Tahapan Perkembangan Anak yang Orang Tua Wajib Tahu

Oleh Tanggal 12 Oktober 2021

Tahapan Perkembangan Anak yang Orang Tua Wajib Tahu
Setiap orang tua pasti ingin anaknya berkembang dengan maksimal. Mama Papa pun mungkin sudah tidak asing dengan perkembangan kognitif anak. Perkembangan kognitif anak mengacu pada tahapan kemampuan si kecil dalam memperoleh makna dan pengetahuan, dari pengalaman dan informasi yang ia peroleh.  Stimulasi adalah kegiatan yang dilakukan untuk merangsang kemampuan kognitif anak. Selain disesuaikan dengan usia anak, terdapat beberapa aspek perkembangan anak yang harus diperhatikan, yaitu perkembangan fisik, perkembangan kognitif atau keterampilan berpikir, perkembangan bahasa, dan perkembangan sosio-emosional.  Oleh karena itu, sebagai orang tua perlu sangat lah penting memperhatikan si kecil dengan mengetahui tumbuh kembang anak. Berikut tahapan-tahapan pertumbuhan anak yang bisa Mama Papa ketahui. 

Tahapan Tumbuh Kembang Anak 

Setiap aspek perkembangan ini memiliki tahapan perkembangan yang berisi apa yang sudah bisa dikerjakan anak pada usia tertentu. Tahapan perkembangan ini sudah disusun sedemikian rupa sehingga dapat menjadi acuan apakah terjadi keterlambatan perkembangan. Walau terdapat tanda-tanda awam dalam tiap tahapan tumbuh kembang anak, Mama Papa harus memahami bahwa setiap anak biasanya memiliki sifat yang berbeda-beda. 

Baca juga: 10 Ciri-Ciri Perkembangan Anak Usia Prasekolah yang Ideal

Selain itu untuk mendukung tumbuh kembangnya, pastikan Mama Papa memberikan perhatian dan penanganan yang sesuai dengan sifat dan kebutuhan khusus-nya, sehingga dapat membantu prosesnya menuju dewasa dengan menerapkan disiplin dan kasih sayang yang tepat.

  • Usia anak 0-1 Tahun 

Umumnya bayi akan mengalami pertumbuhan cepat pada usia 0 sampai 1 tahun. Dimulai sejak 1-3 bulan pertama ia akan mulai beradaptasi dengan lingkungan. Di usia ini bayi sudah peka terhadap suara dan cahaya, sebaiknya Mama Papa mengajak si kecil berbicara atau mendengarkan musik untuk mengasah kemampuan mendengarkan mereka. Selain itu, bayi diusia ini juga sudah mulai belajar menggenggam. Pada 3-6 bulan si kecil sudah bisa mengenal wajah orang-orang disekitarnya dan bisa berekspresi. Menginjak umur 6 bulan, bayi juga akan belajar untuk duduk meskipun belum stabil dan belajar untuk bergumam. Cobalah Mama Papa mengajak si kecil untuk berbicara atau memberikannya mainan.  Pada 6-12 bulan perkembangan si kecil sudah mulai berkembang dengan pesat. Ia sudah dapat tengkurap dan bahkan belajar berguling dan merangkak. Pada tahapan ini bayi juga mulai tumbuh gigi. Ia akan merasa gatal, sehingga membuatnya menggigit apa saja. Usia 12 bulan, bayi mampu mengetahui kata-kata yang diucapkan orang disekitarnya dan mulai belajar untuk mengenal beragam kata. Bahkan di usia ini anak mulai minta untuk dilatih. Pada tahap ini orang tua harus tetap memperhatikan agar ia tidak menggigit benda berbahaya. Berikan makanan berupa biskuit untuk dipegang sehingga bayi akan menggigit biskuit tersebut. Serta mengawasi saat bertatih karena bayi saat belajar berjalan dengan berpegangan pada apa saja sehingga rentan untuk terjatuh.
  • Usia anak 1-2 tahun

Pada usia ini anak sudah lancar dalam berjalan dan mulai dapat mengucapkan berbagai kata dengan mengenal banyak kosakata. Pada usia 1-2 tahun, anak-anak juga cenderung akan mulai meniru perkataan orang disekitarnya sehingga bagi orang tua perlu untuk dapat mengatur kata-kata yang akan diucapkan kepada anak. 

Baca juga: 5 Tips Memilih Sekolah Dasar (SD) yang Tepat Untuk Anak

Pada anak di usia ini juga dapat dikenali apakah anak mengalami keterlambatan dalam berbicara. Jika Mama Papa merasa anak mengalami keterlambatan, cobalah untuk lebih sering dalam mengajak anak untuk berbicara. 

