Aktivitas Anak

10 Cara Efektif Mengatasi Anak Kecanduan Gadget 

Oleh Kiddo.id   |   

 

Anak kecanduan gadget dan menghiraukan orang di sekelilingnya Cara efektif mengatasi masalah anak-anak yang kecanduan gadget

 

Anak Mama Papa suka gak jawab ketika dipanggil dan tetap asik main gadget? Atau gak mau diajak pergi dan lebih memilih main game di rumah?

Yups kemungkinan besar, anak Mama Papa memiliki kecanduan terhadap gadget!

Jika Mama dan Papa ingin segera mengatasi masalah dimana anak menggunakan gadget secara berlebihan, maka simak artikel ini sampai habis!

Menimbang Efek Anak Bermain Gadget

Saya yakin Mama Papa juga pasti tau, Gadget, jika digunakan dengan baik dan dalam waktu penggunaan yang wajar bisa memberikan efek positif terhadap tumbuh kembang anak.

Namun, yang terjadi kita sering ‘bablas’ membiarkan anak bermain gadget.

Sebelum Mama Papa memberikan tablet ataupun TV pertama kali kepada anak, yuk kita pertimbangkan dulu efek positif dan negatif yang Mama Papa mungkin harus tau:

Efek positif gadget terhadap anak:

Anak bermain piano dengan dibantu pelajaran di tablet Anak berkesempatan untuk mengasah minat bakatnya menggunakan pelajaran dan konten yang ada di internet

1.Anak mampu mendapatkan informasi dan edukasi yang baik

Mama Papa pasti sadar sekarang banyak sekali konten-konten edukasi untuk segala umur yang tersedia lengkap di internet. Bahkan untuk anak yang lebih dewasa, konten-konten yang ada mampu mengasah minat dan bakat anak untuk mencoba mendalami apa yang mereka suka loh.

Misalkan, untuk anak balita banyak kan konten-konten belajar membaca, belajar berhitung bahkan cara belajar bahasa inggris sekalipun.

Sedangkan untuk anak yang lebih besar, mereka bisa mencoba untuk belajar memasak, menjahit dan lainnya langsung dari Youtube ataupun program-program belajar seperti di Kiddo.id

2. Anak belajar berpikir kreatif dan kritis

Bermain games di gadget tidak selalu buruk untuk pertumbuhan si kecil loh. Bahkan penelitian juga menunjukan kalau anak yang sering bermain game justru memiliki kemampuan problem solving yang lebih baik.

Misalkan saat bermain games, mereka dihadapkan dengan masalah puzzle yang perlu diselesaikan. Ini akan mengasah kreatifitas anak dengan cara yang menyenangkan!

3. Memudahkan komunikasi

Sejak COVID ini kita sudah terbiasa untuk apa-apa serba digital yah. Sampai-sampai komunikasi dengan kerabat ataupun keluarga juga harus dilakukan secara online.

Gadget terbukti mempermudah anak-anak untuk tetap bisa berkomunikasi baik dengan orang-orang yang jarang mereka temui, ataupun yang sering ditemui.

Apalagi jika Mama Papa sibuk harus kerja seharian diluar. Gadget tentu bisa mempermudah anda untuk komunikasi di jam-jam yang luang.

Efek negatif gadget yang perlu diketahui:

Tentunya jika penggunaan gadget tidak diimbangi dengan waktu penggunaan (screen time) yang tepat, akan berdampak buruk bagi anak:

1.Mengganggu tumbuh kembang anak

Ketika anak terlalu sering menggunakan gadget, anak akan mulai kehilangan minat untuk melakukan berbagai aktivitas motorik maupun kognitif. 

Jika ini terjadi terus menerus, maka dapat menyebabkan berbagai masalah seperti anak terlambat berbicara, obesitas dan bahkan autisme.

2. Menyebabkan kurang tidur

Anak menonton melalui tablet gadget di malam hari Penggunaan gadget di malam hari dapat menyebabkan berbagai masalah untuk anak.

Menurut penelitian 75% anak berusia 9 sampai 10 tahun mengalami kurang tidur karena penggunaan gadget berlebih dan tanpa pengawasan.

Selain bisa berdampak terhadap pertumbuhan fisik, ini juga menyebabkan anak akan kesulitan melakukan aktivitas dan belajar di pagi hari.

