Parenting

10 Cara Ampuh Agar Anak Rajin Belajar Tanpa Dipaksa 

Oleh Kiddo.id   |   

 Anak belajar di kelas dengan senyuman10 cara ampuh agar anak rajin belajar tanpa di paksa 

 

Apa si Kecil terlihat mulai malas belajar belakangan ini? Apakah Mama Papa kesulitan saat meminta anak untuk mengulang kembali pelajaran yang dia dapat di sekolah?

Hati-hati Ma Pa, jika anak keterusan malas belajar, efek jangka panjangnya bisa benar-benar mengkhawatirkan loh.

Nah, melalui artikel ini saya akan membahas tuntas penyebab anak menjadi malas belajar dan tentu tips jitu agar anak rajin belajar tanpa dipaksa!

Penasaran? Yuk kita mulai!

 

Hati-Hati! Dampak Jangka Panjang jika Anak Terbiasa Malas Belajar 

Tahukah Mama Papa bahwa efek malas belajar sejak muda itu bisa berentet dampak buruk jangka panjang untuk anak?

Mulai dari masalah mental sampai dengan kemampuannya untuk meraih kesuksesan ketika bertumbuh dewasa.

Berikut ini beberapa dampak buruk yang bisa akumulasi seiring berjalannya waktu: 

1.Kehilangan disiplin

Melatih kedisiplinan anak saat belajar sangat penting agar dia terbiasa untuk fokus melakukan suatu pekerjaan dengan rutin dan teratur.

Apa yang terjadi jika anak tidak punya rasa disiplin? Tentunya, dia akan terbiasa untuk menunda-nunda pekerjaan dan akhirnya tidak bisa mendapatkan hasil dari setiap pekerjaannya.

2. Ketinggalan pelajaran dan penurunan nilai

Anak memegang hasil ujian dengan nilai FDampak jangka panjang anak malas belajar tentu akan berujung ke nilai ujian yang buruk. 

Coba Mama Papa bayangkan, 

Ketika anak malas belajar.. Baru saja buka materi belajar, dia sudah bosan dan perhatiannya sudah lari ke aktivitas lain.

Tentu jika dibiarkan terus menerus, anak akan ketinggalan bahan-bahan yang seharusnya dipelajari. 

Saat ada tes, anak juga akan kesulitan karena ada beberapa bahan yang mungkin dia belum kuasai ada pelajari. Dan inipun akan berujung dengan penurunan nilai secara akademis.

3. Menjadi tidak percaya diri

Permasalahan tidak berhenti sampai disitu aja Ma Pa.

Anak yang tidak menguasai pelajaran tentunya akan menghindar ketika guru menanyakan pertanyaan seputar materi tersebut. Dia akan terbiasa untuk tidak menyuarakan jawaban dan memilih untuk diam.

Belum lagi, ketika dia membandingkan nilainya ujian dengan teman-teman sebangkunya. Dia akan merasa bahwa dia memang terlahir tidak sepintar dengan siswa lain.

Ketika anak mulai ketinggalan pelajaran dan mendapatkan nilai yang jelek, tanpa sadar anak bisa mulai kehilangan kepercayaan dirinya dan lama-lama menganggap dirinya bodoh.

4. Memiliki kemungkinan lebih besar untuk menjadi nakal 

Nah, ini mungkin hal terburuk yang bisa terjadi ketika anak dibiarkan malas belajar terlalu lama.

Menyambung poin 3 dimana anak sudah merasa dirinya tidak sepintar teman-temannya, anak mungkin saja mulai ‘bertingkah’ di kelas untuk menutupi kekurangannya.

Beberapa hal nakal yang mungkin akan dilakukan bisa dengan mengganggu teman lain yang sedang belajar sampai membuat keributan di kelas.

Jika sudah sampai tahap seperti ini, Mama Papa sudah tidak bisa tinggal diam dan harus segera membantu anak.

 

Apa Sebenarnya Penyebab Anak Malas Belajar? 

