Aktivitas Anak

TOEFL atau IELTS, Mana yang Harus Kamu Pilih?

Oleh Kiddo.id   |   

Anak bersekolah / kuliah ke luar negeri

TOEFL atau IELTS, mana yang harus dipilih.

Mama dan Papa apakah ada keinginan untuk mengajak anak bersekolah / kuliah ke luar negeri? 

Apabila iya, pasti sudah mengetahui bahwa salah satu standar persyaratan agar diterima di universitas luar negeri adalah nilai bagus di TOEFL atau IELTS. Namun, adanya banyak informasi malah membuat Mama Papa semakin bingung untuk memilih mana yang harus dipilih. 

Melalui artikel ini, saya akan jelaskan dan ulas satu persatu mengenai IELTS dan TOEFL agar Mama Papa dapat memilihkan mana yang lebih cocok untuk anak!

Apa Sih TOEFL dan IELTS?

Pertama, saya akan jelaskan apa itu TOEFL dan IELTS yah.

TOEFL (Test of English as a Foreign Language) merupakan sebuah tes yang mengukur kemampuan seseorang dalam hal membaca, berbicara, mendengar dan menulis Bahasa Inggris. Karena dikembangkan oleh perusahaan asal Amerika, tes ini menggunakan American English atau aksen bahasa Inggris-Amerika. Di dalamnya juga mungkin saja terdapat pertanyaan seputar sejarah, budaya, politik, geografi dan bahasa slang Amerika.

TOEFL adalah singkatan dari Test of English as a Foreign Language

TOEFL adalah sebuah tes untuk mengukur kemampuan seseorang dalam hal membaca, berbicara, mendengar dan menulis Bahasa Inggris. 

Ada dua dari beberapa jenis TOEFL yang paling populer yaitu PBT (Paper Based Test) dimana mengerjakan soal melalui kertas yang dicetak dan IBT (Internet Based Test ) yang dapat  mengerjakan soal melalui Internet.

Gak jauh berbeda dengan TOEFL, IELTS (International English Language Testing System) juga merupakan tes yang mengukur kemampuan seseorang dalam hal membaca, berbicara, mendengar dan menulis Bahasa Inggris, namun lebih condong ke British English atau aksen Inggris Britania.

Dua jenis IELTS yang paling populer yaitu Academic dan General Training. IELTS Academic merupakan tes yang bertujuan untuk syarat penerimaan universitas, sedangkan IELTS General Training untuk memenuhi persyaratan non akademik, bekerja dan kebutuhan imigrasi.

Namun, perbedaan aksen Inggris dan Amerika yang digunakan masing-masing tes bukan menjadi penentu keberhasilan, artinya anak yang mengikuti IELTS tidak harus menjawab dengan aksen dan vocabulary Inggris, begitupun sebaliknya. 

Jika mengikuti tes TOEFL, sah-sah saja jika anak menjawab dengan vocabulary dan aksen British.

Persamaan dan Perbedaan TOEFL dan IELTS

Pasti bingung kan, terus apa sih bedanya karena sepertinya sama aja antara kedua tes ini. Saya akan jelaskan per kategori yah agar Mama Papa dapat lebih mudah memahami perbedaan dan persamaan TOEFL dan IELTS;

1.Tipe Soal & Durasi Tes

TOEFL dan IELTS memiliki empat bagian soal yang sama, yaitu reading (membaca), speaking (bicara), writing (menulis) dan listening (mendengar), hanya saja, urutannya yang bisa berbeda.

Contoh soal IELTS

TOEFL dan IELTS memiliki tipe soal dan durasi yang berbeda. 

Dalam empat jam durasi TOEFL, peserta diberikan waktu untuk sesi reading selama 60-80 menit, kemudian listening 60-90 menit, speaking 20 menit dan writing 50 menit. Tipe soal dalam TOEFL semuanya merupakan pilihan ganda. 