3. Radiasi emisi yang berbahaya

Mama Papa harus waspada terhadap penggunaan gadget. Karena lembaga World Health Organization (WHO), mengkategorikan gadget tanpa kabel (wireless) dalam kategori Resiko 2B. Artinya, radiasi yang dihasilkan oleh gadget dapat meningkatkan kemungkinan kanker.

Lebih seramnya lagi, otak anak-anak ternyata lebih sensitif terhadap radiasi dibandingkan orang dewasa. Ini karena sistem imun mereka masih belum berkembang maksimal.

 

Berapa lama sih waktu screen time gadget yang wajar?

Anak usia 2 – 5 tahun disarankan hanya boleh menggunakan gadget selama 1 jam per hari dan wajib didampingi oleh orang tua.

Ketika anak saya sudah berusia diatas 5 tahun, saya mulai menerapkan peraturan khusus untuk penggunaan gadget dan menonton TV. 

Mama Papa juga bisa menerapkan kesepakatan seperti contohnya, hanya boleh menggunakan gadget di akhir pekan atau hari libur selama maksimal 2 jam per hari.

Di awal mungkin akan sulit untuk mendisiplinkan anak-anak untuk menggunakan gadget sesuai kesepakatan.

Nah, saya akan membahas tips-tips jitu yang saya terapkan di bagian selanjutnya.

Ciri – ciri Anak Kecanduan Gadget:

Anak-anak bermain smartphone di atas ranjangMama Papa wajib mengawasi perilaku anak sehingga dapat mudah menyadari kecenderungan anak kecanduan gadget.

Awal ketika COVID masuk ke Indonesia dan anak-anak harus berhenti sekolah sementara, saya menyadari kalau si kecil kok jadi semakin sering pegang gadget dan nonton TV.

Bahkan saya juga mulai memperhatikan ada perubahan-perubahan baik dari perilaku dan kemampuannya belajar.

“Wah, ini tanda-tanda anak ibu mulai kecanduan Gadget loh”, kata salah satu teman saya yang juga berprofesi sebagai Psikolog Anak.

Nah menurutnya dia, berikut ini adalah tanda-tanda anak Mama Papa mulai kecanduan gadget:

1.Anak tidak tertarik melakukan aktivitas

Si kecil mulai kehilangan minat untuk melakukan aktivitas seperti bermain ataupun pergi jalan-jalan DAN lebih memilih nonton Youtube? Ini sudah menjadi pertanda si kecil perlu mengurangi screen time nya!

2. Mood anak bergantung dengan penggunaan gadget

Coba Mama Papa perhatikan, jika setiap kali si kecil mencari gadget ketika dia bosan atau sedih, ini menandakan si anak sudah sangat tergantung dengan gadget. Jika sudah masuk tahap lebih akut, anak akan tantrum setiap kali gadget tersebut diambil darinya.

3. Sering menggunakan gadget secara sembunyi-sembunyi

Pertama kali saya ‘menangkap’ anak saya menggunakan tablet adalah di malam hari dengan kondisi gelap dan sudah lewat jam tidurnya. Sejak itu, saya sering mendapati dia tiba-tiba sudah menggunakan gadget tanpa seizin saya.

4. Sulit diajak komunikasi

Awalnya saya mengira si kecil ini memang lagi umur-umur nya susah dibilangin. Tetapi ternyata ini adalah salah satu tanda si kecil mulai addicted dengan gadget. Karena terlalu fokus dengan visual dan audio di gadget, mereka seperti menutup diri untuk interaksi dari luar.

5. Kehilangan konsentrasi belajar

Menurut studi terlalu banyak menggunakan gadget akan berdampak buruk terhadap kinerja otak anak-anak. Inilah yang menyebabkan prestasi si kecil bisa merosot dan kesulitan untuk belajar konsep-konsep baru. Jika ini terjadi segera atasi kecanduan anak terhadap gadget!

Cara Mengatasi Anak Kecanduan Gadget:

Tapi Mama Papa harus tetap tenang, bukan berarti anak gak boleh main gadget sama sekali kok. Tetap boleh doong, asal harus dalam pengawasan Mama Papa. Kasihan juga kan kalau Si Kecil ga boleh nonton Youtube atau main game, nanti dia gak update dibanding teman-temannya hehe.