Sebelum saya sharing beberapa tips agar anak bisa rajin belajar, yuk coba Mama Papa kulik-kulik dulu apakah ada alasan dibawah ini yang menyebabkan si Kecil jadi malas belajar:

1.Anak Merasa Terlalu Diatur-Atur Orang Tua

Anak tidak mendengarkan ibu yang sedang berbicaraJika terlalu diatur berlebihan, anak-anak bisa saja tidak menganggap nasehat orang tua dan cenderung melakukan hal yang berlawanan.

Suka sebel gak sih Ma Pa ketika anak susah banget dibilangin? Disuruh A malah ngelakuin B!

Sebenarnya ini adalah fase yang wajar ketika ia beranjak dewasa. Ia mulai merasa ingin mandiri dan tidak mau terlalu diatur-atur lagi oleh Mama Papa sebagai orang tua. 

Selain itu, ada beberapa penyebab mengapa Si Kecil tidak mau diatur-atur oleh Mama Papa, yaitu:

  • Pertama, karena Si Kecil sudah memiliki keinginan yang kuat. Ia akan melakukan tindakan yang ia suka, dan melawan perintah Mama Papa karena ia tidak suka. 
  • Kedua, karena Si Kecil tidak suka disalahkan. Mama Papa mungkin akan marah jika Si Kecil tidak mau belajar. Padahal ia tidak mau belajar pasti ada sebabnya. Seharusnya Mama Papa menanyakan dahulu kenapa Si Kecil tidak mau belajar sebelum langsung memarahinya. 
  • Ketiga, karena merasa selalu dipaksa dalam melakukan sesuatu hal.

Ketiga hal tersebut dapat menyebabkan anak merasa Mama Papa terlalu mengatur-atur kehidupannya. 

Lalu apa yang terjadi ketika mereka merasa terlalu diatur? Tentu mereka akan mencoba untuk melawan dengan cara (salah satunya) bermalas-malasan.

2. Anak Memiliki Jiwa Perfeksionis Terlalu Tinggi

Perfeksionisme pada dasarnya memiliki tujuan yang baik, yaitu agar segala sesuatu mendapatkan hasil yang maksimal. Namun jika anak terlahir dengan jiwa perfeksionis yang terlalu tinggi, malah akan menyebabkan dampak yang buruk loh.

Mungkin Mama Papa secara gak sadar pernah menuntut Si Kecil untuk mendapat ranking 1, makanya Mama Papa menyuruh dia giat belajar. Tetapi kadang hasil berbanding terbalik dengan usaha meskipun Si Kecil sudah berusaha maksimal. 

Lantas, bagaimana Mama Papa menyikapinya?

Ketika anak memiliki jiwa perfeksionis tinggi, dia lebih memperhatikan hasil yang diraih. 

Oleh sebab itu ketika Mama Papa merespon hasil yang dia dapat, itu bisa saja membuat dia tambah tertekan. Dan jika ini terus berlangsung, maka lama-lama anak akan menyerah dan menjadi malas melakukan hal itu lagi.

3. Pengaruh Buruk Teman Ataupun Saudara

Semakin bertambah besar maka Si Kecil akan kenal dengan semakin banyak orang. Ia tidak lagi berinteraksi hanya dengan keluarga inti, namun juga orang dari lingkungan sekitar, seperti teman rumah, teman sekolah, atau saudara sepupu.

Tidak semua orang yang berinteraksi dengan Si Kecil membawa hal baik, ada juga yang membawa pengaruh buruk.

Sebagai contoh, misalnya Si Kecil mulai kenal dengan teman sebaya di lingkungan rumah. Lalu ia selalu mengajak Si Kecil main meskipun waktunya Si Kecil untuk belajar. Meskipun Si Kecil sudah menolak ajakan main tersebut, pasti lama-lama Si Kecil akan mengikuti ajakannya dan mengakibatkan Si Kecil menjadi tidak belajar.

Tidak ada yang salah dengan Si Kecil berinteraksi dengan teman sebaya. Namun, Mama Papa harus bisa mengontrol pergaulan Si Kecil. Mama Papa perlu lebih tegas lagi terhadap pembagian waktu untuk bermain Si Kecil dan waktu untuk belajar.

