Kiddo

7 Strategi Seru Belajar Matematika untuk Anak SD

Oleh Kiddo.id   |   

Mama Papa sedang khawatir kenapa si kecil belum juga mampu berhitung atau sekedar membaca angka 1 sampai 100, padahal sebentar lagi sudah mau menginjak bangku SD nih!? Sebenarnya mengajari anak Matematika itu semudah seperti 1+1=2 kok..

Di artikel ini, saya akan memberikan 7 strategi dan tips mudah agar anak bisa cepat mengerti konsep belajar matematika!

Kita mulai, yuk!

1. Perkenalkan Berbagai Angka

Anak belajar mengenal angka 

Anak perlu diperkenalkan angka dengan cara yang seru dan tidak membosankan.

Mama Papa memang harus lebih sabar dan mencoba membuat belajar mengenal angka menjadi lebih menyenangkan. Sebab jika kegiatan belajar terkesan membosankan, maka kemungkinan besar si kecil kedepannya tidak terlalu tertarik belajar angka lagi.

Saya ada tips simple namun menyenangkan untuk mengenalkan angka dan urutannya kepada si kecil. 

Dulu saya cukup kesulitan memperkenalkan jenis dan bentuk angka kepada anak saya yang pertama. Namun, secara tidak sengaja ada lagu anak mengenai angka 1 sampai 100 yang di dengar oleh anak saya. 

Saking menariknya lagu itu, anak saya minta untuk mengulang lagu itu berkali-kali! Sejak itu pula si kecil mulai mengenal angka 1 sampai dengan 100!

Oh ya, tentunya mengenal angka akan jauh lebih efektif ketika anak-anak mampu memvisualkan dan mengaitkan nama angka dengan bentuknya. Oleh sebab itu, belajar mengenal angka lebih baik jika mendengar lagu dari kartun atau animasi.

Ini salah satu lagu favorit anak saya!

Ada banyak banget referensi yang Mama Papa bisa putarkan untuk si kecil baik dari Youtube ataupun aplikasi internet lainnya. Tapi ingat yah, untuk mengurangi dampak buruk gadget buat si kecil, Mama Papa perlu membatasi penggunaan-nya! 

2. Gunakan Media Pembelajaran

Berbagai media bisa digunakan untuk belajar berhitung termasuk menggunakan biji labu.

Nah, langkah selanjutnya yang harus Mama Papa lakukan setelah si kecil mengenal bentuk dan urutan angka adalah dengan menggunakan media pembelajaran. Caranya simpel kok, Mama Papa hanya tinggal memakai benda yang ada di sekitar rumah. Bisa gunakan mainan, cemilan dan sebagainya.

Saya sarankan agar Mama Papa memulainya dengan mengajak si kecil menghitung jumlah mainan yang ada di sekitarnya. Ini yang juga saya terapkan ke anak saya. Biasanya, saya meminta anak saya menghitung jumlah mainan kesukaannya.  Dia bakalan lebih antusias! 

Nah, kalo si kecil belum hafal urutan angkanya gimana? 

Mama Papa bisa menuntunnya secara perlahan, tanpa terlalu memaksa si kecil. Misal bisa nih dengan mengajari berhitung ketika menyuapi makan 

“Ini ada berapa camilan di sendok Mama?” atau “Kalau nugget ayam ini ditambah 3 jadinya berapa yah? 

Ajak si kecil berinteraksi secara menerus dengan menyisipkan pembelajaran berhitung di sela kegiatan sehari-hari.

3.Belikan Mainan dengan Aktivitas Menghitung

Anak belajar matematika dengan bermain monopoli 

 

Monopoli ataupun ular tangga bisa jadi alat bermain yang memacu minat anak untuk belajar matematika tanpa paksaan.

Terkadang beberapa anak lebih cepat menyerap pembelajaran dengan melakukan aktivitas bermain! 

Anak saya sendiri nih salah satunya paling suka bermain monopoli. Monopoli termasuk permainan yang bagus untuk mengajari anak kemampuan berhitung. Mulai dari berhitung dadu yang dilempar, jumlah uang (imitasi) yang harus dibayar ketika terkena denda, jual beli aset, dan lainnya.

Selain monopoli, bisa juga Mama Papa ajarkan permainan ular tangga yang lebih simple. Mama Papa bisa meminta si kecil menghitung langkah per langkah setiap naik atau turun, dan juga menghitung jumlah dadu yang dilemparkan. 

Oh ya, sekarang ini juga lagi populer konsep Montessori yang menggunakan benda sehari-hari untuk belajar berhitung sambil melatih kemampuan motorik anak. Mama Papa bisa nih mencoba kelas calistung dengan konsep Montessori ini!

4.Belajar Berhitung Sambil Membuat Kue

Anak melakukan aktivitas baking sambil praktik berhitung

 Melakukan aktivitas membuat kue dengan anak mampu mempercepat si kecil untuk mahir dalam berhitung. 

Sama seperti belajar menghitung dan matematika dengan bermain, aktivitas memasak bisa jadi menyenangkan untuk beberapa anak. Dan ingat, ketika si kecil asyik melakukan sesuatu kegiatan yang dia suka, maka Mama Papa bisa memperkenalkan konsep matematika dengan lebih mudah!

Mama papa bisa nih ketika mengaduk adunan tepung, melakukan adukan dengan perlahan sambil mengajak anak untuk ikutan menghitung jumlah adukan. 