Maka dari itu saya disini akan menjelaskan tips-tips bagaimana Si Kecil bisa bermain gadget tanpa membuat kecanduan:

  1. Menjadi Contoh Bagi Anak 

Anak dan ibu masing-masing menonton menggunakan gadgetBerikan contoh penggunaan gadget yang bijak di depan anak-anak sehingga mereka tidak kecanduan.

Mama Papa pernah gak dalam satu hari gak pegang gadget sama sekali? Kayaknya sih susah banget, benar kan? 

Saya sendiri juga gak pernah lepas dari gadget saya hehehe. Emang sih gadget itu memudahkan semua aktivitas kita, dari pekerjaan, hiburan, belanja kebutuhan sehari-hari, semua bisa dilakukan dari satu gadget. 

Tetapi akan lebih baik kalau Mama Papa juga gak terlalu bergantung dengan gadget, apalagi kalau lagi bersama Si Kecil. Karena pada dasarnya Si Kecil juga akan mencontoh semua aktivitas anda sebagai orang tua. Dan mungkin akan mencontoh sikap Mama Papa yang seakan gak pernah lepas dari gadgetnya.

Coba deh berikan contoh yang tepat buat anak-anak. Ketika Mama Papa lagi bermain bersama Si Kecil, taruh aja gadgetnya dulu ya dan fokus main bersamanya.

Tau gak sih Ma Pa, saat anda tidak menggunakan gadget saat berinteraksi dengan anak, ini memberikan kesan ‘penting’ untuk si kecil. Dia akan merasa gadget itu bukanlah barang yang penting dan tidak akan merengek untuk meminta gadget. Sehingga, anak juga bisa melakukan aktivitas lain yang jauh lebih bermanfaat. 

Jadi sebelum Mama Papa membatasi Si Kecil untuk bermain gadget, jadilah contoh yang baik dulu dengan tidak terlalu sering menggunakan gadget di depan mereka.

  1. Beri Batas Penggunaan Gadget

Di bagian awal saya sudah menjelaskan bahwa jika dalam sehari anak menggunakan gadget lebih dari 2 jam, tandanya anak itu sudah mulai kecanduan gadget.

Salah satu cara paling gampang supaya anak bisa mengontrol penggunaan gadget adalah dengan membatasi waktu penggunaan gadget. Kalau saya biasanya dalam sehari memberikan waktu selama satu jam untuk bermain gadget. 30 menit sehabis makan siang atau sebelum tidur siang, dan 30 menit lagi setelah mandi sore. 

Mama Papa bisa atur sendiri sesuai dengan kebiasaan Si Kecil. Tapi kalau saya sih sebisa mungkin dalam satu sesi tidak memberikan waktu untuk bermain gadget terlalu lama, karena jika terlalu lama nanti malah akan lebih sulit berhentinya.

Selain itu, Mama Papa juga bisa menggunakan waktu bermain gadget sebagai reward dan punishment buat Si Kecil.

Nih, misalnya Mama Papa bilang kalau Si Kecil bisa tidur siang maka nanti sore boleh main gadget. Atau misalnya jika bisa menghabiskan makan siangnya, boleh deh main gadget abis itu. 

Bisa juga nih dijadikan punishment buat Si Kecil. Misalnya kalau anak makannya ga habis maka waktu untuk main gadgetnya jadi dikurangi.

Selain itu belajar reward and punishment membuat Si Kecil belajar bertanggung jawab, jadi setiap apa yang ia lakukan maka ada konsekuensinya.

  1. Batasi Akses Penggunaan 

Ibarat tempat, gadget itu seperti toko serba ada. Semua yang kita butuhkan pasti bisa diakses dari gadget. Dari yang sangat bermanfaat bagi kita, sampai yang malah mungkin memiliki efek buruk.

Pastinya ada juga konten-konten yang kurang cocok untuk dikonsumsi oleh anak-anak. Misalnya yang berhubungan sama kekerasan, SARA, politik, dan lain-lain. 

Anak kecil itu rasa ingin tahunya tinggi sekali. Mama Papa harus bisa memilah-milah mana saja konten yang boleh diberikan ke anak maupun tidak. 

Cara paling gampang itu adalah dengan mengaktifkan fitur parental control di gadget Mama Papa. Hampir semua aplikasi di gadget ada kok parenting control-nya, seperti contohnya Youtube dan Netflix for Kids.