Sementara itu, IELTS memberikan waktu listening selama 30 menit, reading 60 menit, writing 60 menit dan speaking 11-14 menit saja. Sesi speaking ini juga bisa diambil lebih dahulu sebelum tiga sesi lainnya. Total durasi untuk IELTS adalah 2 jam 45 menit dan terdiri dari beberapa tipe soal yang semuanya harus ditulis dengan tangan.

Sesi Reading

Sesi reading di dalam kedua tes akan diawali dengan sebuah teks akademis, kemudian dilanjutkan oleh pertanyaan yang menguji seberapa mengerti peserta dengan teks tersebut. 

Pada sesi Reading TOEFL, peserta diberikan pilihan ganda yang dapat berupa tes kosakata maupun tes pemahaman. Sedangkan pada IELTS, formatnya adalah jawaban singkat, fill in the blank, menentukan opini dan tujuan penulis, dan lain lain.

Sesi Listening

Pada sesi Listening TOEFL, peserta akan diperdengarkan empat sampai enam rekaman suara, kemudian menjawab pertanyaan sesuai dengan apa yang telah didengar. Rekaman suara dapat berupa percakapan ataupun sebuah penjelasan. 

Sementara itu, IELTS mengharuskan peserta menjawab 10 pertanyaan sambil mendengarkan materi. Format pertanyaan sesi listening pada IELTS berupa fill in the blank, melengkapi kalimat, dan menjawab benar atau salah.

Sesi Writing

Baik sesi writing saat TOEFL ataupun IELTS  mewajibkan peserta untuk menulis esai pendek. Peserta TOEFL akan diberikan tulisan singkat tentang topik tertentu, kemudian mendengarkan penjelasan mengenai topik tersebut. Barulah kemudian peserta menulis respon berbentuk esai.

Sedangkan saat IELTS, peserta akan diberikan grafik atau chart pada sesi pertama, dan tulisan argumen atau sudut pandang pada sesi kedua. Kedua sesi tersebut mengharuskan peserta menuliskan respon sesuai topik.

IELTS academic mengharuskan peserta menulis esai akademis, sedangkan pada IELTS general training, peserta menulis sebuah business letter. 

Sesi Speaking

Sesi ini mungkin menjadi sesi yang paling terasa perbedaannya. Saat TOEFL, peserta akan berhadapan dengan layar komputer dan sesi speakingnya direkam melalui microphone, sementara IELTS menerapkan sesi berbincang langsung dengan instruktur tes.

Dua sesi pertama pada sesi speaking TOEFL mengharuskan peserta untuk menjelaskan opini umum tentang topik sehari-hari. Pada empat sesi lainnya, peserta akan mendengar atau membaca sebuah topik terlebih dahulu sebelum memberikan respon. 

Kalau di IELTS, sesi speaking mungkin akan terasa lebih mengalir karena berbentuk obrolan umum dengan seorang instruktur. Pada akhir tes, peserta juga akan diberikan kartu yang bertuliskan sebuah topik, kemudian diajak berdiskusi yang berkaitan dengan topik tersebut.

Sebagai catatan, kebanyakan tes TOEFL menggunakan para pembicara dengan aksen bahasa Inggris Amerika saja, sedangkan IELTS bekerjasama dengan para pembicara dengan berbagai aksen. 

2.Sistem Penilaian & Target Skor 

Pastinya Mama dan Papa menginginkan anak dapat lulus dengan nilai sempurna yah! Nah, untuk bisa dikatakan lulus sih, ada target skor minimum dan maksimal.

Nilai Skor IELTS

 Nilai skor IELTS adalah minimum 7,0. Berbeda dengan TOEFL yang memiliki target skor minimum 110. 

Untuk TOEFL, target score-nya adalah 110 dari maksimal skor 120. Sedangkan untuk IELTS, skor minimalnya adalah 7.0, atau bisa mencapai 7.5 dari maksimal skor 9.0 untuk institusi ternama lainnya.

Loh kenapa beda? Gimana cara hitungnya? 