4. Anak Mengalami Depresi

Anak memegang handphone di atas ranjang dengan ekspresi sedihAnak juga bisa mengalami depresi mental karena berbagai sebab seperti cyber bullying, masalah dengan teman ataupun keluarga.

Apa yang Mama Papa rasakan jika stress dan depresi terhadap pekerjaan di kantor? Pasti akan berdampak ke kegiatan yang lain kan. Makan jadi tidak enak, tidur jadi tidak nyenyak, dan mungkin menjadi mudah marah.

Coba bayangkan apabila Si Kecil yang depresi? 

Ternyata tidak hanya orang dewasa saja yang mengalami depresi. Anak-anak juga bisa mengalami depresi. Depresi yang terjadi kepada anak kecil umumnya memiliki tanda-tanda seperti kecapekan, kehilangan nafsu makan, tidak mau melakukan apa-apa, dan menarik diri dari lingkungan sosial.

Mama Papa harus peka terhadap tanda-tanda tersebut. Mama Papa harus mengingat-ingat, kenapa Si Kecil sifatnya bisa berubah. Mungkin Mama Papa terlalu menekan Si Kecil untuk selalu belajar, atau mungkin Mama Papa terlalu sibuk bekerja di kantor.

Mama Papa harus berbicara baik-baik dengan Si Kecil dan bertanya apa yang ia rasakan. Namun jika Si Kecil juga tidak membuka dirinya, Mama Papa bisa berkonsultasi dengan psikolog untuk menyelesaikan permasalahan ini.

5. Anak Memiliki Masalah dalam Kemampuan Belajarnya

Semua orang tua pasti ingin anaknya pintar. Mereka akan melakukan apapun agar anak mereka menjadi yang terbaik di sekolahnya.

Namun tidak semua anak menjadi pintar meski sudah belajar dengan keras. Bisa jadi anak tersebut memiliki masalah dalam kemampuan belajarnya.

Hal ini bisa Mama Papa cek dengan kemampuan dasar Si Kecil, seperti membaca dan menghitung. Jika pada usia seharusnya Si Kecil masih belum bisa melakukan hal tersebut, kemungkinan Si Kecil memiliki masalah dalam kemampuan belajarnya.

Salah satu kemungkinan yang terjadi adalah disleksia. Disleksia adalah gangguan dalam proses belajar yang ditandai dengan kesulitan membaca, menulis, atau mengeja. Meskipun demikian, disleksia tidak mempengaruhi tingkat kecerdasan seseorang.

Mama Papa gak perlu khawatir andaikan Si Kecil memiliki tanda-tanda disleksia. Mama Papa bisa berkonsultasi ke dokter anak dan memulai terapi untuk menyembuhkan gangguan ini.

6. Anak Tidak Memiliki Mentor dan Bimbingan

Untuk sebagian anak, ritme belajar di sekolah mungkin saja terlalu cepat atau materi yang diajarkan masih terlalu sulit untuk dimengerti.

Jika ini terjadi, anak dapat tetap ketinggalan pelajaran walaupun mereka berusaha keras untuk mengikuti. Dan seperti kita sudah bahas sebelumnya, dampak ini bisa lambat laun membuat anak semakin malas belajar.

Oleh sebab itu, terkadang diperlukan mentor yang bisa membimbing si Kecil untuk lebih mengerti pelajaran yang dia dapatkan di sekolah.

Jika Mama Papa memiliki waktu luang, tentu akan lebih baik jika langsung mengajarkan si Kecil.

Namun, jika tidak Mama Papa bisa mencari berbagai pilihan mentor atau kursus yang bisa membantu si Kecil untuk lebih mengerti. Ada banyak sekali pilihan kursus yang Mama Papa bisa pilihkan untuk anak-anak di Kiddo.id

 

Cara Memotivasi Anak Agar Rajin Belajar Tanpa di Paksa 

1. Identifikasi apa yang menyebabkan dia malas

Ibu sedang menghibur anaknya yang sedang sedih

Luangkan waktu untuk mengobrol dengan anak agar Mama Papa mengerti perasaan dan situasi anak yang bisa memicu rasa malasnya.

