Anak susah tidur siang dan berakibat rewel pada malam hari? Berikut akan kami ulas tips parenting tentang tidur siang sekaligus manfaatnya bagi anak. Tidur siang ternyata bukan sekadar kegiatan supaya anak beristirahat. Menurut penelitian yang pernah dilakukan oleh
Universitas Colorado Boulder, anak berusia 2-3 tahun yang melewatkan waktu istirahat menunjukkan perilaku lebih pencemas, kurang minat dengan hal di sekitarnya, dan kesulitan dalam memecahkan permasalahan.
Seperti halnya dengan pemenuhan nutrisi, mendorong anak untuk mengambil waktu istirahat memberikan pengaruh baik terhadap suasana hati dan kemampuannya dalam berinteraksi. Tidur siang juga direkomendasikan oleh
dokter untuk diterapkan anak-anak di bawah 4 tahun. Oleh karena itu, menghimbau anak untuk tidur siang adalah hal yang baik. Berikut berbagai manfaat yang dirasakan apabila anak memiliki jam istirahat yang cukup!
Manfaat Tidur Siang bagi Anak
Dilansir
Halodoc, tidur siang yang cukup dapat mengembalikan energi untuk bermain dan belajar. Tidur siang memberikan pengaruh terhadap suasana hati anak saat beraktivitas sehingga tumbuh kembangnya menjadi lebih optimal. Penelitian yang dilakukan oleh University of Massachusetts Amherst menunjukkan bahwa tidur siang juga meningkatkan daya ingat anak. Sebuah studi turut menyebutkan bahwa fungsi utama tidur bagi anak adalah konsolidasi memori.
Konsolidasi memori adalah proses ingatan baru atau ingatan jangka yang pendek diintegrasikan ke dalam memori panjang. Kondisi tersebut menyebabkan anak lebih mudah mengingat apa saja yang pernah menjadi ‘tugas’-nya. Selain mengoptimalkan ingatan, tidur siang yang cukup juga mencegah risiko terjadinya obesitas pada anak.
Itulah alasan mengapa tidur siang sebaiknya diterapkan. Anak-anak juga lebih lelap saat malam hari, sehingga lebih mudah bagi orangtua untuk mengatur jam tidur mereka. Itulah sebabnya penting bagi kita untuk memperhatikan asupan istirahat bagi anak, terutama jam tidur pada siang hari.
Penyebab Anak Susah Tidur Siang
Ada berbagai penyebab mengapa anak ogah-ogahan saat disuruh istirahat oleh orangtuanya. Terkadang ada juga yang menangis karena menolak saat disuruh tidur siang. Suasana hati bisa semakin buruk karena anak merasa dipaksa untuk melakukan hal yang tidak ingin mereka lakukan.
Lantas, bagaimana cara yang tepat untuk membujuk anak memiliki waktu istirahat? Melalui artikel ini kami akan mengulas tips parenting mengatasi anak yang susah tidur siang. Namun, ada baiknya bagi Anda untuk mengetahui terlebih dahulu apa saja yang menjadi penyebab anak sulit untuk memiliki waktu istirahat.
-
Anak terlalu asik dengan aktivitasnya
Anak yang menolak untuk tidur siang biasanya sedang asik melakukan kegiatan favoritnya, misalnya: sedang bermain, menonton acara kesukaan, atau sedang ditemani oleh kawan sebayanya. Mereka mudah menangis karena kegiatan yang disukai tiba-tiba dihentikan.
Saat menginjak usia di atas 2 tahun, maka saat itu adalah fase tumbuh kembang sedang berjalan pesat. Anak yang sedang aktif bergerak akan memilih beraktivitas daripada tidur siang. Mereka akan menghiraukan rasa kantuknya dan memilih untuk terus menyalurkan energinya. Di saat seperti ini anak cenderung mudah rewel karena mengantuk, tetapi mereka tidak tahu harus melakukan apa.
-
Jam tidur siang yang tidak konsisten dan suasana kurang mendukung
Itulah pentingnya menerapkan tidur siang yang teratur dan konsisten pada anak. Jika hari ini tidur siang kemudian besok tidak, kemudian esok lagi tidur siang, maka akan menimbulkan kebingungan pada anak. Oleh karena itu, berikan pemahaman kepada anak mengenai rutinitas meluangkan waktu istirahat setiap hari, terutama saat siang hari.