Jadi, hasil skor TOEFL didapat dari menjumlahkan seluruh skor per sesi, sedangkan hasil skor IELTS didapat dari jumlah rata-rata skor tiap sesi.

Yang perlu diingat, sebenarnya tidak ada cara yang “lebih benar” dalam menjawab. Fokus peserta seharusnya lebih tertuju pada kualitas bahasa, terutama dalam IELTS. Sedangkan saat mengerjakan TOEFL, peserta harus lebih fokus untuk menjawab sesuai tugas atau arahan yang diberikan.

3. Biaya

Bagian terpenting adalah tentunya juga biaya. Perlu Mama Papa ketahui bahwa biaya tes TOEFL maupun IELTS dapat berbeda-beda di setiap negara.  

Tapi, sebagai acuan saya informasikan bahwa tes TOEFL dikenakan biaya rata-rata di bawah $200 atau sekitar Rp 2,6 juta. Sedangkan, tes IELTS biasanya membutuhkan biaya sebesar $215-$245 atau Rp 2,7-3,1 juta.

Lalu, Test Mana yang Harus Dipilih?

Setelah mengetahui detail informasi mengenai TOEFL dan IELTS, kini saatnya Mama Papa membantu anak untuk memilih tes mana yang paling cocok untuknya. 

Mama Papa bisa menyesuaikan dengan tujuan, kemampuan, dan rencana edukasi anak.

Jika anak berencana melanjutkan pendidikan ke Inggris, maka hanya tes IELTS UKVI yang diterima. Jenis IELTS ini juga digunakan untuk mendukung aplikasi Visa dan imigrasi. Tes IELTS biasanya juga digunakan sebagai persyaratan untuk mendaftar di universitas-universitas Australia dan Selandia Baru.

Nah apabila ingin bersekolah di Amerika Serikat dan Kanada, TOEFL maupun IELTS sih keduanya diterima.

Setelah mengetahui negara tujuan, selanjutnya Mama Papa bisa juga coba melihat daftar pernyataan di bawah ini yang sesuai dengan minat anak yah!

Pilih TOEFL jika anak:

  • Anak berencana melanjutkan pendidikan ke Amerika Serikat
  • Lebih suka mengetik dan bisa mengetik dengan cepat
  • Nyaman bicara dengan komputer & mikrofon
  • Merasa aksen Inggris-Amerika lebih mudah dimengerti
  • Lebih suka menjawab pertanyaan pilihan ganda
  • Lebih mudah mencatat hal-hal yang didengar dari sebuah rekaman

Pilih IELTS jika anak:

  • Anak berencana melanjutkan pendidikan ke Inggris, Australia atau Selandia Baru (Negara-negara Commonwealth)
  • Lebih nyaman melakukan interview secara tatap muka
  • Suka menulis, bisa menulis dengan cukup rapi dan mudah dibaca
  • Memahami dan suka dengan aksen Inggris berbagai negara, terutama British
  • Lebih suka menjawab tipe soal yang bervariasi, tidak hanya pilihan ganda
  • Lebih nyaman bercerita dan membicarakan hal-hal non akademis dalam Bahasa Inggris

Gimana? Sampai disini apa Mama Papa sudah menemukan tes yang tepat untuk si kecil? 

Kalo sudah, sekarang saatnya Mama Papa membantu anak mempersiapkan diri untuk menghadapi tes. 

Tips Mempersiapkan Tes TOEFL & IELTS

Hal pertama yang mungkin dirasakan anak adalah bahwa TOEFL atau IELTS itu sulit. Peran Mama Papa penting disini untuk menyemangati bahwa apabila semakin terbiasa belajar bahasa inggris pasti nantinya akan terasa mudah.

Sebagai langkah awal, Mama Papa bisa ajak anak untuk mengikuti sebuah latihan tes TOEFL ataupun IELTS secara online. Hal ini penting untuk mengetahui kemampuan dasar anak, sekaligus melihat bagian/tipe soal apa yang perlu dipelajari lebih jauh. 