Tidak selalu Si Kecil mau belajar meskipun sudah kita suruh. Ada kalanya Si Kecil sangat malas bahkan cenderung menolak untuk belajar. Kalau sudah seperti itu, Mama Papa gak perlu marah. 

Alih-alih marah, Mama Papa harus mencari tau apa yang menyebabkan Si Kecil menjadi malas.

Coba Mama Papa lihat kembali pembahasan di bagian sebelum ini. Identifikasi terlebih dahulu apa yang kira-kira menjadi penyebab kemalasan si Kecil.

Jika Si Kecil sudah mengutarakan perasaannya, Mama Papa tinggal mencari solusinya bersama-sama. Mama Papa juga bisa melibatkan guru di sekolah karena guru juga merasakan secara langsung perubahan sikap Si Kecil yang berubah menjadi malas belajar.

2. Buat suasana belajar lebih mudah dan nyaman

Sama halnya dengan Mama Papa saat bekerja, Si Kecil juga butuh tempat yang nyaman untuk belajar. 

Belajar dalam kondisi pandemic merupakan hal yang menantang bagi Si Kecil. Si Kecil harus belajar dari rumah secara jarak jauh. Padahal rumah bukan tempat yang ideal untuk belajar, banyak godaan kalau belajar dari rumah seperti bermain, tidur, atau sekedar bermalas-malasan.

Supaya Si Kecil lebih mudah dan nyaman dalam belajar, Mama Papa bisa menyesuaikan kondisi rumah seperti kondisi kelas Si Kecil.

Misalnya, Mama Papa bisa menyediakan meja belajar serta kursi yang besar dan nyaman. Lalu siapkan juga papan tulis beserta alat tulisnya. 

Dan yang pasti, ruangan yang Si Kecil gunakan kalau bisa jangan di kamar atau di ruang TV karena akan mengganggu konsentrasi belajar Si Kecil.

Hal-hal tersebut jika diatur dengan baik akan membuat Si Kecil lebih mudah dan nyaman dalam belajar. 

3. Rencanakan jadwal belajar bersama

Selain tempat, tantangan Si Kecil dalam belajar selama kondisi pandemic adalah waktu belajar.

Meskipun Si Kecil tetap belajar sesuai dengan jadwal yang diberikan sekolah, belajar di rumah membuat anak menganggap jadwal belajarnya lebih fleksibel. Sehingga kadang ia menunda-nunda.

Nah, Mama Papa harus membuat rutinitas belajar Si Kecil di rumah sama seperti belajar di sekolah. Mama Papa harus menganggap setiap hari Si Kecil tetap berangkat ke sekolah.

Jadi caranya adalah Si Kecil tetap dibiasakan bangun pagi, lalu mandi, sarapan, dan langsung menggunakan seragam sekolah. Setelah itu belajar di tempat khusus untuk belajar sampai waktu sekolah selesai.

Di samping belajar pada waktu di sekolah, Si Kecil juga harus menyempatkan belajar di luar waktu sekolah. 

Mama Papa harus membuatkan rencana belajar di luar waktu sekolah, seperti waktu untuk mengerjakan PR pada malam hari. 

Rutinitas ini jika dilakukan secara konsisten akan membuat anak lebih disiplin dan fokus dalam belajar.

4. Rancang Reward System

Tidak semua anak ikhlas jika disuruh belajar sama Mama Papa. Ada anak yang ngambek dulu, dan baru mau belajar jika diiming-imingi sesuatu.

Jika sudah seperti itu, Mama Papa gak punya pilihan lain kan hehe. 

Mama Papa bisa menjanjikan hadiah jika Si Kecil mau belajar. Namun supaya Si Kecil benar-benar belajar, Mama Papa harus memberikan target untuk Si Kecil.

Misalnya, Si Kecil boleh main games jika ia sudah mengerjakan PR. Namun, PR yang dikerjakan harus benar semua. Jadi Si Kecil serius mengerjakan PR tersebut.