Selain itu Mama Papa juga sekali-kali memeriksa browsing history dari gadget anak. Misalnya anak ketahuan membuka konten yang tidak sesuai umurnya, maka harus diberikan penjelasan dan diingatkan kembali.

  1. Tetapkan Wilayah Bebas Gadget Ke Anak 

Sadar gak sih? Sebelum ada gadget, anak kecil jaman dulu kalau sambil makan sukanya sambil baca komik atau nonton TV.

Dan sekarang ketika anak diperbolehkan untuk makan sambil nonton atau main gadget, fokus mereka berkurang sehingga makan jadi lama dan sering tidak habis.

Nah maka dari itu Mama Papa perlu menetapkan wilayah bebas gadget ke anak di rumah. Gak cuma saat makan aja lho Ma, ada aktivitas-aktivitas atau wilayah yang Si Kecil ga boleh sama sekali menggunakan gadget-nya. 

Kalau saya sih menetapkan anak-anak tidak boleh menggunakan gadget di kamar tidur (apalagi sebelum tidur). Anak-anak perlu dibiasakan untuk tidak menggunakan gadget minimal 1 jam sebelum tidur sehingga dia lebih mudah terlelap. 

Dan satu lagi sih, biasanya saya minta si kecil untuk tidak menonton menggunakan gadget saat di dalam mobil. Goyangan-goyangan saat fokus menonton dapat menyebabkan kerusakan pada mata.

Saat menentukan “Gadget Free Zone”, intinya sih harus ada kesepakatan sama anak. Dimana sih mereka boleh menggunakan gadget mereka. Dan penting untuk Mama dan papa tegas dengan peraturan ini.

Awal-awal anak saya protes dan ngambek tetap main gadget di mobil. Namun, jika kita menuruti saat mereka ngambek, tentu itu akan menjadi kebiasaan buat dia agar keinginannya dituruti. Ingat, Mama Papa gak harus galak kok kalau mau tegas, ngomong baik dan pelan juga terhitung tegas kog 🙂

  1. Perbanyak Aktivitas dengan Permainan Alternatif

Anak dan orang tua bermain bersamaBerikan mereka opsi memilih permainan yang tidak menggunakan layar gadget.

Apakah anak sekarang masih main petak umpet yah? Itu permainan favorit saya saat kecil. Selain itu saya juga suka banget main benteng, tap jongkok, dan engklek bersama teman-teman satu komplek perumahan. Walaupun memang saya dari kecil pun tetap diperbolehkan main Nintendo di akhir pekan.

Selain melalui bermain di luar rumah, kebersamaan juga bisa Si Kecil dapatkan dengan bermain bersama di rumah bareng Mama Papa dan juga Kakak – Adik. 

Saya sendiri setiap hari meluangkan waktu untuk bermain dengan anak-anak, mulai dari membangun blok Lego sampai mengajarkan mereka bermain catur.

Tentunya ada banyak banget pilihan permainan di rumah yang bisa Mama Papa pilih sendiri sebagai alternatif dari bermain gadget.

Emang sih, situasi pandemic seperti sekarang membuat ruang bermain Si Kecil menjadi semakin terbatas. Situasi ini mengharuskan Si Kecil lebih banyak di rumah dibanding main di luar. 

Namun apakah dengan memberi anak gadget jadi satu-satunya pilihan aktivitas di rumah? Ya tentu saja tidak hehe. 

  1. Ajak Anak Bermain Dengan Teman Seumuran 

Waktu masih kecil Mama saya tuh paling bawel kalau saya main sampai gak ingat waktu. Biasanya saat main bola sore-sore, dan pas adzan magrib belum juga sampai rumah.

Bermain di luar bersama teman-teman merupakan alternatif yang sangat baik untuk anak-anak agar tidak selalu terpaku pada gadget.

Selain memperkuat motoriknya, anak-anak yang sering bermain dengan teman seumuran akan membentuk rasa percaya diri dan kemampuan sosial yang lebih baik.

  1. Perbanyak Waktu Dengan Anak 

Anak dan ibu bermain balon sabun di taman Luangkan waktu bersama anak sehingga mereka tidak terpaku kepada gadget.