Setelah itu, anak bisa mulai mendisiplinkan diri dengan membuat waktu khusus untuk belajar setiap harinya. Terakhir, segeralah mendaftar untuk mengikuti TOEFL ataupun IELTS agar anak memiliki target dan tenggat waktu yang jelas untuk belajar.

Peran Mama dan Papa dalam mempersiapkan anak untuk mengikuti tes TOEFL atau IELTS

Tips mempersiapkan anak untuk mengikuti tes TOEFL atau IELTS. 

Saya berikan tips belajar yang berbeda untuk tiap jenis soal yah!

  • Speaking

Untuk belajar speaking, coba Mama Papa ajak anak untuk berani mengutarakan pendapat tentang sebuah topik secara dengan suara jelas & lantang. 

Akan lebih baik jika Mama Papa mengajak teman atau sanak saudara yang mahir berbahasa Inggris, agar ia terbiasa mengobrol.

  • Listening

Mama Papa juga bisa mengajak anak untuk banyak menonton atau mendengarkan percakapan bahasa Inggris dan minta ia mencatat hal-hal yang dirasa penting. 

Bagi anak yang akan mengambil IELTS, tidak ada salahnya juga untuk membiasakan diri mendengar dan menyimak berbagai aksen bahasa Inggris dari negara-negara yang berbeda.

  • Writing

Dengan memperbanyak membaca artikel, mendengar radio ataupun podcast dan membuat ringkasan, maka Anak akan lebih cepat untuk dapat belajar menulis dalam bahasa Inggris.

  • Reading

Terakhir, Mama Papa dapat mengajak anak untuk membaca sebuah literatur dan membuat pertanyaan sekaligus jawabannya dari sana. 

Selain hal diatas, Mama Papa juga bisa menerapkan strategi dalam menjawab soal. Misal, untuk lebih fokus mencari jawaban pada sesi reading, lihat dulu daftar pertanyaannya sebelum membaca soalnya. 

Baca juga: 5 Hal Yang Perlu Diperhatikan Saat Memilih Tempat Les Bahasa Inggris

Semakin rajin berlatih, anak akan semakin terbiasa dan tumbuh kepercayaan dirinya untuk menghadapi tes. Jangan lupa ingatkan anak untuk selalu membaca petunjuk cara menjawab dengan teliti yah!

Kesulitan Belajar Sendiri? Ikuti Kelas Khusus

Kelas khusus persiapan TOEFL dan IELTS 

 Anak dapat mengikuti persiapan tes TOEFL dan IELTS dengan mengikuti kelas Bahasa Inggris khusus TOEFL dan IELTS. 

Saat belajar sendiri dirasa terlalu memberatkan, tidak ada salahnya untuk mencari bantuan profesional. Keuntungannya, proses belajar akan jadi lebih terstruktur dan ada orang lain yang bisa menilai kemampuan anak.

Mama Papa bisa mengarahkan anak untuk ikut kelas bahasa Inggris offline atau online di kiddo.id

Ada banyak pilihan vendor yang bisa Mama Papa sesuaikan dengan usia dan kebutuhannya. Misalnya, kelas private, kelas khusus TOEFL, kelas online, bahkan kelas bahasa inggris untuk ibu dan anak. Menarik, kan? 

Cara Mendaftar Tes TOEFL & IELTS 

Sebelum mendaftar TOEFL atau IELTS, Mama Papa bisa mencari informasi jadwal dan tempat tes terdekat via website TOEFL https://www.ets.org/toefl dan website IELTS https://www.ielts.org/

Gak perlu khawatir ketinggalan, tes TOEFL dapat berlangsung lebih dari 50 kali dalam setahun, sedangkan IELTS sekitar 48 kali dalam setahun. Pilih yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kesiapan anak ya, Mama Papa!

Seberapa suka dengan artikel ini?

Aktivitas akan datang