecil.

Seberapa suka dengan artikel ini?