Hal-hal yang bisa anda ajarkan kepada anak diusia ini adalah mengajari anak dengan mencuci tangan, membereskan mainannya dan mencoret-coret kertas. Pada saat usia ini Mama Papa juga bisa mulai mengajarkan tanggung jawab sejak dini, misalnya mengajari anak cara menggunakan toilet.

  • Usia anak 2-3 tahun

Ketika anak mulai memasuki usia 2-3 tahun, perkembangan anak akan semakin kompleks. Mereka biasanya sudah memiliki setidaknya 50 kosakata yang bisa diingat. Selain itu, mereka juga cenderung bisa menemukan benda-benda yang disembunyikan, menaiki dan menuruni tangga, bahkan berlari menendang bola.

Pada usia ini Mama Papa bisa mengajarkan berbagai nama warna, menggosok gigi, buang air besar atau kecil di toilet, dan menggambar sebuah bentuk. Ketika menginjak 3 tahun, mereka akan mulai diberikan stimulasi dengan tujuan mempersiapkan diri untuk memasuki dunia sekolah. Sehingga mereka bisa mengenal bagaimana cara memegang pensil yang benar, berhitung, mengenal huruf dan angka, serta melakukan berbagai perintah secara mandiri.

  • Usia anak 3-5 tahun 

Anak berusia 3 hingga 5 tahun adalah usia pra-sekolah. Mereka sudah mulai mandiri dan merasa ingin tahu, karena dunia mereka semakin luas, seperti mendapatkan teman baru, pengalaman baru, lingkungan yang baru seperti sekolah.  Umumnya kemampuan motorik pada si kecil akan mengalami peningkatan pesat. Biasanya pada usia ini, Mama Papa bisa mengajarkannya pekerjaan rumah sederhana, seperti memakai baju sendiri, menggambar makhluk hidup, melempar bola, melompati tali, atau berdiri dengan satu kaki lebih dari sepuluh detik.
  • Usia anak 6-12 tahun

Di usia 6-12 tahun adalah tahap perkembangan usia sekolah. Anak-anak pada usia ini sudah memiliki kepercayaan diri, mampu memecahkan masalah, mandi dan bertanggung jawab pada dirinya sendiri.  Lingkungan pertemanan di sekolah juga menjadi salah satu faktor yang penting dalam tumbuh kembangnya. Mereka akan menunjukkan kecenderungan dalam bersikap. Sebagai orang tua, penting untuk mengatur keseimbangan antara menjaga mereka tetap aman, menaati peraturan, memperbolehkan mereka mengambil keputusan dan mendorong mereka untuk mengambil tanggung jawab lebih.

Baca juga: Potensi Diri Si Kecil Dapat Diketahui dengan 5 Cara Ini

Meskipun demikian mereka tetap membutuhkan orang tua untuk menentukan batasan dan mendorong kebiasaan yang sehat. Jadi pastikan orang tua selalu memberikan contoh yang baik sehingga stimulasi anak jadi positif. Itu dia tahapan perkembangan anak yang harus Mama Papa ketahui. Namun, perlu diingat setiap anak berkembang dengan kecepatan mereka masing-masing. Gunakan tahapan perkembangan ini agar Mama Papa bisa memastikan si kecil tumbuh secara optimal.   Selain itu, periksakan perkembangan anak setiap berkunjung ke dokter. Hal ini penting untuk mengetahui apakah perkembangan anak sesuai dengan usia mereka. Hubungan orang tua-anak yang kuat, nutrisi yang baik, cukup tidur, serta lingkungan rumah dan sekolah yang mendidik akan membantu anak berkembang dengan baik. Jika Mama Papa ingin pertumbuhan si kecil maksimal bisa menggunakan Kiddo.id, sebuah platform yang mampu membantu setiap orang tua dalam memaksimalkan potensi yang dimiliki oleh si kecil melalui berbagai aktivitas dan kursus menarik. Tidak hanya itu,  Kiddo.id telah bekerja sama dengan ratusan lembaga pendidikan yang bisa memberikan konten edukasi dan parenting bagi si kecil. Kiddo.id telah mengeluarkan fitur terbaru bernama Milestone Tracker yang bisa membantu Mama Papa untuk memantau tumbuh kembang serta potensi si kecil dengan maksimal. Menarik bukan? Nah untuk informasi lebih lanjutnya, yuk segera kunjungi website resmi Kiddo.id di laman Kiddo.id atau unduh aplikasinya di Google Play dan App Store. Semoga membantu.  Source image: Pexels

Yang Ada di Kiddo.id

Marketplace Aktivitas

premium

Konten Premium

milestone

Tes Gratis


Baca Juga