Atau contoh lainnya Si Kecil boleh menonton TV jika ia sudah selesai menyelesaikan tugas membaca. Jika ia sudah selesai membaca, Mama Papa harus mengetest dulu bacaan yang tadi ia selesaikan. Si Kecil harus bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang Mama Papa tanyakan.

Reward system seperti ini merupakan salah satu solusi jika Si Kecil sudah mulai malas belajar. Lebih baik jika Si Kecil belajar dengan keinginan sendiri tanpa Mama Papa minta.

5. Kurangi stress anak saat belajar

Ayah menghibur anak yang kesulitan belajarOrang tua bisa mendampingi anak saat belajar untuk menghindari si Kecil mengalami stress yang berlebihan

Sama seperti Mama Papa, Si Kecil juga bisa stress. Jika sudah stress maka ia bisa menjadi sulit belajar.

Mama Papa harus tau apa yang menyebabkan ia stress. Banyak hal-hal terkait belajar yang membuat Si Kecil menjadi stress, seperti terlalu banyak tugas yang diberikan, ujian yang terlalu sulit, atau mungkin ia dirundung oleh teman-temannya.

Oleh karena itu Mama Papa perlu berbicara secara langsung dengan Si Kecil mengenai kondisi yang ia rasakan. Dan jika diperlukan Mama Papa juga bisa bertanya kepada guru di sekolah Si Kecil.

Nah, Mama Papa juga bisa membantu Si Kecil untuk mengurangi stress karena belajar. Caranya mudah dan sederhana kok.

Mama Papa bisa mengajak Si Kecil jalan-jalan. Bisa jalan-jalan disekitar rumah atau yang jauh dengan menggunakan kendaraan. Lalu Mama Papa bisa mendengarkan music bersama. Atau Mama Papa juga bisa menggambar bersama.

Hal-hal tersebut sangat sederhana dilakukan, namun membantu Si Kecil mengurangi stress yang dihadapinya.

6. Jangan fokus terhadap nilai

Punya nilai rapot yang bagus merupakan impian setiap orang tua kepada anaknya. Nilai rapot yang bagus merupakan tanda bahwa anak kita sudah mampu melalui pelajaran di sekolah dengan baik.

Meski demikian Mama Papa jangan terlalu menjadikan rapot yang bagus sebagai patokan. 

Nilai bagus di rapot belum tentu berarti Si Kecil bisa menjalani pelajaran di sekolah dengan baik. Nilai bagus di rapot bisa didapatkan karena mungkin Si Kecil berperilaku baik. 

Nilai memang penting, namun pemahaman terhadap pelajaran jauh lebih penting. Oleh karena itu Mama Papa perlu menekankan pemahaman Si Kecil terhadap setiap pelajaran.

Pemahaman yang mendalam tidak hanya didapatkan melalui pelajaran di sekolah. Mama Papa bisa mengajarkan secara langsung di rumah, atau dengan mengikutsertakan Si Kecil dalam bimbingan belajar.

Tapi Mama Papa jangan terlalu memaksakan Si Kecil untuk belajar terus ya, nanti yang ada malah Si Kecil menjadi stress. Biarkan Si Kecil banyak bermain agar ia bahagia.

7. Ajarkan anak untuk membuat goal kecil

Mama Papa pernah bertanya mengenai cita-cita Si Kecil gak? Pasti jawabannya seru-seru ya.

Cita-cita Si Kecil bisa dibilang merupakan tujuan hidup Si Kecil selama jangka panjang. Meskipun masih lama, tujuan tersebut harus dipupuk sedari kecil. 

Mama Papa harus mengarahkan Si Kecil agar menggapai cita-cita tersebut. Caranya adalah dengan mengajarkan anak untuk mencapai tujuan atau goal dari hal-hal yang kecil.

Misalnya, kita minta Si Kecil untuk membaca buku satu bab setiap harinya. Atau kita minta Si Kecil untuk mengerjakan soal matematika 20 nomor setiap harinya. Mama Papa tidak harus selalu menjanjikan reward atas goal yang berhasil Si Kecil lakukan. Mama Papa cukup bilang ini semua demi cita-cita Si Kecil di masa depan.