Kondisi yang terlalu ramai (suara radio, televisi, suara yang muncul dari berbagai aktivitas) bisa menjadi penyebab mengapa anak jadi susah tertidur. Anak yang mudah terdistraksi dengan suara akan kehilangan fokusnya saat mengantuk. Itulah alasan mengapa suasana yang nyaman dan tenang dapat membantu anak supaya lebih rileks.
Kelelahan pada anak memicu suasana hati yang buruk sehingga susah bagi orangtua untuk menyuruh mereka tidur. Rasa lelah pada tubuh menimbulkan ketidaknyamanan dan mereka menolak untuk terlelap. Selain itu, anak kemungkinan belum terbiasa dengan rutinitas tidur siang sehingga membutuhkan waktu untuk beradaptasi.
Perlahan-lahan ajari mereka dengan kebiasaan baru tidur saat siang hari. Jangan paksa apabila mereka mulai menolak, namun anak yang kelelahan pasti akan tertidur apabila suasana kamar yang disediakan nyaman untuk beristirahat.
Tips Parenting Mengatasi Anak Susah Tidur Siang
Apa saja yang bisa dilakukan apabila anak terus-menerus menolak untuk tidur siang? Kiddo.id punya tips jitu mengenai parenting mengatur jam istirahat si kecil saat siang hari. Simak ulasan berikut!
-
Ajak anak tidur siang setelah jam makan siang
Jika anak dalam keadaan lapar, maka sulit bagi mereka untuk terlelap. Oleh karena itu, pastikan terlebih dahulu bahwa mereka sudah makan siang. Atur waktu minimal 2 jam setelah makan dan ajak mereka untuk segera tidur. Jangan lupa mengatur tempat tidur supaya lebih nyaman, misalnya: menyalakan kipas/AC, mematikan lampu, meletakkan
smartphone, mematikan televisi, dan lain-lain.
-
Biasakan anak tidur siang secara rutin dan konsisten
Membiasakan anak untuk tidur siang tentu saja harus bersamaan dengan pemahaman bahwa istirahat pada siang hari adalah rutinitas yang harus mereka lakukan. Setelah diberitahu terkait rutinitasnya tersebut, anak akan memahami dan menjadikan itu sebagai salah satu kebiasaan barunya.
Beberapa anak menunjukkan perilaku tertentu saat mereka mulai mengantuk. Beberapa tanda bahwa anak sudah lelah dan mengantuk adalah: merasa gelisah atau mudah menangis, rewel, terlihat bingung mencari perhatian, hingga bosan dengan mainan yang mereka miliki. Meski tidak mengungkapkan secara langsung, penting bagi orangtua untuk memahami tanda yang muncul jika si kecil sudah mengantuk.
-
Pasang suasana lebih tenang saat menjelang tidur
Saat pagi hari, bebaskan anak untuk menyalurkan energinya dengan
ceria dan aktif. Namun, saat menjelang tidur siang, pasang suasana menjadi lebih tenang dan sunyi untuk bersiap-siap mengajak anak istirahat. Suasana yang tenang membantu anak lebih nyaman untuk terlelap.
Memang betul kita sebagai orangtua tidak semestinya memaksakan kehendak, termasuk memaksa mereka untuk tidur. Namun, kita bisa mengikuti aturan biologis jam tidur dan memahami tanda kapan anak mengantuk. Sehingga orangtua bisa mengatur kapan waktu yang tepat mengajak anak untuk tidur siang.
Itulah tips parenting mengatasi anak yang susah tidur siang. Ingat selalu bahwa tidur siang baik bagi tumbuh-kembang anak. Terapkan tips di atas dengan sabar. Sejalannya waktu, anak akan terbiasa dengan rutinitas tidur siang yang dilakukan setiap hari dengan konsisten.
Untuk info dan tips lainnya, baca terus artikel
Kiddo.id terkait serba-serbi parenting dan aktivitas anak. Selamat mencoba, ya!