Baca juga: 5 Rekomendasi Les Matematika Dasar untuk Si Kecil

Kemudian mengajak si kecil untuk menghitung jumlah takaran bahan tertentu, misal berapa telur yang digunakan, berapa topping kacang kenari yang harus diletakkan di kue. Minta si kecil langsung juga mempraktikkan-nya di kue yang sudah dibuat

Nah jika adonan kue sudah matang, Mama Papa bisa juga meminta si kecil menghitung kue yang sudah matang. Di sela aktivitas ini, Mama Papa bisa memberikan juga pelajaran penambahan dan pengurangan. Misal, “Jika 1 kue ditambah 1 kue jadi berapa?” atau “Jika 3 kue dikurangi 1 kue jadi berapa?” 

5. Mengajarkan Sempoa 

Anak belajar Matematika dengan media sempoa

Tidak hanya bermanfaat sebagai alat hitung, sempoa dapat mengoptimalkan potensi si kecil seperti salah satunya melatih kemampuan psikomotor.

Mama Papa pasti tau sempoa kan?! Nah, sempoa itu ternyata gak hanya bermanfaat agar si kecil pandai berhitung aja loh. 

Sempoa dapat berguna sebagai sistem edukasi untuk mengoptimalkan potensi si kecil. Seperti melatih otak kanan dan kiri si kecil, meningkatkan daya ingat, imajinasi dan konsentrasi si kecil, mencegah numerik phobia, dan kemampuan psikomotor si kecil. 

Nah kalo Mama Papa sama kayak saya yang gak ada waktu buat mengajarkan si kecil sempoa, Mama Papa bisa mengajak si kecil ke beberapa lembaga kursus yang memang secara khusus mengajarkan sempoa pada anak. Biasanya nih ya, ada banyak pilihan level dan jenjang waktu, mulai dari entry level-intermediate dengan jenjang waktu 3 sampai 4 bulan. 

“Tapi di tempat saya gak ada nih lembaga kursus sempoa.. “

Tenang… Mama Papa bisa belajar sempoa sendiri melalui media sosial, lalu ajarkan deh ke si kecil.

Sempoa ini pokoknya recommended banget, karena si kecil bakalan tau bagaimana pola penambahan, pengurangan, penjumlahan dan pengalian secara manual. Otak si kecil juga bakalan terlatih buat berfikir sistematis dan logis. Tapi ingat nih, sebelum si kecil diajari sempoa, Mama Papa harus pastikan kalo dia sudah hafal bilangan dan urutan angka-angka. 

6.Menggunakan Flashcard untuk Berhitung

Yapp..!! Bisa juga nih anak diajarkan matematika dengan menggunakan kartu bergambar, alias Flashcard.

Kebanyakan Flashcard bisa didapatkan di beberapa toko online. Atau kalau Mama Papa punya waktu, bisa juga nih buat sendiri di rumah dengan alat yang sederhana. 

Pengalaman saya sendiri, si kecil suka dengan flashcard yang punya banyak warna, terlebih yang ada gambar tokoh kartun atau animasi favoritnya.

Belajar pake flashcard-nya kuncinya ada di Mama Papa. Karena semenarik apapun bentuk flashcard, kalo Mama Papa tidak mengemas kegiatan tersebut dengan menyenangkan, maka lama-lama pasti akan terasa membosankan. 

Ingat, kuncinya adalah dengan mengajari si kecil melalui cara-cara yang efektif, seru, dan menyenangkan. 

Kalo saya sendiri nih, biasanya saya letakkan dulu flashcard di lantai, lalu saya tunjuk salah satu kartu. Kemudian, saya minta anak saya untuk menyebutkan angka yang tertera di kartu tersebut. 

Lalu, saya tunjuk lagi kartu yang lain, minta anak saya lagi untuk menyebutkan-nya kembali. Kemudian saya akan minta dia untuk menjumlahkan atau melakukan pengurangan di dua kartu itu. Simple kan?! 

7. Manfaatkan Kegiatan Sehari-hari untuk Belajar Berhitung

Anak belajar menghitung benda-benda di sekitar rumah

Biasakan melatih anak berhitung benda-benda yang ada di sekitarannya.

Langkah ini adalah yang paling penting. Mama Papa bisa ngelakuin-nya kapan dan dimana saja. Pastinya tergantung kreativitas Mama Papa untuk memanfaatkan kegiatan sehari-hari dengan si kecil untuk belajar berhitung. 

Caranya gimana? 

Ada banyak yang bisa dilakukan. Misal, ketika Mama Papa di rumah bareng si kecil, Mama Papa ajak si kecil menghitung beberapa benda yang ada di rumah. Seperti pas lagi duduk santai bersama di halaman rumah, Mama Papa bisa bertanya “Ada berapa bunga yang berwarna merah?” Atau pas di dekat kolam, “Coba hitung, ada berapa ikan di dalam kolam?” 

Atau bisa juga ketika Mama Papa ajak si kecil berbelanja, “Berapa kotak camilan yang kamu beli?”. Bahkan dapat juga mengajak si kecil untuk mengambil uang dan membayarkan sendiri ke kasir dengan pengawasan Mama Papa.

Intinya, setiap aktivitas dengan si kecil dapat dijadikan sarana agar dia pandai berhitung. Karena biasanya dengan disertai aktivitas, maka kemampuan berhitung si kecil pun meningkat. Hal ini juga dapat membantu si kecil untuk berpikir secara sistematis dan logis dalam kehidupan sehari-hari.

Seberapa suka dengan artikel ini?

Aktivitas akan datang