Dengan berhasil mencapai tujuan-tujuan kecil, Mama Papa harus yakin Si Kecil bisa menggapai cita-citanya di masa depan. Amiiin.

8. Eksperimen dengan teknik belajar yang berbeda

Gak hanya Mama Papa, anak kecil juga pasti merasa bosan dengan rutinitas yang ia jalani, termasuk dalam hal belajar. Jika Si Kecil sudah merasa bosan ia akan menjadi malas dan tidak maksimal dalam belajar.

Mama Papa bisa mengarahkan Si Kecil untuk belajar dengan menggunakan metode yang berbeda agar tidak bosan.

Salah satu caranya adalah belajar dengan menggunakan aplikasi Kiddo.id. 

Kiddo.id merupakan aplikasi penunjang belajar Si Kecil yang sangat seru dan tidak membosankan.

Kiddo.id sangat mudah digunakan. Mama Papa hanya tinggal mendownload dan sudah bisa langsung digunakan deh di gadget Mama Papa.

Si Kecil bisa ikut serta dalam bimbingan belajar tambahan yang diselenggarakan oleh pengajar-pengajar yang asyik. Selain itu Si Kecil juga bisa memanfaatkan fitur-fitur lainnya yang tersedia pada aplikasi ini.

Belajar menggunakan aplikasi Kiddo.id dijamin tidak rugi. Yuk, Mama Papa download segera aplikasi Kiddo.id agar Si Kecil semakin rajin belajarnya.

9. Berikan istirahat yang cukup

Anak tertidur di atas buku karena terlalu lelah belajar Berikan istirahat yang cukup untuk anak agar mereka bisa fokus saat belajar

Coba Mama Papa bayangkan apa yang terjadi jika Si Kecil belajar sepanjang waktu? Tentu ia akan merasa kelelahan dan menjadi tidak fokus dalam belajar.

Oleh karena itu Si Kecil perlu istirahat yang cukup. 

Selama belajar di rumah, Si Kecil harus menyempatkan diri untuk istirahat sejenak sekedar untuk minum, makan, atau untuk ke toilet. 

Idealnya, setiap 30 menit belajar di rumah Si Kecil perlu ice breaking, seperti minum, atau meregangkan badan agar tidak pegal. Lalu 30 menit berikutnya perlu istirahat untuk makan atau ke toilet. Jika sudah belajar 2 jam Si Kecil perlu santai sejenak untuk menonton TV atau mendengarkan musik.

Hal lain yang penting adalah tidur yang berkualitas. Mama Papa harus memastikan Si Kecil tidak tidur terlalu malam  karena kurang tidur akan berdampak pada konsentrasi Si Kecil saat belajar.

Jadi Mama Papa selain harus memastikan Si Kecil belajar yang rajin juga istirahat yang cukup yaa.

10. Carikan guru atau mentor belajar untuk anak

Si Kecil akan bersemangat belajar jika ia diajar oleh pengajar favoritnya.

Biasanya anak-anak suka pengajar yang seperti apa sih Ma? Anak-anak biasanya suka pengajar yang lucu, periang, dan mudah dalam menerangkan pelajaran.

Guru yang Si Kecil suka sangat penting agar ia bisa belajar dengan baik. Sebaliknya, jika Si Kecil tidak suka terhadap guru maka ia menjadi tidak maksimal dalam belajar.

Memang kita tidak bisa bebas memilih guru Si Kecil di sekolah. Namun Mama Papa bisa mencari guru yang sesuai Si Kecil sukai saat memilih guru pada bimbingan belajar.

Umumnya bimbingan belajar yang sudah dikenal baik memiliki guru-guru yang cocok untuk Si Kecil. Oleh karena itu Mama Papa tinggal mengarahkan guru tersebut agar dapat mengajar sesuai yang Si Kecil inginkan.

Atau mungkin Mama Papa mau mencoba menjadi guru bimbingan belajar bagi Si Kecil setiap sore? Hehehe.

Seberapa suka dengan artikel ini?

Aktivitas akan datang