Sebagai orang tua yang harus bekerja full-time, saya merasa saya selalu kurang menghabiskan waktu bersama anak-anak. Namun, sesibuk apapun kita tetap harus meluangkan waktu untuk si kecil yah Ma Pa…

Jadi salah satu alasan anak menjadi kecanduan gadget adalah karena mereka kesepian dan tidak tahu harus melakukan aktivitas apa. Akibatnya, anak akan mencari gadget yang bisa digunakan sebagai sosok hiburan..

Saya sendiri selalu meluangkan quality time sepulang kerja dan selama weekend bersama dengan si kecil. Dan, selama ‘quality time’ ini peraturannya adalah “No Gadget” baik buat anak dan saya sendiri.

Nah, quality time disini bisa macem-macem yah. Mulai dari sekedar naik mobil keliling kompleks dan mampir ke mini market. Ataupun bermain Lego, puzzle ataupun sepak bola di depan rumah.

  1. Disiplin, Konsisten dan Tegas

Seperti sudah saya bahas singkat di atas, sebagai orang tua kita harus disiplin, konsisten dan tegas dengan apa yang kita sepakati dengan anak-anak.

Jika keinginan anak selalu dituruti ketika mereka merengek, tentu ini akan dijadikan ‘senjata’ ketika mereka menginginkan sesuatu.

Lalu bagaimananya agar kita bisa tegas? Caranya gampang, gunakan metode sebab dan akibat. 

Untuk masalah kecanduan gadget, Mama Papa bisa menggunakan berbagai macam kesepakatan. Misalnya, jika dalam 1 hari kelebihan nonton Youtube maka anak tidak akan mendapatkan waktu menonton keesokan harinya.

Dan, ketika kejadian mereka menggunakan gadget secara berlebihan, Mama Papa bisa mengatakan ini:

“Nah, kemarin kita kan uda sepakat yah. Sebab hari ini kamu nonton lebih dari 1 jam, akibatnya besok Papa simpan dulu yah gadget kamu”

Gampang kan? Tetapi peran Mama Papa disini juga besar, Mama Papa juga harus menerapkan sikap disiplin, tegas, dan konsisten, sehingga Si Kecil nantinya akan jadi anak yang nurut ke Mama Papanya.

  1. Berkomunikasi ke Anak Mengenai Bahaya Kecanduan Gadget

Ibu dan anak berdiskusi di rumah

 Memberikan penjelasan yang mudah dipahami mengenai bahaya penggunaan gadget yang berlebih perlu diberikan sejak dini.

Ketika kita benar-benar tau resiko saat melakukan sesuatu, biasanya kita akan lebih berhati-hati, benar gak?

Nah, ini kita bisa terapkan kepada anak, khususnya yang sudah lebih dewasa. Mama Papa bisa mulai mengedukasi akan bahaya penggunaan gadget yang berlebihan.

Sayangnya, biasa orang tua di Indonesia lebih ke arah menakut-nakuti anaknya dibandingkan mengedukasi dampak buruk dari gadget.

“Hayo, nanti matanya bisa buta loh!” atau “Kalau kelamaan main HP nanti bisa meledak loh!”

Eits, gak begitu juga yah caranya Ma Pa! hehehhe…

Berikan pengertian yang lebih ilmiah dan tentunya sebenarnya yah!

  1. Berikan Pujian Ke Anak

Setiap orang pasti suka dipuji. Baik orang dewasa atau anak kecil suka dipuji atas perbuatannya. Dan kita cenderung mengulangi perlakuan yang mendatangkan pujian.

Nah, ini bisa kita terapkan pada anak-anak saat mereka menuruti peraturan penggunaan gadget yang sudah disepakati bersama.

Misalnya “Wah bangga loh Papa sama kamu Nak, bener-bener menepati janji cuman main iPadnya 30 menit aja!”

Tapi kebalikannya ketika mereka tidak mengikuti peraturan yang sudah disepakati, Mama Papa boleh menunjukan kekecewaan atas sikap mereka tersebut.

“Yah, kemarin padahal sudah janji loh kalau main gadgetnya cuman 1 jam. Papa sedih nih aturannya cuman angin lalu”

Pernyataan tersebut akan membuat anak berpikir dua kali setiap kali dia kelewatan janjinya.

 

Seberapa suka dengan artikel ini?